Cover Story

Helga Abraham, Aktif Memberdayakan Perempuan dan Kegiatan Berbagi

MajalahKebaya.com, Jakarta – Kontribusi Helga Abraham dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan di PERWANTI-PSMTI memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Ia pun dipercaya sebagai Presiden Asian Chinese Youth Association (ACYA) yang membantu kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek di kawasan Asia dan Asia Tenggara.

Peran aktif Helga Abraham di berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan membuatnya dipercaya sebagai Ketua organisasi sosial Tionghoa Indonesia yang banyak bergerak di bidang perempuan, pemuda, dan kegiatan sosial yaitu Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (PERWANTI) di bawah naungan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Helga saat ini juga menjabat sebagai President Asian Chinese Youth Association (ACYA)

Sebelumnya, Helga menjadi Wakil Sekretaris Umum PSMTI Pusat. “Di tengah kesibukan pekerjaan, saya senang dapat terus berkontribusi, membangun relasi, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial,” ujar wanita cantik yang menjabat sebagai Direktur Medical Concierge ini.

Dalam aktivitas sosialnya, Helga terlibat antara lain dalam santunan untuk 500 anak yatim di Masjid Istiqlal pada 2025, kegiatan sosial lintas komunitas, serta program bantuan masyarakat. Helga  juga menggelar kegiatan PERWANTI-PSMTI berbagi kasih bersama anak-anak Sekolah Pondok Domba dan para ibu di lingkungan sekitar Gereja Kristen Indonesia Kanaan Bajem Vikamas, Kapuk Muara, Jakarta Utara di Hari Kartini, 21 April 2026.

“Mengusung tema “Semangat Kartini”, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen PERWANTI–PSMTI dalam mendorong peran perempuan yang mandiri, berdaya, dan penuh kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim dan para ibu pekerja,” jelas lulusan S1 Ekonomi kelahiran Jakarta, 27 Juli 1982 ini.

Dalam kegiatan tersebut, PERWANTI–PSMTI turut membagikan ratusan paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, aneka makanan ringan, serta gelas mug sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat sekitar.

Momen merayakan Hari Kartini bersama ibu-ibu dan anak-anak Sekolah Pondok Domba adalah bentuk cinta kasih PERWANTI-PSMTI dalam semangat Kartini. “Saya merasa senang bisa langsung berinteraksi dan dapat berbagi di momen istimewa tersebut. Para ibu yang hadir berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pengemudi ojek online, pekerja laundry dan seterika, penjahit, pedagang sayur, hingga pemilik warung kecil, yang setiap hari berjuang demi keluarga. Kehadiran mereka menjadi cerminan nyata semangat Kartini masa kini: tangguh, mandiri, dan pantang menyerah,” kenang Helga haru.

Melalui kegiatan ini, PERWANTI–PSMTI ingin menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu berperan dalam keluarga, tetapi juga memiliki kekuatan untuk berkontribusi bagi masyarakat. Semangat Kartini hari ini hidup dalam sosok perempuan-perempuan hebat yang terus bekerja, berbagi, dan menginspirasi. “Perempuan harus menunjukkan bahwa kita berdaya dan mampu bersaing, sekaligus tetap memiliki hati untuk berbagi,” tandas Helga.

Kegiatan sosial Helga di PERWANTI-PSMTI maupun ACYA cukup beragam. Sebagai Presiden ACYA, Helga terlibat antara lain dalam santunan untuk 500 anak yatim di Masjid Istiqlal pada 2025, kegiatan sosial lintas komunitas, serta program bantuan masyarakat yang dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA.

Helga juga mengadakan program bedah rumah di Singkawang dengan menjadi donatur program perbaikan rumah tidak layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satu rumah penerima manfaat selesai dan diserahkan pada Juli 2026. Kegiatan lain berupa bantuan korban kebakaran Kapuk Muara yang membuat ribuan warga terdampak. Helga bersama PERWANTI-PSMTI dan ACYA memberikan 88 set kasur, bantal, dan selimut, serta bantuan kepada perempuan dan anak-anak.

Helga juga mendukung kegiatan bakti sosial bersama PERWANTI-PSMTI dan ACYA berupa donor darah, layanan kesehatan gratis, pembagian kacamata, dan sembako murah. Bantuan sembako bagi masyarakat prasejahtera juga diberikan dalam kegiatan PERWANTI-PSMTI  menjelang Imlek 2024. Helga yang saat itu menjabat di bidang sosial turut hadir dalam pembagian 160 paket sembako dan angpao kepada manula dan warga prasejahtera di Teluknaga, Tangerang.

Di acara Mooncake Festival Singkawang, Helga yang menjabat sebagai ketua panitia menjelaskan bahwa festival tersebut juga memasukkan akupunktur gratis dan santunan anak yatim, jadi tidak hanya berfokus pada budaya. Berikutnya adalah program pembangunan jembatan yang dilakukan ACYA di daerah yang membutuhkan akses penghubung antardesa. Salah satunya Jembatan Semawung di Purworejo, Jawa Tengah, sepanjang sekitar 80 meter dan diperkirakan membantu akses sekitar 1.500–2.000 warga, serta pembangunan jembatan di Curah Banteng, Batu, Jawa Timur.

“Tujuannya bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi membuka akses masyarakat ke sekolah, pekerjaan, pasar, layanan kesehatan, dan menghubungkan komunitas yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses,” jelas Helga semangat.

Keinginan Helga untuk memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat juga diwujudkan di ranah bisnis dengan mendirikan Simply Wellness, klinik kesehatan dan kecantikan yang berdiri sejak 2025. “Simply Wellness ini sebetulnya seperti  medical concierge yang membantu mengelola seluruh proses perawatan secara lebih terstruktur dan terarah dari awal sampai akhir. Misalnya kami membantu pasien mencari solusi berobat ke luar negeri sebagai second opinion khususnya untuk penyakit kronis,” terang Helga.

Sebelumnya di tahun 2012 Helga berkarier sebagai translator freelance di Singapura yang membantu menerjemahkan percakapan secara langsung saat ada pasien dari Indonesia yang berobat ke Singapura. Saat itu Helga termasuk perintis jasa tersebut. “Jadi saya kenal banyak dokter, kenal banyak pasien. “Dari sana saya membuka jasa untuk bantu pasien dari mulai penginapan, penjemputan, treatment pengobatan hingga translator. Menurut saya peran translator itu penting banget supaya tidak ada miskomunikasi antara  pasien dan dokter. Kita juga berikan rekomendasi dokter spesialis yang bisa dipilih oleh pasien. Saya turun tangan langsung di bisnis ini,” ujar Helga yang juga fasih berbahasa Mandarin.

Niat mulia Helga membantu pasien yang ingin berobat ke Singapura menjadi cikal bakal berdirinya Simply Wellness yang memberikan berbagai layanan preventif dan holistik, seperti treatment Botox dan Filler serta produk skincare bekerja sama dengan brand Jepang dan Korea yang sudah berlabel BPOM.

Helga juga merintis bisnis event organizer dengan segmen pasar business to business (B2B) dan kliennya banyak berasal dari kalangan komunitas bisnis. Tak hanya itu, Helga juga mengembangkan PT Eagle Indonesia, jasa penyelenggaraan pameran maupun membantu pelaku usaha yang ingin membuka bisnis di Indonesia. “Saya bantu mereka mengurus izin usaha, mencari lokasi usaha, marketing dan lainnya. Biasanya para klien berasal dari China, Malaysia, Singapura,” tandasnya bangga.

Sebagai pimpinan di beberapa bisnis maupun aktivitas sosial, Helga berusaha memberikan perubahan positif dan bermanfaat bagi banyak orang. Ia pun berusaha memberdayakan para perempuan, salah satunya dengan memesan menu catering saat akan menyelenggarakan sebuah acara atau ikut membantu memasarkan produk suvenir yang dibuat para perempuan di komunitas PERWANTI-PSMTI. “Suvenir tersebut harus punya ciri khas Indonesia, seperti tas batik, bros dari kain batik dan lainnya yang  kita bantu pasarkan kepada para turis,” ujarnya.

Helga menjabat sebagai Ketua PERWANTI-PSMTI sejak tahun 2025 dan saat ini sedang sibuk melantik ketua di tingkat cabang di berbagai provinsi di Indonesia. “Saya baru saja melantik ketua cabang di  Sumsel, Makassar. Kalau di Papua sudah ada ketua cabangnya dan saya juga baru saja ke sana. Saya berharap para perempuan di berbagai provinsi di Indonesia bisa berdaya melalui PERWANTI-PSMTI,” harapnya.

Saat bertandang ke satu daerah, Helga mencari produk unggulan yang bisa dipasarkan ke luar negeri. Salah satunya kopi asal Papua yang banyak diminati pasar mancanegara. “Kalau dijual di luar negeri harganya tentu lebih mahal, jadi saya bantu pasarkan produk-produk Indonesia untuk dijual di luar negeri,” tambahnya.

Keyakinan yang sangat kuat bahwa pendidikan menjadi kunci utama kemajuan generasi masa depan, salah satu impian Helga yang ingin diwujudkan adalah membangun sekolah untuk anak-anak Indonesia. Saat ini, ia sedang dalam proses membangun sekolah untuk anak-anak di Teluknaga – Tangerang – Banten.

“Cita-cita saya adalah membangun sebuah sekolah yang bukan hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan nilai kebaikan, dan membuka kesempatan bagi setiap anak untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Saya percaya, ketika kita membangun sekolah, kita bukan hanya membangun sebuah gedung. Kita sedang membangun manusia, membuka harapan, dan mempersiapkan generasi yang akan membawa perubahan bagi bangsa. Karena bagi saya, legacy bukan tentang apa yang kita miliki atau tinggalkan, tetapi tentang berapa banyak kehidupan yang menjadi lebih baik karena kita pernah hadir. Suatu hari nanti, ketika saya sudah tidak ada, saya berharap masih ada anak-anak yang belajar, bertumbuh, dan meraih cita-citanya dari tempat yang pernah saya perjuangkan. Itulah legacy yang ingin saya tinggalkan,” tekad, harap, dan doa Helga.


Jiwa Sosial Terasah Sejak Dini 

Di balik padatnya aktivitas bisnis dan sosial, Helga menikmati momen me-time dengan kuliner dan traveling di gunung maupun pantai bersama keluarga atau teman-teman.

Aktivitas sosial memang sudah menjadi bagian hidup Helga. Ia ingat waktu masih  kecil sering diajak kedua orang tuanya pergi ke panti asuhan untuk bagi-bagi hadiah dengan anak-anak di sana.

Jiwa sosialnya semakin terasah saat ia menjadi volunteer aksi sosial seperti membagikan makanan, donor darah, pembagian sembako dan lainnya.  Dana untuk kegiatan sosial itu berasal dari anggota keluarganya atau teman. “Sekarang kita juga bantu beberapa keluarga yang masih tinggal di kolong jembatan di daerah Pluit, Jakarta Utara. Mereka sering kesulitan memperoleh air bersih dan kita bantu kirim air bersih. Saya sendiri lebih suka membantu anak-anak sekolah karena buat saya pendidikan itu sangat penting yang bisa mengubah masa depan mereka menjadi lebih baik lagi. Banyak dari anak-anak itu yang pintar-pintar,” paparnya.

Helga juga dididik kedua orang tuanya untuk mandiri, apalagi saat dewasa ia lebih banyak tinggal di luar negeri. Ia melihat semua perempuan pasti memiliki peran penting baik dalam keluarga, pendidikan anak, penopang ekonomi  dan masyarakat luas.  Ia pun berharap para perempuan bisa melakukan peran sesuai keinginannya. Melalui wadah PERWANTI-PSMTI, para perempuan bisa bergabung, berkumpul dan bisa berdaya karena di sini para perempuan menjalankan aktivitas yang berdampak positif secara bersama-sama. Tak hanya itu, di PERWANTI-PSMTI, para perempuan juga bisa bersuara, mengutarakan berbagai hal yang menjadi masalah dan mencari solusi dengan dibantu sesama anggota.

“Misalnya ada anggota seorang ibu yang sedang sakit kronis tidak lagi merasa sendirian setelah bergabung di komunitas ini. Semua anggota bisa menyuarakan masalahnya dan kita sama-sama mencari solusinya. Dengan begitu mereka tidak lagi merasakan kekhawatiran dan kebingungan saat menghadapi masalah. Menurut saya, seorang ibu atau istri penting untuk bahagia supaya dia juga bisa menghadirkan suasana rumah yang hidup, yang nyaman. Tapi kalau dia sendiri stres dan bingung, pasti berdampak terhadap  pertumbuhan anak-anak,” paparnya bijak. EK

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top