Profil

Nancy Adistyasari, Eksistensi Perempuan untuk Berdaya dan Menghasilkan Karya

MajalahKebaya.com, Jakarta – Perempuan dapat meraih impian dan memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain. Prinsip ini yang menjadi motivasi Nancy Adistyasari untuk berkarier mengembangkan diri dengan sepenuh hati, khususnya di sektor perbankan dan keuangan. Ia berhasil membangun karier yang kuat di sektor tersebut dengan latar belakang pendidikan di bidang Teknik dan Manajemen serta keahlian yang mendalam.

Saat ini, wanita cantik kelahiran Bojonegoro, 15 April 1981 ini, menjabat sebagai Direktur Komersial dan UMKM PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (Bank BJB). Di bawah kepemimpinannya, Bank BJB meluncurkan berbagai inisiatif untuk mendukung pengembangan pada sektor korporasi dan komersial serta UMKM di Indonesia. Ia berperan penting dalam merancang strategi untuk memperluas akses ke layanan keuangan, mendukung pertumbuhan bisnis kecil, menengah, dan besar. Dalam waktu singkat, Nancy dan Direksi lainnya berhasil memperkuat posisi Bank BJB sebagai mitra terpercaya bagi pengusaha lokal.

Selain itu, lulusan Sarjana Geofisika dan Meteorologi, Institut Teknologi Bandung dan Magister Manajemen Binus University ini, aktif dalam memberikan pelatihan dan bimbingan kepada karyawan dengan fokus pada pengembangan keterampilan manajerial dan teknikal. la juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan melalui pelatihan pengembangan pribadi dan profesional. Dengan pendekatan ini, Nancy berharap dapat memfasilitasi pengembangan kepercayaan diri dan kemampuan yang diperlukan bagi karyawan untuk mencapai kesuksesan dalam karier mereka dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Bank BJB dan masyarakat.

Nancy mengawali karier di Bank Mandiri melalui ODP (Officer Development Program) di tahun 2004. Setelah lulus ODP, ia ditempatkan di Kantor Cabang Batam dan Tanjungpinang selama dua tahun lalu ke Corporate Banking dan terakhir ke Commercial Banking. Sebelum menjabat sebagai Direktur Komersial dan UMKM, ia pernah menjabat sebagai Senior Relationship Manager, Vice President Sector Energy dan Senior Vice President Commercial Banking 5.

Selama 15 tahun menjalani karier di Bank Mandiri, Nancy banyak membidangi bagian kredit dan berhasil memiliki perjalanan karier yang gemilang. Buktinya, ia berhasil mencapai posisi setara Pemimpin Divisi di usia 37 tahun. Ketika itu masih jarang perempuan yang berhasil menduduki posisi penting di perusahaan. Namun Nancy berhasil mendapatkan pengalaman berarti dalam memimpin suatu organisasi.

“Saat bergabung dengan Bank BJB sebagai Direksi, saya menjadikannya sebuah tantangan dan peluang untuk mencoba sesuatu yang baru yang dirasa mampu untuk dicoba.”

Beberapa waktu lalu Nancy berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Women 2024 dari Majalah Infobank, atas karya dan dedikasinya di sektor perbankan. Juga Penghargaan Perempuan Pemberdaya Perempuan ‘Woman Enpower Woman Award 2024’ dari Majalah Kebaya Indonesia dan Majalah Inspiratif bekerja sama dengan Kemenparekraf. Nancy, menjadi salah satu perempuan yang memberikan inspirasi bagi perempuan Indonesia lain dan bukti bahwa setiap perempuan dapat meraih impian dan memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain. Ia mengajak para perempuan di Indonesia untuk melangkah maju, tidak takut terhadap berbagai tantangan karena mereka yang berjuang akan selalu mendapatkan kesempatan pertama untuk meraih kesuksesan.

Menurut Nancy, data saat ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia digerakkan oleh belanja rumah tangga karena itu dalam rumah tangga perempuan merupakan menteri keuangan. Peran perempuan itu sangat besar dalam sektor ekonomi, tetapi seringkali penggambaran perempuan masih sangat kecil dikarenakan kebanyakan peran diisi sebagai ibu rumah tangga, padahal banyak sekali perempuan-perempuan yang mengisi dan berperan dalam organisasi yang berhubungan dengan ekonomi, sosial, politik dan pemerintahan.

“Untuk memberdayakan perempuan, banyak sekali program yang dibuat khusus perempuan mikro dan ultramikro di antaranya program Amarta, program bincang bisnis ada beberapa sesi khusus perempuan seperti pelajaran marketing yang bagus, packaging yang bagus, pengawetan makanan dan sebagainya. BJB juga bekerja sama dengan Pemerintahan Jawa Barat dengan nama Sekoper Cinta. BJB berusaha menaikkan peran perempuan dalam banyak hal dengan bekerja sama dengan instansi terkait.”

Tantangan Perempuan Indonesia. Perempuan Indonesia dalam mengaktualisasikan dirinya dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya digitalisasi. Menurut Nancy, beberapa perempuan belum terlalu paham perihal digitalisasi dan harus berani belajar. Perempuam harus membuat gebrakan di bidang digitalisasi. Tak hanya itu saja, selanjutnya perempuan harus memahami tentang globalisasi. Globalisasi lebih kepada mindset apalagi perempuan itu ada keterbatasan dikarenakan pengelolaan rumah kebanyakan dilakukan oleh perempuan, maka dari itu perlu banyak support dari lingkungan sekitar agar berani untuk membuat gebrakan gebrakan baru.

Tantangan selanjutnya adalah mindset dan statement. Mindset yang mengungkapkan bahwa kebanyakan perempuan tidak pantas mempunyai wibawa lebih dibanding laki-laki dan statement sosial di mana perempuan harus mengurus anak serta keluarga.

“Lingkungan sekeliling perempuan sangat mempengaruhi pengembangan diri perempuan itu sendiri, dikarenakan support yang positif ditambah perempuan itu juga mempunyai skill yang bisa dilatih dia akan berkembang dengan sendirinya. Eksistensi perempuan pada saat ini sedang naik dikarenakan banyaknya top management yang diisi oleh perempuan dikarenakan perempuan mampu menduduki jabatan tersebut.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top