MajalahKebaya.com, Jakarta – Kekayaan bumi Pertiwi yang berlimpah dengan ciri khas yang unik merupakan ladang usaha yang seharusnya tak akan habis untuk dieksplor. Hal terpenting yang dibutuhkan adalah kejelian dan kepiawaian bagaimana mengemas secara inovatif dan kreatif agar bisa bersaing di tengah arus globalisasi yang sangat masif menciptakan perubahan gaya hidup modern yang semakin lama semakin jauh meninggalkan nilai-nilai tradisional. Itulah yang dilakukan pengusaha tangguh dan ulet Siti Nurlaila, yang telah membuktikan makanan khas daerah bisa berjaya dan seukses memikat hati konsumen. Resto Dapur Coet miliknya bagaikan oase yang menjawab kerinduan masyarakat akan makanan tradisional rumahan yang kaya citarasa.
Namun, untuk mencapai kesuksesan diakui Laila, sapaan akrabnya, tidaklah mudah. Selain banyak usaha sejenis, tren makanan modern saat ini sangat variatif. Menurutnya, kreativitas dan inovasi adalah syarat mutlak mencapai kesuksesan. “Semakin berkembangnya zaman, persaingan semakin ketat. Sebagai seorang entrepreneur, tentunya penting sekali dari sejak awal menciptakan bisnis yang sustainable. Memiliki strategi bagaimana caranya agar produk yang kita jual bisa selalu relevan untuk konsumen. Salah satunya dengan memiliki kemampuan untuk terus kreatif dan berinovasi. Tetapi perlu diingat juga inovasi digital tersebut tidak meninggalkan authenticity produk yang sudah dibangun dari awal,” tegasnya.

Sebagai pengusaha, keahlian untuk selalu keep up dengan trend baru merupakan hal yang perlu diperhatikan. Inovasi yang dilakukan Laila dengan selalu membuat produk makanan baru dan dikemas di social media dengan content yang kreatif agar konsumen penasaran dan akhirnya menjadi pelanggan setia. Ia juga selalu berdiskusi dengan anak muda yang ahli di bidang digital, sebagai strategi pemasaran yang terus dilakukan.
“Oleh karena itu, dibutuhkan strategi kolaborasi yang bisa dilakukan dengan banyak pihak. Mulai dari pihak media, mengikuti berbagai event yang berpotensi untuk menjangkau banyak konsumen baru, dengan para food vlogger, bahkan sampai government,” ujar Laila.
Dapur Coet Semakin Memikat Hati Konsumen
Mengusung nama yang unik Dapur Coet, bukan tanpa alasan dipilih Laila untuk nama restonya. Dapur Coet memiliki ciri khas unik dengan kata ‘Coet’, yang dalam bahasa Sunda berarti tempat mengulek sambal. “Kami mengusung konsep open kitchen, di mana setiap konsumen dapat menyaksikan langsung proses memasak, termasuk mengulek sambal, dengan banyak coet yang kami display di stall. Selain itu, konsep siap saji juga digemari konsumen karena begitu mereka duduk, waitress kami segera menyajikan menu utama di meja, mirip dengan konsep rumah makan Padang,” tuturnya.
Konsep dan ciri khas inilah yang menjadi kekuatan Dapur Coet semakin berkembang pesat. Saat ini, Laila sedang fokus melebarkan sayap ke area Jakarta, karena banyak konsumen setia di luar Cikarang yang ingin menikmati masakan khas Dapur Coet setiap hari. Dengan demikian Dapur Coet lebih dikenal luas sebagai penyedia masakan tradisional Sunda yang autentik.
“Saya telah menekuni bisnis Dapur Coet sejak 2011, dan bisa dibilang ini adalah ‘anak kesayangan’ saya. Passion saya di bidang F&B/kuliner sangat kuat, dan saya sangat menikmati setiap prosesnya. Sebagai warga negara Indonesia, saya paham betul bahwa Indonesia kaya akan kuliner yang diakui di berbagai negara. Sebagai pelaku bisnis F&B, saya bangga bisa berkontribusi memperkenalkan masakan Indonesia, khususnya Sunda/tradisional, baik di dalam negeri maupun ke mancanegara, dan berharap bisa mencapai pasar internasional,” ungkap Laila bersemangat.
Selama perjalanan merintis Dapur Coet, Laila telah memahami berbagai kebiasaan konsumen terkait makanan, mempelajari tren makanan, dan lain-lain. Ia melihat, bisnis F&B terus berkembang, mulai dari coffee shop, bakery, hingga restoran. Karena makanan adalah kebutuhan primer, bisnis F&B tidak pernah mati. Bagi Laila, menciptakan bisnis yang berkelanjutan, bukan sekadar mengikuti tren sementara, ia pun menyajikan makanan yang dibutuhkan sehari-hari. Makanan rumahan seperti ini selalu membuat orang rindu, terutama karena orang Indonesia tak pernah jauh dari sambal. Dengan kombinasi nasi, ayam goreng, sayur asem, pepes, dan sambal, makanan Dapur Coet bisa dinikmati semua kalangan, mulai dari pelajar hingga keluarga.

UMKM Harus Terus Didorong untuk Maju
Tidak semua UMKM setangguh dan sesukses Laila. Ia menyadari, khususnya UMKM perempuan masih menghadapi tantangan seperti akses modal, teknologi, dan pasar. Menurutnya, untuk meningkatkan daya saing, Pemerintah perlu memperluas pelatihan dan akses pembiayaan, masyarakat harus mendukung produk lokal, dan UMKM perlu terus berinovasi serta meningkatkan kualitas produk.
Selain peluang yang besar bagi UMKM untuk menciptakan produk-produk kreatif, ada banyak kendala dan tantangan yang dihadapi. “Tantangan utama ekonomi kreatif bagi perempuan adalah keterbatasan akses ke sumber daya, edukasi, dan jaringan. Peluangnya terletak pada digitalisasi yang terus berkembang serta terbukanya pasar global. Dukungan dalam bentuk pelatihan dan kolaborasi dapat memperkuat peran perempuan di ekonomi kreatif,” tegas Laila.
Kunci Sukses dalam Bisnis
Dalam bisnis kuliner, Laila juga memiliki brand Catering Ayudya dan Seharum Kue. Ia tetap fokus pada tujuan utama, mengenalkan citarasa dan budaya kuliner Indonesia kepada khalayak. Ia bertekad tujuan besarnya tercapai, yaitu menjadikan bisnis kulinernya sebagai tujuan rekomendasi kuliner bagi masyarakat Indonesia dan wisatawan mancanegara.
Begitu pun dengan bisnis property, melalui Hasanah Land, Laila tetap memperhatikan keberlangsungan lingkungan dengan mengusung hunian millenial strategis dengan konsep Smart and Green Residence. Hunian yang berada di lahan hijau daerah Cikarang, Bekasi ini nantinya akan memiliki program peduli sampah dengan pemilahan jenis sampah lingkungan, hemat energi dengan penggunaan solar panel system, zero waste lifestyle dengan mengurangi penggunaan bahan sekali pakai dan mengoptimalkan daur ulang, mengurangi emisi karbon, serta mengelola pengolahan limbah minyak sayur bekas pakai.
Satu keyakinan Laila, selain kerja keras, fokus, dan komitmen, kesuksesan yang diraih hingga detik ini adalah berkat ridho Allah, doa orang tua, keluarga, dan bisa jadi adalah timbal balik dari kebaikan-kebaikan yang dilakukan. Agar tetap terus menjadi pribadi yang pandai bersyukur, perempuan dengan hobi mengeksplor jenis masakan nusantara ini berupaya untuk terus menebar kebaikan.
“Saya fokus dalam berbisnis tetapi tidak ngoyo. Karena bagi saya, tidak melulu urusan mendapatkan uang tetapi bagaimana bisa bermanfaat bagi keluarga, adik-adik, karyawan dan keluarganya, masyarakat luas, dll. Jadi saya menjalankan bisnis seperti air mengalir saja, karena kenikmatan tidak bisa diukur dari keuntungan materi saja,” tegas Laila.
Laila rutin berbagi di setiap Jumat bagi mereka yang tidak mampu, menjadi orang tua asuh bagi anak yatim dari karyawan yang sudah meninggal, secara periodik bekerja sama dengan Yayasan Sosial, salah satunya CTARSA Foundation sebagai donatur di berbagai kegiatan sosial, menyekolahkan anak yatim, hingga yang terbesar menjadi niat mulianya adalah mewakafkan sebagian lahan di Hasanah Land untuk digunakan sebagai tempat berdirinya rumah ibadah, sebagaimana yang diinginkan oleh Ibunda tercinta.

“Saya bekerja sama dengan beberapa foundation dan yayasan sebagai donatur tetap. Dan saya berusaha konsisten. Saya sedekah tidak berfikir akan mendapat balasan. Tapi memang karena rasa sayang dan empati. Melihat adik-adik happy itu salah satu mood boster saya.”
Selain itu, Laila memiliki kepedulian yang tinggi pada sesama, terutama perempuan, karena didorong keinginan yang kuat dalam dirinya agar semua perempuan bisa maju, sejahtera, dan mandiri. Ia menjadi contoh dan inspirasi bagi perempuan lain untuk meraih kebebasan finansial yang mandiri. Tidak heran, bebarapa waktu lalu, Laila mendapat Penghargaan sebagai Perempuan Pemberdaya Perempuan, Woman Empower Woman Award 2024, dari Majalah Kebaya Indonesia dan Majalah Inspiratif bekerja sama dengan Kemenparektaf.
Laila yang hobi dan sangat menikmati travelling, mengunjungi berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri untuk membuka perspektif baru, memperluas wawasan, dan bertemu orang baru, mengakui itu bisa mengubah mindset-nya untuk selalu bersyukur dan berpikir positif, baik dalam kehidupan pribadi maupun bisnis. Ia ingin lebih banyak berdampak bagi orang lain, dan berharap kemampuan, perjalanan, dan pelajaran yang ia lalui bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk menjadi lebih baik.
Dedikasi dan Tanggung Jawab untuk Keluarga
Berasal dari keluarga serba berkecukupan, tidak lantas membuat Laila berpangku tangan menikmati segala kemewahan dan privilege yang ada. Besar dan dididik dalam keluarga berlatar belakang pengusaha sukses, ia justru menerima tatar langsung dari ayahnya untuk menjadi orang yang berkepribadian tegas, gigih, dan pantang menyerah. Nilai-nilai juang yang terpatri dalam diri inilah yang mengantar Laila bisa mencapai keberhasilan seperti saat ini. Karena itu, ia menjadikan Sang Ayah tercinta yaitu H. Jari Kamaludin, sebagai sosok inspiratif dalam hidupnya.
Jiwa entrepreneurship yang mengalir kuat dalam diri Laila merupakan gemblengan dan tempaan Ayah tercinta. Tak heran, perempuan kelahiran Bekasi, 1 April ini, sudah berhasil menggeluti berbagai bisnis pribadi sejak ia lulus kuliah dari jurusan Bisnis di Negara Kanguru, Australia. Mulai dari bisnis kecantikan, kuliner, hingga property. Kini pun tangan dinginnya menorehkan kemajuan yang signifikan dalam bisnis-bisnis yang ia tangani.
Sebagai seorang perempuan, Laila memiliki hati yang lembut, dan ia selalu berusaha berempati serta peduli pada sesama. Semua itu merupakan bekal dan nilai hidup yang telah ditanamkan oleh Sang Ibu, Hj. Siti Hasanah, yang telah berpulang ke Hadirat Sang Pencipta, 12 tahun lalu. Sebuah kehilangan yang sangat besar, di mana ia merasa berada pada titik terendah dalam hidupnya. Namun, menyadari tanggung jawabnya sebagai anak sulung dari tujuh bersaudara, Laila segera bangkit menjadi perempuan yang semakin tangguh dan terus berupaya menorehkan hasil kerja nyata demi membantu dan mendampingi adik-adiknya meraih kesuksesan, dan bermanfaat bagi banyak orang.
Laila sangat memahami peran orang tua dalam meraih suksesnya hingga hari ini sangatlah penting. Karena itulah, ia juga berupaya penuh untuk menjadi sosok orang tua perhatian, tegas, dan sumber inspiratif bagi putri semata wayangnya, Kyra Ayudia.
Sejak kecil Ayu, panggilan akrab putrinya, sudah dididik menjadi seorang anak yang perlu berjuang untuk meraih segala sesuatu. Laila mendidik Ayu menjadi pribadi lemah lembut, berhati pemurah dan senang berbagi, dan memiliki kepedulian tinggi. Ia ingin memberikan peluang kepada Ayu menjadi entrepreneur muda, apalagi Ayu memiliki kesamaan minat terhadap dunia usaha seperti dirinya. Laila berharap suatu saat nanti perusahaan yang sudah dibesarkannya akan dipimpin oleh Ayu.
Ayu didukung penuh menggembleng dirinya menjadi lebih baik. Mulai dari mengenyam pendidikan formal di sekolah terbaik dan lulus double degree International Business di salah satu kampus Singapura dan lulusan University of Birmingham UK. Menempa diri melalui pendidikan non formal seperti sekolah business Bong Chandra, John Robert Power, serta belajar serba serbi dunia pengusaha dari beragam workshop, hingga yang terbaru Ayu bergabung ke dalam tim CXO, perusahaan industri kreatif milik pengusaha muda sukses di Indonesia.
