MajalahKebaya.com, Jakarta – Berkarya sesuai passion bagi Rika Gusnita Aritonang menjadi satu bentuk nyata dari perempuan merdeka. Komitmen dan integritas dalam bisnis florist terus dijaga untuk membangun reputasi jangka panjang dan kepercayaan customer.
Perjalanan hidup seseorang penuh dinamika. Setiap langkah membawa kita pada tantangan, harapan dan kebahagiaan. Seperti halnya Rika Gusnita Aritonang yang menapaki jalan hidupnya sebagai istri anggota Polri, yang mendedikasikan diri dalam organisasi Bhayangkari serta mendampingi suaminya, AKBP Hannry Tambunan, SE,SIK, sebagai aparat negara yang kerap berpindah tugas ke berbagai daerah.
Di tengah kesibukan mengurus keluarga, Rika pun berusaha untuk tetap berkarya. Perempuan cantik yang hobi merangkai bunga, menyanyi, dan merawat tanaman ini menjatuhkan pilihan pada bisnis florist dengan brand Laluna Flowers.

“Bagi saya, dalam menjalankan sebuah usaha atau karier harus menyeimbangkan dengan peran kita sebagai istri maupun ibu. Saya memulai usaha dengan sesuatu yang saya sukai. Karena pada prinsipnya di kehidupan saya ada peran penting yang harus saya jalankan yaitu mendampingi suami dalam bertugas sebagai aparat negara. Itu yang menjadi dasar saya untuk memilih sesuatu usaha yang tidak mengikat tapi tetap bisa berkarya, menjadi seorang perangkai bunga karena saya suka melihat keindahan bunga dan merawat tanaman,” kenang lulusan S1 ini.
Rika kemudian memperdalam ilmu merangkai bunga untuk menghasilkan rangkaian bunga yang terlihat indah, rapi dan komersial. Ia belajar di suatu tempat kursus merangkai bunga di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Bagi Rika, usaha yang diawali dengan passion tapi tanpa ada pengetahuan dan keahlian akan terasa hambar dan susah konsisten dalam menjalaninya. “Dan sampai sekarang saya masih tetap belajar dengan mengikuti workshop merangkai bunga dari perangkai bunga luar negeri yang datang ke Jakarta,” tandasnya ramah.
Bisnis florist memang menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Berbagai momen istimewa seperti pesta ulang tahun, pernikahan, wisuda dan momen spesial lainnya membuat prospek bisnis ini semakin cerah. Bunga juga berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Rika juga merasa enjoy menjalankan usaha ini sebagai pilihan tepat baginya.
“Mungkin usaha yang saya punya ini bukan sesuatu yang besar dan hebat, tapi bagi saya ini merupakan suatu pilihan di mana saya memilih prioritas ketenangan, waktu untuk keluarga dan pekerjaan lainnya,” ujar ibu dari Raffael Tambunan (SMP kelas 2), Rhealuna Tambunan (SD kelas 4) dan Refraim Tambunan (SD kelas 2).

Rika tidak merasakan kendala berarti dalam mengembangkan usaha florist. Ia memiliki prinsip bekerja sesuai porsi, selebihnya ia menyerahkan kepada semesta dan Tuhan yang memberkati karena rejeki selalu ada di saat kita mau berusaha dengan kerja keras disertai doa.
“Komitmen dan integritas penting dijaga dan harus berjalan bersamaan. Dari sinilah muncul kualitas diri. Saya berusaha menjadi pribadi yang memiliki prinsip moral yang kuat dan konsisten dalam bertindak. Nikmati dan syukuri tiap proses dalam hidup ini dan tetap berusaha menjadi versi terbaik dari diri kita,” papar Rika bijak.
Ke depan, Rika ingin meningkatkan keahlian merangkai bunga dengan pergi belajar ke negara luar seperti Korea, Vietnam dan Jepang. Ia juga berencana membuka toko bunga dengan skala yang lebih besar lagi di Jakarta bahkan di kota lain. “Saya ingin mengembangkan usaha florist ini semakin kuat dan dikenal orang banyak,” harapnya.
DI tengah aktivitas sebagai istri, ibu dan menjalankan usaha, Rika juga dipercaya sebagai Ketua Bhayangkari Cabang Langkat di Polda Sumatera Utara. Baginya, mengemban amanah ini merupakan suatu pengabdian yang berperan sebagai sumber semangat dan memberi ketulusan di setiap langkah pengabdian bagi Polri, organisasi Bhayangkari dan masyarakat.
“Untuk itu, selaku Ketua Bhayangkari Cabang Langkat, saya mengharapkan dan mengajak para ibu Bhayangkari di cabang saya untuk menjadi sosok teladan yang baik di keluarga maupun masyarakat. Bhayangkari harus berkembang, bergerak aktif dan berdampak dalam berbagai kegiatan positif. Bhayangkari harus menanamkan semangat sosial, kepedulian dan kebersamaan dalam diri sendiri,” tandasnya semangat.

Serangkaian kegiatan telah dilakukan Bhayangkari Cabang Langkat seperti memberi bantuan sembako, donasi, kepedulian kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan, mendatangi panti jompo dan panti asuhan, melakukan Gerakan Posyandu bagi keluarga Polri dan masyarakat. Dan juga membina keterampilan ibu-ibu Bhayangkari di bidang UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. “Saya bangga menjadi Bhayangkari karena setiap pengabdian itu bukti cinta dan ketulusan untuk keluarga, Polri, organisasi Bhayangkari dan masyarakat,” ujar Rika.
Bagi Rika, berkarya sesuai passion adalah salah satu bentuk nyata dari perempuan merdeka. Perempuan bisa menjadi dirinya sendiri dan melakukan apa yang menjadi impiannya tanpa meninggalkan kodrat.
Peran aktif perempuan dalam aktivitas sehari-hari juga merupakan implementasi bela negara untuk mewujudkan nasionalisme, antara lain dengan menjadi warga negara Indonesia yang mematuhi hukum, melestarikan budaya, bangga menggunakan produk dalam negeri, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman .

Momen me time bagi Rika adalah di saat tubuh dan pikirannya memberi sinyal kejenuhan dan kekosongan. Ada beberapa cara sederhana yang dilakukan Rika seperti merawat tanaman, mencoba memasak resep kue, kuliner maupun berwisata. “Me time ini sangat diperlukan karena hidup harus memiliki raga yang sehat, jiwa yang bahagia dan pikiran yang tenang,”pungkasnya. EK
