Dikenal sebagai sosok yang aktif mendorong kemandirian dan peran strategis perempuan di berbagai bidang. Melalui beragam kegiatan pembinaan, pelatihan keterampilan, serta program peningkatan kapasitas, Rustini konsisten hadir mendampingi komunitas perempuan—mulai dari ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga para pendidik. Dengan pendekatan yang hangat dan inklusif, ia mengajak perempuan untuk percaya diri, berdaya secara ekonomi, serta berperan lebih luas dalam keluarga maupun masyarakat. Komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan menjadikannya figur yang menginspirasi, terutama dalam membangun generasi perempuan yang tangguh, cerdas, dan mandiri.
Istri atau Pendamping Menteri Koorditaor Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, A. Muhaimin Iskandar ini, juga sangat peduli pada dunia pendidikan, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Ia lalu mendirikan dan terlibat secara aktif dalam AYO MEMBACA agar bisa menumbuhkan minat baca pada masyarakat, khususnya anak-anak sehingga akan lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan masa datang yang tentu semakin kompleks. Sosoknya yang humble, sederhana, apa adanya, selalu tersenyum, dan tidak suka tampil menjadi daya tarik luar biasa bagi masyarakat untuk mendukung semua program-program sosialnya.

Perempuan Bangsa dan Pemberdayaan
Sebagai istri Muhaimin Iskandar, yang merupakan Ketua Umum PKB, juga sebagai Menko PM, Rustini selalu berusaha mengimbangi, mendampingi, dan mensupport tugas-tugas dan tanggung jawab sang suami. Sebagai Pendamping Menko PM, ia mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Pembina Dharma Wanita Kemenko PM, dan sebagai Istri Ketum partai, Rustini dipercayakan tugas dan tanggung jawab sebagai Pembina Perempuan Bangsa, yaitu perempuan-perempuan yang bernaung di bawah Partai PKB di seluruh Indonesia.
Sebagai istri dan ibu di rumah, Rustini fokus mendampingi, membimbing, dan mendidik anak-anak, membekali dan mempersiapkan anak untuk meraih masa depan yang baik dengan pendidikan dan akhlak yang benar serta menyiapkan semua kebutuhan suami. Sebagai anggota masyarakat, ia bersosialisasi dengan masyarakat, membantu tugas-tugas dan program-program kerja suami agar benar-benar terealisasi di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Bersama Perempuan Bangsa, Rustini membuat berbagai program dan terobosan, khususnya membantu dan memberdayakan masyarakat, terutama perempuan, agar perempuan bisa lebih cerdas, mandiri, dan sejahtera. Kegiatan-kegiatan edukasi dan pelatihan dilakukan, kepada berbagai lembaga seperti pesantren dan sekolah-sekolah, kelompok/organisasi masyarakat, dan entitas lainnya, dalam rangka meningkatkan literasi perempuan dan membangkitkan kesadaran dan kepedulian pada anak, sehingga diharapkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa turun, bahkan hilang sama sekali. Itulah yang menjadi keprihatinan sekaligus kepedulian Rustini selama ini.
“Saya tentu sangat prihatin ketika mendengar ada beberapa santriwati menjadi korban kekerasan seksual, seperti kasus di Ndholo Kusumo Pati, kemudian di Mantingan Jepara, lalu di Bogor, bahkan terakhir ada juga kasus di Mesuji, warga sampai membakar Ponpesnya karena dugaan kekerasan seksual. Termasuk juga di lingkungan anak-anak seperti kasus kekerasan di sebuah Daycare di Yogyakarta. Hal-hal seperti ini seharusnya tidak terjadi. Kita melihat ada sesuatu yang perlu dibenahi bersama, perlu saling bergandengan tangan bagaimana menghentikan segala praktik kekerasan di manapun. Karena itu, saya dan Perempuan Bangsa tergerak untuk melakukan advokasi, kami menyusun modul anti kekerasan seksual bersama para tokoh pesantren, kami sosialisasikan juga ke mana-mana, menggandeng banyak pihak, tidak lain demi menyemai nilai-nilai akhlakul karimah tentunya,” ujar Rustini.

Tanamkan Semangat Cinta Alam dan Bantu UMKM
Sebagaimana telah dicanangkan Gus Dur bahwa PKB adalah green party, Rustini tiada henti mengajak dan mendorong masyarakat untuk mencintai dan merawat alam di mana pun kita berada. Ia menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan, merawat alam, dengan tindakan nyata. Bersama Perempuan Bangsa Rustini mencanangkan gerakan Tanam Pohon 1 Kelahiran 1 Pohon. Seperti di Malang – Jawa Timur beberapa waktu lalu, sudah berhasil ditanam 1.000 pohon. Sebuah gerakan yang terus digalakkan ke daerah-daerah lain.
Rustini juga melakukan gerakan rawat alam di Ranu Pani, desa wisata dan danau vulkanik yang sangat menakjubkan di kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Melihat kondisi danau yang tidak terawat, banyak sampah berserakan, penataan yang tidak menarik, dan sebagaian danau sudah banyak tertimbun lumpur, padahal itu adalah destinasi wisata yang sangat eksotik, Rustini kemudian mengajak masyarakat setempat untuk bersama-sama bergotong royong melakukan pembenahan. Paling tidak membersihkan sampah-sampah, mengangkat lumpur yang tertimbun dan membuangnya di tempat yang benar, dengan demikian akan terus terjaga keasriannya.
Namun Rustini menyadari, gerakan atau kegiatan itu hanya bersifat sporadis dan tentu persoalan yang sama akan terus berulang, karena berbagai faktor yang selama ini menjadi kendala. Seperti tradisi masyarakat setempat yang menjalankan usaha pertanian di sekitar danau, masih mengikuti cara-cara lama yang sudah turun temurun. Menurut Rustini, cara pertanian dengan terasering bisa mengatasi masalah penimbunan lumpur, namun itu kembali ke masyarakat dan semua yang terkait untuk mau bekerja sama melakukan perubahan. Begitupun infrastruktur, terutama akses jalan menuju danau yang sangat sulit dilalui kendaraan, menjadi persoalan yang tentu harus dipikirkan oleh masyarakat dan pemerintah setempat.
Satu hal yang diakui Rustini, setelah melakukan berbagai perjalanan baik bersama Perempuan Bangsa maupun ketika mendampingi suami dalam kunjungan-kunjungan ke daerah-daerah di Indonesia, bahwa masalah biaya atau modal menjadi kendala utama. Butuh biaya yang tidak sedikit untuk menciptakan pemerataan pembangunan ke seluruh Indonesia, mengingat kondisi geografis yang sangat sulit dijangkau. Masih banyak daerah yang belum terjamah kemjuan seperti di kota. Di sinilah peran pemerintah, dari pusat hingga daerah, serta masyarakat untuk lebih giat membangun daerah. Intinya, Rustini mengajak dan menggugah kesadaran masyarakat untuk peduli dan cinta lingkungan, merawat alam sebagai asset berharga untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.
“Apa-apa yang saya ditemukan di lapangan, seperti persoalan-persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, kondisi-kondisi daerah yang memprihatinkan, hingga masalah urgent masyarakat yang saya kunjungi, akan menjadi bahan diskusi dan masukan untuk Bapak, baik beliau sebagai Ketua Umum partai maupun sebagai Menteri. Karena tugas saya kan hanya sebagai Pendamping, bukan pengambil keputusah atau policy ya,” ungkap Sarjana lulusan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta atau sekarang berganti nama menjadi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.
Demikian pun, bersama ibu-ibu Dharma Wanita di Kemenko PM, Rustini aktif melakukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan perempuan, melalui pelatihan-pelatihan, edukasi, dan koordinasi para pelaku UMKM untuk bisa lebih maju dan berdaya. Seperti beberapa waktu lalu, dalam rangka menyikapi perkembangan teknologi yang sangat pesat, melakukan pelatihan dan edukasi bagaimana memanfaatkan internet, terutama media sosial, bisa memdatangkan keuntungan secara bisnis. Ibu-ibu pelaku UMKM dilatih dan didorong untuk memanfaatkan medsos secara optimal, secara benar dan bijak, agar usahanya bisa tumbuh dan berkembang.
Meskipun lebih banyak bersifat koordinatif, tapi bagi Rustini, posisinya sebagai pendamping Ketua Umum PKB dan Menteri Kordinator Pemberdayaan Masyarakat, adalah sebuah privilege atau keistimewaan sekaligus amanah yang harus ia pertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, ia harus terus berkomunikasi dan membaur dengan masyarakat, melihat dan mendengar apa persoalan yang dihadapi masyarakat, lalu menyampaikan semua itu kepada suaminya, sebagai pertimbangan dan masukan yang penting untuk policy atau kebijakan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, atau pun program-program kepartaian.

Inisiasi Gerakan AYO MEMBACA
Sejak menjadi mahasiswa dan aktif di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), organisasi di mana Cak Imin pernah menjabat Ketua PMII Cabang Yogyakarta, Rustini sudah menunjukkan kepedulian yang tinggi pada kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan masyarakat yang dinilainya masih jauh dari kata maju. Sehingga ketika telah menjadi istri Cah Imin yang adalah Ketua Umum PKB, hal utama yang ingin diwujudkannya adalah memajukan masyarakat lewat pendidikan. Rustini yakin, semua persoalan masyarakat yang ada, akan bisa teratasi lewat pendidikan.
Diperkuat lagi dengan kondisi zaman sekarang dimana anak-anak lebih banyak bergantung pada gadget , semangat membaca buku sudah semakin memudar di kalangan generasi muda, apalagi keprihatinan itu dialami sendiri oleh Rustini sebagai seorang ibu tiga anak perempuan, maka tercetuslah ide untuk membuat gerakan AYO MEMBACA. Sebuah gerakan yang ingin mengembalikan minat dan budaya membaca, khususnya dimulai dari tingkatan TK, SD, hingga SMP.
Diakui oleh ibunda dari Egalita Azzahra, Rahma Arifa, dan Mega Safira ini. gerakan AYO MEMBACA bukan tanpa kendala. Dukungan orang tua sangat diperlukan, agar memiliki semangat yang sama untuk mendorong anak-anaknya mau mengikuti kegiatan membaca, belum lagi kenyataan masih banyak masyarakat kita yang belum bisa baca tulis, juga kendala pengadaan buku bacaan yang terbatas. Namun, semangat Rustini bersama ibu-ibu dari Perempuan Bangsa tidak surut. Mereka terus mengunjungai daerah-daerah, masuk ke momunitas-komunitas masyarakat sambil membawa setidaknya 100 buku bacaan untuk setiap tempat yang dikunjungi, Bukan hanya dikasih bacaan, anak-anak juga didampingi dalam membaca, merangsang semangat membaca dan mendorong anak-anak bercerita tentang apa yang sudah dibacanya. Untuk anak-anak yang belum bisa baca, Rustini juga mendatangkan para pendongeng, yang tentu semuanya untuk membangkitkan minat anak pada ilmu pengetahuan dan akhlak lewat buku bacaan dan cerita. Anak-anak akan menjadi tahu banyak hal dari membaca. DW
