MajalahKebaya.com, Jakarta – Sebagai dokter chiropractic, Farah Meifira menghadirkan metode Functional Kinetic Dryneedling sehingga pasien bisa bebas dari nyeri otot, sendi dan saraf secara efektif dan efisien.
Keputusan Farah Meifira untuk mengambil kuliah di bidang chiropractic membuka peluang baginya menjalankan bisnis di bidang kesehatan. Chiropractic dapat merehabilitasi kondisi kesehatan yang berkaitan dengan tulang, otot, dan persendian seperti nyeri leher, skoliosis, saraf terjepit, hingga perbaikan postur. “Banyak masyarakat yang belum memahami mengenai chiropractic, apalagi di Indonesia belum ada pendidikan formal chiropractic. Pendidikan chiropractic banyak dijumpai di Amerika, Australia, Kanada,” ungkap wanita cantik kelahiran Jakarta, 29 Mei 1972 ini.
Dr. Farah menjelaskan gelar lulusan chiropractic adalah DC (Doctor of Chiropractic), berbeda dengan gelar Doctor of Medicine (MD) yang diberikan kepada seseorang setelah berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran. “Sebenarnya dasar ilmunya sama, hanya bedanya lulusan chiropractic atau DC tidak memberikan obat-obatan kepada pasien. Jadi chiropractic itu lebih fokus menangani gangguan mekanisme atau fungsi gerak neuromusculoskeletal, yaitu berkaitan dengan gabungan sistem saraf, otot, sendi, dan rangka tubuh manusia,” terangnya.
Sebagai dokter chiropractic lulusan S2 Master of Chiropractic, Macquarie University Australia, Dr. Farah merupakan orang pertama yang membawa dryneedling ke Indonesia pada tahun 2012. Dryneedling adalah teknik terapi/pengobatan menggunakan jarum steril sekali pakai untuk menargetkan area otot yang tegang dan nyeri secara presisi. Terapi ingin membantu mengurangi nyeri, melepaskan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah dan mengembalikan fungsi gerak secara optimal.

“Dalam terapi chiropractic, kita menggunakan metode yang disebut manipulasi sendi. Sendi itu ibarat engsel yang dilewati oleh otot sebagai penggerak tubuh. Misalnya, bila ada nyeri pada bahu dan tidak bisa digerakkan, biasanya ada mekanisme pada bahu yang terganggu, seperti robek pada otot yang menyebabkan spasme (tegang, memendek, atau kaku pada otot). Nah, sendi dan otot itu adalah kesatuan unit, karena itu saya juga mendalami metode dryneedling yang bermanfaat untuk melemaskan kekakuan dan memperbaiki gangguan gerak pada otot. Sendi pun dapat mengalami kekakuan, di sinilah Chiropractic berfungsi untuk memobilisasi persendian yang kaku sesuai dengan kinesiologinya. Sedangkan, Untuk menangangi kerobekan pada otot, tubuh kita memilik sistem sendiri untuk memperbaikinya. Bila tingkat kerobekan otot sudah lanjut dan memerlukan tindakan lain, maka pasien harus dirujuk ke dokter spesialis,” papar Dr. Farah.
Di tahun 2012, dimana saat itu dryneedling belum dikenal di Indonesia, Dr. Farah memperkenalkan layanan kesehatan ini dengan sebutan ‘Western Acupuncture’. Ini dikarenakan kemiripan dari kedua teknik pengobatannya yaitu sama-sama menusukkan jarum steril tipis ke titik-titik tertentu pada tubuh. Akupunktur adalah metode tradisional yang berasal dari Tiongkok dan titik yang ditargetkan disebut meridian. Sedangkan Dryneedling berasal dari Amerika dan target titiknya adalah Triger Point, yaitu simpul kecil atau benjolan kaku pada serat otot yang sangat sensitif saat ditekan. “Sekarang dryneedling sudah mulai populer di masyarakat. Seiring waktu, saya mengikuti beragam pelatihan untuk metode dryneedling di seluruh dunia seperti Australia, Singapura, dan USA dengan level tertinggi diraih di Australia sebagai ‘Master of Dryneedling’ di tahun 2018. Metode yang bervariasi ini saya terapkan kepada pasien-pasien saya dengan hasil klinis yang berbeda-beda,” ,” tandas Dr. Farah.
Dari pengalaman pada studi klinis yang dipelajari di kliniknya, FMF Dryneedling, Dr. Farah menciptakan metode baru yang diberi nama Functional Kinetic Dryneedling untuk mendeteksi dengan tepat otot yang bermasalah dan harus ditusuk dengan jarum dryneedling. Teknik dryneedling dalam metode ini berbeda dengan kebanyakan teknik dryneedling lainnya. Functional Kinetic Dryneedling dikombinasikan dengan manipulasi tulang belakang atau sendi yang terbukti sangat efektif dan efisien. Metode ini memanfaatkan Kinesiologi yaitu ilmu tentang gerakan manusia, untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah. Otot tidak bekerja sendiri, misalnya ketika seseorang menekuk atau meluruskan siku, banyak otot yang terlibat dan postur tubuh juga mempengaruhi gerakan ini. Oleh karena itu manipulasi tulang belakang ditambahkan untuk melepaskan kekakuan sendi di tulang belakang tubuh,” jelas Dr. Farah.
Pasien yang mengunjungi FMF Drneedling kebanyakan dari kalangan muda yang aktif berolahraga. Otot menjadi rawan cedera saat berolahraga karena kurangnya pemanasan, teknik gerakan salah atau pemaksaan beban latihan melebihi kapasitas tubuh. “Mechanism of injury itu penting sehingga kita bisa mengetahui struktur organ mana yang rusak dan kalau misalnya ada fraktur kita harus merekomendasikan kepada dokter yang tepat untuk menanganinya,” jelas Dr. Farah.
Edukasi kesehatan menjadi satu hal yang menyenangkan bagi Dr. Farah. Sebagai contoh edukasi mengenai kebiasaan tidur miring yang bisa menimbulkan beberapa keluhan di bagian bahu karena tidur miring terlalu lama memberikan tekanan berkepanjangan pada salah satu sisi bahu, yang dapat memicu peradangan, otot kaku atau memperparah kondisi sendi. “Sebaiknya jangan terlalu lama berada di satu posisi tubuh, supaya otot tidak kaku dan aliran darah tetap lancar. Di beberapa perusahaan ada imbauan setiap satu jam sekali karyawannya diminta untuk melakukan gerakan stretching atau peregangan sehingga otot menjadi lentur,” saran Dr. Farah.
Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dan menyambung kembali tulang yang patah secara alami. “Ada kehidupan dalam tubuh kita yang kita tidak bisa kontrol. Kalau kita luka, bisa perbaiki sendiri. Tulang patah, bisa menyambung lagi. Namun banyak masyarakat yang belum teredukasi pergi ke tukang urut saat mengalami patah tulang,” tambahnya.

Perempauan Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman
Dalam menjalankan profesinya, Dr. Farah berpegang pada prinsip melangkah keluar dari zona nyaman sebagai kunci utama untuk mengembangkan diri dan terus belajar hal baru. Keluar dari zona nyaman juga memberikan peluang bagi kita untuk mengembangkan kapasitas diri dalam menghadapi berbagai tantangan baru. Tak hanya itu, keluar dari zona nyaman juga dapat membantu menjaga pikiran tetap tajam dan mental tetap aktif yang membuat kita awet muda. “Saya belajar musik, belajar new skill karena sebagai perempuan kita jangan takut untuk keluar dari zona nyaman. Perempuan juga harus percaya diri bahwa dirinya memiliki kemampuan,” ujar Dr. Farah yang aktif Pole Dance & Calisthenics dan hobi sport.
Dr. Farah selalu tampil energik dan ramah dengan menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan makan makanan fresh food dan tidak mengonsumsi processed food seperti tepung-tepungan. Sesekali Dr. Farah masih suka nongkrong di cafe bersama teman-temannya dengan menyantap menu makanan yang ada di cafe. “Sekali-kali saja saat cheating day,” ujar ibu dari Perdana Panglima Bimasakti (SD, Kelas 5 Semesta Ilmu Homeschooling) dan Bunga Jannah Eden (Elementary, Primary 1 – Binus Serpong).
Dalam hidupnya, Dr. Farah pernah mengalami titik terendah di saat ayahnya meninggal tahun 2019. Apalagi ia merupakan anak perempuan satu-satunya yang sangat dekat dengan ayahnya. “Waktu saya kuliah di luar negeri, ayah saya pasti mengecek perkembangan kuliah saya. Kebetulan saya tidak punya adik perempuan lagi,” tutur Dr. Farah mengenang sosok Sang Ayah. EK
