MajalahKebaya.com, Jakarta – Usia boleh sepuh, namun semangat dan dedikasi sosok cantik, ramah, selalu tersenyum, dan energik kelahiran Jakarta, 10 Mei 1949 ini, tidak pernah padam, terutama ketika berjuang dan menyuarakan kepentingan UMKM dan perempuan. Semangatnya akan selalu berkobar ketika bersentuhan dengan nasib perempuan dan pengusaha kecil. Ia ingin semakin bisa memberi manfaat sebesar-besarnya kepada sebanyak-banyaknya orang lain dengan segala potensi yang dimilikinya. Karena itu, pengusaha atau lebih tepatnya socio-preneur sukses, bernama lengkap Cri Puspa Dewi Motik Pramono ini, tetap aktif menjalankan kegiatan sebagai penulis, pengajar atau dosen di tiga kampus, motivator, serta penggagas berbagai terobosan untuk kemajuan usaha kecil dan penggerak pemberdayaan kaum perempuan Indonesia. Ia tidak segan membagikan ilmu dan pengalamannya kepada siapapun yang membutuhkan tanpa pandang bulu.

Kiprah dan sepak terjang anak pengusaha terkenal, Basyaruddin Rahman Motik asal Palembang ini, tidak lepas dari tempaan dan didikan orang tuanya sejak kecil. Ia dididik ayahnya untuk mandiri dan kerja keras. Sejak remaja berusia 14 tahun ia sudah pintar mencari uang sendiri, antara lain dengan berjualan Brownies bikinan sendiri di seputaran tempat tinggalnya daerah Menteng, Jakarta Pusat. Jiwa wirausaha dan kerja keras tertanam semakin kuat dalam diri, sehingga banyak potensi dan keahlian yang dimilikinya bisa tereksplor. Dan, semua itu mendapat dukungan penuh dari ayahnya.
Tidak hanya bakat wirausaha yang digali, berkat wajahnya yang cantik, pada tahun 1968, Dewi terpilih sebagai Pemenang None Jakarta, kontes yang pertama kali diadakan bertepatan dengan HUT Jakarta ke-441. Pada tahun yang sama ia juga terpilih sebagai Ratu Kecantikan Ikatan Mahasiswa dan Ratu Jakarta Fair, dan pada tahun 1974 dinobatkan sebagai Top Model of the Year. Namun karena ia lebih memilih fokus pada pendidikan, Dewi pun meninggalkan glamournya dunia model.
Setelah menyelesaikan studi di Amerika Serikat, yaitu Bachelor of Art dari Florida University, Dewi meneruskan usaha orang tuanya di bidang ekspor impor, dan juga merambah beragam jenis usaha lainnya. Bahkan, usaha garmen yang dipimpinnya sempat memiliki 3.500 karyawan. Dan saat ini, selain menjabat sebagai Direktur berbagai perusahaan, Dewi juga menjadi Pimpinan Umum DE MONO Group, yaitu Lembaga Pendidikan Keterampilan dan Kewiraswastaan DE MONO dan Koperasi DE MONO.

Kepedulian Dewi untuk mengangkat, mendampingi, dan memajukan pengusaha kecil dan juga kaum perempuan, tidak serta merta pupus ketika ia mengurus usahanya sendiri. Sebaliknya, ia merasa semakin memiliki kapasitas yang mumpuni untuk bisa leluasa membantu sesama. Sehingga pada tahun 1975, bersama Dr. Hj. Kemala Motik Abdul Gafur, ia mendirikan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), organisasi yang tidak hanya berperan sebagai asosiasi pengusaha wanita namun juga sebagai lembaga pendanaan untuk membantu para pengusaha wanita. Dewi kemudian ditunjuk sebagai Ketua Umum pada tahun 1982.
Bahkan, Dewi dipercaya Pemerintah sebagai Ketua Sub Konsorsium Usaha Jasa Boga dan Memasak Departemen (Kementerian) Pendidikan dan Kebudayaan periode 1984-1990. Ia juga terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Boga Indonesia Pusat 1987-1999.
Tekad dan keinginan yang sangat kuat dalam diri Dewi Motik untuk membina dan memberdayakan perempuan Indonesia, semakin terwujud ketika ia dipercaya menjadi Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Antara lain, pada tahun 2010 menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia dalam menyosialisasikan Program Internet Sehat, juga mempelopori terselenggaranya Kowani Fair sebagai ajang menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan perempuan Indonesia.
Konsistensi dan peran serta istri dari Pramono Soekasno ini, dalam memperjuangkan nasib usaha kecil dan kaum perempuan, tidak terbatas hanya di dalam negeri, tetapi sudah mendunia. Ia banyak mendapat undangan dari luar negeri, baik pemerintah, lembaga asing, maupun PBB, untuk menyampaikan pandangannya di bidang lingkungan hidup dan pembangunan hidup berkelanjutan atau di bidang ekonomi dan kewanitaan, serta UMKM.
