MajalahKebaya.com, Jakarta – Dunia usaha sudah menjadi passion Hj. Sahlah Sapari, S.E., M.M yang terwujud sejak 2001. Ia melihat dunia bisnis memberikan banyak peluang untuk berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain. Saat itu proses panjang dan penuh pembelajaran dilalui wanita cantik yang akrab disapa Ella ini, hingga kini dipercaya menjabat sebagai Direktur PT Haq Jaya Abadi dan Komisaris PT Haq Jaya Sentosa.
Di awal menjalankan usaha, tentu tidak semuanya berjalan mulus. Ella harus belajar memahami pasar, mengelola keuangan, membangun relasi, hingga menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam perjalanan. Namun ia percaya bahwa setiap kesulitan selalu membawa pelajaran baru.
“Sejak dulu saya memang tertarik dengan dunia usaha karena sebagian besar keluarga menjalankan usaha. Menurut saya, usaha bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga tentang menciptakan peluang dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” jelas istri H. M. Saud ini.
Seiring waktu, usaha yang dijalankan Ella berkembang dan membuka kesempatan untuk terlibat lebih banyak dalam kegiatan sosial maupun organisasi. Selain itu, ia juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, sosial, dan keagamaan.
Bagi Ella, perjalanan ini bukan hanya tentang mencapai posisi tertentu, tetapi tentang bagaimana terus belajar, bertumbuh, dan memberikan manfaat yang lebih luas. Ella menyukai proses membangun sesuatu dari awal, melihat usaha berkembang, dan merasakan kepuasan ketika usaha tersebut bisa memberikan manfaat bagi banyak pihak.
“Selain itu, dunia usaha mengajarkan kita untuk terus belajar karena setiap hari selalu ada tantangan dan perubahan yang harus dihadapi. Mungkin karena saya juga senang berinteraksi dengan banyak orang, dunia usaha menjadi bidang yang sangat sesuai dengan karakter saya. Dari sana saya belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, serta bagaimana mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi,” tandasnya.

Aktif di Berbagai Organisasi
Saat ini Ella aktif di berbagai organisasi sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan. Ia menjabat sebagai Bendahara Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Ketua Alumni ASMI, Ketua DPD Jakarta Utara Gerakan Massa Buruh (GEMURUH), Wakil Bendahara MUI Jakarta Utara, Ketua Umum DPD LASQI Jakarta Utara, serta Bendahara BKMT Jakarta Utara. Ella sangat menikmati ketika bisa menjadi bagian dari kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain itu, organisasi juga membuatnya terus belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.
“Alhamdulillah, melalui berbagai organisasi yang saya ikuti, saya cukup aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kegiatannya beragam, mulai dari pemberdayaan masyarakat, kegiatan keagamaan, pembinaan perempuan, hingga kegiatan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Saya juga percaya bahwa dunia usaha harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, salah satunya dengan membuka kesempatan kerja dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagi saya, keberhasilan akan terasa lebih bermakna jika bisa dibagikan kepada orang lain,” tuturnya bijak.
Sigap Beradaptasi Hadapi Tantangan
Sebagai pengusaha, tentu banyak sekali tantangan yang dihadapi. Salah satu yang paling terasa baginya adalah perubahan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan dunia usaha. Sebagai pelaku usaha, ia pun harus terus mengikuti perkembangan regulasi dan mampu beradaptasi dengan cepat.
“Selain itu, persaingan usaha saat ini juga semakin ketat. Yang kadang cukup berat adalah ketika menghadapi kompetitor yang menghalalkan segala cara demi memenangkan persaingan. Dalam kondisi seperti itu, saya selalu berusaha tetap berpegang pada prinsip bahwa usaha harus dijalankan dengan cara yang benar, jujur, dan professional,” tambah Ella.
Tantangan lainnya adalah menjaga konsistensi usaha agar tetap berkembang di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Namun Ella percaya bahwa selama kita mau belajar dan beradaptasi, setiap tantangan pasti bisa dihadapi.

Kiat Sukses
Dalam menjalani karier dan kehidupan professional, Ella menilai tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Yang terpenting adalah kerja keras, disiplin, konsisten, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Selain itu, Ella selalu berusaha menjaga kepercayaan orang lain. Dalam dunia usaha maupun organisasi, kepercayaan adalah aset yang sangat berharga. Sekali kepercayaan hilang, akan sulit untuk mendapatkannya kembali.
“Saya juga percaya bahwa belajar tidak mengenal usia. Sampai sekarang saya masih terus belajar, baik dari pengalaman, dari orang lain, maupun dari berbagai kesempatan yang datang dalam kehidupan,” jelasnya.
Dalam pekerjaan, komitmen dan integritas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Seseorang mungkin bisa berhasil karena kepintarannya, tetapi tanpa integritas akan sulit mempertahankan keberhasilan tersebut dalam jangka panjang. Komitmen menunjukkan keseriusan kita terhadap pekerjaan yang dilakukan, sedangkan integritas menunjukkan kualitas diri kita saat menjalankan tanggung jawab tersebut.
“Bagi saya, apa yang diucapkan harus sejalan dengan apa yang dilakukan. Karena itu saya selalu berusaha menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan, baik dalam bisnis maupun organisasi,” ujar ibu dari dr. Hj. Nadiatul Haque, H. Muhammad Naufal Al Idroes, S.H., Hj. Nisrina Noor Ramadhani, S.Ked, dan mertua dari dr. H. Dimas Wahyu Pangestito, Sp.Og., ini.
Harapan ke Depan
Ke depan Ella ingin terus mengembangkan bisnis yang sudah berjalan agar semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas. Di luar itu, sebagai seorang ibu, ia juga memiliki harapan sederhana namun sangat berarti, yaitu melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sukses, bahagia, dan memiliki kehidupan yang baik.
“Dan pada akhirnya, saya ingin menikmati masa pensiun dengan tenang, sehat, dan memiliki kebebasan finansial. Dengan begitu saya bisa lebih banyak menikmati waktu bersama keluarga, melakukan hal-hal yang saya sukai, dan tetap berkontribusi kepada masyarakat sesuai kemampuan yang saya miliki,” pungkas Ella yang memiliki dua orang cucu, Zahra Shabrina Pangestito dan Ghina Syaakira Pangestito ini.
Jaga Keseimbangan Hidup
Walaupun aktivitas cukup padat, Ella tetap berusaha menyediakan waktu untuk diri sendiri. Biasanya ia pergi ke salon untuk relaksasi, bertemu teman-teman, atau sekadar mengobrol santai agar pikiran lebih segar. Belakangan ini Ella juga sedang belajar bahasa Mandarin melalui kursus privat. Selain mengikuti kelas, ia sering menonton film-film Mandarin sebagai cara yang menyenangkan untuk belajar bahasa dan budaya baru. Menurut Ella, me time itu penting karena bisa membantu kita mengembalikan energi dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Dalam hidupnya, sosok yang paling menginspirasi Ella adalah ibunya yang bukan hanya seorang ibu, tetapi juga guru kehidupan baginya. Dari Sang Ibu, Ella belajar tentang kesederhanaan, tanggung jawab, kerja keras, dan terutama bagaimana mengelola keuangan dengan bijak.
“Saya melihat bagaimana beliau mampu mengatur kebutuhan keluarga dengan baik, membuat keputusan yang tepat dalam berbagai situasi, dan tetap menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi tantangan hidup. Nilai-nilai itulah yang sampai sekarang masih saya pegang dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Makna Perempuan Cerdas dan Merdeka
Ella menilai perempuan Indonesia saat ini memiliki kesempatan yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Akses terhadap pendidikan, informasi, dan dunia kerja semakin terbuka sehingga perempuan bisa menunjukkan potensi terbaiknya di berbagai bidang. Hal ini membuat perempuan masa kini lebih mandiri, percaya diri, dan memiliki keberanian untuk mengejar cita-cita.
Namun di sisi lain, Ella melihat bahwa tantangan perempuan saat ini semakin kompleks. Banyak perempuan yang sangat fokus membangun karier, yang tentu merupakan hal baik. Namun menurutnya tetap perlu ada keseimbangan antara pencapaian karier, kehidupan keluarga, dan peran sebagai pembentuk generasi masa depan. Ketiga hal tersebut sama-sama penting dan sebaiknya berjalan beriringan.
Definisi perempuan yang cerdas bagi Ella adalah perempuan yang mampu berpikir kritis, mengambil keputusan dengan bijaksana, serta terus belajar dan berkembang sepanjang hidupnya. Sedangkan perempuan yang merdeka adalah perempuan yang mandiri, terutama dalam hal finansial, sehingga tidak bergantung sepenuhnya kepada orang lain dalam menentukan masa depannya.
“Namun kemerdekaan tersebut bukan berarti bebas tanpa batas. Perempuan yang benar-benar merdeka tetap memahami nilai agama, etika, dan norma yang berlaku di masyarakat. Dengan begitu, ia dapat berkembang menjadi pribadi yang kuat tanpa kehilangan jati dirinya,” paparnya.
Ella pun memberikan pesan penutup bagi perempuan Indonesia, bahwa kesuksesan bukan hanya tentang apa yang berhasil kita raih untuk diri sendiri, tetapi juga tentang seberapa banyak manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain. “Karena pada akhirnya, kebermanfaatan itulah yang akan menjadi warisan terbaik dalam hidup.”
