MajalahKebaya.com, Jakarta – Memiliki segudang talenta, tidak menyurutkan passion dan panggilan jiwa dr. Lilia Mufida SpOG Subsp KFm untuk tetap fokus mengabdikan diri pada masyarakat, terutama karena sangat peduli pada kesehatan perempuan (ibu dan anak), khususnya kesehatan kandungan. Ia sangat menyadari, seorang ibu yang sehat akan melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan unggul.
Dalam rangka memperingati Hari Ibu, dr. Lilia kembali mengingatkan betapa pentingnya peran seorang ibu. Ibu bukan saja sebagai sosok yang melahirkan tetapi juga bisa memberikan teladan atau contoh yang baik, menjadikan anak-anaknya sebagai generasi penerus yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Anak-anak yang bukan hanya sukses dalam karier, tetapi mereka bahagia dan beradab.
“Makanya saya sangat mengharapkan seorang ibu dapat mendidik anak-anaknya sejak dari dalam kandungan. Contoh, ketika anak masih dalam kandungan bisa didengakan murotal atau mengaji, sesuai dengan cara agama masing-masing… diajak bicara yang baik-baik. Seperti yang sering saya sampaikqn, Madrasah terbaik itu 1000 hari pertama dalam kehidupan. Tetapi akan berlanjut ajaran ibu sampai seumur hidup bagi seorang anak. Makanya dalam Al-Quran disebutkan: hormati ibu ibu ibumu…baru bapakmu,” tegas dr. Lilia.

Lebih lanjut dr. Lilia menjelaskan, 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) adalah 270 hari dalam kandungan ditambah 730 hari = usia 2 tahun pertama kehidupan bayi. Mengapa itu penting, karena otak janin mulai terbentuk sejak usia kehamilan 3 minggu, dan pertumbuhan sel otak tercepat terjadi trimester 2-3. Kekurangan nutrisi atau paparan racun bisa mengganggu pembentukan neuron mielinisasi otak.
Pada Fase Baru Lahir (0-6 bulan), yaitu fase kritis pembentukan sistem imun dan pencernaan, fokus utama medis adalah: ASI eksklusif 6 bulan – mengandung antibodi, enzim, dan nutrisi lengkap; Kontak kulit dengan ibu segera setelah lahir (early initiation of breastfeeding); Imunisasi dasar lengkap; Pantau berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala tiap bulan. ASI eksklusi sangat penting karena zat gizi dan hormon dalam ASI membantu perkembangan otak, serta menurunkan risiko alergi dan infeksi.
Kemudian pada Fase MPASI dan Anak Usia 6-24 bulan, yang merupakan masa pertumbuhan cepat (growth spurt) dan eksplorasi lingkungan, fokus medis adalah: MPASI bergizi saeimbang – karbohidrat, protein hewani, lemak sehat, sayur, buah; Cegah stunting – pastikan asupan protein dan zat besi cukup; Stimulasi dini – ajak bicara, bernyanyi, bermain; Kebersihan dan imunisasi lanjutan. Kenapa itu penting, karena pada fase ini pertumbuhan otak mencapai 80% ukuran dewasa di usia 2 tahun. Kekurangan nutrisi pada masa ini bisa menyebabkan gangguan kognitif permanen.
Seorang ibu, tekan dr. Lilia, harus memahami fase-fase pertumbuhan dan perkembangan ini, agar anaknya bisa tumbuh sehat. Juga seorang ibu harus menanamkan pendidikan akhlak, moral, sopan santun, dan adab sejak dini agar kelak anak bisa bermanfaat bagi sesama, masyarakat, dan bangsa.
“Harapan saya pada anak-anak, semoga mereka menjadi anak-anak yang soleh dan soleha,” doa dan harap dr. Lilia yang memaknai kesuksesan itu jika bisa bermanfaat untuk orang lain dan keluarga.

Perjalanan Karier
Ketika masih kuliah, dr. Lilia termasuk sangat aktif dalam berbagai kegiatan non akademis, hingga beberapa kali diliput televisi nasional. Mulai dari menari, vokal grup, menjadi penyiar TVRI Palembang khusus bidang kesehatan, pernah menjadi Putri Citra Sumatera Selatan, Bujang Gadis Palembang (Duta Pariwisata Kota Palembang yang memiliki penampilan menarik, kecerdasan, pemahaman budaya, dan kepedulian terhadap pariwisata daerah), hingga pernah menang sebagai finalis lomba keroncong se-Sumatera Selatan.
Potensi diri yang dimiliki dr. Lilia memang sudah terlihat sejak kecil. Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar ia sudah mngikuti kuis Cepat Tepat, dan menjadi Pelajar Teladan nomor dua se-Palembang. Prestasi yang sangat membanggakan. Dan, setelah lulus Sekolah Menengah Atas, ia pun tidak ragu untuk mengambil kuliah kedokteran.
Menjadi dokter adalah cita-cita dr. Lilia sejak kecil. Apalagi kakaknya juga seorang dokter. Ia kemudian kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang (Unsri) tahun 1985. Setelah tamat, ia pun bertugas di salah satu Puskesmas di Kabupaten Lahat, tempat kelahirannya. Kemudian ia melanjutkan sekolah mengambil Spesialis Kandungan, juga di Unsri, tamat tahun 1993. Setelah itu dr. Lilia bertugas kembali di Kabupaten Lahat Sumatra Selatan, di Rumah Sakit Umum Daerah, hingga tahun 2007.
“Kenapa kembali ke Lahat, selain karena saya asli Lahat, waktu itu ayah saya Bupati di sana, dan mengharuskan semua anaknya untuk mengabdi di Kabupaten Lahat. Jadi kita sebagai anaknya semua harus balik ke Lahat, minimal kita sudah mengabdi baru kita boleh pergi ke kota atau tempat lain,” tutur wanita kelahiran Lahat, 31 Maret 1967, yang menamatkan Spesialis Obgyn di FK Unsri tahun 2003 ini.
Setelah mengabdi di tanah kelahiran, istri dari M. Antonius Hartono SH, serta ibunda dari M. Ginang Prasidina Rahim S.Ds, Akhmad Rakha Fadil ST. MT., drg. Salsabella Azalea, Aqilla Fadya Hayya SH, dan mertua dari Amirah Nuha Ghaidah SE, MBA ini, kemudian memperdalam ilmunya, mengambil Konsultan dengan Sub Spesialis Fetomaternal (subspesialisasi bidang kedokteran kebidanan dan kandungan yang fokus pada kesehatan janin (fetal) dan ibu (maternal) selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas) di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, tamat tahun 2010. Kemudian ia pindah ke Jakarta dan sempat bertugas di RSPAD dan BKKN Pusat, sebelum akhirnya mengajukan diri untuk pensiun dini.
Bukan hanya dalam bidang akademik, dr. Lilia juga memiliki bakat entrepreneurship dalam dirinya, dipadu dengan jiwa seni yang mengalir kuat, ia berencana akan mengukuhkan usaha yang selama ini dijalankan sambilan menjadi sebuah bisnis yang serius. Yaitu, brand hijab dan mukena dengan nama Limeera.
“Saya jalankan usaha ini sendiri. Berawal dari jilbab yang biasa saya pakai disukai oleh teman-teman. Saya kemudian bersemangat membuat desain dengan motif-motif jilbab yang menarik, sehingga semakin banyak yang suka dan tertarik. Saat ini memang baru saya jual di bazaar-bazaar yang diadakan kantor-kantor saja atau pesanan dari teman-teman. Untuk promosi lebih gencar tidak bisa maksimal karena terkendala waktu,” ujar wanita yang hobi traveling, menyanyi dan merajut ini.
