Cover Story

Hani Firtiani Sutari, Berbagi Manfaat yang Membawa Keberkahan untuk Banyak Orang

MajalahKebaya.com, Jakarta – Kehadiran media sosial telah melampaui batasannya sebagai platform sekadar untuk interaksi sosial. Kini, media sosial telah menjadi salah satu pilar utama bagi kegiatan usaha dan strategi pemasaran digital. Konten kreator di media sosial pun telah bertransformasi dari sekadar hobi menjadi profesi menjanjikan dan tren utama di era digital. Sepertinya halnya Mamihunny yang punya nama lengkap Hani Firtiani Sutari yang tak menyangka dari media sosial kini ia menghasilkan pundi-pundi rupiah melalui endorsement hingga menjadi brand ambassador hijab dan klinik kecantikan.

“Saya punya usaha family karaoke non alkohol yang dibangun awalnya hanya cafe, kemudian ditambah room karaoke. Usaha ini sempat tutup saat pandemi dan buka kembali setelah pandemi. Saat itu saya mengisi waktu dengan menjadi konten kreator di Tiktok, kemudian di Instagram @mamihunny,” kenang wanita cantik yang akrab disapa Hani ini.

Usaha family karaoke yang berlokasi di kota Majalengka tersebut harganya sangat bersaing dan lokasinya juga strategis di area Hotel Putrajaya yamg memiliki fasilitas  kolam renang, gym, dan car wash. “Jadi selagi mobil dicuci, pengunjung bisa menunggu sambil karaoke,” ujar lulusan Universitas Padjajaran ini.

Setelah namanya dikenal sebagai konten kreator, wanita kelahiran Majalengka, 4 Oktober ini pun kerap diundang menjadi narasumber di berbagai acara, selain mengerjakan endorsement. “Sekarang saya lebih fokus di media sosial atau konten kreator, sedangkan operasional usaha family karaoke saya percayakan pada anak saya,” ungkap Hani ramah.

Hani melihat prospek industri kreator digital ke depan masih sangat besar, terutama untuk personal branding yang kuat dan autentik. Menurutnya, selama kita konsisten, relevan, dan punya nilai yang jelas, peluang kolaborasi, endorsement, hingga pengembangan produk sendiri akan terus terbuka.

Hani lebih memilih menjadi konten kreator dibandingkan mengelola bisnis family karaoke sebelumnya, apalagi sudah ada anaknya yang mulai terjun di bisnis. Ia menilai banyak manfaat sebagai konten kreator, salah satunya ia percaya cerita dan pengalaman hidup yang dibagikan di media sosial punya kekuatan untuk menguatkan orang lain. Bagi Hani, menjadi konten kreator bukan hanya soal viral, tapi soal konsistensi, integritas, dan kebermanfaatan jangka panjang.

“Dari awal bermain medsos, saya hanya ingin berbagi tentang keluarga, perempuan, perjalanan spiritual, sampai dinamika rumah tangga dan ternyata banyak yang merasa relate, dan saya pun merasa happy setiap kali saya menjadi narasumber di beberapa acara karena itu bentuk tanggung jawab sekaligus amanah. Ketika audiens percaya dan merasa terbantu, saya merasa perlu hadir bukan hanya di media sosial tapi juga di ruang diskusi yang lebih luas untuk berbagi perspektif yang membangun,” papar istri dari Akhmadsyah Hendrawibawa yang juga seorang pengusaha ini.

Meski terlihat mudah, menjadi konten kreator juga memiliki tantangan tersendiri bagi Hani. Salah satunya mood dan kondisi fisik tidak selalu stabil. Ia juga perlu menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan konten. “Suami saya anti masuk konten jadi terkadang suka lupa tiba-tiba bikin konten saat ada suami. Tapi kalau untuk keseharian tidak ada masalah karena kehidupan nyata dan di konten itu memang sama tidak dibuat-buat, autentik menjadi diri sendiri,” terangnya ramah.

Tantangan lain yaitu opini publik dan komentar negatif. Hal ini biasa dihadapi Hani sehingga  tidak terlalu mengganggu, hanya terkadang orang-orang terdekat yang merasa tidak enak. Selain itu tuntutan untuk selalu konsisten dan relevan.

“Solusi dari kendala itu, saya belajar untuk membuat daftar konten apa saja yang akan dibuat. Saya juga tidak  terlalu reaktif terhadap komentar negatif, fokus pada audiens yang suportif. Kita juga perlu menentukan batasan mana yang bisa dibagikan dan mana yang tetap privat. Tak kalah penting memiliki waktu untuk istirahat agar tetap sehat secara mental dan fisik,” papar Hani membuka tips sukses sebagai konten kreator.

Kunci Sukses

Kesuksesan yang diraih sebagai konten kreator bagi Hani tak lepas dari kegigihannya untuk konsisten, jujur dalam berkarya dan memiliki niat untuk selalu memberi manfaat. Bagi Hani sukses bukan tentang seberapa tinggi kita berdiri tapi seberapa kuat kita bertahan dan seberapa banyak manfaat yang bisa kita beri untuk orang lain.

“Saya masih dalam proses belajar dan bertumbuh setiap hari. Saya percaya, ketika kita bekerja dengan hati, bukan hanya mengejar angka atau popularitas, hasilnya akan mengikuti dengan sendirinya. Tidak lupa juga doa dan dukungan orang-orang terdekat,” tambahnya.

Bagi Hani pencapaiannya di dunia konten kreator saat ini bisa dibilang sebuah keajaiban karena ia merasa hanya seorang perempuan yang tidak lagi muda, yang awalnya hanya berbagi cerita sehari-hari di media sosial miliknya tanpa rencana besar, tanpa strategi yang matang, tapi ternyata dari sesuatu yang sederhana, perlahan Allah membukakan jalan mulai dari endorsement, catwalk, brand ambassador hijab Kisera, klinik Amabelle sampai dipercaya menjadi narasumber.

“Bahkan jika ada acara untuk wardrobe pun selalu di-support dari sponsor seperti kebaya modern yang saya pakai saat ini di-support Klambikoe, designer dari Bandung yang semua bajunya pasti ada unsur etnik khas Indonesia. Namun ada hal yang paling membuat saya takjub adalah ketika membaca DM dari orang-orang yang merasa terinspirasi, bilang merasa dikuatkan, merasa tidak sendirian, merasa lebih percaya diri, hanya karena melihat konten-konten dari seorang Mamihunny yang sebenarnya bukan siapa-siapa ini. Di situ saya sadar jika ini bukanlah kebetulan tapi mungkin ini cara Allah menunjukkan bahwa tidak ada usia terlambat untuk bertumbuh. Dan bagi saya, itu adalah keajaiban yang paling nyata,” ungkapnya bersyukur.

Rencana dan Resolusi ke Depan

Saat ini ada beberapa rencana bisnis yang lagi dipersiapkan Hani dan masih berkaitan dengan dunia konten kreator, tapi ia belum bisa mengungkapkan ke publik. Tahun ini Hani pun memiliki resolusi yang ingin dicapai yaitu naik level tanpa kehilangan nilai dan memperluas dampak tanpa kehilangan diri sendiri.

“Intinya di tahun 2026 ini saya harus lebih banyak lagi menghibur orang sekaligus memberikan manfaat yang membawa keberkahan karena saya sangat meyakini ketika kita bisa memberikan manfaat buat orang banyak maka hidup kita akan berkah,” tandasnya.

‘Emah’ Sumber Inspirasi

Di dunia konten kreator, Hani tidak mempunyai satu figur tertentu yang menjadi panutan. Semua konten yang dibagikannya di media sosial lahir dari keseharian, dari cerita-cerita sederhana yang jujur apa adanya, sehingga kalau ditanya siapa yang paling menginspirasinya sebagai perempuan, itu adalah almarhumah ibunya yang biasa disapa dengan Emah.

“Ibu saya adalah perempuan yang aktif, humoris, penyayang, dan tidak pernah memandang orang dari kasta atau status. Di mata Emah, semua orang layak diperlakukan dengan baik. Saya belajar dari Emah bahwa kekuatan perempuan bukan dari seberapa keras suaranya atau seberapa tinggi posisinya tapi dari seberapa luas hatinya. Menurut Emah menjadi baik itu tidak perlu diumumkan, cukup dilakukan. Dan nasehat Emah ini sangat terngiang di telinga saya sampai sekarang,” kenangnya.

Peduli Sesama dan Aktif Kegiatan Sosial

Dalam hidupnya Hani bersyukur ada beberapa hal kecil yang diusahakan untuk bisa berbagi. Setiap Jumat ia mengadakan Jumat Berbagi. Tempatnya tidak tetap, terkadang ke kolong jembatan di Jakarta, ke kampung pemulung, atau tempat-tempat lain yang memang membutuhkan. Meski bukan sesuatu yang besar tapi ia ingin melakukannya dengan konsisten.

Hani juga memiliki kepedulian tinggi terhadap UMKM dengan mengembangkan program Gerebek UMKM sebagai ajang promosi gratis untuk pemasaran produk UMKM. Ia memilih UMKM yang memang butuh dukungan dan membantu posting di TikTok dan Instagram, juga promosi lewat story supaya mereka mendapat exposure lebih luas.

“Saya mungkin bukan siapa-siapa di dunia konten kreator tapi saya yakin ketika saya membantu dengan tulus pelaku UMKM yang potensial namun mereka tidak punya budget promosi, itu sedikitnya akan membuat orang lain atau followers saya yang tidak seberapa itu akan tahu jualan mereka dan berharap akan membeli. Selain itu UMKM yang kita bantu promosikan pun akan happy. Poinnya kita berbagi kebahagiaan,” paparnya dengan antusias.

Quality Time Bersama Keluarga

Ibu dari Dinda Wiguna Septiani, Almera Belva Razandy, Anargya Rasya Alanza, dan Raisa Sekar Anindita ini, berusaha menjaga kedekatan dan komunikasi dengan anak-anaknya yang sudah dewasa. Bagi Hani, rumah tetap prioritas. Ia pun percaya selama komunikasi dengan keluarga dijaga dan niatnya baik, perempuan bisa tetap bertumbuh tanpa meninggalkan kewajiban di keluarganya.

Dalam aktivitas sebagai konten kreator, Hani juga selalu menyesuaikan dengan jadwal suaminya. Sebelum menerima job, biasanya ia izin dan diskusi dulu dengan suaminya. “Walaupun suami anti masuk konten tapi seringkali ide konten itu datangnya dari suami,” ujarnya tersenyum.

“Jujur kami tidak punya waktu khusus yang terjadwal. Suami kerjanya tidak office hour dan anak-anak juga sudah punya kesibukan masing-masing, bahkan ada yang sudah menikah. Tapi justru karena itu, setiap momen sederhana jadi terasa berharga. Entah itu makan bareng, ngobrol santai, atau sekadar kumpul sebentar di rumah. Buat kami, yang penting bukan seberapa sering bersama, tapi seberapa hangat saat bersama,” terangnya.

Walaupun ada kerjaan, Hani tetap mengusahakan memiliki waktu luang untuk me time bertemu teman-temannya atau mengikuti kegiatan di luar rumah. Baginya, waktu saat mengobrol, tertawa dan silaturahmi penting buat recharge energi. “Selama tanggung jawab di rumah dan pekerjaan tetap aman, saya percaya perempuan juga tetap butuh ruang sosial untuk dirinya sendiri,” ujarnya.

Saat sedang suntuk atau penat, Hani biasanya meluangkan waktu sejenak untuk traveling atau bertemu dengan teman-temannya sembari mengobrol tanpa merasa ada tekanan pekerjaan. “Saya biasanya traveling ke tempat yang nggak harus jauh lokasinya atau mewah, yang penting rileks dan bisa meningkatkan suasana hati. Kadang cuma short escape saja sudah cukup buat bikin pikiran lebih fresh dan hati lebih ringan. Nah kalau bertemu teman-teman saya biasa ngobrol, tertawa bareng, itu sangat membantu mengembalikan energi positif,” ungkapnya senang.

Di bulan Ramadhan ini Hani memiliki kegiatan bersama suaminya untuk membagikan takjil kepada para pengemudi ojek online atau masyarakat yang membutuhkan. Ia juga  lebih banyak quality time bersama keluarga dengan mengobrol bersama atau sekadar menikmati suasana yang lebih tenang.

“Di bulan Ramadhan saya lebih fokus beres-beres hati dulu, bukan beres-beres dapur, karena jujur saya tidak bisa masak. Yang penting hatinya siap dulu, dapur bisa menyusul karena kalau Ramadhan biasanya di rumah masak hanya pada saat sahur. Waktu buka biasanya beli karena seisi rumah doyan jajan, apalagi jajanan takjil Ramadhan itu sangat menggiurkan, sayang banget kalau dilewatkan. Jadi saat bulan Ramadhan saya lebih banyak introspeksi dan menahan diri. Intinya Ramadan buat saya itu waktunya slow down, bukan cuma menahan lapar, tapi ngerem ego juga. Saat mendekati Lebaran nah itu mulai deh kita hectic kirim-kirim hampers,” pungkasnya tersenyum. EK

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top