Cover Story

Anna Ho, Membuka Jalan ke Dunia: Perjalanan dan Misi Anna Ho untuk Generasi Indonesia

MajalahKebaya.com, Jakarta – Di tengah dunia yang semakin terhubung tanpa batas, mimpi untuk belajar, bekerja, dan membangun kehidupan di luar negeri kini bukan lagi sesuatu yang mustahil. Namun bagi banyak anak muda Indonesia, mimpi tersebut masih terasa jauh—bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena kurangnya akses, informasi, exposure, dan keberanian untuk memulai.

Di titik inilah Anna hadir dengan sebuah visi yang sederhana namun kuat: membuka jalan agar lebih banyak generasi Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang secara global.

Anna bukan hanya seorang business owner atau property investor. Ia adalah seorang sociopreneur dan education & social impact advocate yang percaya bahwa pendidikan dapat menjadi salah satu alat paling kuat untuk mengubah arah hidup seseorang. Melalui perannya sebagai Australian Director dari The Next Pathway, Anna membantu membuka akses pendidikan internasional bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Australia, New Zealand, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan berbagai negara lainnya.

Namun, perjalanan Anna sendiri tidak dimulai dari titik yang mudah. Ia tumbuh dari latar belakang sederhana dengan berbagai keterbatasan yang membentuk daya juang dan mentalitasnya hari ini. Keputusan untuk merantau ke Australia menjadi salah satu titik balik terbesar dalam hidupnya. Di negeri baru tersebut, Anna belajar bertahan hidup, membangun diri, dan menemukan perspektif baru tentang arti pendidikan, kesempatan, dan masa depan.

“Saya bukan dari keluarga berada. Saya harus struggle agar bisa sekolah dan membangun kehidupan di Australia sehingga saya bukan hanya bisa survive, tetapi juga thrive. Bisa membangun bisnis, berkembang, dan melakukan banyak hal yang dulu mungkin tidak pernah saya bayangkan. Saya percaya semua itu karena berkat dan jalan Tuhan,” ujar Anna.

Perempuan yang gemar gym, swimming, membaca buku leadership, Christian books, dan wealth management ini percaya bahwa pendidikan bukan sekadar tentang gelar akademik. Pengalaman belajar di luar negeri mengajarkannya tentang kemandirian, kemampuan beradaptasi, keberanian menghadapi tantangan, hingga bagaimana membangun pola pikir yang lebih terbuka dan profesional.

Pengalaman itulah yang kemudian melahirkan The Next Pathway (@thenextpathway.id), sebuah konsultan pendidikan internasional yang tidak hanya membantu urusan administratif seperti aplikasi universitas dan visa, tetapi juga hadir sebagai partner perjalanan bagi setiap siswa dan keluarga.

Menurut Anna, banyak orang sebenarnya memiliki kemampuan untuk berkembang, namun sering kali tidak memiliki exposure atau keyakinan bahwa mereka juga punya kesempatan yang sama.

“Kadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya kemampuan, tapi exposure dan keyakinan bahwa mereka juga bisa,” katanya.

Berbeda dengan banyak pendekatan konvensional, visi The Next Pathway tidak hanya berfokus pada ‘mengirim siswa ke luar negeri’. Anna ingin membangun generasi Indonesia yang memiliki perspektif global, daya saing internasional, dan kemampuan untuk menjadi bagian dari dunia yang terus berubah.

Karena itu, pendekatan yang digunakan The Next Pathway juga lebih personal dan strategis. Anna dan timnya membantu siswa mengenali minat dan potensinya, memilih jurusan yang sesuai, memahami prospek industri global, hingga mempersiapkan mental dan arah jangka panjang setelah lulus nanti.

Yang menarik, The Next Pathway juga membuka akses bagi berbagai jalur pendidikan—baik akademik maupun vokasi. Dalam pandangan Anna, pendidikan luar negeri tidak boleh dipandang hanya sebagai simbol prestise, tetapi sebagai sarana untuk membangun kompetensi yang relevan dan berdaya guna.

Hal lain yang menjadi perhatian Anna adalah bagaimana kesempatan pendidikan global sering kali hanya dikenal oleh kalangan tertentu saja. Karena itu, The Next Pathway memiliki visi untuk hadir lebih dekat ke masyarakat luas, termasuk melalui sekolah umum, sekolah kejuruan, komunitas lokal, hingga kota-kota yang selama ini belum banyak mendapatkan akses informasi mengenai studi luar negeri.

Anna dan timnya ingin melakukan lebih banyak roadshow, sosialisasi, dan edukasi langsung agar semakin banyak anak muda memahami bahwa kesempatan tersebut juga terbuka untuk mereka.

“Semua orang berhak punya kesempatan untuk studi ke luar negeri. Kadang yang membatasi bukan kemampuannya, tapi karena mereka tidak pernah tahu jalannya,” ungkap Anna.

Social Impact dan Kepedulian Terhadap Indonesia

Di luar pekerjaannya, Anna juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, baik di Australia maupun di Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang social entrepreneur yang memiliki passion besar dalam membantu orang bertumbuh dan membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui Yayasan Lentera Parahita Indonesia maupun berbagai organisasi sosial lainnya, Anna aktif menginisiasi dan membangun berbagai program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Kemampuannya dalam membangun jaringan, menggerakkan komunitas, serta melakukan fundraising terlihat dari banyaknya program sosial yang berhasil dijalankan, termasuk kegiatan yang sebagian besar dikoordinasikan secara remote dari Australia. Mulai dari bantuan kesehatan, renovasi rumah guru, hingga pendampingan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Selama masa pandemi Covid-19, Anna juga memobilisasi teman-teman dan komunitas alumni sekolahnya untuk membantu guru dan murid yang terdampak pandemi melalui posko pelayanan yang menyalurkan bantuan makanan, vitamin, obat-obatan, hingga tabung oksigen. Ia juga berhasil menggalang dana untuk pembagian lebih dari 500 paket Parahita (yang isinya bukan hanya kebutuhan pokok/sembako, tetapi juga masker, hand sanitizer, vitamin C & D, kopi, teh dan jellies) bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Anna, keberhasilan pribadi tidak memiliki arti tanpa kemampuan untuk berbagi dan memberikan dampak bagi orang lain.

“Ada alasan kenapa saya melewati semua perjalanan hidup itu. Kalau pengalaman saya bisa membantu membuka jalan untuk orang lain, saya rasa itu bagian dari tanggung jawab saya,” katanya.

Selain aktif dalam social impact, Anna juga sering membagikan edukasi mengenai pengembangan diri, wealth building, dan investasi sebagai bagian dari upayanya membantu masyarakat memiliki pola pikir yang lebih berdaya.

Kecintaannya pada proses belajar terlihat dari berbagai kualifikasi yang dimilikinya, antara lain: S1 in Counselling, Clinical Hypnotherapist, Life and Success Coach, NLP Practitioner, Trainer and Assessor, Applied Behaviour Analysis Therapist, Mental Health First Aider, serta Fitness Group Coach.

Saat ini, Anna juga sedang menyelesaikan program MBA (Master of Business Administration) di AGSM – UNSW Business School Australia.

Baginya, belajar adalah proses seumur hidup. “Saya suka belajar karena semakin banyak kita belajar, semakin kita sadar bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi tentang bagaimana kita bisa membantu lebih banyak orang,” ujarnya.

Salah satu impian besar Anna ke depan adalah membangun sekolah di Indonesia. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang dampaknya bisa dirasakan lintas generasi.

“Saya percaya pendidikan bisa mengubah arah hidup seseorang. Karena itu saya ingin membangun sesuatu yang dampaknya bisa terus berjalan bahkan setelah saya tidak ada,” katanya.

Fokus pada Hasil dan Konsistensi

Dalam membangun bisnis, kehidupan, maupun visinya, Anna memegang prinsip sederhana yang ia sebut sebagai KID 3P: Know Your Why, Identity, Direction, Practice, Perseverance, dan Pivot.

Sebuah konsep yang menekankan pentingnya memahami alasan hidup, mengenali jati diri, menentukan arah yang jelas, terus belajar dan berkembang, tetap bertahan dalam tantangan, dan berani berubah arah ketika diperlukan. Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam perjalanan hidup dan kepemimpinannya.

Anna juga percaya bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari terlihat sibuk atau bergerak terus-menerus.“Jangan salah mengartikan movement dengan progress. Kursi goyang juga bergerak, tapi tidak ke mana-mana,” katanya sambil tersenyum.

Di tengah perubahan global yang cepat, Anna melihat bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam dunia internasional. Namun untuk sampai ke sana, mereka membutuhkan akses, bimbingan, exposure, dan seseorang yang membantu menunjukkan bahwa mimpi tersebut juga mungkin untuk dicapai.

Melalui The Next Pathway, kegiatan sosialnya, serta berbagai platform yang ia bangun, Anna tidak hanya sedang membangun bisnis. Ia sedang membangun jalan bagi generasi berikutnya. Sebuah jalan yang mungkin dulu tidak pernah ia miliki sendiri, tetapi kini ingin ia buka lebih lebar untuk orang lain.

Karena bagi Anna, pendidikan bukan sekadar tentang pergi ke luar negeri. Pendidikan adalah tentang membuka cara berpikir, membangun keberanian, dan menciptakan masa depan yang lebih luas. Dan mungkin, di situlah kekuatan terbesar dari sebuah kesempatan dimulai. DW

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top