Cover Story

R. Sriristanti, Merajut Budaya, Membangun Kebermanfaatan

MajalahKebaya.com, Jakarta – Di tengah dunia yang bergerak cepat dan sering kali menempatkan popularitas di atas substansi, pemilik nama lengkap Romlah Sriristanti, memilih berjalan dengan ritme yang berbeda. Ia tidak sekadar membangun bisnis, tapi juga membangun makna. Bagi perempuan kelahiran Yogyakarta ini, setiap karya harus memiliki ruh, setiap langkah harus membawa manfaat, dan setiap pencapaian harus berdampak lebih luas dari sekadar angka di laporan keuangan.

Seluruh lini usaha yang ia rintis kini terhimpun dalam BNT Group, sebuah payung korporasi yang merepresentasikan perjalanan panjang, kedisiplinan, dan ketajaman visinya dalam membaca peluang.

Perjalanan itu dimulai sejak 1989, ketika ia merintis usaha di bidang jasa kebersihan melalui proyek swastanisasi kebersihan di Jakarta Timur. Dari sana lahir entitas yang kemudian berkembang menjadi PT Mitra Baru Bersih, bergerak di bidang jasa kebersihan umum dan bangunan.

Disiplin, kepercayaan, dan manajemen profesional menjadi fondasi yang terus ia pegang hingga hari ini.

Ekspansi Di Berbagai Sektor. Seiring waktu, langkah Tanti meluas. Ia mendirikan Yayasan TK Nurul Ikhsan di Cimanggis, Depok (2006–2019) sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan usia dini. Di periode yang hampir bersamaan, ia membangun Kembang Dhewo Tinoto (2005–2018), salon dan spa yang menjadi ruang pemberdayaan perempuan di lingkungan sekitarnya.

Dunia fashion kemudian menjadi ruang kolaborasi visioner antara dirinya dan beberapa partner bisnis di bawah bendera PT Berdikari Group, sebuah langkah yang memperluas cakrawala usahanya sekaligus mempertegas arah pertumbuhan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Di luar itu, Tanti juga merambah sektor tour and travel, di bawah naungan PT Berdikari Nanda Tunggal.

Di ranah kuliner, ia mengembangkan Warung SAE sejak 2017 di Jakarta Selatan—menghadirkan konsep kuliner bercita rasa lokal dengan standar pelayanan modern. Bersama sang suami, ia juga membangun restoran Daharan Sogan, yang secara khusus memberdayakan para lansia sebagai penjaga autentisitas rasa menu legendaris Nusantara.

Tidak berhenti di sana, lini kecantikan pun ia kembangkan melalui produk Tar & Tan di Yogyakarta, sementara di sektor pendidikan ia turut aktif melalui SMART FAST Global Education serta Yayasan Salami Sulaimaniyah yang bekerja sama dengan Yayasan Sulaimaniyah Turki di Kulon Progo.

Kepercayaan terhadap kapasitas profesionalnya semakin ditegaskan ketika ia dipercaya menjadi Komisaris PT Krakatau Pipe Industries (Krakatau Steel Group) pada 2022, serta menjabat sebagai Komisaris Utama PT Berdikari Bungsu Selaras.

Kemewahan yang Berpijak pada Nilai

Bagi peremuan ber[aras ayu yang akrab disapa Tanti ini, fashion bukan sekadar estetika. Ia adalah pernyataan identitas. Melalui brand Donahue yang dibangun dan dikembangkannya, ia menghadirkan wastra Nusantara dalam interpretasi modern yang eksklusif dan refined. Jumputan Palembang, detail khas Lampung, sentuhan Bali, hingga ragam kain tradisional lain diolah menjadi busana kontemporer dengan siluet elegan.

Salah satu karya andalannya adalah bomber jacket handmade yang diproduksi sangat terbatas, hanya dua potong dalam setiap desain. Tidak ada produksi massal, tidak ada pengulangan motif. “Saya tidak pernah mengikuti tren. Ide datang begitu saja. Saya tidak suka menyamakan diri,” ujarnya tenang.

Keberanian untuk tidak menjadi seragam justru menjadi kekuatan diferensiasi. Dalam berbagai pameran di pusat perbelanjaan premium Jakarta, koleksinya kerap menjadi incaran. Bahkan beberapa desain yang awalnya ia tampilkan secara sederhana justru menjadi rebutan.

Fenomena ini membuktikan satu hal bahwasanya ketika produk lokal dikemas dengan kualitas, kepercayaan diri dan positioning yang tepat, ia mampu berdiri sejajar bahkan melampaui brand internasional yang sering kali dijual dengan harga jauh lebih tinggi meski berbahan sintetis.

Namun di balik eksklusivitas tersebut, ada nilai sosial yang menjadi fondasi. Sebagian proses pengerjaan melibatkan penyandang difabel yang menurutnya memiliki ketelitian dan kerapian luar biasa. Dalam lini usaha kuliner yang dibangun bersama sang suami, Tartono, S.H., M.B.A, para lansia diberdayakan sebagai penjaga cita rasa autentik menu legendaris.

“Jika bisnis hanya tentang uang, ia berhenti di angka. Tapi jika ada nilai dan kebermanfaatan, ia akan hidup lebih lama,” tegasnya.

Menuju Panggung Global

Tawaran untuk tampil dalam ajang fashion internasional telah beberapa kali datang. Beberapa koleksi Tanti bahkan telah diperkenalkan di luar negeri melalui jaringan relasi dan diaspora Indonesia.

Ekspansi global kini bukan lagi pertanyaan “mampu atau tidak”, melainkan soal momentum. Namun ketika melangkah ke panggung dunia nanti,  Tanti tak ingin sekedar membawa busana, tetapi narasi tentang budaya, tentang ketelitian tangan difabel, tentang cita rasa lansia yang menjaga tradisi, dan tentang perempuan Indonesia yang percaya pada potensi dirinya.

Menumbuhkan yang Kecil, Menguatkan yang Lemah

Sebelum membangun labelnya sendiri, Tanti yang sempat menjabat sebagai ketua Seksi  Ekonomi di sebuah organisasi salah satu instansi pemerintah, aktif mendampingi pelaku UMKM, terutama di Yogyakarta. Ia membantu pengurusan legalitas seperti PIRT, membenahi kualitas rasa, memperbaiki kemasan, hingga membuka akses distribusi ke area bandara dan jaringan ritel.

Baginya, tantangan terbesar bukan pada keterbatasan modal, melainkan pada keberanian untuk naik kelas. “Banyak yang sudah merasa cukup. Padahal potensinya jauh lebih besar,” katanya.

Ia memahami bahwa transformasi membutuhkan proses dan kesabaran. Karena itu ia tidak hanya memberi saran, tetapi juga menyediakan contoh, fasilitas dapur sesuai standar kesehatan, hingga referensi desain kemasan.

Hingga hari ini, pesan-pesan singkat dari para pelaku UMKM yang usahanya berkembang masih menjadi sumber kebahagiaan tersendiri baginya. “Allah mengajarkan bahwa manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat. Di situlah letak kebahagiaan saya.”

Ketajaman Intelektual dan Kepemimpinan Visioner

Berbekal pendidikan Sarjana Ilmu Politik, Tanti memahami dinamika kebijakan dan struktur organisasi. Namun ketika bisnisnya berkembang semakin kompleks, ia merasa perlu memperdalam sisi finansial secara akademis, hingga memutuskan untuk melanjutkan studi S2 di bidang Akuntansi.

“Saya ingin memahami struktur keuangan secara menyeluruh. Pemimpin tidak boleh hanya intuitif, tetapi juga rasional,” tekan pemilik zodiak Sagitarius ini.

Langkah ini menunjukkan kesadarannya bahwa kreativitas harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang profesional. Di bawah kepemimpinannya, setiap unit usaha dibangun dengan sistem kolaboratif sehingga mampu berjalan mandiri tanpa ketergantungan berlebihan pada figur sentral.

Kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menduduki posisi komisaris di berbagai perusahaan strategis nasional menjadi pengakuan atas kapasitas profesionalnya, sekaligus representasi bahwa perempuan mampu mengambil peran signifikan dalam industri yang selama ini didominasi laki-laki.

Keluarga sebagai Poros Kehidupan

Di balik kesibukan dan tanggung jawab profesional, keluarga tetap menjadi pusat energi Tanti. Ia membesarkan putranya, Subronto Laras, BBA., MM., dengan pendekatan dialog, bukan tekanan. Sejak kecil, Subronto telah ia ajak mengenal dunia kerja secara langsung, menyaksikan dinamika kantor, memahami proses bisnis dan belajar dari pengalaman nyata di lapangan.

“Saya tidak pernah memaksa. Anak diajak berbicara. Ketika tumbuh dalam cinta dan komunikasi, tanggung jawab muncul dengan sendirinya,” imbuh Tanti.

Hasilnya, sang anak menempuh pendidikan internasional dengan predikat cumlaude dan kini mengembangkan bisnisnya sendiri. Bagi Tanti, keberhasilan anak bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan kematangan karakter dan integritas.

Tanti meyakini bahwa keselarasan visi antara suami dan istri menjadi fondasi keharmonisan keluarga. Tanpa visi yang sama, perjalanan akan mudah tergelincir pada saling menyalahkan. Dengan visi yang sejalan, langkah menjadi ringan dan terarah.

Elegansi sebagai Warisan Nilai

Bagi Tanti, perempuan adalah sosok multitasking yang memiliki kewajiban moral untuk menggali potensinya. Ia kerap mengingatkan bahwa keberdayaan perempuan bukan untuk bersaing secara destruktif, melainkan untuk memberi kontribusi yang bermakna.

Terinspirasi oleh ibunya, perempuan tangguh yang membesarkan delapan anak dengan pendidikan dan keteladanan, Tanti menempatkan spiritualitas sebagai jangkar hidupnya. “Harus tetap lapang hati, bertakwa, dan bersyukur,” tekadnya.

Dalam dunia yang sering mengukur kesuksesan dari kemewahan luar, Tanti ingin menghadirkan definisi berbeda. ia meyakini bahwasanya kemewahan sejati adalah ketika karya kita mengangkat martabat budaya, memberdayakan sesama, dan meninggalkan warisan nilai yang berkelanjutan.

Dan di sanalah elegansi itu tumbuh, bukan dari gemerlap semata, tetapi dari kedalaman makna yang ia jahit dalam setiap langkah kehidupannya. Laili

Info Lebih Lanjut:

Instagram : @donahuejogja

Website : www.donahuejogja.com

Whatsapp : 089518301213

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top