MajalahKebaya.com, Jakarta – Pencapaian sukses Leticya Kusuma dalam mengembangkan usaha di bidang kesehatan dan kecantikan tak lepas dari niat yang tulus untuk memberikan pelayanan terbaik, menjaga kualitas, dan selalu memberikan edukasi kepada masyarakat agar bijak dan cerdas memakai/memilih produk yang aman. Semua itu disempurnakan dengan adanya peran keluarga sebagai support system utama dalam setiap karya dan bhaktinya.
Passion di bidang kesehatan mendorong Leticya Kusuma untuk mengembangkan bisnis yang berkaitan dengan pengadaan alat kesehatan. Saat ini perusahaannya menjadi salah satu vendor penyedia alat kesehatan (alkes) yang sering bermitra dengan berbagai fasilitas kesehatan, baik swasta maupun instansi pemerintah. Salah satunya adalah jaringan RS Bhayangkara Polri maupun TNI di seluruh Indonesia.
“Untuk pengadaan alkes di seluruh Rumah Sakit TNI dan Polri sudah berjalan kurang lebih 16 tahun. Alhamdulillah kami dipercaya untuk pengadaan alkes khususnya oleh jaringan Rumah Sakit Bhayangkara Polri dan juga TNI, diantaranya alat kesehatan CT (Computed Tomography) Scan, MRI (Magnetic Resonance Imaging), tes GT (Gamma- Glutamyl Tranferase), dan lainnya,” terang perempuan cantik yang akrab disapa Echy ini.
Echy menegaskan, peningkatan fasilitas alat kesehatan di Rumah Sakit sangat penting untuk meningkatkan mutu layanan medis dan keselamatan pasien. Ia pun bersyukur bisa turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan di seluruh Rumah Sakit TNI dan Polri.

Kembangkan Klinik Kecantikan
Tak hanya itu, Echy juga sukses mengembangkan usaha klinik kecantikan dengan nama Leticya Clinic. Sebelumnya ia juga membuka klinik kecantikan yang diberi nama Fen Klinik. “Saya merintis usaha klinik kecantikan awalnya bersama teman-teman satu angkatan saya saat mengikuti program MARS (Magister Kajian Administrasi Rumah Sakit) Universitas Indonesia. Saat itu kita buka klinik kecantikan namanya Fen Klinik, setelah itu kami membuka cabang dengan nama Leticya Clinic yang bergerak di klinik pratama,” jelas istri dari Kombes Pol. (c) Dr. Cepi Noval. S.I.K.. M.H. ini.
Sebagai klinik pratama, Leticya Clinic memadukan layanan kesehatan dasar dengan perawatan estetika dan kecantikan. Layanan yang diberikan diantaranya medical check up (MCU), layanan umum dan gigi, treatment estetika. “Kami juga meracik cream malam, skincare sendiri secara spesifik berdasarkan resep dokter dengan menggunakan jasa maklon,” terang Echy.
Produksi skincare secara maklon dimulai setelah masa pandemi, tepatnya sejak tahun 2022. Echy juga berusaha memberikan edukasi kepada customer untuk menggunakan skincare yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Tentu kita tidak bisa mencegah konsumen untuk membeli skincare yang tidak terdaftar di BPOM. Tapi mereka akan merasakan risikonya saat muncul efek dari skincare yang tidak terdaftar di BPOM. Semua skincare sekarang harus terdaftar di BPOM. Kalau skincare tidak terdaftar di BPOM otomatis tidak bisa dicek legalitasnya dan keamanannya untuk kulit,” tambah Echy.
Menurut Echy banyak customer yang datang ke klinik setelah merasakan efek menggunakan skincare yang tidak terdaftar di BPOM. “Keluhan yang dirasakan pasien antara lain melasma karena kandungan bahan keras seperti hidrokuinon atau merkuri ilegal tanpa resep dokter. Selain itu flek semakin tebal. Jadi kita berusaha memberikan edukasi kepada customer dengan memberitahu agar jangan lagi memakai skincare tersebut,” papar Echy.
Edukasi tiada henti kepada customer agar cerdas memilih produk skincare yang aman, sambil terus meningkatkan dan memaksimalkan pelayanan adalah wujud dari kepedulian Echy untuk meningkatkan kesadaran dan mutu hidup masyarakat, terutama sesama perempuan. Kualitas terbaik selalu menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan yang diberikan customer. Echy dibantu oleh para dokter spesialis dan estetika yang ahli dalam perawatan wajah dan tubuh yang aman. Hal itu juga merupakan cara ia menghadapi persaingan bisnis yang cukup ketat.

Keluarga Support System Utama
Saat ini Echy lebih fokus mendampingi suaminya yang menjadi salah satu pejabat utama di Polda, dan kini berdinas di Polda Papua Barat. “Manajemen perusahaan dan klinik sudah ada masing-masing dan saya bisa memantau dari jarak jauh dalam menganalisa dan evaluasi perkembangan usaha,” jelasnya.
Echy sangat merasakan besarnya support keluarga khususnya dari suami dan anak-anaknya. Baginya keluarga adalah prioritas utama dan peran keluarga sangat penting. Membangun hubungan keluarga yang harmonis baik dengan suami dan anak-anak merupakan fondasi utama dalam meraih kesuksesan.
Saat ini putri pertama Echy, Nasya Shabilla Yusuf ( S. Ked ) sedang melaksanakan koas dan kuliah Pasca Sarjana Magister Administrasi Rumah Sakit, kemudian Inna Fill Janati kini sedang kuliah Pasca Sarjana Psikologi Profesi, Muhammad Daffa Ruwaidy Yusuf sedang kuliah semester 5 Kedokteran Gigi, dan anak keempat calon mahasiswi baru Universitas Brawijaya Fakultas Fisika, anak kelima masih SMU Taruna Bhayangkara Banyuwangi kelas 11, serta anak keenam di SMU Bhakti Mulya 400 Cibubur kelas 10.
Echy berusaha menyeimbangkan ketiga perannya sebagai istri, ibu dan pebisnis dengan melakukan manajemen waktu yang baik. Saat sedang dinas ke luar kota, Echy berusaha tetap memperhatikan keluarganya. “Saya sering dinas ke luar kota karena kebetulan pekerjaan kita ada di seluruh Indonesia, jadi dari jarak jauh pun saya masih bisa mengajari anak-anak dalam mengerjakan tugas,” tambahnya.
Dalam menerapkan pola didik pada anak-anaknya, Echy memberikan kepercayaan penuh dan tidak memaksakan kehendak pada anak. “Saya percaya pada kualitas dan kemampuan anaka-anak dan saya tidak bisa memaksakan mereka seperti apa mau kita. Saya juga banyak kekurangannya jadi kita percayakan saja sama mereka. Dengan memberikan kepercayaan maka anak-anak pasti bisa maksimal dalam tugas maupun tanggung jawab,” tuturnya bijak.
Kesuksesan yang diraih Echy dalam usahanya tak lepas dari kiat sukses berusaha, berdoa dan jujur dengan diri kita sendiri. Sikap jujur pada diri sendiri otomatis membuat kita juga bisa jujur dengan orang lain.

Perempuan Berdaya dan Peduli
Kesibukan sebagai istri, ibu dan pebisnis tak menghalangi Echy untuk mengikuti berbagai kegiatan sosial. Salah satunya kegiatan di Bhayangkari dan kebetulan Echy dipercaya sebagai Ketua Seksi Sosial yang memberdayakan masyarakat. “Sebagai ibu Bhayangkari kita mendukung ibu ketua, ibu Kapolda kami di Papua Barat untuk bersinergi dengan masyarakat. Sebagai ibu Bhayangkari, kita tidak hanya mendampingi suami bertugas, tapi kita juga berkontribusi untuk masyarakat sekitar, antara lain melakukan anjangsana sosial,” papar Echy.
Bagi Echy wanita bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar utama dalam keluarga. Peran seorang wanita sebagai pendamping suami adalah jangkar yang menjaga kestabilan dan keharmonisan rumah tangga di tengah berbagai tantangan. Dalam hidupnya Echy sangat terinspirasi dengan sosok Lady Diana dan Indira Gandhi. Bahkan anaknya paling kecil diberi nama Indira.
Di tengah padatnya aktivitas, Echy juga meluangkan waktu me time ke salon untuk relaksasi. Dulu Echy kerap luangkan waktu main golf seminggu tiga kali di hari Selasa, Kamis, Sabtu atau Minggu. Tapi sekarang ia lebih banyak mendampingi suaminya dengan pergi nonton fim bersama suami maupun makan di luar berdua dengan suami. “Tapi kita nggak harus makan di resto, bisa juga di warung kaki lima yang penting sehat dan nyaman buat kita,” jelas pecinta bakso dan mie ayam. EK
