Cover Story

dr. Rahmah Safitri Meutia, Sp,PD-KGer, FINASIM, Dedikasi Diri untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Lansia

MajalahKebaya.com, Jakarta – Berusia  lanjut adalah hal yang sebagian besar manusia akan alami. Menua dalam keadaan sehat adalah kondisi ideal yang dicita-citakan banyak orang. Namun kala usia lanjut dan kondisi jiwa dan raga tak lagi prima terkadang pikiran cenderung menjadi lebih sensitif atau malah keras kepala sehingga seringkali menjadi masalah laten yang terabaikan oleh keluarga dan orang sekitar.

Memiliki perhatian khusus terhadap masalah tersebut, dr, Rahmah Safitri Meutia yang akrab disapa dr. Tia memilih menjalani profesi sebagai Dokter Spesiasialis Penyakit Dalam khusus Geriatri. Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada pencegahan, diagnosis, serta penanganan masalah kesehatan dan penyakit pada kelompok lanjut usia.


Passion Penuh Tantangan dan Makna

Meningkatnya angka harapan hidup lanjut usia yang makin tinggi di masa kini, dokter cantik ini merasa bahwa menjadi Dokter Spesialis Penyakit Dalam khusus Geriatri adalah pilihan yang tepat untuk ia tekuni. “Kalau zaman dulu kan orang usia 50 tahun sudah kelihatan tua dan  dianggap tua banget ya, nah kalo zaman sekarang banyak yang usia 60- 80 tahun masih terlihat bugar, sehat dan memiliki cukup banyak aktifitas sosial. Dari situ saya tertarik untuk mendalami profesi yang khusus menangani para lanjut usia,” ujar wanita berhijab menarik ini.

Jumlah Dokter Spesialis Geriatri yang belum banyak di Indonesia juga membuat dr. Tia yakin bahwa pilihannya tepat untuk menetapkan profesinya sebagai Dokter Spesialis Geriatri. “Ya jadi makin lanjut usia kan artinya kita perlu dokter-dokter yang memang memiliki kekhususan untuk penanganan pasien usia lanjut. Karena terkadang  penyakitnya umum atau sama dengan pasien usia muda namun pengambilan keputusan dan tindakannya tuh bisa sangat berbeda antara yang usia lanjut dan yang pasien yang usia lebih muda,” paparnya.

Ada pula karakter khusus yang seringkali melekat pada orang dengan usia lanjut, seperti penurunan daya pikir dan kognitif misalnya demensia atau pikun serta pasien dengan multimorbiditas.  Multi-morbiditas adalah kondisi dimana seseorang memiliki dua atau lebih penyakit atau kondisi kronis di saat bersamaan.

“Saya mencoba melihat kenapa belum banyak yang berminat mengambil bidang Geriatri karena memang butuh kesabaran tingkat tinggi. Seperti contohnya, waktu yang dibutuhkan untuk mendiagnosa, mungkin kalau pasien muda, 15 menit bisa selesai. Berbeda dengan pasien usia lanjut apalagi kalau itu pasien baru, misal  80 tahun umurnya, kebayang ya riwayatnya apa aja dan obatnya apa aja dan itu saya mesti telusuri semua. Ya, jadi memang pasien usia lanjut tuh paling cepat saya baru bisa selesai setengah jam. Tapi kalau pasien baru, misalnya saya baru kenal, saya harus menggali semua tuh bisa sampai 1 jam. Jadi memang butuh ekstra effort tapi saya dengan senang hati melakukannya karena passion saya di sini,” jelas wanita yang hobi menari Bali ini.

Menurut dr. Tia, pasien-pasien usia lanjut itu memiliki kesempatan dan hak yang sama dengan pasien-pasien usia muda untuk mendapatkan tata laksana yang ideal. Tapi tentunya tetap disesuaikan dengan kondisi dan ada beberapa batasan-batasan yang harus dipatuhi karena usia lanjut lebih berisiko tinggi.

Berdaya dan Bermanfaat bagi Masyarakat

Selain berpraktik di beberapa Rumah Sakit besar di Jakarta, dr. Tia juga rutin mengedukasi masyarakat melalui media sosial yaitu akun Instagram bernama @geriatricare. Pada akun tersebut dr. Tia dan team khusus membuat konten-konten bermanfaat mengenai usia lanjut.

“Jadi edukasi yang saya berikan sebenarnya bukan cuma untuk pribadi  orang usia lanjutnya, tapi juga  untuk keluarga terutama anak-anaknya. Karena saya kepingin anak-anaknya bisa membantu menyampaikan informasi-informasi penting yang kami share di media sosial kepada orang tuanya. Karena kadang orang usia lanjut kurang update di media sosial dan seringkali  merasa tidak ada masalah pada kondisi mereka. Jadi sebaiknya keluarga atau anak-anaknya lah yang membantu meberi tahu dan  memantau perubahan kondisi yang terjadi pada orang tuanya,” papar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Dokter Tia memiliki cita-cita besar untuk membuat Panti Jompo khusus Demensia  yang modern memadai namun tetap terjangkau untuk masyarakat. Menurutnya, adat ketimuran di Indonesia kadang masih menganggap orang lanjut usia yang berada di panti jompo adalah orang yang diabaikan oleh keluarga. Padahal keberadaan panti jompo justru dapat membuat para orang lanjut usia menemukan komunitas dan kegiatan yang tepat untuk mereka jalani sehari-hari dengan rasa senang dan bahagia.

Selain itu, dr. Tia juga ingin membuka layanan semacam Day Care khusus lansia agar para lansia tetap dapat mengikuti aktivitas dan kegiatan menarik dengan rekan-rekan sesama lansia namun tetap dekat dan kembali pulang ke keluarganya masing-masing. “Sekarang kami lagi cari bench mark-nya sambil survey ke berbagai negara Asia seperti Jepang dan Korea. Semoga meski pelan tapi pasti rencana kami ini bisa terwujud,” antusias dr. Tia.

Sebagai perempuan, dr. Tia sangat peduli pada kemajauan dan kemandirian perempuan. Baginya, perempuan harus berdaya untuk selanjutnya bisa memberdayakan sesama perempuan lain. Menurut dr. Tia, perempuan berdaya adalah perempuan yang mampu mandiri, bermanfaat minimal untuk keluarga dan sekitarnya dan bila perlu memiliki penghasilan sendiri tanpa melupakan kodratnya. Ditekankan dr. Tia, bahwa semua perempuan harus bisa menjaga dan menghargai dirinya sendiri serta jangan terlalu berkecil hati karena melihat pencapaian orang lain.

“Saya suka heran kalau ada yang bilang “ah saya cuma ibu rumah tangga” What? CUMA dia bilang? Padahal menurut saya ibu rumah tangga itu luar biasa lho, sukarela mencurahkan ilmu dan hidupnya demi kemajuan keluarganya, itu juga termasuk kategori berdaya dan bermanfaat mencetak generasi yang baik untuk masyarakat dan bangsa,” tegas dr. Tia. AP

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top