Profil

Rini Dwi Setya, SE: Menjadi Kartini Hebat dan Tangguh Tidak Meninggalkan Kodrat

MajalahKebaya.com, Jakarta – Dalam mencari jati diri dan tujuan hidup, kadang perlu ditempuh dengan perjuangan dan cerita hidup yang tidak mudah. Namun, semua getir pahit di dalam perjalanan menata hidup akan menjadikan diri semakin matang, tangguh, dan tegar menghadapi apa pun tantangan yang menghadang. Bahkan akan semakin kreatif, inovatif, dan cerdas menemukan serta menciptakan berbagai terobosan yang lebih baik. Itulah gambaran yang sangat tepat disematkan pada diri seorang wanita cantik dan energik, Rini Dwi Setya, SE., Founder Djamune Nyonya Rin’s, Founder Hijrah Hijab Bandung Direktur Utama PT BSW, Direktur Utama Paxel Tasikmalaya, dan Direktur Utama Paxel Garut.

Reenee, sapaan akrab wanita kelahiran Majalengka, 29 Maret, anak ke-2 dari 4 bersaudara ini, merupakan sosok yang periang dan mudah bergaul. Selain itu, ia sangat realistis menghadapi dan menerima kenyataan hidup. Menyadari kondisi ekonomi keluarga yang sederhana, karena orang tua hanya sebagai PNS biasa, Reenee bertekad untuk mandiri dan berjuang meraih kesuksesan dalam hidup. Karena itu, setelah lulus SMA ia tidak ragu memutuskan untuk mengambil Pendidikan D1 terlebih dahulu, sesuai dengan kondisi keuangan orang tua.

“Orang tua memang belum sanggup menyekolahkan saya ke jenjang S1 karena terkendala biaya, karenanya pada saat itu sambil menjalankan pendidikan saya juga sudah menyambi beberapa pekerjaan freelance seperti menjadi SPG salah satu produk obat dan beberapa pekerjaan freelance lainnya. Setelah lulus D1, saya melamar di salah satu perusahaan outsourcing BUMN menjadi Customer Service dan saat itulah saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah dengan membiayai kuliah sendiri,” kenang Reenee dengan bangga.

Selanjutnya, kurang lebih selama 15 tahun Reenee meniti karier di berbagai bidang. Dari satu perusahaan ke perusahaan lain, dari satu bidang ke bidang pekerjaan yang lain, ia jalani dengan penuh rasa tanggung jawab dan profesional. Kariernya pun mengikuti. Berbagai jabatan penting pada perusahaan dipegangnya karena kemampuan yang dimiliki dinilai sangat mumpuni. Hampir semua bidang pernah dilakoninya, mulai dari retail, ekspedisi, perbankan, property, hospitality, kontraktor sampai manufaktur.

Sukses karena Ridho Suami

Menikah dengan perwira TNI, diakui Reenee bukanlah hal mudah. Selain harus sering ditinggal tugas saat anak-anak masih kecil-kecil, juga tidak bisa dihindari harus siap ikut pindah ke mana pun suami bertugas.

“Salah satu alasan saya memilih untuk bekerja sebagai karyawan swasta adalah agar bisa ikut pindah mengikuti dan mendampingi suami. Saya selalu memegang teguh bahwa pencapaian yang saya dapat adalah karena Ridho suami, karena itu di saat suami sudah meminta untuk mendampinginya, saya harus siap untuk melepas karier walaupun pastinya sangat berat karena saat itu karier sedang ada di atas. Tapi yakinlah bahwa rezeki sudah diatur Allah SWT, dan jangan pernah takut miskin,” tegas Reenee menirukan ucapan suaminya.

Ketika sang suami menyelesaikan masa jabatanya di Bandung dan pindah ke Jakarta, Reenee meminta restu untuk kembali berkarier. “Suami mengizinkan untuk berbisnis saja, selain memiliki waktu yang lebih fleksibel juga tetap bisa mengurus rumah tangga dan anak-anak juga. Suami sangat mendukung dan percaya setiap hal yang saya lakukan. Dengan berbekal pengalaman kerja kurang lebih 15 tahun saya memulai bisnis saya dari nol. Berawal dari membuka Toko Oleh-oleh Bandung kecil-kecilan tetapi tutup karena kurang fokus ditekuni saat masih bekerja. Setelah itu saya menjalankan bisnis Hijab Anti Air, namun karena dihajar pendemi bisnis fahion pun menurun. Kemudian saya beralih ke bisnis masker, dan saat ini membuat produk minuman tradisional jamu. Alhamdulillah dengan produk-produk ini mengantarkan saya mendapatkan penghargaan: Produk Jamu Infused Water Pertama di Indonesia. Brand ‘Djamune Nyonya Rin’s’ diambil dari nama saya yang idenya dari suami tercinta. Dan juga saat ini saya memimpin kurang lebih 25 orang karyawan di perusahaan yang sedang saya jalankan,” ujar ibunda dari Ardefa Hazel Ar-Rafi P.W. (14 thn) dan Adifa Haseena Alludia P.W. (11 thn) ini, dengan bahagia.

Bagi Reenee, ridho suami itu nomor satu. “Saya mau tegaskan untuk para wanita yang sudah berkeluarga, ridho suami itu nomor satu. Suami saya itu fleksibel, demokratis. Jadi saya mau maju dan berkarya itu lebih gampang. Lebih terang jalannya,” yakin Reenne.

Tampilkan Sesuatu yang Unik, Beda, dan Tidak Pasaran

Mengawali bisnisnya ketika sudah berdomisili di Bandung, Reenee memulai dengan membuka Toko Oleh-oleh Bandung dan kerudung. Karakternya yang inovatif dan kreatif sehingga selalu mencari dan menciptakan sesuatu yang ‘beda’ dari yang sudah banyak di pasaran, sehingga tercetus idenya menghadirkan kerudung anti air. Ia pun mengusung brand Hijrah Hijab Bandung, bekerja sama dengan pabrik yang ada di Bandung untuk produksinya, pada tahun 2019.

Namun sayang, tidak lama berselang pandemi Covid19 melanda dunia, tidak terkecuali Indonesia. Usaha hijab Reenee pun mengalami kemunduran karena terjadi penurunan pendapatan yang sangat signifikan. Tidak mau patah arang, ia pun cepat menangkap peluang lain yang cukup menjanjikan, yaitu bisnis masker, khususnya masker organisasi.

“Saya melihat ada peluang yang bagus di usaha masker organisasi. Misal, masker yang warna dan coraknya disamakan dengan lembaga atau instansi. Juga diberi pemanis seperti bordir dan tulisan, atau sesuai permintaan, karena waktu itu memang belum ada yang mengambil peluang ini. Kebetulan ada temen yang mempunyai usaha konveksi, tapi karena pandemi usahanya mundur sampai mem-PHK beberapa karyawannya. Saya kemudian mengajak kerja sama. Alhamdulillah usaha berjalan cukup bagus, paling tidak bisa sedikit menutup sepinya bisnis kerudung, yang tetap saya jalankan meskipun permintaan tidak banyak seperti sebelum pandemi,” ujar Reenee.

Memiliki banyak relasi dan jaringan, karena pengalaman berkarier yang cukup lama dan sudah tertanam citra yang bagus di dunia marketing, sangat membantu penjualan produk-produk buatan Reenee. Customer sudah percaya, produk buatannya pasti berkualitas. Namun, lagi-lagi usaha masker Reenee harus tersendat karena mitra utama pemasok bahan kain terkena Covid.

Jamu Infused Water Pertama di Indonesia

Seakan tidak kapok, Reenee terus mencari peluang bisnis apa yang cocok dan tidak terpengaruh Covid. Tercetuslah ide untuk membuat minuman sehat, berbahan herbal atau jamu, yang bisa dibawa-bawa, dan yang paling penting disukai semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, serta bisa diminum satu keluarga.

Seperti halnya dalam usaha masker, Reenee pun bekerja sama dengan seorang temannya di Cirebon yang memiliki pabrik usaha minuman sirup, yang juga merasakan dampak pandemi cukup berat. Reenee menyiapkan resep jamu untuk diproduksi di pabrik Cirebon.

“Saya membuat jamu kaya minuman kekinian infused water, yang bahan-bahannya bagus, dengan rasa yang tidak manis, sehat dan bisa dikonsumsi harian. Dan jamu ini bisa dan disukai oleh anak-anak dan suami. Yang biasanya kan jamu, anak-anak dan para suami tidak suka. Jamu yang diambil sarinya saja. Tidak ada ampas. Tidak berasa getir, apalagi pahit. Jamu saya tidak seserem pemikiran jamu jaman dulu yang identik dengan pahitttt dan terkesan serem. Dan, setelah membuat beberapa kali revisi, saya coba tawarkan ke banyak temen, ternyata semuanya suka. Jadilah usaha ini mulai berkembang dengan sangat bagus,” tutur Reenee dengan bersemangat.

Ada 3 varian jamu yang ditawarkan Reenee, yaitu Jamu Kunyit Asem (kunyit, asem kawak, daun sirih, dan gula aren); Jamu Jahe (jahe, lemon, madu); dan Jamu Sereh (sereh, temu lawak, kunyit, jahe, dan gula aren). Brand yang diusung Reenee adalah ‘Djamune Nyonya Rin’s’, sebuah nama yang diusulkan oleh sang Suami. “Suatu ketika pas lagi jalan-jalan sama Suami lihat plang salon namanya Rien, lalu spontan Suami bilang ‘itu nama kamu buat merek produk kamu saja. Biar orang tau jamu itu buatan kamu. Orang kan sudah percaya produk yang kamu buat itu bagus’…jadilah mereknya Djamune Nyonya Rin’s.”

Prospek Cerah Bisnis Jamu Kekinian

Reenee sangat antusias dan optimis bisnis jamu kekinian miliknya ini akan berkembang semakin pesat ke depan, karena ia yakin sangat menjanjikan dan memiliki prospek yang cerah. Ia kemudian gencar menguatkan promosi dan pemasaran, baik offline maupun online. Ia juga meberdayakan para reseller yang tersebar hingga ke luar pulau seperti Papua. Niat awalnya untuk membantu meringankan beban orang-orang yang terkena dampak pandemi, terutama yang terkena PHK.

“Tahun 2020 merupakan pencapain yang luar biasa buat saya. Antusiasme masyarakat pada produk jamu kekinian milik saya sangat tinggi. Saya sampai memiliki tidak kurang dari 50 reseller di berbagi kota. Bahkan di satu kota ada yang bisa sampai 5 orang reseller. Penjualan sampai ke luar pulau, seperti Papua. Ide awal merekrut reseller kan buat bantu orang-orang yang terkena PHK karena dampak pandemi. Ternyata di luar itu ada banyak juga yang sudah dan masih aktif bekerja yang nyambi jadi reseller, seperti dokter, apoteker, pengusaha kuliner, ibu-ibu rumah tangga, dosen, dll. Bisnis ini menjanjikan, karena jamu kan abadi ya..dari dulu sampai sekarang jamu itu ada. Tidak musiman, apalagi sekarang semakin banyak orang sadar sehat, daripada membeli minuman yang tidak sehat kan, lebih baik beli jamu,” antusias Reenee.

Selain promosi dan penjualan via online, Djamune Nyonya Rin’s dengan tagline ‘minuman sehat keluarga Indonesia’ yang berkantor pusat di Bandung dan produksi di Cirebon ini, bisa dijumpai di toko-toko yang ada di Bandung, juga ada di Store Lapis Bogor Sangkuriang, Store Bolu Susu Lembang, Yogya Dept Store. Juga tersedia di tempat-tempat wisata, rest area dan lain-lain.

Setiap produk yang dihasilkan harus selalu menjaga kualitas dan pelayanan kepada konsumen. “Bisa juga jamu ini untuk hantaran ke orang sakit, Lebaran dan berbagai acara, ke Rumah Sakit untuk pasien dll. Orang lebih milih beli jamu daripada minuman tidak sehat. Dokter juga menyarankan..karena memang belum pernah ada orang yang alergi jamu kan, alergi kunyit, jahe dll..saya juga banyak belajar dari buku-buku tentang jamu. Ini juga termasuk Jurus Sehat Rasullulah. Mulai belajar kembali ke alam. Kita diciptakan dari tanah kenapa tidak menggali potensi dari alam. Jauhi minum obat-obatan kimia,” ujar Reenee yang menjelaskan bahwa jamu miliknya lebih identik dengan rempah rimpang dalam bentuk infused water yang disukai bahkan anak kecil.

Reenee juga berinovasi agar jamunya bisa dijadikan parcel hantaran sehat untuk berbagai jenis acara, yang diselipkan dengan kartu ucapan. “Hantaran sehat, atau bisa hantaran kue di-mix dengan jamu. Jadi menurut saya sangat bermanfaat ya bila kita kasih hantaran jamu. Selain ada nilai sedekah juga bisa memberikan minuman sehat. Pengalaman saya sendiri saat saya sakit karena pandemi ini, saya banyak sekali konsumsi jamu dan istirahat tanpa saya banyak minum obat-obatan kimia. Karena memang memiliki alergi terhadap obat. Dan Alhamdulillah tidak lama saya sudah sehat,” ujar Reenee yang tidak lupa menjelaskan bahwa jamu miliknya sudah mengantongi perizinan lengkap dan sudah berlabel halal.

Menurut Reenee, prospek usaha jamu ini ke depan sangat bagus. Karena itu ia terus bersemangat mengembangkan usahanya, gencar melakukan promosi dan pemasaran, serta mengajak dan membuka peluang kepada siapapun untuk menjadi mitra usahanya dengan menghubungi pihak Manajemen Djamune Nyonya Rin’s di nomor 081919292000.
Selain bisnis jamu Reenee juga memiliki usaha lain di bawah pendera PT BSW, yaitu bisnis ekspedisi yang berada di Tasikmalaya dan Garut. Ia menjabat sebagai Direktur Utama. Reenee juga memiliki villa untuk disewakan, di Lembang Bandung, yaitu Villa De Pabrik.

Kiat Sukses

Pencapaian yang saat ini diraih Reenee, menurutnya yang paling utama adalah karena ia mendapatkan ridho dari suami tercinta. Selain itu, kemampuan diri yang terus diasah sehingga semakin mampu dan memiliki wawasan dan jaringan yang luas, merupakan faktor yang penting. Pengalamannya berkarier di hampir semua bidang sangat membantu kelancaran bisnis-bisnisnya saat ini, karena Ilmu adalah investasi yang sangat mahal.

“Saya mendapatkan banyak ilmu saat saya bekerja dengan orang lain. Semua itu sangat membantu kelancaran bisnis saya. Makanya saya pengen anak-anak muda sekarang jangan pilih-pilih pekerjaan, nikmati prosesnya dari bawah. Karena apapun pemgalaman kerja itu sangat bermanfaat.. jangan lihat duitnya dulu, karena duit pasti mengikuti. Kalau kita bernilai pasti akan dihargai. Saya juga selalu memegang tegush komitmen. Jadi orang percaya sama saya. Apa yang saya omongin atau janjikan harus saya lakukan,” kiat dan prinsip Reenee.

Selain itu, Reenee menambahkan bahwa fokus dan konsisten pada pilihan bisnis itu sangat penting, karena dalam berbisnis pasti ada grafik naik turun. Juga menurutnya, kalau bisnis satu sudah maju, kita harus memiliki bisnis lainnya sehingga ketika satu bisnis turun masih ada bisnis lain yang menopang.

Kunci sukses yang tidak kalah penting dan selalu dijalankan Reenee adalah bersedekah. Setiap usaha yang dijalankan harus dilandasi dengan niat Ibadah. Dari bisnis jamu ia bekerja sama dengan yayasan. Setiap pembelian satu botol, sebesar 2,5% akan disisihkan untuk membuat jamu lagi dan diberikan ke yayasan untuk dibagiakan. “Namanya Program Sedekah Sehat, semakin banyak bersedekah semakin banyak rejeki. Apalagi bersedekah saat lagi kesusahan itu luar biasa. Saat kita sedelah Allah membuka pintu rejeki dari mana-mana. Selain sedekah, saya juga ingin membuka lapangan pekerjaan untuk membantu banyak orang. Rasanya ada kepuasan tersendiri dengan kita bisa membantu orang memberikan rezeki. Apalagi di kondisi saat ini. Selalu ingin bikin gebrakan baru dengan bidang baru atau lainnya yang bermanfaat untuk orang banyak,” lirih Reenee. Dengan segudang kesibukannya yang padat, Reenee selalu memprioritaskan keluarga dan meluangkan waktu di hari libur khusus untuk quality times bersama keluarga.

Sebagai seorang perempuan, menurut Reenee, lebih mudah maju sebenarnya karena memiliki ketelitian dan keluwesan yang lebih. Tapi kadang perempuan suka lupa. “Wanita karier suka lupa rejeki memang berasal dari Allah tapi lewat ridho suami. Jadi jangan terlena dengan kesombongan dan keegoisan. Untuk Kartini-Kartini saat ini, jangan keluar dari kodrat yang sesungguhnya. Saya merasa nikmat sekali diberikan kepercayaan sama Allah.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 × 4 =

To Top