Profil

Koes Saparsiah, Rutin Adakan Fashion Show Pakaian Etnik Indonesia Karya Desainer Dalam Negeri di Amerika

MajalahKebaya.com, Jakarta – Kecintaan yang besar pada fashion, khususnya produk-produk fashion khas budaya Indonesia, mengantarkan Koes Saparsiah, biasa akrab disapa Koes atau Nyemik atau Titus, menjadi seorang Fashion Enthusiast/Fashion Producer.  Berawal pada 2018, ketika ia datang ke acara Indonesia Fashion Week, lalu diundang menghadiri New York Fashion Week, menguatkan tekad dalam diri Koes untuk menjembatani desainer-desainer Indonesia yang ingin mengadakan fashion show ke Amerika, khususnya Houston.

“Sejak Covid yang lalu, saya lebih mengagumi dan mencintai produk-produk dashion Indonesia karena sangat luar biasa, mulai dari kain-kain khasnya hingga para desainernya. Lalu saya menyediakan diri untuk bekerja sama dengan para desainer Indonesia yang ingin datang ke Houston untuk show. Saya membuatkan show untuk para desainer menampilkan karya-karya rancangan terbaik mereka. Jadi setiap ada desainer yang mau bekerja sama dengan saya, karena saya tinggal di Houston, saya akan buatkan fashion show di Houston. Kalau dulu mungkin fashion week baru dapat terlaksana bila ada dana dari desainer, tetapai ini saya menggunakan dana sendiri, kalau pun ada desainer yang mau memberikan ya Alhamdulillah,” tutur Koes.

Memang koes sangat suka dengan dunia fashion, terutama baju-baju buatan desainer Indonesia. Ia juga mengagumi para UMKM karena baginya mereka itu sangat luar biasa, dan kain-kain tradisionalnya sangat indah. Namun, satu hal yang perlu diingatkan Koes, khusus untuk para desainer yang ingin show ke Amerika, khususnya Houston. Yaitu, harus ada ide-ide kreatif dalam rancangan yang ingin dipromosikan. Dalam mix and match antara unsur etnik dan modern, usahakan lebih banyak ke yang modern daripada ke yang etnik.

“Walaupun kita orang Indonesia senangnya yang etnik, berbeda dengan market di Amerika, mereka kurang interested kalau baju-bajunya terlalu etnik.. jadi kalau bisa lebih banyak modernnya. Kalau bule yang pernah tinggal di Indonesia dan tahu Indonesia, tentunya mereka tertarik, tetapi kalau tidak mereka tidak tertarik sama yang etnik.. jadi alangkah baiknya yang modern dipadu dengan etniknya sedikit,” saran Koes bijak.

Lalu apakah ada peluang yang menguntungkan bila show ke Amerika?  Koes meyakinkan bahwa peluang pasti ada! Banyak perusahaan besar di Amerika yang sering mengadakan event dengan tema etnik, tentu mereka akan meminjam bahkan membeli baju-baju etnik Indonesia, tentu saja yang lebih disukai baju-baju yang sudah dipadu unsur-unsur moden, termasuk pernak-perniknya.  “Itu adalah peluang untuk kita lebih maju ya..mendapat recognition..mendapat networking, terus mungkin akan diajak kerja sama dengan Konsulat,” ungkap Koes meyakinkan.

Memang diakui Koes, selain peluang pasti ada kendala. “Kendala hanya di shipping-nya terlambat datang, itu saja,” ujar wanita cantik lulusan Akademi Ilmu Sekretaris Indonesia, kelahiran Surakarta, 29 Januari ini.

Tantangan dan Peluang di Era Digital

Sejauh ini, menurut Koes, bisnis fashion saat ini lebih banyak peluangnya daripada tantangan. Bahkan, sejak saat Covid sampai sekarang malah booming luar biasa, melonjak pesat dan tidak menurun. Devisa negara nomor 1 itu justru dari fashion. 

Memang tidak dipungkiri, banyak desainer malah ingin showcase karya-karyanya di luar negeri karena mungkin di dalam negeri kurang mendapat respons bagus. “Ini bisa dipahami, karena orang Indonesia kebanyakan jarang membeli karya-karya desainer karena mereka mau yang murah sekali, padahal desain itu kan mahal, jadi kendala di harga untuk orang Indonesia, mereka kurang mengerti bahwa desain itu adalah art jadi karyanya yang kita hargai bukan sekedar baju. Kalau orang Amerika sendiri tidak ada kendala karena kalau mereka suka mereka akan beli, jadi tidak menawar… kalau orang Indonesia itu pasti menawar, karena itu produk-produk desainer jarang ada di pusat-pusat grosir pakaian, seperti Thamrin City atau Tanah Abang,” ungkap Koes prihatin.

Tantangan lainnya, desainer tidak selalu bisa menyediakan  apa yang diminta customer. Juga di era saat ini, tantangan bagaimana menyikapi perkembangan zaman yang serba digital. “Cara menghadapi era digital ya harus sering upload dan posting hasil-hasil karya, sehingga orang mengenal kita. Kualitas video dan foto-fotonya harus bagus,kita juga harus rajin mem-follow sosial media fashion agar terjadi koneksi, rajin memberikan komen sehingga orang tau kita produk Indonesia itu seperti apa,” ujar Koes.

Kiat Sukses

Sukses mengadakan acara-acara show, khususnya fashion show di Houston, tidak serta merta diraih Koes tanpa perjuangan dan kerja keras. Kiat sukses yang selalu dipedomaninya, selalu fokus dan konsisten. “Karena kalau tidak fokus dan konsisten, nanti ke mana-mana, niat dan tujuan tidak dalam satu arah. Sejak awal niat dan tekad saya memang membawa fashion Indonesia ke Amerika, sampai sekarang tetap itu dan sangat fokus di situ sampai selamanya. Jadi intinya  harus fokus dan konsisten terhadap sesuatu, tentu saja yang pasti harus punya uang dan networking yang luas,” ungkap Koes.

Berkat keuletannya, Koes selalu sukses menyelenggarakan fashion show, sehingga acaranya sering diliput media seperti Papercity Megazine yang ada di Houston dan New York. “Acara-acara saya ada di majalah itu, mereka selalu meliput event yang saya adakan.”

Pelanggan-pelanggan Koes pada umumnya orang-orang Indonesia di Houston dari kalangan sosialita dan Pertamina. “Sebetulnya saya bukan desainer ya, saya adalah fashion producer jadi kalau mengenai desain saya suka yang etnik tetapi harus ada modernnya, dikombinasikan dengan ciri khas Indonesia tetapi juga harus disukai orang-orang asing.. jadi material bahannya itu rata-rata ada yang hadron atau gambar sendiri, batik dan ada juga tenun ikat atau songket. Mari lebih banyak mencintai produk Indonesia dan support UMKM Indonesia dan banggalah memakai produk Indonesia,” ajak Koes.

Harapan dan Rencana ke Depan

Koes yang sangat mengagumi sosok Guruh Soekarnoputra, apalagi ia merupakan murid Guruh selama 25 tahun, sangat terinspirasi melihat Guruh sangat mencintai budaya, juga baju-baju tradisional Indonesia, jadi apa pun itu harus ada unsur Indonesianya. Ia ingin seperti sosok idolanya, mempromosikan dan mengenalkan pakaian etnik Indonesia kepada orang-orang asing. “Saya ingin lebih banyak membuat acara desainer Indonesia di sini, lebih sering dan lebih besar lagi, mungkin dalam setahun bisa dua kali,” antusiasnya.

Koes berharap, lebih banyak lagi desainer Indonesia yang mau dan bisa show di Amerika terutama di Houston karena ia sendiri saat ini tinggal Houston, mendampingi suami yang bekerja di oil company. “Orang-orang di sini butuh pengenalan, dan desainer kita jumlahnya jutaan, juga UMKM yang berkecimpung di dunia fashion sangat banyak. Saya berharap lebih banyak lagi desainer Indonesia yang mau mengadakan fashion show kolaborasi di Amerika,” harapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top