Cover Story

Hj. Nurhayati Effendi, Perempuan Harus Berani, Tulus, dan Konsisten Menyalakan Cahaya bagi Banyak Orang

MajalahKebaya.com, Jakarta – ‘Satu Perempuan Menginspirasi Seribu Generasi’ merefleksikan perjalanan setiap perempuan. Satu perempuan yang berani, tulus, dan konsisten bisa menyalakan cahaya bagi banyak orang di sekitarnya. Kita tidak harus sempurna untuk menginspirasi — cukup menjadi pribadi yang jujur dan berkomitmen pada kebaikan. “Jika setiap perempuan Indonesia menyalakan satu lilin kebaikan, saya yakin bangsa ini akan bersinar oleh sejuta cahaya perempuan yang berdaya dan menginspirasi,” ungkap Hj. Nurhayati Effendi, yang kini dikenal sebagai sociopreneur dan politisi.

Totalitas dan dedikasi diri yang tinggi untuk mengabdi dan membangun bangsa, tidak hanya ditunjukkan Hj. Nurhayati ketika menjadi Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tiga kali berturut-turut untuk daerah pemilihan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut, atau ketika mencalonkan diri sebagai Walikota Tasikmalaya di Pilkada Kota Tasikmalaya 2024, tetapi memperjuangkan kesejahteraan masyarakat sudah menjadi passion dan panggilan hatinya. Dengan semua potensi yang dimilikinya, Hj. Nurhayati sangat mendukung semangat dan langkah Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam membangun negeri agar cepat melaju dan berjaya.

Saat ini Hj. Nurhayati aktif di beberapa bidang usaha, khususnya di bidang konsultasi dan pendampingan pelaku UMKM. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan di sejumlah daerah. Sebagai mantan Anggota DPR RI, ia merasa tanggung jawab sosial justru semakin luas di luar Parlemen. Melalui pengalaman dan jejaring yang dimilikinya, Hj. Nurhayati berupaya terus berkontribusi bagi masyarakat. Ia kerap memberikan pelatihan literasi keuangan, digital, dan kepemimpinan bagi perempuan muda dan ibu rumah tangga.

Kolaborasi Solusi Permasalahan Perempuan

Memang diakui Hj. Nurhayati, permasalahan utama perempuan masih seputar kesenjangan akses — baik dalam pendidikan, ekonomi, maupun teknologi. Banyak perempuan di pelosok yang memiliki semangat luar biasa, namun peluang mereka belum sebanding dengan perempuan di perkotaan. 

Hj. Nurhayati yakin solusinya bersifat kolaboratif. Pemerintah perlu memperluas akses pelatihan dan permodalan, masyarakat harus memberi ruang partisipasi yang adil, dan perempuan sendiri perlu berani memperjuangkan haknya untuk berkembang. Pemberdayaan sejati terjadi ketika perempuan tidak hanya dibantu, tetapi juga mampu membantu sesamanya.

Agar perempuan bisa secara optimal mengekspresikan potensi diri, menurut Hj. Nurhayati, langkah pertama datang dari diri sendiri — percaya bahwa kita mampu. Banyak perempuan masih menunggu pengakuan dari luar, padahal kekuatan sebenarnya ada di dalam diri mereka sendiri. “Sebagai pengusaha, saya belajar bahwa keberanian mengambil keputusan adalah bentuk cinta pada diri sendiri sekaligus tanggung jawab sosial,” ungkapnya.

Pemerintah dan masyarakat juga memiliki peran besar untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, agar perempuan dapat bekerja, berkarya, dan berpendapat tanpa rasa takut. Ketika perempuan tumbuh, maka keluarga dan bangsa ikut maju bersama.

Kepada para perempuan di mana pun, Hj. Nurhayati  memberikan pesan sederhana: jadilah perempuan yang berani, namun tetap berhati lembut. Berani bermimpi besar, berani mengambil peran, dan berani menghadapi kegagalan. Tetapi dalam keberanian itu, jangan kehilangan kelembutan dan empati. Sebagai ibu, saya ingin anak-anak saya tumbuh dengan integritas. Sebagai nenek, saya ingin cucu-cucu saya belajar bahwa kasih bukan kelemahan, melainkan kekuatan. Dan sebagai pengusaha serta politisi, saya ingin semua perempuan sadar bahwa kesuksesan sejati tidak diukur dari jabatan, tetapi dari seberapa besar pengaruh positif yang kita tinggalkan.

Hari Ibu adalah Sebuah Refleksi

Pesan sederhana Hj. Nurhayati sangat relevan dengan spirit dan makna Hari Ibu yang dirayakan setiap bulan Desember. Baginya, makna Hari Ibu adalah bentuk penghormatan terhadap kekuatan batin, ketulusan, dan peran besar seorang perempuan. Seorang ibu bukan hanya melahirkan kehidupan, tetapi juga membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai moral yang menjadi fondasi generasi berikutnya. Hari Ibu bukan sekadar perayaan, tetapi refleksi. Sebuah momen untuk menilai diri — sejauh mana kita telah mewariskan kasih dan keteladanan bagi generasi setelah kita. Kekuatan perempuan terletak pada keseimbangan antara kasih dan ketegasan.

Dan, di tengah semua kesibukannya, sosok perempuan cantik, tangguh, pintar dan ramah, yang juga adalah seorang ibu, nenek, pengusaha, dan politisi inspiratif Indonesia ini, tetap menempatkan keluarga sebagai pusat keseimbangan hidupnya — di situlah ia belajar arti cinta, tanggung jawab, dan kebijaksanaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top