MajalahKebaya.com, Jakarta – Selama lebih dari 15 tahun berkarier di bidang supply chain, procurement, warehouse, logistik, contract management, dan vendor governance, Tutie Amaliah telah membangun rekam jejak profesional di sejumlah perusahaan pertambangan terkemuka, termasuk Thiess Contractors Indonesia, PT Nusa Halmahera Minerals, PT Vale Indonesia Tbk, dan saat ini Arsari Tambang Group.
Perjalanan yang membawanya bekerja dengan berbagai mitra lintas negara, termasuk Amerika, Australia, China, Mongolia, Singapura dan Indonesia. Pengalaman tersebut mengajarkan Tutie bahwa integritas, kerja keras, dan kemampuan membangun hubungan baik dengan orang lain merupakan nilai universal yang dihargai di mana pun berada.
Sebagai perempuan yang berkarier di industri pertambangan yang masih didominasi laki-laki, Tutie memahami bahwa perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Namun ia percaya bahwa setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan, diberikan kesempatan yang sama untuk berkarya dan memberikan manfaat sesuai kemampuan yang dianugerahkan Allah SWT. Baginya, yang terpenting bukanlah membuktikan bahwa perempuan lebih hebat, melainkan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.
Menurut Tutie, kehadiran perempuan dalam dunia kerja dapat memberikan warna yang berbeda melalui empati, kemampuan mendengarkan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap pengembangan manusia di dalam organisasi. Nilai-nilai tersebut menjadi pelengkap yang membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih seimbang dan inklusif.

Perempuan Berdaya, Keluarga Bahagia, Inspirasi Tanpa Batas
Di balik tanggung jawab profesional yang besar, Tutie tetap meyakini bahwa keluarga adalah prioritas utama. Menjalankan peran sebagai pemimpin, istri, dan ibu tentu membutuhkan usaha, pengorbanan, dan pengelolaan waktu yang tidak sederhana. Namun ia menyadari bahwa setiap langkah yang dijalani tidak lepas dari dukungan suami, keluarga, serta pertolongan Allah SWT. Karena itu, ia tidak pernah memandang karier sebagai pencapaian pribadi semata, melainkan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Perjalanan tersebut juga didukung oleh keluarga suaminya, Ali Nasir, yang merupakan profesional di industri minyak dan gas dan narasumber di bidang energi internasional. Karier sang suami membawa keluarga mereka tinggal di Austria selama kurang lebih delapan tahun, sebuah pengalaman yang memperkaya perspektif keluarga tentang pendidikan, keberagaman budaya, dan pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang semakin global. Bersama kedua putrinya, Abia Tsabitah Ali dan Aina Tavienna Ali, Tutie berupaya menanamkan nilai integritas, rasa syukur, semangat belajar, dan keberanian untuk menggapai cita-cita tanpa melupakan akar nilai dan karakter yang baik.
Komitmen Tutie terhadap pengembangan generasi muda juga diwujudkan melalui keterlibatannya sebagai Komite Orang Tua Murid dan Guru (POMG) SMA Labschool Cirendeu pada Bidang Pendidikan. Melalui berbagai kegiatan sekolah dan program pengembangan siswa, ia berusaha memberikan kontribusi sederhana agar lebih banyak anak muda memperoleh kesempatan untuk berkembang menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Bagi Tutie, salah satu tujuan terpenting dari perjalanan kariernya adalah memberikan teladan kepada anak-anak perempuan Indonesia bahwa mereka tidak perlu mengubur cita-cita hanya karena bidang yang mereka minati dianggap maskulin atau penuh tantangan. Dunia pertambangan, energi, teknologi, maupun sektor strategis lainnya terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemauan untuk terus belajar.
Melalui perjalanan yang membentang dari ruang negosiasi kontrak, proyek-proyek pertambangan berskala global, hingga keterlibatan dalam dunia pendidikan, Tutie Amaliah percaya bahwa perempuan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi keluarga, organisasi, dan masyarakat. Bukan dengan berjalan sendiri, melainkan dengan terus berikhtiar, menjaga nilai-nilai yang diyakini, serta memohon bimbingan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.
“Semoga semakin banyak anak perempuan Indonesia yang berani bermimpi, memiliki keterampilan, menjaga integritas, dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.”

Sosok Ibu yang Menginspirasi
Jiwa juang, kemandirian, dan kerja keras yang terpatri kuat dalam diri Tutie, berkat didikan, gemblengan, dan teladan ibunya yang sudah harus menjadi single parent sejak ia duduk di bangku SMA. Sang Ibu selalu meng-encourage anak-anaknya (tiga perempuan satu laki-laki), terutama yang perempuan itu harus berdaya, harus memiliki keterampilan (skill). Sejak kecil anak-anaknya sudah diikutkan kursus seperti Bahasa Inggris, Komputer, Nyetir.
Ketika tinggal di luar megeri menjadi ibu mandiri, Tutie merasakan semua yang di-encourage ibunya dulu, sangat penting dan berguna. Ia bisa nyetir di negeri orang, bisa berkomunikasi tanpa kendala dengan warga setempat, dan paling penting kemandirian yang sudah terasah sejak kecil menjadi modal yang kuat bisa terus survive.
Nilai-nilai yang sudah ditanamkan ibunya, kini ia terapkan kepada anak-anaknya, terutama tentang etika, disiplin, daya juang, kerja keras, dan kemandirian. Tutie akan sangat marah dan kesal kalau melihat anak-anaknya tidak disiplin, tidak beretika, dan bermalas-malasan.
Menciptakan dan Merawat Harmoni dalam Keluarga
Di tengah kesibukan masing-masing anggota keluarga, Tutie meyakini bahwa kebersamaan adalah investasi yang tidak tergantikan. Karena itu, ia dan keluarga selalu berusaha menyediakan waktu untuk quality time, baik melalui perjalanan bersama, makan malam keluarga, maupun menikmati momen-momen sederhana yang mempererat hubungan satu sama lain.
Bagi Tutie, traveling bukan sekadar berlibur, tetapi sarana belajar dan membangun kedekatan keluarga. Pengalaman saat terlambat mengejar kereta, tersesat di kota yang asing, atau menghadapi berbagai situasi tak terduga justru menjadi momen yang mengajarkan kerja sama, saling mendukung, kemampuan memecahkan masalah, serta menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan empati kepada kedua putrinya. Dari perjalanan-perjalanan tersebut tumbuh rasa saling menjaga dan menghargai yang semakin memperkuat ikatan keluarga.
Selain traveling, menulis merupakan salah satu hobi yang telah lama ditekuni Tutie. Kecintaannya pada dunia literasi membawanya menjadi penulis berbagai artikel di majalah wanita dan turut menulis beberapa buku, di antaranya ‘Berjalan di Atas Cahaya’ yang diterbitkan Gramedia serta ‘Jilbab Traveller’ yang diterbitkan Asma Nadia Publishing. Baginya, perjalanan dan menulis memiliki kesamaan: keduanya memperkaya cara pandang, menghadirkan banyak pelajaran berharga, serta menjadi sarana untuk berbagi inspirasi dan manfaat kepada orang lain.
Tutie sangat bersyukur memiliki suami dan kedua putri yang selalu mendukung setiap peran yang dijalaninya. Baginya, keluarga bukan hanya tempat pulang, tetapi juga sumber kekuatan dan alasan untuk terus bertumbuh. Di tengah berbagai amanah sebagai profesional, istri, dan ibu, ia percaya bahwa kesuksesan tidak diukur dari jabatan atau pencapaian, melainkan dari kemampuan menjaga amanah dan tetap berpegang pada integritas. Komitmen membuat seseorang tetap bertahan dalam setiap tantangan, sedangkan integritas memastikan setiap langkah tetap berada di jalan yang benar.
Pada akhirnya, keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mampu memberi manfaat, menjaga keluarga, dan mempertanggungjawabkan setiap amanah yang Allah SWT titipkan.

