MajalahKebaya.com, Jakarta – Ketika memutuskan membangun bisnis di bidang kecantikan, Nancy Marissa Pasaribu, ingin sekedar mengisi waktu luang dan menyalurkan hobil nyalon-nya. Namun, tak bisa dipungkiri jika bisnis dengan brand Glowup Studio by Nancy dan HOM Aesthetic Skin and Slimming Clinic tersebut, bukan hanya mampu membuka lapangan pekerjaan tapi juga merawat dan memperbaiki penampilan banyak orang lewat layanan treatment yang ditawarkan.
Bagi Nancy Marissa Pasaribu, kecantikan merupakan anugerah tuhan yang sudah sepatutnya dijaga dan dirawat. Tak heran, bila perempuan cantik yang akrab disapa Eci ini, kerap melakukan perawatan di salon maupun klinik kecantikan secara rutin. Kebiasaan yang kemudian berubah menjadi hobi ini pada akhirnya menginspirasi Eci untuk dijadikan sebuah bisnis. ”Saya termasuk orang yang lebih suka melihat perempuan cantik dibanding laki-laki tampan. Dan saya bercita-cita membuat para wanita bertambah cantik. Misalnya ada orang yang menurut saya penampilannya ada yang kurang, saya sarankan untuk melakukan suatu treatment agar bertambah cantiknya. Karena passion inilah saya terdorong untuk buka Glowup Studio by Nancy di tahun 2022 dan menjadi investor di HOM Aesthetic Skin and Slimming Clinic pada Desember 2024 lalu,” cerita Eci.

Manfaatkan Digitalisasi. Sejak awal menjalankan bisnis, Eci bukan hanya menerapkan strategi marketing konvensional dengan mempromosikan bisnisnya kepada teman maupun sesama orangtua murid anak-anaknya secara langsung, tapi juga memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan brand awareness.
Lewat akun Instagram pribadi, secara rutin ia membagikan konten-konten terkait treatment yang ditawarkan. Mulai dari video yang menunjukkan layanan di salon, testimoni pelanggan, hingga edukasi tentang perawatan rambut dan kecantikan. Konten-konten ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai edukasi bagi calon pelanggan yang ingin mengetahui lebih jauh tentang layanan yang ditawarkan.
”Saat ini, pembuatan dan editing konten masih saya tangani sendiri, termasuk dalam merancang konsep cerita yang menarik. Sempat mencoba bekerja sama dengan tim konten, namun hasilnya belum sesuai ekspektasi. Oleh karena itu, ke depan ada kemungkinan untuk kembali mempertimbangkan tim yang lebih cocok dengan visi Glowup Salon,” tuturnya.
Lewat konten-konten yang dibagikan, customer yang tertarik untuk datang bukan hanya masyarakat umum, tapi ada juga kunjungan dari artis yang datang dan membayar sendiri tanpa skema endorsement. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diberikan sudah cukup menarik perhatian kalangan public figure.
Selain itu, Eci juga melakukan optimalisasi Google My Business dan SEO (search engine optimization), yakni pengoptimalan mesin pencari. Karena saat ini banyak orang yang menanyakan berbagai hal kepada Google, termasuk soal salon kecantikan recommended. Untuk itu, Eci berupaya memastikan bahwa Glowup Studio by Nancy dan HOM Aesthetic memiliki profil Google My Business yang lengkap, ulasan positif dari pelanggan, serta kata kunci yang relevan di media sosial dan website. Sehingga kemungkinan untuk ditemukan oleh calon pelanggan baru akan semakin besar.
Ragam Treatment. Di era industri kecantikan yang semakin berkembang, Glowup Studio by Nancy hadir dengan konsep pelayanan yang mengutamakan kenyamanan dan pengalaman pelanggan. Dengan target merket yang berasal dari semua kalangan, mulai dari anak SMA hingga kaum ibu, Glowup Studio by Nancy menawarkan ragam treatment modern. Di salon ini, customer dimanjakan dengan perawatan rambut seperti Hair Cutting Treatment, Hair Spa Treatment, Hair Coloring Treatment, Hair Smooting Treatment, Waxing Treatment, Nail Treatment, Lash Treatment, Brow Treatment hingga Reflexy.
Dijelaskan Eci, semua treatment yang ditawarkan Glowup Studio by Nancy telah dipelajari melalui kursus. Selaku owner, Eci bahkan menguasai hampir semua jenis treatment kecuali haircut, yang membutuhkan keterampilan khusus. Dalam hal pelatihan karyawan, ia mempercayakan proses pendidikan dan pelatihan kepada orang kepercayaannya. Karyawan lama disekolahkan terlebih dahulu agar bisa melatih karyawan baru, memastikan bahwa standar layanan tetap terjaga.
”Di HOM Aesthetic, kami menawarkan ragam treatment yang lebih lengkap dan didukung oleh tenaga ahli profesional, mulai dari Dokter Aesthetic, Psikolog, Ahli Gizi maupun therapis dan perawat. Karena yang kami tawarkan bukan sekedar perawatan wajah dan tubuh, tapi juga holistic care. Kami juga mendatangkan peralatan canggih termutakhir dari luar negeri, yang disesuaikan dengan trend terbaru dunia kecantikan,” papar Eci.
Membangun Kedekatan. Saat ini, dunia kecantikan semakin ramai dengan banyaknya salon dan klinik kecantikan baru yang bermunculan. Bagi Eci, hal ini bukanlah sebuah hambatan, melainkan tantangan untuk terus berkembang. “Sekarang banyak sekali salon dan klinik kecantikan, persaingannya ketat. Salag satu cara saya mempertahankan bisnis ini adalah dengan membangun hubungan dekat dengan pelanggan,” ujar Eci.
Baginya, bukan hanya kualitas layanan yang penting, tetapi juga bagaimana pelanggan merasa nyaman dan betah. Itulah yang membuat Glowup Studio by Nancy dan HOM Aesthetic berbeda. Karena di sana para pelanggan bukan hanya mendapatkan perawatan, tetapi juga merasa diterima dengan hangat.
Selaku Owner Glowup Studio by Nancy, Eci senantiasa menanamkan budaya keramahan kepada seluruh karyawannya. “Saya selalu kasih contoh dulu. Saya bilang ke karyawan, ‘Senyum ya, kita ramah ya,’ tapi tetap lihat situasi. Ada juga pelanggan yang tidak suka diajak ngobrol, jadi harus tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam,” jelas Eci.
Suasana kekeluargaan ini semakin terasa dengan kebiasaan makan bersama antara karyawan dan pelanggan. “Kita sering makan bareng pelanggan, jadi suasananya kayak teman sendiri. Biasanya aku juga tawarin makan dulu, meski sekedar semangkuk Mie Rebus,” tambahnya.

Bagi Eci, keramahan adalah prioritas utama dalam pelayanan. Dengan menciptakan suasana yang nyaman dan akrab, pelanggan merasa dihargai dan akhirnya menjadi loyal. Strategi ini terbukti berhasil, karena banyak pelanggan yang memberikan review positif, terutama tentang pelayanan yang ramah dan menyenangkan. Selain itu, pelanggan yang merasa nyaman biasanya akan merekomendasikan Glowup Studio by Nancy ke teman-teman mereka, sehingga bisnis ini terus berkembang dari mulut ke mulut.
Selain itu, untuk memastikan setiap pelanggan mendapatkan layanan terbaik dengan suasana yang nyaman, Glowup Studio by Nancy memberlakukan sistem booking minimal H-1. “Karena jumlah karyawan kami masih terbatas, hanya 4 orang, maka kapasitas pelayanan maksimal adalah empat pelanggan sekaligus. Jadi 1 orang karyawan menangani 1 orang pelanggan. Namun sistem booking ini juga bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi, jika salon tidak terlalu ramai maka pelanggan bisa langsung datang tanpa reservasi sebelumnya,” tambah Eci.
Bagi Eci, kenyamanan pelanggan adalah prioritas utama. Untuk itu jika ada pasangan suami-istri yang datang, maka pelanggan hijabers akan didahulukan atau diberikan jadwal berbeda untuk menjaga kenyamanan mereka. ”Ke depan, Glowup Salon juga akan menghadirkan ruang khusus hijab agar lebih private,” imbuhnya.
Siap Autopilot. Eci menyadari bahwasanya dalam industri kecantikan yang terus berkembang, memiliki sistem bisnis yang solid adalah kunci untuk mempertahankan kualitas layanan sekaligus memungkinkan dirinya lebih fokus pada pengembangan usaha. Saat ini, Glowup Studio by Nancy telah mencapai tahap di mana operasionalnya bisa berjalan dengan baik tanpa kehadiran Eci secara langsung. Dengan sistem yang sudah tertata, tim yang bisa diandalkan, serta pengawasan ketat, salon ini siap untuk terus berkembang secara autopilot.
Salah satu faktor utama yang membuat Glowup Studio by Nancy bisa berjalan secara mandiri adalah adanya dua orang kepercayaan yang telah lama bekerja di salon. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan layanan tetap berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, CCTV juga dipasang di salon untuk memantau aktivitas di tempat, memberikan rasa aman baik bagi karyawan maupun pelanggan.
Dengan sistem tersebut, Eci bisa lebih leluasa mengatur strategi bisnis ke depan tanpa harus selalu berada di lokasi. Ini juga menunjukkan bahwa Glowup Studio by Nancy bukan hanya sekadar bisnis yang mengandalkan kehadiran pemilik, tetapi sudah berkembang menjadi usaha dengan sistem yang professional.

Menjadi Berkat Bagi Banyak Orang
Bagi Eci, menjalankan bisnis bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Karena itu, ia tidak hanya fokus pada perkembangan bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang besar. Selain memastikan bahwa bisnis-bisnisnya berjalan dengan sistem yang baik, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Salah satu proyek sosial terbesar yang sedang dijalankan Eci adalah pembangunan gereja di pedalaman Papua. Ia melihat bahwa daerah tersebut masih sangat kurang diperhatikan, sehingga tergerak untuk membantu. ”Saat ini, pembangunannya sudah mencapai 90%, dengan bangunan utama sudah selesai dan tinggal penyelesaian toilet,” ujarnya.
Yang membuat proyek ini lebih istimewa adalah bahwa semua biaya pembangunan berasal dari keuntungan bisnisnya sendiri, tanpa mengandalkan donasi atau bantuan eksternal. Hal ini menunjukkan bahwa bagi Eci, bisnis bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga menjadi sarana untuk memberi dampak positif bagi masyarakat.
Selain itu, Eci juga kerap memborong dagangan pedagang kecil lalu membagikannya kepada orang lain atau memberikan sembako kepada karyawan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kesejahteraan mereka.
Menariknya, bagi Eci, berbagi bukan dilakukan karena ingin mendapatkan pujian atau balasan, melainkan sudah menjadi kewajiban sebagai manusia. Ia percaya bahwa karena sudah diberikan rezeki lebih dulu, maka sudah sepantasnya berbagi dengan orang lain tanpa mengharapkan feedback atau efek tertentu.

Membangun Generasi dan Kemandirian Finansial
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, Eci pun menyadari bahwa ibu memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk akhlak dan budi pekerti anak-anaknya. Baginya, pendidikan moral lebih utama dibandingkan sekadar pencapaian akademis.
”Generasi saat ini menghadapi tantangan moral yang semakin kompleks. Banyak nilai-nilai luhur yang mulai luntur, sehingga peran ibu sangat krusial dalam menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik. Seorang ibu bukan hanya bertugas mengasuh anak secara fisik, tetapi juga membentuk karakter mereka sejak dini. Untuk itu, pendidikan moral di rumah harus menjadi prioritas, karena ibu adalah sosok yang paling dekat dengan anak-anak dan memiliki pengaruh besar dalam membentuk nilai-nilai kehidupan mereka,” tutur istri dari Aguswan Sihotang dan ibu dari Luis Marcello Sihotang serta Gwen Marcella Sihotang ini.
Selain itu, meskipun secara finansial sudah cukup dari suami, ia tetap memilih untuk membangun bisnisnya sendiri, bukan hanya untuk kepuasan pribadi tetapi juga agar bisa berbagi lebih banyak dengan orang lain. Ia pun merasakan kepuasan batin ketika melihat orang lain tampil lebih cantik dan percaya diri, setelah menjalankan treatment di Glowup Studio by Nancy maupun HOM Aesthetic.
”Meskipun di awal membuka bisnis suami yang menjadi investor utama, namun dalam pengelolaannya ia menyerahkan keuntungan dan pengembangannya kepada saya. Sehingga saya lebih leluasa menggunakan pendapatan bisnis untuk berbagi kepada sesama. Selama itu adalah hasil kerja keras saya sendiri, maka saya bebas menggunakannya untuk membantu orang lain. Namun, jika menggunakan uang suami, maka saya akan meminta izin terlebih dahulu sebagai bentuk komunikasi dan penghormatan dalam rumah tangga,” tekannya.
Koleksi Kain Berbagai Daerah
Meski dalam keseharian senantiasa tampil casual, namun dalam moment tertentu Eci tak segan mengenakan kebaya yang dilengkapi dengan kain batik, ulos ataupun songket. Perempuan berdarah Batak yang lahir dan besar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini, bahkan memiliki beberapa koleksi kain dari berbagai daerah, seperti Pekalongan, Medan dan Palembang.
“Untuk koleksi kain, biasanya saya datang langsung ke daerah setempat agar bisa memastikan kualitasnya. Sedangkan untuk kebaya, biasa desainnya saya rancang sendiri, kemudian dijahit oleh penjahit langganan,” ungkap Eci, yang biasa mengenakan kebaya saatacara pernikahan maupun pertemuan paguyuban Batak di Jakarta.
