MajalahKebaya.com, Jakarta – Kesuksesan yang diraih Yusmita membuktikan bahwa perempuan bisa setara dengan laki-laki. Ia dipercaya merintis bisnis PT Mitra Garuda Indonesia dan kini telah berkembang pesat selama tiga tahun. Tekad yang kuat, terus memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, jujur, fokus dan komitmen pada pilihan dan tujuan menjadi pedomannya dalam karier dan bisnis. Ia memacu diri menjadi perempuan yang merdeka, mandiri, dan berdaya.

Keputusan Yusmita merantau ke Jakarta selepas lulus SMU menjadi titik awal baginya untuk mengejar mimpi kuliah di Fakultas Hukum yang menjadi passion-nya. Setelah lulus SMU di Bangka Belitung tahun 2014, wanita cantik yang akrab disapa Mitha ini, mendapat beasiswa untuk kuliah di Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara Jakarta.
“Sebenarnya orang tua ingin saya jadi dokter tapi passion saya bukan di situ. Saya suka berbicara di depan publik, suka dunia politik dan hukum. Jadi saya merasa cocok kuliah di Fakultas Hukum,” jelas Mitha.
Saat itu orang tua Mitha tidak mengizinkannya merantau karena ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Mitha pun meyakinkan orang tuanya bahwa ia ingin mengejar mimpi dan fokus belajar. Dengan kuliah di Jakarta bisa membuatnya lebih mandiri dibandingkan kuliah di Bangka Belitung. Selain itu, relasi menjadi lebih terbuka. Meski tidak ada saudara di Jakarta, Mitha tetap bersemangat untuk mempersiapkan diri kuliah di Jakarta. Ia pun survei ke kampus sendiri dan mencari kos lewat kenalan temannya.
Setelah menyelesaikan kuliah S1 Hukum di Universitas Tarumanegara, Mitha ikut membantu bisnis keluarganya selama satu tahun. Ia kemudian memutuskan merintis bisnis sendiri di bidang kuliner dengan mendirikan coffee shop, jasa laundry serta bisnis online.
Mitha memang menyukai tantangan baru, dan setelah satu tahun berjalan ia pun memutuskan mengambil S2 Magister Kenotariatan di Universitas Pelita Harapan. Saat itu bersamaan dengan pandemi, sehingga perkuliahan dilakukan secara online. Ia pun kembali mengembangkan usaha coffee shop dan laundry serta bisnis online.
“Relasi saya mulai terbentuk, kemudian saya mendapat kepercayaan dari Wakil Menteri Perdagangan saat itu untuk berkarier di Kementerian Perdagangan. Beliau memberikan kepercayaan kepada saya untuk ikut serta dalam beberapa agenda beliau baik dalam negeri maupun luar negeri. Dari beliau saya belajar banyak hal dan di instansi Kementerian Perdagangan saya juga banyak belajar mengenai birokrasi dan politik,” kenang Mitha.
Setelah Wakil Menteri Perdagangan tersebut purna tugas, di tahun 2023 Mitha berkarier di PT Mitra Garuda Indonesia sebagai Director. Saat itu ia dipercaya sebuah perusahaan di bidang pertambangan timah yang ingin membangun dua buah anak usaha, yaitu anak usaha di bidang komoditas impor dan anak usaha di bidang agribisnis, perdagangan dan distribusi.
“Holding perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan timah yang mempunyai Izin Usaha Pertambangan di Batam dan Karimun, dan smelternya ada di Batam. Saat itu Holding ingin membentuk dua anak usaha yaitu PT Mitra Garuda Indonesia dan PT Indopangan Sukses Bersama. Saya bersama tim dipercaya untuk merintis berdirinya PT Mitra Garuda Indonesia. Saat itulah saya mulai belajar hal baru di dunia korporat. Puji syukur saya langsung diberi kepercayaan untuk memimpin tim sampai sekarang,” tutur Mitha.
Mitha merintis perusahaan tersebut dari nol, dengan merekrut karyawan, mencari lokasi kantornya dan kini perusahaan yang dipimpin Mitha sudah berjalan tiga tahun. Ia pun ingin membesarkan perusahaan dengan ekspansi ke bisnis lain seperti impor komoditas pangan.

Di samping kariernya di perusahaan, Mitha menanamkan investasi di beberapa bidang seperti property, ekspor impor, pertambangan. “Saya percaya bahwa perempuan harus mandiri secara finansial dan dengan tabungan yang saya miliki saya investasikan ke beberapa bidang tersebut tapi ini di luar perusahaan,” jelas Mitha yang akan melanjutkan kuliah S3 Hukum.
Selain menjabat sebagai Direktur PT Mitra Garuda Indonesia, Mitha juga dipercaya menjabat Head of Legal, Corporate Affairs & Licensing PT Indopangan Sukses Bersama. Ia mengurus antara lain kontrak bisnis, perizinan usaha apalagi usaha yang dijalankan di bidang komoditas impor erat kaitan dengan perizinan. “Saya juga harus menjalin kerja sama dengan pihak supplier, berurusan dengan pihak Bea Cukai dan pihak Badan Karantina, kontrak dengan pihak pergudangan serta para distributor. Kita harus perhatikan unsur legal dan meminimalisir risiko yang mungkin terjadi,” tegasnya.
Bagi Mitha, semua rencana atau program dan kerja sama yang dilakukan akan berjalan dengan baik kalau kita bisa menjaga keperdayaan yang diberikan. Ia juga menilai kesuksesan dalam kariernya tak lepas dari kejujuran, integritas dan kompetensi dalam pekerjaan. Satu hal lagi yang cukup penting adalah kepercayaan yang diberikan kepadanya. “Kita juga harus buktikan, jangan sampai kita diberi kepercayaan tapi tidak bisa kita buktikan. Kalau kita bisa buktikan maka kita juga akan dipercaya untuk menangani hal lainnya,” tandasnya.
Mitha yang sangat terinspirasi sosok orang tuanya, juga mengidolakan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai perempuan yang pintar, kompeten dan berani menyuarakan gagasan atau pemikiran serta berintegritas. “Beliau juga bisa membuktikan bahwa keputusan-keputusan strategis yang dicetuskan semua terbukti bagus dan baik,” terangnya.

Organisasi, Kegiatan Sosial, dan Life Balance
Dalam waktu dua atau tiga tahun ke depan Mitha tetap akan fokus mengembangkan perusahaan yang dipimpinnya sembari melanjutkan kuliah S3. Ia juga berencana setelah 5 tahun ke depan untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI. “Tapi rencana ini juga bisa berubah karena saya juga ingin menikah. Saya suka dengan dunia politik, dan setelah menikah mungkin saya akan buka kantor notaris karena saya lulus dari S2 Magister Kenotariatan. Setelah punya suami, tidak mungkin kesibukan saya seperti sekarang. Kalau jadi Notaris tidak terlalu sibuk dan bisa lebih fleksibel mengurus suami dan anak-anak. Tapi semua hal tentu harus didiskusikan dengan suami,” ungkapnya.
Saat sedang jenuh, Mitha meluangkan waktu untuk me time dengan membaca buku tentang self improvement dan olahraga berkuda. Satu minggu sekali saat tidak dinas ke luar kota ia berusaha meluangkan waktu untuk berkuda di Gunung Putri, Bogor. Mitha juga kerap mengikuti beberapa kompetisi berkuda. Saat beraktivitas, Mitha wajib membawa beberapa barang seperti handphone, pulpen, lipstik, hand sanitizer, tisu dan hand cream. “Saya senang berkuda tapi waktunya terbatas. Saya juga suka jalan santai, tenis atau berenang. Terkadang saya meluangkan waktu untuk dinner bersama teman-teman selepas pulang kerja atau pada Sabtu atau Minggu,” ujarnya.
Mitha juga mengikuti beberapa kegiatan pengembangan diri maupun kegiatan sosial dengan secara rutin mengunjungi anak-anak yatim setiap 2 minggu atau 1 bulan sekali. Saat ini Mitha juga tercatat sebagai Anggota Kadin DKI Jakarta, Anggota Luar Biasa Ikatan Notaris Indonesia dan Anggota Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Makna Perempuan Merdeka dan Mandiri
Perempuan merdeka menurut Mitha adalah perempuan yang memiliki kesempatan dan kesetaraan yang sama dengan laki-laki. Perempuan punya kesetaraan untuk menjadi pemimpin, mengambil keputusan, mempunyai hak untuk memilih jalan hidup dan pilihan apapun itu tanpa ada halangan dan tanpa ada diskriminasi dari pihak manapun. “Bukan berarti perempuan ingin mendahului laki-laki tapi perempuan ingin setara, bahwa perempuan juga punya keputusan, perempuan juga bisa melakukan apa yang dilakukan laki-laki, bahkan bisa memimpin,” tandasnya.
Adapun perempuan mandiri menurut Mitha adalah perempuan yang mempunyai kemampuan untuk mendapatkan penghasilan sendiri tanpa bergantung pada pasangan. Perempuan yang sudah menikah dan dinafkahi suami harus tetap bisa mandiri karena dengan kemandiriannya perempuan bisa memilih apa yang diinginakn dan bisa bersuara menyampaikan pendapat. “Jadi perempuan tidak takut di posisi ditinggalkan siapapun atau posisi yang tidak mengenakkan atau tidak nyaman karena perempuan berani mempunyai pilihan,” tegasnya.
Mitha pun memberikan saran bagi perempuan Indonesia khususnya pembaca Majalah Kebaya bahwa jika perempuan ingin sukses harus bisa keluar dari zona nyaman dan terus melangkah maju dengan fokus pada tujuannya.
“Segala sesuatu menurut saya tidak ada yang dimulai dari rasa nyaman. Kalau mau sukses dan berhasil pasti dimulai dari rasa tidak nyaman, tapi ada tujuan di depan yang memang harus kita lakukan. Untuk mencapai tujuan yang kita inginkan maka kita harus kesampingkan rasa tidak nyaman. Teruslah melangkah maju, jangan dengarkan kiri kanan, fokus saja dengan tujuan dan cita-citamu, pasti berhasil,” sarannya.
Mitha juga melihat perempuan yang belum melek hukum seringkali menjadi objek karena merasa tidak tahu harus berbuat apa. Untuk itu perempuan harus saling bergandeng tangan satu sama lain, memberikan pemahaman dan sosialisasi sehingga bisa saling melindungi. Perempuan juga harus memiliki kepercayaan diri.
Berkaca dari pengalamannya, menurut Mitha perempuan juga perlu mengelola keuangan dengan baik. Seperti yang dialaminya saat tiga tahun lalu bisnis orang tuanya sempat down dan Mitha sebagai anak pertama mencoba mencari solusi membantu perekonomian keluarga dengan tabungan yang dimilikinya.
“Akhirnya usaha keluarga bisa berjalan lagi sekarang. Apalagi waktu itu adik saya ada yang masuk kuliah Kedokteran Gigi dengan biaya cukup besar. Maka dari itu penting bagi perempuan untuk mengelola keuangan sehingga di saat kondisi darurat kita bisa gunakan. Jadi menurut saya salah satu makna sukses adalah tidak hanya tentang tingginya jabatan yang kita punya atau banyaknya uang yang kita punya. Tapi sebanyak apa kita bisa bantu keluarga atau orang lain dan itu sangat bermanfaat,” pungkasnya. EK
