Cover Story

Naomi Julia Soegianto, Merdeka Berkarya, Menjadi Berkat bagi Sesama

MajalahKebaya.com, Jakarta – Sebagian orang memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan dari belenggu. Namun bagi Naomi Julia Soegianto, kemerdekaan adalah keberanian untuk tetap berkarya ketika hidup menghadirkan berbagai ujian. Dari kehilangan orang tercinta, jatuh bangun membangun usaha, hingga memimpin perusahaan manufaktur emas di tengah dominasi laki-laki, setiap fase kehidupan menjadi tempaan yang menguatkan langkahnya. Berbekal integritas, iman dan keyakinan bahwa kesuksesan sejati diukur dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain, CEO NJS Gold Manufacture ini terus membuktikan bahwa perempuan yang merdeka bukan hanya mampu berdiri tegak, tetapi juga mampu menguatkan dan memberdayakan sesamanya.

Perjalanan membangun NJS Gold Manufacture bukan hanya tentang merintis sebuah perusahaan. Bagi perempuan cantik yang akrab disapa Naomi ini, perjalanan tersebut juga menjadi ruang pembuktian bahwa perempuan memiliki kemampuan yang sama untuk memimpin, mengambil keputusan dan menghadapi berbagai tantangan di dunia industri.

Selama bertahun-tahun, ia berkecimpung di sektor manufaktur perhiasan, sebuah bidang yang masih identik dengan kepemimpinan laki-laki. Karena mulai dari proses produksi, pengelolaan tenaga kerja, hingga pengambilan keputusan bisnis strategis, sebagian besar diisi oleh kaum pria. Di tengah realitas tersebut, Naomi harus bekerja lebih keras untuk memperoleh kepercayaan.

Ia mengakui, tantangan terbesar bukan semata berasal dari persaingan bisnis, melainkan dari cara pandang yang masih menempatkan perempuan sebagai pihak yang diragukan kapasitasnya.

“Kalau bicara tantangan sebagai perempuan, yang paling saya rasakan justru soal gender. Saya bekerja di dunia yang didominasi laki-laki. Kadang kita harus bekerja dua kali lebih keras untuk membuktikan bahwa kita mampu,” ungkap sosok berwajah oriental ini.

Namun pengalaman panjang telah mengajarkan Naomi bahwa rasa hormat tidak pernah bisa diminta. Rasa hormat lahir dari konsistensi, kompetensi dan integritas yang terus dijaga. Oleh sebab itu, Naomi tidak pernah merasa perlu membuktikan dirinya melalui kata-kata. Ia memilih menunjukkan kemampuan melalui hasil kerja.

Baginya, menjadi perempuan yang merdeka bukan berarti harus bersaing dengan laki-laki atau menempatkan diri lebih tinggi. Kemerdekaan justru lahir ketika perempuan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya tanpa dibatasi oleh stereotip.

“Perempuan harus bisa berkarya, tetapi tetap menjadi dirinya sendiri. Kita tidak perlu kehilangan kelembutan hanya untuk terlihat kuat,” imbuhnya.

Prinsip itulah yang terus ia pegang dalam memimpin perusahaan. Ketegasan dan empati bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru keduanya harus berjalan beriringan agar sebuah perusahaan dapat tumbuh secara sehat.

Kemandirian Menentukan Masa Depan

Bagi Naomi, salah satu bentuk kemerdekaan yang paling penting bagi perempuan adalah kemandirian. Bukan semata-mata soal memiliki penghasilan, melainkan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihan hidupnya sendiri.

Pandangan itu lahir bukan dari teori, tetapi dari pengalaman hidup yang pernah ia jalani. Ketika ayahnya meninggal dunia, Naomi berada pada situasi yang memaksanya mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga. Saat itu, ia tengah mengandung anak pertama, sementara kondisi ekonomi keluarga tidak sedang baik. Tidak ada ruang untuk larut dalam kesedihan terlalu lama. Ia harus bangkit, bekerja dan memastikan keluarganya tetap memiliki harapan.

Pengalaman itulah yang membuatnya memahami bahwa perempuan perlu memiliki bekal untuk berdiri di atas kaki sendiri. “Bukan berarti kita tidak membutuhkan orang lain. Tetapi ketika keadaan berubah, kita tetap mampu melanjutkan hidup,” ujar Naomi.

Meski demikian, Naomi tidak pernah memandang kemandirian sebagai alasan untuk mengesampingkan peran keluarga. Sebaliknya, ia percaya bahwa perempuan dapat menjadi pribadi yang mandiri sekaligus tetap menghormati pasangan, membangun rumah tangga, dan menjalankan perannya sebagai ibu. Baginya, kemerdekaan bukan tentang hidup sendiri, melainkan tentang memiliki kebebasan untuk berkarya tanpa kehilangan nilai-nilai yang diyakini.

Inovasi Sesuai Kebutuhan Pasar dan Zaman

Di tengah dinamika industri emas yang terus berkembang, Naomi memilih membangun NJS Gold Manufacture dengan satu fondasi yang tidak pernah berubah, yaitu kepercayaan. Ia menyadari bahwa teknologi dapat berubah, tren desain akan terus berganti, bahkan kondisi ekonomi dapat naik turun. Namun kepercayaan pelanggan adalah aset yang harus dijaga dalam keadaan apa pun.

Karena itulah, ia tidak pernah berkompromi terhadap kualitas. Mulai dari proses desain, pemilihan material, hingga tahap akhir produksi, seluruhnya diawasi dengan standar yang tinggi. Bersama tim desain, termasuk putrinya yang kini mulai aktif terlibat dalam pengembangan produk, Naomi memastikan setiap koleksi memiliki karakter khas yang menjadi identitas NJS. “Kami ingin setiap produk yang keluar dari NJS benar-benar mewakili kualitas yang kami janjikan kepada pelanggan,” tegasnya.

Komitmen tersebut membuat NJS dipercaya oleh berbagai distributor di berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi beragam jenis perhiasan emas dengan berbagai kadar, sekaligus terus melakukan pengembangan produk mengikuti kebutuhan pasar.

Saat ini, NJS juga tengah mempersiapkan peluncuran lini emas investasi berukuran kecil sebagai salah satu bentuk adaptasi terhadap tren investasi masyarakat. Bagi Naomi, inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang spektakuler. Inovasi justru dimulai dari kemampuan mendengarkan kebutuhan pelanggan dan berani menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Lebih Banyak Mendapat, Makin Banyak Memberi

Meski telah berhasil membangun perusahaan yang terus berkembang, Naomi mengaku dirinya belum sukses. Baginya, keberhasilan bukanlah tentang besarnya aset yang dimiliki ataupun tingginya pencapaian bisnis. Tetapi ketika mampu menghadirkan manfaat bagi kehidupan orang lain.

Keyakinan itu terlihat dari berbagai aktivitas sosial yang selama ini ia lakukan. Di luar kesibukannya memimpin perusahaan, Naomi aktif terlibat dalam pelayanan gereja, memberikan beasiswa pendidikan, serta memiliki kepedulian yang besar terhadap para lansia dan penyandang disabilitas.

Ia juga masih menyimpan mimpi untuk membangun lebih banyak program sosial yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. “Saya yakin, kalau Tuhan mempercayakan lebih banyak kepada kita, berarti kita juga harus membagikan lebih banyak kepada orang lain,” tuturnya bersahaja.

Bagi Naomi, perusahaan bukanlah tujuan akhir. Perusahaan hanyalah sarana untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Visi itulah yang terus ia tanamkan di lingkungan NJS Gold Manufacture. Bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan nilai-nilai kemanusiaan.

Indonesia yang Selalu di Hati

Sebagai warga negara, Naomi menyimpan kecintaan yang besar kepada Indonesia. namun menurutnya nasionalisme bukan sekadar diwujudkan melalui simbol atau seremoni, melainkan melalui karya nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Nilai itu tumbuh sejak ia masih kecil. Sang ayah, yang berprofesi sebagai kontraktor, terlibat dalam pembangunan berbagai gedung dan fasilitas di sejumlah daerah di Indonesia. Dari sana Naomi belajar bahwa mencintai bangsa dapat diwujudkan melalui pekerjaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

“Papa saya selalu bekerja dengan jujur. Banyak bangunan yang beliau kerjakan sampai sekarang masih digunakan masyarakat. Dari beliau saya belajar bahwa apa pun profesi kita, semuanya bisa menjadi bentuk pengabdian kepada Indonesia,” tambah Naomi.

Semangat itulah yang kemudian ia bawa dalam perjalanan bisnisnya. Membangun perusahaan, bagi Naomi, bukan hanya menciptakan keuntungan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menghidupkan roda ekonomi, serta memberi kesempatan bagi banyak keluarga untuk bertumbuh bersama.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi dunia usaha, ia berharap kebijakan yang lahir benar-benar berpihak kepada masyarakat dan mampu menciptakan iklim usaha yang sehat. Sebab ketika dunia usaha bertumbuh, semakin banyak pula masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraannya.

Sebagai pelaku industri, Naomi memahami bahwa dunia bisnis tidak bisa berkembang sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang semakin kuat dan berdaya saing.

Perempuan Merdeka Adalah Perempuan yang Terus Berkarya

Berbagai pengalaman hidup yang ditempanya selama bertahun-tahun, membentuk cara Naomi memaknai arti kemerdekaan. Baginya, kemerdekaan bukan sekadar kebebasan melakukan apa pun yang diinginkan, melainkan kebebasan untuk terus bertumbuh, berkarya dan memberikan manfaat tanpa kehilangan nilai-nilai yang diyakini.

“Perempuan merdeka adalah perempuan yang bebas, tetapi bertanggung jawab. Berani berinovasi, memiliki integritas, terus berkarya dan tidak pernah berhenti belajar,” ucapnya, lugas.

Naomi percaya, perempuan memiliki kemampuan luar biasa untuk menjalankan banyak peran sekaligus. Mereka mampu menjadi ibu, istri, pemimpin, maupun profesional dalam waktu yang bersamaan. Namun semua potensi itu hanya akan berkembang apabila perempuan memiliki keberanian untuk percaya pada dirinya sendiri.

Menurutnya, masih banyak perempuan yang tanpa sadar membatasi langkahnya karena merasa tidak cukup mampu atau terlalu takut menghadapi penilaian orang lain. Padahal, setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang apabila mau terus belajar dan membuka diri terhadap perubahan. “Jangan pernah berhenti berkarya. Ketika kita berhenti berkembang, sebenarnya kita sedang berhenti bertumbuh,” tekannya.

Ditambahkan Naomi, berkarya tidak selalu berarti membangun perusahaan besar atau meraih jabatan tinggi. Berkarya dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan dengan sepenuh hati dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Yang terpenting adalah memiliki semangat untuk terus bertumbuh dan tidak menyerah pada keadaan.

Ia pun meyakini bahwa kemerdekaan sejati bukanlah ketika seseorang terbebas dari segala persoalan. Justru di tengah berbagai tantangan itulah karakter, keberanian dan integritas ditempa.

Karena pada akhirnya, perempuan yang merdeka bukanlah perempuan yang tidak pernah jatuh, melainkan perempuan yang selalu memilih untuk bangkit, terus berkarya dan menjadikan setiap pencapaiannya sebagai jalan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Iman yang Menjadi Kompas Kehidupan

Jika ada satu benang merah yang terus muncul dalam setiap fase kehidupan Naomi, maka benang itu adalah iman. “Saya percaya, apa pun yang terjadi, Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik,” ucapnya, bijak.

Kalimat itu bukan sekadar ungkapan penghiburan ketika menghadapi masalah, melainkan keyakinan yang telah ia buktikan sendiri melalui perjalanan hidupnya. Ketika kehilangan sang ayah di usia yang masih muda, di saat harus memulai kehidupan dari titik nol, tatkala menghadapi berbagai persoalan keluarga, hingga di masa membangun kembali usaha yang akhirnya berkembang menjadi NJS Gold Manufacture, Naomi mengaku tidak pernah benar-benar mengetahui bagaimana akhir dari setiap perjalanan yang sedang ia jalani.

Namun justru di tengah ketidakpastian itulah, ia belajar untuk terus melangkah. Baginya, iman bukan berarti hidup akan terbebas dari persoalan. Sebaliknya, iman memberinya kekuatan untuk tetap berdiri ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan.

Keyakinan itu pula yang membuatnya memilih berdamai dengan berbagai luka yang pernah dialaminya. Ia tidak ingin menghabiskan hidup dengan memelihara kemarahan ataupun dendam. Sebab menurutnya, masa lalu tidak dapat diubah, tetapi masa depan masih bisa diperjuangkan.

Ketika keberhasilan mulai menghampiri, Naomi pun tidak pernah menganggapnya sebagai hasil kerja kerasnya semata. Ia meyakini bahwa setiap berkat yang diterima membawa tanggung jawab untuk dibagikan kembali kepada orang lain. Karena itu, semakin besar kepercayaan yang diberikan Tuhan, semakin besar pula panggilan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Mewariskan Nilai, Bukan Sekadar Bisnis

Bagi banyak pengusaha, keberhasilan sering kali diukur dari seberapa besar perusahaan yang mampu diwariskan kepada generasi berikutnya. Namun Naomi memiliki pandangan yang berbeda. Ia berharap anak-anaknya kelak bukan hanya melanjutkan NJS Gold Manufacture, tetapi juga melanjutkan nilai-nilai yang menjadi fondasi perusahaan tersebut.

Hari ini, kedua anaknya telah mulai mengambil peran. Putra sulungnya terlibat dalam proses produksi NJS Gold Manufacture,  sementara putrinya mengelola beauty clinic yang menjadi ekspansi bisnis Naomi.

Bagi Naomi, keterlibatan mereka bukan sekadar proses regenerasi bisnis. Lebih dari itu, ia ingin menanamkan makna bahwa sebuah usaha hanya akan bertahan apabila dibangun di atas integritas, kerja keras dan kepedulian terhadap orang lain.

Ia tidak pernah memaksa anak-anaknya mengikuti jejaknya. Namun ia selalu berharap mereka memahami bahwa setiap profesi adalah sarana untuk berkarya dan melayani. “Yang paling penting bukan sekadar meneruskan perusahaan, tetapi meneruskan nilai-nilai yang baik,” imbuh Naomi.

Kalimat itu menjadi prinsip yang ia pegang dalam membangun keluarga maupun perusahaan. Sebab baginya, warisan terbesar bukanlah gedung, aset, ataupun keuntungan, melainkan karakter yang akan terus hidup dalam diri generasi berikutnya.

Pendidikan, Jalan Memerdekakan Masa Depan

Di balik kesibukannya sebagai CEO, Naomi menyimpan kecintaan yang begitu besar terhadap dunia pendidikan. Jauh sebelum memimpin NJS Gold Manufacture, ia pernah mengajar bahasa Inggris dan pendidikan agama di sebuah sekolah dasar di Jawa Tengah. Pengalaman itu meninggalkan kesan yang begitu mendalam hingga kini.

Mengajar, menurutnya, adalah salah satu cara paling sederhana untuk menghadirkan perubahan.Karena itu, meski kini aktivitas bisnis menyita sebagian besar waktunya, kepeduliannya terhadap pendidikan tidak pernah luntur. Bersama keluarga, ia terus mendukung berbagai bentuk bantuan pendidikan, termasuk pemberian beasiswa bagi mereka yang membutuhkan.

Baginya, kemerdekaan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam atau kemajuan ekonomi, tetapi oleh kualitas manusianya.  “Pendidikan adalah investasi terbesar untuk masa depan Indonesia. saya percaya bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Yang mereka perlukan adalah kesempatan, pembinaan dan lingkungan yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri bahwa kita juga bersaing dengan bangsa lain,” tuturnya.

Harapan itulah yang terus ia simpan. Suatu hari nanti, ketika perusahaan semakin berkembang, ia ingin memberi kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Karena menurut Naomi, masyarakat Indonesia memiliki daya juang yang luar biasa. Yang dibutuhkan hanyalah kesempatan, pendidikan yang baik, dan lingkungan yang mendorong mereka untuk terus berkembang.

Memimpin dengan Hati

Di tengah berbagai tantangan dunia usaha, Naomi meyakini bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya dibangun dengan kemampuan membaca pasar atau mengambil keputusan bisnis. Seorang pemimpin, menurutnya, harus memiliki hati. Sebab setiap keputusan yang diambil bukan hanya memengaruhi angka-angka dalam laporan keuangan, tetapi juga menyangkut kehidupan banyak orang yang menggantungkan harapan kepada perusahaan.

Karena itulah, Naomi selalu berusaha membangun hubungan yang dekat dengan para karyawan. Ia percaya bahwa perusahaan akan bertumbuh apabila setiap orang merasa dihargai dan memiliki tujuan yang sama.

Baginya, kepemimpinan bukan tentang menunjukkan siapa yang paling berkuasa, tetapi tentang memberi teladan, hadir ketika tim membutuhkan dan berani mengambil tanggung jawab ketika keadaan tidak mudah. “Pemimpin harus punya hati. Kalau tidak punya hati, akan sulit memahami orang-orang yang bekerja bersama kita,” ucap Naomi.

Prinsip itu pula yang membuat Naomi tidak pernah memandang karyawan hanya sebagai bagian dari proses produksi. Ia melihat mereka sebagai keluarga besar yang turut berjuang membangun perusahaan. Karena di balik setiap perhiasan yang dihasilkan NJS Gold Manufacture, ada kerja keras banyak tangan, banyak harapan, dan banyak keluarga yang ikut bertumbuh bersama. Dan bagi Naomi, menjaga kepercayaan mereka adalah tanggung jawab yang tidak pernah boleh diabaikan.

Harapan untuk Indonesia yang Lebih Berkeadilan

Sebagai pengusaha, Naomi menyadari bahwasanya dalam membangun perusahaan bukan hanya soal kemampuan membaca peluang pasar atau mengembangkan strategi bisnis. Ada faktor lain yang tak kalah penting, yaitu hadirnya ekosistem yang sehat, kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, serta kepemimpinan yang mampu menghadirkan rasa keadilan.

Ia merasakan langsung bagaimana berbagai kebijakan dapat memengaruhi keberlangsungan dunia bisnis. Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, ia berharap para pemimpin mampu melihat dunia usaha sebagai mitra dalam membangun bangsa. “Salah satu hal penting yang dibutuhkan rakyat adalah pemimpin yang benar-benar memiliki hati,” tekannya.

Bagi Naomi, kepemimpinan bukan sekadar kemampuan mengambil keputusan, tetapi keberanian untuk memikirkan kepentingan masyarakat luas. Sebab setiap kebijakan yang diambil akan berdampak pada banyak kehidupan, mulai dari pelaku usaha, para pekerja, hingga keluarga yang menggantungkan harapan pada roda perekonomian.

Karena itu, ia berharap Indonesia terus melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki empati. Dengan iklim usaha yang sehat, dunia bisnis akan lebih leluasa bertumbuh, membuka lapangan pekerjaan dan ikut mendorong kesejahteraan masyarakat. “Menurut saya, ketika masyarakat sejahtera, di situlah bangsa ini benar-benar bertumbuh,” pungkasnya. Laili

Info Lebih Lanjut:

Instagram : @njsgold.official.
@naomijewels.id

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top