Profil

Siti Rizky Amalia, Konsisten Memajukan dan Melejitkan Keberdayaan Masyarakat Kalimantan Timur

MajalahKebaya.com, Jakarta – Panggilan hati dan passion untuk memberdayakan masyarakat serta memajukan tanah kelahiran, memotivasi wanita cantik dan energik Siti Rizky Amalia, S.E., M.M., Ak., CA untuk aktif berkecimpung dalam berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan. Jiwanya yang selalu tergugah melihat kondisi masyarakat mengantarnya menjadi seorang aktivis sosial, pegiat pendidikan, dan pebisnis sukses. Agar kontribusi dan perannya lebih luas menjangkau sendi-sendi kehidupan masyarakat, ia pun mendedikasikan diri sebagai Anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2019-2024.

Sejak muda, Rizky memang sudah terjun ke dunia organisasi dan seni. Pada usia belia, ia tercatat sebagai Anggota Teater Yupa di Universitas Mulawarman, Anggota PKBI Kalimantan Timur, dan Bendahara Forum Remaja Kalimantan Timur. Ia juga menjadi Anggota Bidang II HIPMI Kalimantan Timur. Melihat reputasi dan kesungguhan Rizky dalam kegiatan-kegitan komunitas maupun organisasi, ia kemudian dipercayakan memimpin berbagai organisasi. Antara lain, menjadi Ketua PRSI Kutai Timur, Ketua LASQI Kutai Timur, Ketua Wanita Syarikat Islam Kutai Timur, Ketua Dewan Kesenian Kutai Timur, dan Ketua PERBASI Kutai Timur.

Dengan berbagai jabatan yang pernah maupun sedang diembannya, Rizky merupakan sosok perempuan asli Kalimantan Timur yang konsisten memajukan tanah kelahirannya. Keseharian seorang Siti Rizky Amalia tak lepas dari perannya sebagai ibu sekaligus leader di berbagai organisasi, perusahaan, maupun yayasan pendidikan.

Peran Penting Kreativitas dan Inovasi

Perempuan kelahiran Samarinda, 7 Juli 1990 ini, menyadari betul bahwa kreativitas dan inovasi merupakan kunci untuk melakukan berbagai perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di Kalimantan Timur. Rizky melihat kreativitas dan inovasi sangat penting karena berdampak positif bagi peradaban manusia, terutama di era digitalisasi ini. Ia melihat salah satu peran digitalisasi berujung pada pengembangan dan perluasan bisnis. Di tengah pesatnya pertumbuhan UMKM, kemampuan untuk kreatif dan inovatif menjadi sangat strategis.

“Masyarakat harus mampu menerima tantangan globalisasi dan melek secara digital, seperti kita tahu peran digitalisasi saat ini mendominasi kehidupan masyarakat, karena itu harus bisa dimanfaatkan secara optimal, misalnya masyarakat yang mempunyai bisnis bisa melakukan promosi secara digital, juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan kegiatan yang positif,” ungkap Rizky.

Terkait kreativitas dan inovasi, Rizky memiliki sebuah mimpi besar sebagai sociopreneur. Berawal saat kuliah S2 Magister Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, ia membuat makalah tentang platform bisnis bertajuk MAOS, yaitu sebuah aplikasi digital yang menjadi wadah bagi masyarakat pelaku UMKM untuk menjual produk mereka. Dan yang membuat istimewa aplikasi ini mempunyai fitur FUND yang menjadi basis penggalangan dana bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Ini adalah cita-cita yang akan saya seriusi, karena aplikasi digital yang saya rancang ini berkonsep bisnis sosial, jadi tidak hanya memajukan bisnisnya tapi juga mengemban misi sosial,” ujar Rizky.

Ibu dari Siti Sherania Rosezaviera dan Siti Aulia Rose Qamela ini juga dikenal sebagai pegiat pendidikan. Ia mendirikan sekolah PAUD Yayasan Prima Adinda delapan tahun lalu, dan kini telah menjadi lembaga pendidikan usia dini yang holistik dan terintegrasi dengan Posyandu. Tak hanya PAUD, Yayasan Prima Adinda juga memiliki kelas untuk usia 3 tahun dan daycare dengan fasilitas sekolah terlengkap.

Hebatnya, Yayasan Prima Adinda ini juga mengusung konsep sosial dan pemberdayaan masyarakat. Sekolah ini memiliki cabang untuk anak-anak tidak mampu dan memberlakukan subsidi silang untuk pembayaran SPP. Tujuannya tentulah agar anak-anak di Kutai Timur bisa memperoleh pendidikan yang layak sejak usia dini.

Tak hanya itu, sebagai Anggota Dewan di Provinsi Kalimantan Timur, Rizky selalu mendukung masyarakat untuk melakukan kegiatan positif. Ia melihat bahwa masyarakat di Kalimantan Timur sangat aktif secara digital. Banyak dari mereka memiliki akun Facebook atau TikTok yang dimanfaatkan untuk mempromosikan usaha, termasuk menggelar live untuk berjualan produk seperti baju.

“Saya sebagai Wakil Rakyat juga memanfaatkan ruang digital untuk sosialisasi kegiatan dan kunjungan saya di tengah masyarakat. Mereka senang dibina, dibantu, dibimbing, dikasih masukan, dan dipedulikan, agar kemudian mereka bisa berkembang secara mandiri. Dan saya selalu siap memfasilitasi kebutuhan yang mereka sampaikan, dengan begitu bantuan dari saya akan tepat sasaran dan tidak mubazir,” jelas Rizky.

Berjuang untuk Pemberdayaan Perempuan

Salah satu aspek penting yang juga diperjuangkan Rizky adalah meningkatkan pemberdayaan perempuan di Kalimantan Timur. Ia bersyukur dalam periode jabatannya sebagai Anggota DPRD Kalimantan Timur, tingkat keterwakilan perempuan meningkat hingga 40 persen. Namun hal tersebut sekaligus menjadi tantangan, yaitu bagaimana mengajak pemilih perempuan untuk memilih calon legislatif perempuan dan bagaimana membuktikan diri bahwa perempuan mampu menjadi Wakil Rakyat yang amanah dan capable.

Menurut Rizky, kesehariannya amat dekat dengan dunia perempuan. Banyak komunitas yang menjadi konstituennya adalah perempuan yang berasal dari majelis taklim, dunia seni, guru, hingga Wanita Syarikat Islam. Dan secara pribadi, Rizky adalah ibu dari dua anak perempuan serta pemimpin bagi banyak karyawan perempuan di perusahaan outsource miliknya.

Saat ini, Rizky melihat ada dua hal yang menjadi tantangan dan kendala bagi perempuan untuk bisa berdaya, terutama dari sisi ekonomi. “Kendala biasanya ada pada modal juga dukungan suami dan keluarga, itu membuat perempuan belum percaya diri, padahal semangat perempuan sangat tinggi. Biasanya saya panggil suami dan istri bersamaan, saya tanya kenapa tidak mengizinkan istri untuk menambah penghasilan keluarga, dan saya yakinkan juga bahwa saya sebagai Wakil Rakyat ingin memberi yang terbaik untuk masyarakat, akhirnya suaminya mengizinkan,” tutur Rizky membagikan pengalamannya terjun membina masyarakat.

Selain meningkatkan pemberdayaan perempuan secara politik dan ekonomi, Rizky pun menyoroti banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan termasuk kekerasan seksual, yang juga terjadi pada anak-anak di desa. Terjun langsung mengurus kasus tersebut, Rizky mendorong perempuan untuk berani berbicara, baik kepada orang yang dipercaya dan lembaga pelindung perempuan, seperti yang disediakan Kementerian PPPA.

“Saya ingin Satpol PP bisa menjaga setiap desa, bekerja sama dengan polisi untuk mencegah dan menindak tegas pelaku pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan,” tegas Rizky.

Perjalanan Karier

Rizky menyebut perjalanan hidupnya sebagai keberuntungan dan anugerah. Dulu ia fokus pada kuliah dan organisasi hingga berhasil menyelesaikan jenjang S2. Tahun 2018 ia mulai mengikuti kontestasi politik dan terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur.

“Passion saya sebenarnya adalah menjadi aktivis sosial dan pebisnis. Saya bahkan pernah menulis kalimat ‘I hate politics’, tapi ternyata Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan saya anugerah sekaligus tantangan dengan menjadi Anggota Dewan. Saya mempelajari politik, dan semakin saya belajar tentang politik, saya semakin menyukainya. Bagi saya, yang jahat adalah oknum, bukan Ilmu Politik. Jika ingin belajar tentang strategi, trik, dan kunci, masuklah ke dunia politik,” ungkap Rizky tentang keputusannya terjun ke dunia politik.

Terlepas dari itu, darah sebagai politisi ternyata memang mengalir deras di tubuh Rizky dari kedua orang tuanya, yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus tokoh politik. Ayahnya, Ir. H. Ismunandar M.T adalah mantan Bupati Kutai Timur. Sedangkan Sang Ibu, Hj. Encek Unguria Riarinda Firgasih, S.H., M. AP adalah mantan Ketua DPRD Kutai Timur.

Meskipun tidak dipaksa untuk meneruskan tradisi politik, kedua orang tua Rizky memang mendorong dan memberi dukungan pada putri sulung mereka. Dari dua bersaudara, hanya Rizky yang terjun ke dunia politik sementara adiknya yang bernama Siti Rizka Nuraisya S.Arch memilih untuk menekuni profesi sebagai arsitek.

Membawa Kutai Timur Lebih Dikenal

Kutai Timur merupakan satu kabupaten di Kalimantan Timur yang penuh potensi baik itu dari pariwisata, seni budaya, maupun sektor ekonomi. Karena itulah Rizky ingin sekali kabupatennya bisa lebih dikenal di tingkat nasional hingga tingkat global. Apalagi saat ini dengan adanya IKN, Kalimantan Timur ikut tersorot, bahkan telah menjadi daerah penggerak utama di wilayah timur Indonesia.

“Saya ingin sekali Kalimantan Timur lebih dikenal, terutama Kutai Timur yang memiliki pariwisata lengkap dari pegunungan, pantai, hingga pulau, kami punya potensi batubara untuk ekonomi, dan untuk kuliner kami punya amplang, gula merah, ikan, serta masih banyak lagi,” tutur Rizky bicara tentang prioritasnya mengangkat potensi luar biasa di daerahnya.

Dengan kesibukannya saat ini, Rizky mengaku telah mendapatkan restu dari keluarga terutama dua putrinya. Karena itulah ia selalu mengoptimalkan waktunya di rumah bersama anak-anak dan suami M. Rodiansyah SE.M.Si.Ak.Ca untuk membersamai mereka dengan hadir utuh untuk buah hatinya. Ia tak pernah lupa untuk menanyakan kabar anak-anaknya, keseharian mereka, juga memastikan anak-anaknya merasa senang dan bahagia.

Di tengah kesibukan, Rizky menjalankan‘me time’ dengan traveling dan meditasi. Baginya, itulah cara terbaik untuk menyegarkan pikiran sekaligus untuk berintrospeksi dan memikirkan langkah ke depan. “Harapan saya terutama untuk perempuan di Kalimantan Timur, kita harus terus belajar, terus mengasah kemampuan, mengedukasi diri, dan memanfaatkan media sosial dengan baik. Jangan lupa untuk melek politik dan mendukung calon perempuan,” pungkas Rizky.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top