MajalahKebaya.com, Jakarta – Sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional, Hida bertanggung jawab memastikan seluruh kebijakan dan program BGN berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku sekaligus tersampaikan dengan baik kepada publik. Di bidang hukum, melakukan pendampingan regulasi, harmonisasi peraturan, serta mitigasi risiko hukum agar setiap langkah BGN memiliki landasan yang kuat, sementara di bidang kehumasan, mengelola komunikasi publik, hubungan media, serta membangun narasi yang informatif dan transparan terkait Program Makan Bergizi Gratis dan kebijakan strategis BGN. Artinya, Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional menjadi penghubung antara kebijakan, hukum, dan kepercayaan publik.
Menanggapi banyak isu yang berkembang terkait Program Makan Bergizi Gratis, menurut Hida, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas, sehingga wajar jika mendapat perhatian besar. Isu berkembang karena tingginya ekspektasi publik serta dinamika di lapangan.
“Kami memandang isu sebagai bagian dari proses penguatan program. Langkah yang kami lakukan adalah memastikan informasi yang disampaikan ke publik akurat, berbasis data, dan mudah dipahami. Selain itu, kami memperkuat koordinasi lintas sektor serta respons cepat terhadap informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, agar kepercayaan publik tetap terjaga,” jelas wanita cantik kelahiran Grobogan, 9 September ini.

Kepedulian Sosial yang Teritegrasi dalam Tugas. Tugas dan tanggung jawab dalam karier bagi Hida bukan sekadar jobdesk atau tupoksi yang diberikan institusi tetapi lebih dari itu, ia menjadikan itu sebagai wujud kepedulian sosial.
“Bagi saya, apa yang kami lakukan di Badan Gizi Nasional sejatinya merupakan bentuk aksi sosial itu sendiri. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, BGN hadir langsung menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak, sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. Di BGN, kami tidak hanya menjalankan program, tetapi juga memastikan tata kelola yang transparan, komunikasi publik yang edukatif, serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat. Kontribusi ini menjadi wujud kepedulian sosial yang terintegrasi dengan tugas dan tanggung jawab institusi,” tegas ibu dari tiga orang anak laki-laki ini.
Harapan Hida di tahun 2026 ini, menjadi tahun yang bersahabat dengan kita, menjadi tahun mereformasi diri kita jadi manusia yang jauh lebih baik dan lebih bermakna. “Saya juga berharap tahun ini menjadi momentum penguatan kolaborasi dan kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Dengan dukungan semua pihak serta masyarakat, saya yakin kita dapat bersama-sama menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing.”
Di tahun 2026, lanjut Hida, BGN fokus pada penguatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari tata kelola, standar layanan, hingga pengawasan. Selain itu, mendorong penguatan edukasi gizi kepada masyarakat serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar dampak program tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
Kunci Sukses
Hida yang dikenal sebagai pekerja keras dan energik, sebelum di BGN pernah cukup lama berkarier di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan menjabat berbagai posisi penting, mulai dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sesmenko (Bagian TU dan Protokol, Biro Umum), Kepala Sub Bagian Publikasi (Bagian Humas, Biro Informasi dan Hukum), Kepala Sub Bagian Dokumentasi (Bagian Humas, Biro Informasi dan Hukum), Kepala Sub Bagian Publikasi dan Dokumentasi (Bagian SI dan Humas, Biro Perencanaan dan Informasi), Kepala Bagian Humas Biro Komunikasi, Sekretariat Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi. Ia juga pernah menjabat sebagai Pranata Humas Ahli Madya Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, KKP, sebelum kemudian ia menjabat Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, dan kini dipercaya sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas BGN.
Di tahun yang baru ini, Hida ingin terus meningkatkan kapasitas diri agar dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi negara melalui institusi BGN. dan juga tentunya, sebagai manusia, secara pribadi ia ingin terus menjaga keseimbangan hidup, kesehatan, dan kualitas waktu bersama keluarga.

Selain nilai-nilai kerja yang selalu dipedomaninya dalam berkarier, seperti tersebut di atas, Hida juga menjadikan sosok-sosok perempuan hebat sebagai sumber inspirasinya. Hida berharap dapat menjadi perempuan yang mampu menerapkan kepemimpinan yang dijalankan dengan ketegasan, integritas, dan profesionalisme tinggi, tanpa kehilangan sisi empati.
“Konsistensi para perempuan hebat ini dalam menjaga tata kelola yang baik serta keberanian mengambil keputusan strategis menjadi inspirasi bagi saya dalam menjalankan peran sebagai pimpinan biro, khususnya dalam memastikan kebijakan berjalan akuntabel dan berpihak pada kepentingan publik,” ujar pencinta kopi pahit ini.
Me Time yang Mengoptimalkan Kinerja
Di sela-sela kesibukan, Hida menjadikan lari sebagai me time, menjadi ruang relaksasi sekaligus cara menjaga kebugaran. Berlari memberi kesempatan baginya untuk melepaskan penat, menata pikiran, dan kembali fokus. Selain menyehatkan secara fisik, menurutnya, lari juga membantu menjaga kesehatan mental karena memberi waktu refleksi dalam ritme yang sederhana.
“Aktivitas ini mengajarkan konsistensi dan disiplin—nilai yang juga saya terapkan dalam menjalankan tugas di Badan Gizi Nasional. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang jernih, saya percaya kinerja dan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih optimal,” ujar Hida yang sangat menyukai kebaya dan wastra Nusantara, karena baginya wastra bukan sekadar busana, tetapi identitas dan kebanggaan budaya, mengenakannya adalah bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal sekaligus upaya untuk menjaga warisan budaya bangsa.
