Cover Story

dr. Imelda Gunawan, Sp.DVE, Integritas dan Komitmen Tingkatkan Kesehatan dan Kualitas Hidup Masyarakat

MajalahKebaya.com, Jakarta – Perjalanan karier dr. Imelda Gunawan, Sp.DVE menapaki dunia kedokteran, khususnya dermatologi, venereologi, dan estetika terasa bermakna baginya. Betapa tidak, wanita cantik yang akrab disapa Imelda ini, menjadi orang pertama di keluarganya yang memilih meniti karier di bidang kedokteran. “Keluarga saya sebenarnya tidak memiliki latar belakang medis. Papa dan Mama bukan dokter, tapi semuanya dimulai dari rasa ingin tahu, keberanian mencoba, dan keinginan sederhana untuk bisa membantu banyak orang,” kenang wanita cantik kelahiran Surabaya, 14 Mei ini.

Imelda menempuh pendidikan mulai dari SDK Santa Maria Surabaya, kemudian melanjutkan ke SMPK Santa Maria dan SMAK St. Louis 1 Surabaya. Setelah lulus SMA, ia sempat berada di fase mencari arah mengenai profesi apa yang benar-benar ingin dijalani. Hingga akhirnya ia pun memutuskan memilih dunia kedokteran karena merasa profesi ini memberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan dapat mendampingi orang lain melewati masa-masa sulit dalam hidup mereka.

“Saya melanjutkan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Hang Tuah Surabaya pada tahun 2009–2015. Setelah menyelesaikan pendidikan, saya menjalani masa internship di Pare selama satu tahun, lalu bekerja sebagai dokter IGD di Rumah Sakit RKZ Surabaya. Pengalaman bekerja sebagai Dokter Umum memberikan banyak pembelajaran berharga dan mempertemukan saya dengan berbagai kondisi pasien yang semakin membuka wawasan saya terhadap dunia medis,” paparnya.

Di tengah perjalanan tersebut, Imelda menyadari bahwa bidang yang paling menarik perhatiannya  adalah dermatologi, venereologi, dan estetika. Ia tertarik karena bidang ini sangat luas dan kompleks—mulai dari penyakit alergi kulit, autoimun, infeksi menular seksual, hingga estetika medik seperti laser, peeling, botox, filler, thread lift, dan skin booster.

Dari berbagai kasus yang ditemui, Imelda merasa bidang kulit dan kelamin memiliki keunikan tersendiri karena tidak hanya berhubungan dengan kesehatan fisik, tetapi juga sangat memengaruhi kualitas hidup, kenyamanan, hingga rasa percaya diri seseorang.

“Saya melihat bagaimana pasien dengan masalah kulit seperti alergi, jerawat berat, gangguan autoimun kulit, maupun infeksi menular seksual sering kali mengalami dampak psikologis dan sosial yang cukup besar. Ketika kondisi kulit membaik, bukan hanya keluhan medisnya yang teratasi, tetapi ekspresi, kepercayaan diri, dan kualitas hidup pasien juga ikut berubah. Hal itu memberikan kepuasan tersendiri bagi saya sebagai dokter karena saya merasa dapat membantu pasien secara lebih menyeluruh,” paparnya.

Selain aspek medis, Imelda juga tertarik pada perkembangan estetika medik yang sangat dinamis dan terus berkembang mengikuti teknologi. Berbagai tindakan estetika medik menjadi kombinasi antara ilmu pengetahuan, seni, dan ketelitian. Ia menyukai bagaimana bidang ini membutuhkan pemahaman ilmiah yang kuat, tetapi juga kepekaan dalam melihat kebutuhan setiap individu karena setiap pasien memiliki kondisi kulit dan tujuan yang berbeda.

“Di era saat ini, ketika penampilan dan kesehatan kulit semakin diperhatikan, terutama dengan adanya media sosial, saya merasa edukasi mengenai kesehatan kulit yang benar dan berbasis ilmu menjadi semakin penting. Karena itu, saya ingin tidak hanya berpraktik sebagai dokter, tetapi juga menghadirkan solusi perawatan kulit yang dapat menjangkau lebih banyak orang secara lebih luas,” tandasnya.

Imelda melihat bahwa kesehatan kulit tidak hanya berdampak pada kondisi fisik seseorang, tetapi juga pada kualitas hidup dan rasa percaya diri mereka. Terlebih di era modern dan media sosial saat ini, penampilan sering kali menjadi bagian dari bagaimana seseorang mengekspresikan dirinya.

Ketertarikan tersebut akhirnya membawa Imelda melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 2019–2022. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, ia mulai aktif berpraktik sebagai Dokter Sp.DVE di Rumah Sakit maupun klinik estetik selama kurang lebih tiga tahun terakhir.

froMeltiona – Perawatan Kesehatan Kulit Menyeluruh Berbasis Science

“Saat ini saya aktif praktik di RS Kemenkes Surabaya, Siloam Hospitals Surabaya, dan Klinik Loris Premiere Surabaya. Namun perjalanan saya tidak berhenti di dunia praktik klinis saja. Bersama suami saya, dr. Billy Thionatan, Sp.DVE, kami membangun sebuah brand skincare bernama froMeltiona. Kehadiran froMeltiona lahir dari keinginan kami untuk menyalurkan ilmu dan pengalaman medis yang kami miliki agar dapat menjangkau lebih banyak orang, baik wanita maupun pria,” tuturnya.

Imelda menilai skincare bukan sekadar tentang mempercantik penampilan, tetapi tentang merawat kesehatan kulit secara menyeluruh dengan pendekatan yang ilmiah, aman, dan berkelanjutan. Karena itu, setiap produk froMeltiona dirancang dan diformulasikan langsung oleh Dermatologis dengan mengutamakan efektivitas klinis tanpa mengorbankan kenyamanan kulit. Ia pun ingin menghadirkan skincare yang bukan hanya mengikuti tren, tetapi benar-benar lahir dari dasar keilmuan dermatologi yang kuat, aman digunakan, dan menghargai kesehatan kulit jangka panjang.

“Melalui froMeltiona, kami membawa filosofi bahwa perawatan kulit seharusnya bukan hanya tentang memperbaiki penampilan luar, tetapi tentang merawat kesehatan kulit secara menyeluruh. Karena itu, setiap formulasi dibuat dengan pendekatan ilmiah, memperhatikan skin barrier, mikrobioma kulit, serta menggunakan bahan aktif yang efektif namun tetap lembut di kulit,” tambahnya.

Bagi Imelda, dunia dermatologi, venereologi, dan estetika adalah bidang yang memadukan ilmu pengetahuan, seni, dan inovasi. Itulah yang membuatnya tertarik untuk menekuni bidang ini secara serius hingga akhirnya berkembang tidak hanya dalam praktik medis, tetapi juga melalui pengembangan skincare froMeltiona agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak orang.

froMeltiona dibangun di atas tiga filosofi utama. Yang pertama adalah Science First, yaitu keyakinan bahwa solusi kulit terbaik harus lahir dari pemahaman dermatologis yang mendalam dan berbasis riset ilmiah terkini. Yang kedua adalah Skin Respect, karena Imelda percaya setiap kulit memiliki karakteristik unik sehingga formulasi harus mampu menjaga keseimbangan skin barrier dan mikrobioma kulit, bukan sekadar menutupi masalah di permukaan. Dan yang ketiga adalah Kind Formulation, yaitu menghadirkan formulasi yang lembut namun tetap memberikan hasil nyata secara bertahap dan aman digunakan dalam jangka panjang.

Melalui motto “Formulated by Science, Embraced by Skin”, Imelda berharap froMeltiona dapat menjadi bagian dari perjalanan banyak orang untuk memiliki kulit yang lebih sehat, nyaman, dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.

“Bagi saya pribadi, perjalanan ini adalah proses panjang tentang belajar, bertumbuh, dan terus mencari cara agar ilmu yang saya miliki bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi sesama,” tambahnya.

Memberdayakan dan Mencerdaskan Perempuan

Sebagai perempuan, Imelda merasa memiliki peran untuk menghadirkan kepedulian sekaligus kekuatan dalam dunia kesehatan. Dalam praktik sehari-hari, ia tidak hanya menangani masalah kulit secara medis, tetapi juga mendampingi pasien melewati berbagai rasa tidak nyaman, rasa minder, hingga kehilangan kepercayaan diri akibat kondisi kulit yang mereka alami.  Ia melihat bahwa ketika seseorang merasa lebih sehat dan lebih percaya diri, hal tersebut dapat memengaruhi banyak aspek kehidupannya—mulai dari hubungan sosial, pekerjaan, hingga kesehatan mental mereka.

Di bidang dermatologi dan estetika, Imelda belajar bahwa merawat kulit bukan sekadar tentang penampilan luar. Kulit yang sehat dapat membantu seseorang merasa lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Dan ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang baik, mereka pun dapat lebih berani berkarya, berkembang, dan memberikan dampak positif di lingkungannya. Dari situ ia menyadari bahwa pekerjaannya, meskipun terlihat fokus pada kulit, sebenarnya juga berkaitan dengan kualitas hidup dan kesejahteraan seseorang secara menyeluruh.

Sementara di bidang venereologi, Imelda merasa perempuan juga memiliki peran penting dalam membawa edukasi kesehatan yang lebih terbuka dan berbasis ilmu. Masih banyak masyarakat yang menganggap isu kesehatan seksual sebagai hal tabu untuk dibicarakan, padahal edukasi yang tepat sangat penting untuk mencegah infeksi menular seksual dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri. Ia percaya bahwa perempuan dapat menjadi agen perubahan melalui edukasi yang dilakukan dengan empati, pendekatan yang humanis, dan komunikasi yang baik kepada masyarakat.

Bagi Imelda tema “Langkah Perempuan Menggerakkan Dunia” memiliki makna yang sangat mendalam. Ia percaya bahwa perempuan memiliki kekuatan besar bukan hanya melalui hal-hal yang terlihat besar di permukaan, tetapi juga melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, penuh empati, dan berdampak bagi banyak orang. Dalam profesi sebagai dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, ia memaknai tema ini sebagai sebuah kesempatan untuk terus memberikan manfaat melalui ilmu, edukasi, dan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

“Tema ini juga saya maknai melalui perjalanan saya membangun froMeltiona bersama suami saya, dr. Billy Thionatan, Sp.DVE. Sebagai perempuan, saya ingin menghadirkan produk skincare yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi benar-benar memberikan solusi yang aman, ilmiah, dan menghargai kesehatan kulit jangka panjang. Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan juga dapat berkontribusi dalam dunia ilmu pengetahuan, kesehatan, dan entrepreneurship secara bersamaan,”paparnya.

Bagi Imelda, langkah perempuan menggerakkan dunia bukan selalu tentang sesuatu yang besar dan instan. Kadang dimulai dari hal sederhana: membantu satu pasien merasa lebih percaya diri, mengedukasi satu orang tentang kesehatan kulit yang benar, membagikan ilmu melalui publikasi dan edukasi, atau menghadirkan produk yang dapat membantu banyak orang merawat dirinya dengan lebih baik. Dari langkah-langkah kecil itulah, perubahan besar perlahan dapat tercipta.

Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

Sebagai Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika sekaligus seseorang yang mengelola brand skincare, visi utama yang ingin dibangun Imelda adalah menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui pendekatan kesehatan kulit yang berbasis ilmu pengetahuan, aman, dan berkelanjutan.

“Saya ingin membantu masyarakat memahami bahwa kesehatan kulit bukan sekadar tentang penampilan luar atau mengikuti tren, tetapi merupakan bagian penting dari kesehatan dan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Karena itu, baik dalam praktik sebagai dokter maupun melalui pengembangan skincare, saya selalu berusaha mengedepankan edukasi yang benar agar masyarakat dapat lebih memahami kebutuhan kulitnya masing-masing dan lebih bijak dalam memilih perawatan kulit,” terangnya.

Sebagai dokter, visi Imelda adalah memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada terapi medis, tetapi juga pada pendampingan dan edukasi kepada pasien. Ia ingin pasien merasa didengar, dipahami, dan mendapatkan penanganan yang sesuai berdasarkan kondisi kulit mereka secara individual. Ia percaya bahwa setiap pasien memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan yang personal dan berbasis evidence-based medicine sangat penting dalam memberikan hasil yang optimal dan aman.

Di sisi lain, melalui froMeltiona, Imelda ingin menghadirkan skincare yang lahir dari dasar keilmuan dermatologi yang kuat, bukan sekadar mengikuti pasar atau tren sesaat. “Visi kami adalah menciptakan produk yang efektif namun tetap lembut di kulit, menjaga skin barrier, serta dapat digunakan secara aman dalam jangka panjang. Kami ingin membawa pesan bahwa skincare yang baik bukanlah yang memberikan hasil instan dengan mengorbankan kesehatan kulit, tetapi yang mampu menjaga kesehatan kulit secara konsisten dan berkelanjutan,” jelasnya.

Imelda juga memiliki visi untuk terus memperluas edukasi kesehatan kulit kepada masyarakat. Di era digital saat ini, informasi mengenai skincare dan estetika sangat mudah ditemukan, tetapi tidak semuanya tepat dan aman. Karena itu ia ingin menjadi bagian dari sumber edukasi yang terpercaya, baik melalui praktik sehari-hari, media sosial, seminar, publikasi artikel, maupun pengembangan produk skincare yang berbasis ilmu.

Selain itu, Imelda berharap dapat terus berkembang dalam bidang dermatologi, venereologi, dan estetika dengan mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu terbaru, sehingga ia dapat memberikan pelayanan dan inovasi yang semakin baik bagi pasien dan masyarakat.

“Pada akhirnya, visi terbesar saya adalah bagaimana ilmu yang saya miliki dapat memberikan dampak nyata bagi banyak orang—membantu mereka memiliki kulit yang lebih sehat, meningkatkan rasa percaya diri, serta memahami pentingnya merawat kesehatan kulit dengan cara yang benar dan bertanggung jawab,” tandasnya.

Prinsip dan Pedoman Sukses

Imelda selalu memegang dan menanamkan beberapa nilai dan prinsip yang teguh dipedomaninya, yaitu integritas, empati, edukasi, dan komitmen terhadap ilmu pengetahuan. Bagi Imelda, integritas adalah hal yang paling utama. Dalam dunia kesehatan maupun skincare, kepercayaan masyarakat adalah sesuatu yang sangat berharga. Karena itu ia selalu berusaha memberikan pelayanan, edukasi, maupun rekomendasi yang benar-benar berdasarkan kebutuhan pasien dan dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata mengikuti tren atau tuntutan pasar. Ia percaya bahwa kesehatan kulit harus selalu menjadi prioritas utama dibanding sekadar hasil instan.

Prinsip kedua adalah empati. Dalam praktik sehari-hari, Imelda menyadari bahwa setiap pasien datang bukan hanya membawa masalah kulit, tetapi juga membawa rasa tidak nyaman, rasa khawatir, bahkan kehilangan kepercayaan diri. Karena itu ia selalu berusaha mendengarkan dan memahami kondisi pasien secara menyeluruh. Ia percaya bahwa menjadi dokter bukan hanya tentang memberikan terapi, tetapi juga tentang mendampingi pasien dengan pendekatan yang humanis dan penuh pengertian.

Imelda juga sangat menjunjung tinggi pentingnya edukasi. Ia percaya bahwa masyarakat yang memiliki pemahaman yang benar mengenai kesehatan kulit akan lebih mampu merawat dirinya dengan baik dan mengambil keputusan yang tepat. Karena itu ia aktif melakukan edukasi melalui praktik, media sosial, seminar, workshop, maupun publikasi artikel agar ilmu yang dimiliki dapat menjangkau lebih banyak orang.

Dalam mengelola froMeltiona, prinsip yang dipegang Imelda juga sejalan dengan filosofi brand-nya, yaitu menghadirkan skincare yang berbasis science, menghargai kesehatan kulit, dan menggunakan formulasi yang lembut namun efektif. Ia percaya bahwa setiap kulit memiliki karakteristik yang unik sehingga produk skincare seharusnya membantu menjaga keseimbangan skin barrier dan kesehatan kulit jangka panjang, bukan memberikan efek cepat yang justru berisiko merusak kulit.

“Karena itu, saya juga selalu menanamkan prinsip untuk terus belajar dan berkembang. Dunia dermatologi, venereologi, dan estetika terus mengalami perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat cepat. Saya rutin mengikuti simposium, konferensi, dan workshop agar ilmu dan keterampilan saya terus terbarui sehingga dapat memberikan pelayanan dan solusi terbaik bagi pasien maupun masyarakat. Pada akhirnya, nilai yang selalu saya pegang adalah bagaimana ilmu dan pekerjaan yang saya jalani dapat memberikan manfaat yang nyata bagi orang lain. Baik melalui praktik sebagai dokter, edukasi kesehatan kulit, maupun melalui produk skincare yang saya kembangkan, saya ingin semua yang saya lakukan tetap memiliki tujuan utama: membantu masyarakat memiliki kulit yang lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih percaya diri dengan cara yang aman dan bertanggung jawab,”paparnya.

Dalam menjaga kualitas pelatihan dan pengembangan kompetensi agar tetap profesional, terpercaya, dan sesuai standar, Imelda percaya bahwa seorang dokter harus memiliki komitmen untuk terus belajar melalui pendidikan dan pelatihan yang terstruktur serta diakui secara resmi. Dunia dermatologi, venereologi, dan estetika merupakan bidang yang berkembang sangat cepat, sehingga pembaruan ilmu dan keterampilan menjadi hal yang sangat penting agar pelayanan kepada pasien tetap aman dan berbasis evidence-based medicine.

“Karena itu, saya selalu mengikuti pelatihan dan pendidikan yang telah terstandar oleh LMS Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi profesional yang berkelanjutan. Selain itu, saya juga rutin mengikuti berbagai simposium, workshop, konferensi, dan pelatihan ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Untuk tingkat nasional, Imelda aktif mengikuti kegiatan ilmiah yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia sebagai organisasi resmi profesi dokter spesialis kulit dan kelamin di Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, ia dapat terus memperbarui ilmu sesuai standar praktik dan rekomendasi terkini di bidang dermatologi, venereologi, dan estetika.

Sementara di tingkat internasional, Imelda mengikuti berbagai konferensi dan pelatihan ilmiah berskala global seperti IMCAS (International Master Course on Aging Science), AMWC (Aesthetic & Anti-aging Medicine World Congress), maupun World Congress of Dermatology. Kegiatan ilmiah internasional tersebut memberikan kesempatan untuk mempelajari perkembangan teknologi, terapi, dan penelitian terbaru secara langsung dari para ahli dunia sehingga wawasan dan keterampilan klinis dapat terus berkembang mengikuti standar global.

Namun bagi Imelda , kualitas pelatihan bukan hanya tentang mengikuti banyak seminar atau workshop, tetapi juga bagaimana ilmu yang didapat benar-benar dipahami, dipelajari secara kritis, dan diterapkan secara bertanggung jawab demi kepentingan pasien. Karena itu ia selalu berusaha mengutamakan keamanan pasien, indikasi yang tepat, serta pendekatan berbasis ilmu dalam setiap tindakan maupun terapi yang diberikan.

Selain terus belajar, ia juga aktif melakukan publikasi artikel dan edukasi kesehatan agar ilmu yang saya peroleh dapat dibagikan kembali kepada masyarakat maupun sejawat medis. Ia percaya bahwa profesionalisme dalam dunia medis tidak hanya ditunjukkan melalui keterampilan teknis, tetapi juga melalui komitmen untuk terus belajar, menjaga etika profesi, dan memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat.

Peran dalam Keluarga Tetap Menjadi Prioritas

Selain berpraktik sebagai dokter spesialis, Imelda juga menjalani peran sebagai seorang ibu. Ia adalah seorang Ibu dengan 1 anak (Ignatius Elian Thionatan, usia 2 bulan). Baginya, menjadi ibu adalah salah satu perjalanan yang sangat berharga karena mengajarkan tentang kesabaran, empati, tanggung jawab, dan keseimbangan dalam kehidupan. Peran sebagai ibu juga membuat dirinya semakin memahami pentingnya kesehatan, perhatian, dan edukasi sejak dini, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Ia percaya bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk tetap bertumbuh, berkarya, dan memberikan dampak positif tanpa meninggalkan perannya di dalam keluarga. Justru dari keluarga, perempuan sering kali menjadi sumber kekuatan, dukungan, dan inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya.

Berikan Dampak Sosial yang Nyata

Bagi Imelda, sebagai Dokter Spesialis dan Pebisnis, bukan hanya tentang membangun karier atau bisnis, tetapi juga tentang bagaimana ilmu dan pekerjaan dapat memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. Ia percaya bahwa kesehatan kulit memiliki hubungan yang sangat erat dengan kualitas hidup, kesehatan mental, dan rasa percaya diri seseorang. Karena itu, dampak sosial terbesar yang ingin dihadirkan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan kulit yang benar, aman, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Salah satu hal yang sangat ingin dilakukan Imelda adalah memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan kulit dan penggunaan skincare yang tepat. Saat ini informasi mengenai skincare sangat mudah ditemukan di media sosial, namun sayangnya tidak semuanya akurat dan aman. Banyak masyarakat tergoda menggunakan produk yang viral tanpa memahami kandungan, keamanan, maupun kecocokannya terhadap kondisi kulit mereka. Akibatnya, tidak sedikit yang mengalami iritasi, kerusakan skin barrier, hingga masalah kulit yang lebih berat akibat penggunaan produk yang tidak aman atau tidak terdaftar BPOM.

Selain itu, ia juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit kulit dan infeksi menular seksual yang selama ini masih sering dianggap tabu atau disepelekan. Masih banyak orang yang terlambat mencari pengobatan karena kurangnya pemahaman atau rasa takut untuk berkonsultasi. Saya berharap melalui edukasi yang lebih terbuka dan berbasis ilmu, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan pengobatan yang tepat sehingga kualitas hidup mereka dapat menjadi lebih baik.

Salah satu hal yang menurut Imelda sangat penting untuk diluruskan adalah stigma terhadap infeksi menular seksual. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang menganggap penyakit infeksi menular seksual sebagai hal yang tabu atau identik dengan penilaian negatif terhadap seseorang. Akibat stigma tersebut, banyak pasien merasa takut untuk memeriksakan diri, malu berkonsultasi, atau justru datang ketika kondisi sudah lebih berat dan terlambat ditangani.

Padahal infeksi menular seksual adalah masalah kesehatan yang perlu ditangani secara medis dan profesional, sama seperti penyakit lainnya. Edukasi mengenai kesehatan seksual, perilaku seksual yang aman, pentingnya skrining, vaksinasi, serta deteksi dini sangat diperlukan, terutama bagi remaja dan dewasa muda. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat dapat lebih menjaga dirinya sendiri sekaligus membantu menurunkan angka kejadian infeksi menular seksual di Indonesia. EK

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top