Cover Story

Nurul Arifin, Konsistensi Mengawal Aspirasi Perempuan di Era Transformasi Digital

MajalahKebaya.com, Jakarta – Pengabdian yang dijalani dengan konsisten akan selalu meninggalkan jejak. Bukan semata karena lamanya waktu yang telah dilalui, melainkan karena komitmen yang tak pernah surut untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang tercermin dalam perjalanan Nurul Arifin, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Golkar, yang baru saja menerima penghargaan Lifetime Dedication in Parliamentary and Digital Transformation Achievement dari salah satu stasiun tv ternama.

Bagi Nurul Arifin, penghargaan tersebut bukanlah sekadar bentuk apresiasi atas perjalanan panjangnya sebagai legislator. Lebih dari itu, penghargaan tersebut ia persembahkan untuk seluruh perempuan Indonesia yang memilih mengabdikan diri di dunia politik dan terus berjuang menghadirkan perubahan melalui parlemen.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk perempuan-perempuan yang ada di dunia politik, khususnya mereka yang mengabdikan diri di parlemen. Kehadiran perempuan di parlemen bukan hanya untuk melengkapi keterwakilan, tetapi juga untuk mewarnai proses demokrasi serta melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada perempuan,” ungkap Nurul Arifin.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan kebijakan memiliki peran yang sangat strategis. Kehadiran perempuan membawa perspektif yang berbeda dalam melihat berbagai persoalan bangsa, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan perempuan, anak, keluarga, serta kelompok rentan lainnya.

Perempuan di Parlemen. Meski demikian, Nurul Arifin mengakui bahwa perjuangan meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen masih terus berlanjut. Amanat keterwakilan 30% perempuan memang belum sepenuhnya tercapai. Namun, ia melihat perkembangan yang terjadi saat ini sebagai langkah positif.

“Saat ini keterwakilan perempuan di DPR RI sudah mencapai sekitar 22,6% dari total 680 anggota dewan. Angka ini menunjukkan kemajuan yang patut diapresiasi, meskipun perjuangan untuk memperkuat representasi perempuan masih harus terus dilakukan,” tuturnya.

Lebih dari sekadar menambah jumlah, Nurul Arifin berharap semakin banyak perempuan yang memiliki keberanian, konsistensi, dan komitmen untuk bertahan serta terus berkiprah di dunia politik. Baginya, politik bukan hanya tentang jabatan, melainkan ruang untuk menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap perempuan-perempuan di dunia politik memiliki konsistensi dan komitmen untuk terus berjuang, melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap perempuan, sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.


Di balik perjalanan panjangnya sebagai legislator, Nurul Arifin menilai tantangan terbesar yang dihadapi perempuan sering kali justru berasal dari dalam diri sendiri. Keraguan, rasa kurang percaya diri, hingga ketidakberanian untuk menyampaikan pendapat menjadi hambatan yang masih banyak dirasakan perempuan ketika memasuki ruang-ruang pengambilan keputusan.

“Tantangan terbesar adalah bagaimana mengalahkan keraguan, ketidakpercayaan diri, dan ketidakberanian untuk speak up. Padahal perempuan memiliki banyak gagasan dan mampu memberikan kontribusi besar dalam melahirkan berbagai kebijakan. Ketika tidak ada yang menyuarakan persoalan penting, seperti kekerasan terhadap perempuan, maka kita harus berani mengambil peran untuk menyuarakannya,” tegasnya.

Transformasi Digital. Di era transformasi digital, Nurul Arifin melihat hadirnya teknologi telah membuka ruang demokrasi yang semakin luas. Media sosial kini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan publik, hingga memperjuangkan berbagai isu yang sebelumnya sulit mendapat perhatian.

“Saya merasa optimistis karena perkembangan teknologi dan media sosial telah membuka ruang bagi suara-suara yang sebelumnya terbungkam. Masyarakat kini memiliki kesempatan lebih besar untuk menyampaikan aspirasi, bahkan turut mengawal berbagai persoalan yang belum sepenuhnya mampu dijangkau oleh aparat maupun lembaga negara,” jelasnya.

Menurut Nurul Arifin, perkembangan tersebut menjadi salah satu wajah baru demokrasi Indonesia. Di tengah pesatnya transformasi digital, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi juga berperan aktif mengawal jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Menurut saya, saat ini netizen juga telah menjadi salah satu pilar demokrasi. Selama digunakan secara bijak dan bertanggung jawab, ruang digital dapat menjadi kekuatan besar untuk mendorong lahirnya perubahan yang lebih baik bagi bangsa,” pungkasnya.

Penghargaan Lifetime Dedication in Parliamentary and Digital Transformation Achievement menjadi penanda atas perjalanan panjang Nurul Arifin Arifin dalam mengawal demokrasi. Lebih dari sekadar pengakuan atas dedikasi, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa konsistensi, keberanian, dan komitmen untuk terus menyuarakan kepentingan masyarakat akan selalu menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang lebih inklusif, berkeadilan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Laili

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top