Cover Story

dr. Luvita Beatrix Peilouw, Perempuan Tangguh, Cerdas, Berdedikasi Ciptakan Perubahan

MajalahKebaya.com, Jakarta – Perempuan Indonesia hari ini semakin kuat, semakin sadar akan potensi diri, dan semakin berani mengambil ruang. Perempuan tidak lagi hanya menjadi pelengkap, tetapi juga pemimpin, penggerak, pengambil keputusan, dan pencipta perubahan. Inilah yang disaksikan, sekaligus dibuktikan oleh dr. Luvita Beatrix Peilouw, Dokter Aesthetic Erha Clinic  – Spesialis Kulit dan Kelamin (Adaptasi), bahwa perempuan semakin berdaya dan diandalkan.

Dokter cantik kelahiran Ambon, 21 Agustus, yang akrab disapa dr. Luvita ini, sangat mengagumi banyak perempuan Indonesia masa kini tetap mampu berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai yang mereka pegang. Perempuan bisa modern, cerdas, mandiri, tetapi tetap hangat, tetap penuh empati, dan tetap punya akar. “Saya melihat perempuan Indonesia hari ini sebagai sosok yang tangguh, adaptif, dan punya daya tahan yang luar biasa,” bangganya.

Bagi dr. Luvita, kesuksesan sebagai perempuan bukan hanya tentang jabatan, pencapaian, atau pengakuan. Semua itu tentu baik, tetapi bukan satu-satunya ukuran. Ia mendefinisikan kesuksesan sebagai kemampuan untuk hidup dengan utuh. Utuh dalam arti bisa bertumbuh, bisa memberi makna, bisa menjalani peran dengan sadar, dan tetap merasa damai dengan diri sendiri.

“Kesuksesan adalah ketika kita bisa menjadi versi terbaik dari diri kita, tanpa harus kehilangan siapa diri kita sebenarnya. Ketika kita bisa tetap punya mimpi, tetap bekerja keras, tetap memberi manfaat, tetapi juga tetap memiliki hati yang sehat dan kehidupan yang bermakna. Bagi saya, itu adalah bentuk kesuksesan yang sesungguhnya,” tegas pemilik akun Instagram @docluvita, yang mengambil studi S2 Adaptasi PPDS Sp.DVE di Univ South Wales.

Fokus di Bidang Aesthetic, Dermatology, dan Minor Surgery

Perjalanan dr. Luvita di dunia kedokteran terbentuk secara bertahap, dan setiap fase memiliki peran penting dalam membentuk arah praktiknya saat ini.

Di awal karier, dr. Luvita mulai berpraktik di klinik estetik, di mana ia menemukan ketertarikan yang besar pada bidang Dermatology dan Aesthetic Medicine. Ia melihat bagaimana kondisi kulit tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga secara emosional, -bagaimana perubahan kecil bisa meningkatkan rasa percaya diri seseorang secara signifikan. Hal itu membuat dr. Luvita merasa bahwa bidang ini memiliki makna yang lebih dalam daripada yang terlihat di permukaan.

Untuk memperkuat dasar di bidang estetika, dr. Luvita mengambil AAAM (American Academy of Aesthetic Medicine) di Malaysia, yang memberikan fondasi ilmiah dan struktur berpikir yang lebih sistematis dalam aesthetic practice. Namun dalam perjalanan tersebut, ia menyadari pemahaman yang lebih luas dan lebih mendalam mengenai penyakit kulit secara keseluruhan, harus ia miliki. Karena itu, dr. Luvita melanjutkan pendalaman ilmu Dermatologi di lnggris.

“Pendidikan ini memberikan saya pendekatan yang lebih komprehensif dan evidence-based, sehingga saya dapat melihat pasien tidak hanya dari sisi hasil, tetapi juga dari sisi diagnosis, keamanan, dan terapi jangka panjang,” terang dr. Luvita.

Pada saat yang sama, dr. Luvita menemukan bahwa dirinya memiliki ketertarikan yang sangat kuat terhadap tindakan, khususnya bedah minor. Ia menikmati proses tindakan yang membutuhkan presisi, ketelitian, dan keterampilan teknis. “Ada kepuasan tersendiri ketika saya bisa memberikan solusi yang lebih definitif kepada pasien melalui tindakan.”

Karena kecintaan tersebut, dr. Luvita mengikuti Basic Surgical Skills (BSS) Course di Bali, yang memperkuat keterampilannya dalam melakukan tindakan secara lebih terstruktur, aman, dan presisi. “Seluruh proses ini saya jalani sambil tetap aktif berpraktik, termasuk di Klinik Erha, yang menjadi tempat saya berkembang secara profesional selama bertahun-tahun. Di sana, saya belajar tentang standar pelayanan, konsistensi, dan pentingnya menjaga kualitas dalam setiap tindakan,” ujarnya.

Pelayanan Kesehatan Umum yang Lebih Luas dan Lebih Inklusif

Dokter Luvita juga memiliki pengalaman yang sangat membentuk cara pandangnya sebagai dokter, yaitu bekerja sebagai Konsultan Kesehatan di Air Doctor, sebuah perusahaan medis internasional. Melalui platform ini, ia memberikan pelayanan dalam bentuk telemedicine, clinic visit, maupun homecare, kepada pasien dari berbagai latar belakang dan negara. Pengalaman tersebut sangat membuka perspektif dr. Luvita, karena ia kembali dihadapkan pada spektrum luas general medicine, -mulai dari keluhan sehari-hari hingga kondisi yang lebih kompleks dalam konteks perjalanan atau kebutuhan pasien internasional.

“Hal ini membuat saya semakin menyadari bahwa fondasi sebagai Dokter Umum tetap sangat penting, dan pelayanan kesehatan yang baik harus bisa diakses secara luas, tidak hanya terbatas pada bidang tertentu. Dari situlah, perlahan terbentuk visi saya-bahwa saya tidak hanya ingin berada di bidang estetika, tetapi juga ingin tetap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan umum yang lebih luas dan lebih inklusif.”

Klinik Vita Sehat – One Stop Medical Service

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dalam meniti karier dan menjalankan profesi, dr. Luvita memiliki sebuah mimpi yang sangat personal, yaitu membangun klinik sendiri yang tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi benar-benar bisa memberikan manfaat untuk masyarakat umum. Ia ingin menciptakan sebuah tempat di mana pasien bisa datang dengan berbagai kebutuhan, -baik medis umum maupun tindakan-, dan mendapatkan pelayanan yang profesional, jujur, dan nyaman.

“Puji Tuhan, mimpi tersebut akhirnya bisa terwujud melalui Klinik Vita Sehat, sebuah klinik umum dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, dengan fokus pada pelayanan umum dan bedah minor sebagai salah satu kekuatan utamanya. Bagi saya, klinik ini adalah representasi dari seluruh perjalanan saya, -menggabungkan pengalaman di estetika, dermatologi, tindakan, dan general medicine dalam satu tempat yang bisa benar-benar bermanfaat,” ungkap ibunda dari Hubert (6 thn) dan Chelsea (3 thn) ini.

Saat ini, dr. Luvita juga sedang dalam proses adaptasi spesialisasi SpDVE di Indonesia, sebagai bentuk komitmennya untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan yang semakin optimal. Baginya, perjalanan ini bukan hanya tentang karier, tetapi tentang menemukan purpose dalam setiap langkah yang ia jalani.

“Kalau saya melihat ke belakang, semua tahap ini-mulai dari klinik estetik, AAAM di Malaysia, Dermatology di UK, Basic Surgical Skills di Bali, pengalaman bekerja di Erha, hingga akhirnya membuka klinik sendiri, -semuanya saling terhubung. Dan dari semuanya, saya menemukan bahwa tempat saya memang ada di pertemuan antara Aesthetic Medicine, Dermatology, dan Minor Surgery,” ujarnya dengan yakin.

Kombinasi Lengkap, Sangat Dinamis, dan Personal

Aesthetic Medicine, Dermatology, dan Minor Surgery sangat menarik bagi dr. Luvita karena memiliki kombinasi yang sangat lengkap. Ada ilmu pengetahuan yang kuat, ada aspek ketelitian klinis, ada keterampilan tangan, ada unsur seni, dan ada hasil yang bisa terlihat secara nyata.

Di Dermatologi dan Estetika, dr. Luvita bisa melihat perubahan yang sangat jelas pada pasien. Tidak jarang perubahan itu bukan hanya perubahan fisik, tetapi juga perubahan cara pasien membawa diri, rasa percaya diri, bahkan kualitas hidup mereka. Hal-hal seperti itu sangat menyentuh bagi dr. Luvita, karena ia merasa pekerjaan terebut bisa memberikan efek yang jauh lebih luas daripada sekadar memperbaiki kulit.

Sementara itu, Minor Surgery memberi dimensi lain yang sangat dinikmati dr. Luvita. Ia menyukai sifatnya yang presisi, teknis, dan definitif. “Ada kepuasan tersendiri saat bisa mengangkat suatu lesi, menyelesaikan suatu masalah, atau memberikan tindakan yang langsung menjawab kebutuhan pasien. Bagi saya, itu sangat rewarding. Jadi dibandingkan cabang lain, bidang ini terasa sangat hidup, sangat dinamis, dan sangat personal,” urainya.


Kunci dan Pedoman Sukses

“Kalau saya harus memilih dua hal, saya akan mengatakan: Konsistensi dan Integritas,” tegas dr. Luvita yang percaya bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari langkah yang besar, tetapi dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan baik, berulang kali, dan dalam jangka panjang.

Konsistensi itu, lanjut dr. Luvita, yang membangun fondasi, kemudian disempurnakan dengan integritas. Dalam profesi medis, skill itu penting, tetapi kepercayaan jauh lebih penting. Dan kepercayaan itu lahir dari integritas, -dari cara kita berbicara, bertindak, mengambil keputusan, dan memperlakukan pasien. Baginya, menjaga nama baik dan kepercayaan pasien adalah bagian yang sangat berharga dalam perjalanan karier.

Di samping itu, ada beberapa prinsip yang selalu dipegang kuat oleh dr. Luvita dalam menjalankan kehidupan profesionalnya. Kalau dirangkum, tegas nya,  ia sangat percaya pada tiga hal, yaitu natural, safe, dan evidence-based.

“Saya selalu percaya bahwa hasil terbaik adalah hasil yang terlihat alami. Saya bukan tipe yang mengejar hasil berlebihan atau perubahan yang membuat seseorang kehilangan karakter alaminya. Saya lebih suka hasil yang refined, proporsional, dan tetap menghormati bentuk asli pasien. Selain itu, keamanan selalu menjadi prioritas saya. Dalam bidang apa pun, terutama estetika dan tindakan, kita harus sangat jujur pada batasan, indikasi, dan risiko. Saya selalu berusaha untuk tidak menjanjikan sesuatu yang tidak realistis hanya demi menyenangkan pasien. Dan yang terakhir, saya percaya semua tindakan harus berbasis ilmu. Dunia estetika dan dermatologi berkembang sangat cepat, tetapi saya selalu berusaha memegang prinsip bahwa apa yang saya kerjakan harus bisa dipertanggungjawabkan secara medis,” tegasnya.

Prospek dan Tantangan

Prospek ke depan bidang Estetik, Dermatologi, dan Mini Surgery, menurut dr. Luvita, sangat baik, bahkan akan terus berkembang. Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit, penampilan, dan kualitas hidup semakin tinggi. Orang semakin memahami bahwa merawat kulit atau memperbaiki kondisi tertentu bukan semata-mata vanity, tetapi bisa menjadi bagian dari well-being secara keseluruhan.

Namun, dr. Luvita menegaskan bahwa tantangannya juga akan semakin besar. Pasien semakin kritis, semakin banyak mencari informasi sendiri, dan lebih berani bertanya. Bagi dr, Luvita, itu justru hal yang positif, karena menuntut dokter untuk terus belajar dan terus menjaga kualitas praktiknya.

“Ke depan, saya rasa yang akan bertahan bukan hanya mereka yang terampil, tetapi juga mereka yang punya integritas, edukasi yang kuat, dan kemampuan membangun kepercayaan jangka panjang dengan pasien.”

Sementara sebagai perempuan, tantangan terbesar bagi dr. Luvita adalah menjalani banyak peran sekaligus. Sebagai dokter, ia dituntut untuk profesional, kompeten, dan terus berkembang. Di sisi lain, ia juga memiliki peran dalam keluarga dan kehidupan pribadi yang sama pentingnya.

“Tidak selalu mudah menyeimbangkan semuanya. Ada masa-masa ketika saya harus membagi energi, fokus, dan waktu dengan sangat hati-hati. Tetapi justru dari situ saya belajar bahwa keseimbangan bukan berarti semuanya harus selalu sempurna atau sama rata. Keseimbangan bagi saya adalah tentang memahami prioritas pada setiap fase, dan menerima bahwa ada waktu untuk mendorong diri, dan ada waktu untuk melambat,” ujarnya.

Di bidang estetika, sebagai perempuan juga ada tekanan tersendiri. Kadang ada ekspektasi dr. Luvita harus selalu terlihat sempurna, selalu ideal, selalu bisa memenuhi standar tertentu. Namun, ia belajar untuk tidak hidup di bawah tekanan itu. Ia lebih memilih fokus pada kesehatan, kualitas, dan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri, bukan versi yang dibentuk oleh ekspektasi orang lain.

“Saya menjaga keseimbangan dengan menyadari bahwa saya tidak harus sempurna di semua sisi setiap saat. Saya belajar untuk lebih realistis, lebih hadir, dan lebih sadar pada apa yang benar-benar penting. Saat saya bekerja, saya berusaha bekerja dengan penuh fokus dan dedikasi. Tetapi saat saya bersama keluarga, saya juga berusaha hadir sepenuhnya. Menurut saya, kualitas kehadiran jauh lebih penting daripada sekadar kuantitas waktu. Saya juga belajar bahwa menjaga diri sendiri bukan sesuatu yang egois. Justru ketika saya menjaga fisik, emosi, dan mental saya dengan baik, saya bisa menjadi dokter, ibu, dan pribadi yang lebih baik,” bijaknya.

Screenshot

Self-Care dan Me Time

Self-care bagi dr. Luvita bukan sekadar skincare atau treatment, walaupun tentu itu juga bagian dari rutinitasnya. Makna self-care yang sesungguhnya bagi dr. Luvita adalah menjaga diri secara menyeluruh. “Saya berusaha menjaga pola tidur, menjaga pola makan, mengelola stres, dan memberi ruang bagi diri saya untuk beristirahat. Saya percaya bahwa kulit yang sehat dan penampilan yang baik sebenarnya sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh dan pikiran secara keseluruhan.”

Tentu sebagai dokter di bidang Estetik dan Dermatologi, dr. Luvita juga memerhatikan perawatan kulitnya. Tetapi ia tidak melihat self-care sebagai sesuatu yang superficial. Baginya, self-care adalah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Demikian pun dengan me time, dr. Luvita menikmati waktu-waktu sederhana. Ia sangat menghargai waktu bersama keluarga, terutama bersama anak-anak, karena baginya itu adalah momen yang sangat grounding. “Selain itu, saya juga menikmati traveling, suasana baru, dan sesekali waktu tenang tanpa distraksi. Kadang me time tidak harus sesuatu yang besar. Kadang cukup dengan menikmati kopi dengan tenang, berjalan santai, atau punya waktu untuk berpikir tanpa terburu-buru, itu sudah sangat membantu saya recharge,” ujar dr. Luvita yang juga hobi painting.

Pesan Sederhana

“Perjalanan setiap orang itu berbeda, dan tidak perlu dibandingkan. Kadang kita melihat hasil seseorang hari ini tanpa mengetahui proses panjang yang ada di belakangnya. Saya juga percaya bahwa perempuan tidak harus memilih hanya satu identitas. Kita bisa menjadi kuat dan tetap lembut. Kita bisa menjadi profesional dan tetap hangat. Kita bisa punya ambisi dan tetap punya hati.Dan bagi saya pribadi, yang terpenting adalah menjalani hidup dan profesi dengan tujuan yang jelas, dengan integritas, dan dengan keinginan untuk terus bertumbuh.” FAY

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top