Cover Story

Hj. Eva Dwiana, Menuju Bandar Lampung Gemilang, Modern dan Sejahtera

MajalahKebaya.com, Jakarta – Di tengah dinamika pembangunan kota-kota besar di Indonesia, sosok Hj. Eva Dwiana atau akrab disapa Bunda Eva ini tampil sebagai pemimpin perempuan yang lembut namun tegas, mengarahkan Bandar Lampung menjadi kota yang sehat, cerdas, beriman, berbudaya, nyaman, serta unggul dan berdaya saing berbasis ekonomi kerakyatan. Berbekal pengalaman panjang di legislatif dan eksekutif, ia menakhodai Bandar Lampung dengan fokus menurunkan kemiskinan, membuka lapangan kerja, pembangunan infrastruktur dan menghadirkan pelayanan publik yang kian modern dan inklusif.

Dari Wakil Rakyat ke Wali Kota Dua Periode

Perjalanan karier Bunda Eva berawal dari satu tekad sederhana: ingin melihat masyarakat di daerahnya lebih maju dan sejahtera. Ia mulai berkiprah sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung, mewakili Dapil Kota Bandar Lampung, sebelum akhirnya dipercaya memimpin langsung kota ini sebagai Wali Kota periode 2021–2026 dan kembali terpilih untuk periode 2025–2030.

Di balik gaya kepemimpinannya yang dikenal merangkul, tersimpan disiplin dan komitmen yang kuat yang ia pelajari sejak kecil dari sang ayah, sosok inspiratif yang mengajarkannya kedisiplinan, dedikasi pada pekerjaan, dan kepekaan untuk berbagi kepada sesama. Tidak mengherankan jika banyak kebijakan yang lahir dari empati, namun tetap berpijak pada tata kelola pemerintahan yang tegas dan terukur.

Fokus Krusial: Turunkan Kemiskinan, Buka Lapangan Kerja

Bunda Eva menyebut persoalan paling krusial di Bandar Lampung adalah kemiskinan dan pengangguran. Berbagai program terpadu mendorong angka kemiskinan turun menjadi sekitar 6,95 persen pada 2025, dari 7,37 persen di tahun 2024, dengan penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, serta kemudahan perizinan investasi.

Sejalan dengan itu, ia memacu peningkatan layanan dasar melalui pembangunan infrastruktur jalan, drainase, air bersih, persampahan, dan administrasi pemerintahan yang kian cepat dan transparan. Semua diarahkan untuk mewujudkan Bandar Lampung yang nyaman ditinggali sekaligus kompetitif sebagai pusat ekonomi dan jasa di ujung selatan Sumatra.

Kota Modern: Infrastruktur, Digital, dan Layanan Publik

Geliat pembangunan kota tercermin lewat program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan warga: rehabilitasi dan pembangunan jalan serta jembatan, penataan kawasan kumuh, hingga pengembangan perumahan rakyat yang lebih layak. Di sisi lain, sistem transportasi publik diperbaiki untuk mengurangi kemacetan dan mendukung mobilitas warga yang kian dinamis.

Transformasi digital juga menjadi pilar penting melalui pengembangan e-government dan pemanfaatan teknologi menuju smart city, sehingga masyarakat mendapatkan layanan cepat, mudah, dan transparan. Layanan kesehatan dan pendidikan gratis serta peningkatan kualitas fasilitas, tenaga medis, guru, dan beasiswa, memperkuat wajah Bandar Lampung sebagai kota modern yang tidak meninggalkan kelompok rentan.

Perempuan, Anak, dan UMKM di Pusat Pembangunan

Sebagai pemimpin perempuan, Bunda Eva menempatkan pemberdayaan perempuan, ibu, dan anak sebagai prioritas strategis, bukan sekadar pelengkap program. Pemerintah Kota membuka akses luas bagi perempuan untuk berperan di semua bidang, memperkuat kapasitas dan perlindungan, termasuk melalui Forum Komunikasi PUSPA, PUSPAGA, kader PATBM, Pos Curhat, dan kader Sahabat Perempuan dan Anak di seluruh kelurahan.

Dalam penanganan kekerasan dan perdagangan orang, ia menggandeng berbagai lembaga seperti LPA, DAMAR, PKBI, hingga advokat yang memberikan pendampingan dan bantuan hukum gratis bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Di sisi ekonomi, UMKM dan IKM—termasuk pelaku wastra dan busana tradisional Lampung—didukung lewat kredit tanpa bunga, pelatihan, bantuan sarana-prasarana, dan fasilitasi pemasaran hingga ke ajang nasional dan internasional.

Kota Gemilang: Budaya Kuat, Pariwisata Tumbuh, Prestasi Mengalir

Bandar Lampung di era Bunda Eva bukan hanya bicara beton dan angka statistik, tetapi juga penguatan jati diri budaya. Wastra dan pakaian tradisional Lampung kini semakin sering tampil di panggung nasional hingga internasional, menjadi etalase kreativitas pelaku UMKM dan kebanggaan identitas daerah.

Di sektor pariwisata, deretan destinasi seperti kawasan Batu Putuk dan Air Terjun Batu Putuk, Taman Kupu-Kupu Gita Persada, Lembah Hijau, Pantai Duta Wisata, Pulau Pasaran, hingga objek edukasi seperti Museum Lampung dan rumah adat Lampung, menjadi magnet baru bagi wisatawan. Konsistensi pembangunan dan inovasi itu berbuah deretan penghargaan bergengsi, mulai dari Inovative Government Award (IGA), Kota Layak Anak kategori Nindya, hingga penghargaan di bidang pariwisata, kesehatan, dan pelayanan publik.

Resolusi 2026: Langkah Mantap Menuju Kota Sejahtera

Memasuki tahun 2026, Bunda Eva menegaskan resolusi untuk meningkatkan pembangunan di segala bidang dengan fokus pada infrastruktur, persampahan, kesehatan, pendidikan, dan penguatan UMKM. Anggaran daerah diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana, mengendalikan banjir, memperbaiki pengelolaan sampah, serta memperluas kesempatan ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

Di sela kesibukan, ia tetap menyempatkan me time dengan kembali ke hobi memasak, berkumpul bersama keluarga, dan mengunjungi sang ibu, menjaga keseimbangan antara peran sebagai pemimpin daerah dan sebagai seorang istri, ibu, dan anak. Bagi Bunda Eva, Bandar Lampung gemilang, modern, dan sejahtera bukan sekadar slogan, melainkan janji kerja yang diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat: “Kita pasti bisa membangun Bandar Lampung yang maju, nyaman, dan berkualitas—bersama, bukan sendiri.”pungkas Walikota Bandar Lampung Perempuan Pertama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top