Cover Story

Prawidha Murti, S.H., Berani Mengambil Peluang Sambil Tetap Setia Pada Jati Diri

MajalahKebaya.com, Jakarta – Perempuan hari ini memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya, meskipun masih menghadapi stigma dan ekspektasi sosial. Setiap perempuan berhak menentukan jalannya sendiri, tanpa harus meminta izin dari dunia. Apakah ia memilih karier, keluarga, atau keduanya sekaligus, yang terpenting adalah ia merasa utuh, bahagia, dan bisa memberi dampak positif bagi lingkungannya. Sebuah refleksi perjalanan hidup dan karier Widha Murti, lawyer yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang commercial litigation dan cross border dispute. Ia juga aktif di kepengurusan akuatik dan menjabat sebagai Sekretaris Umum Akuatik Indonesia Jakarta Selatan.

Langkah profesional Wida sebagai seorang lawyer dimulai dengan sebuah keyakinan bahwa hukum adalah jalan untuk menghadirkan keadilan bagi banyak orang. Profesi ini mengajarkan untuk berpikir kritis, berpegang pada integritas, dan berani mengambil keputusan sulit.

“Namun, hidup membawa saya pada persimpangan baru. Sebagai seorang single parent, saya menemukan kekuatan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Dari titik terendah dalam hidup, saya belajar berdiri kembali dengan lebih tegak, bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk anak saya,” kenang Wida yang pernah berkarier di beberapa lawfirm yang berafiliasi dengan lawfirm asing

Dari sanalah lahir Warriors Swimming Club. Bagi Wida, klub ini bukan hanya wadah olahraga, tetapi juga simbol perjuangan. Tempat di mana ia menuangkan energi, cinta, dan harapan agar anak-anak bisa bertumbuh menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan penuh mimpi. “Warriors adalah cerminan perjalanan saya bahwa dari keterbatasan bisa lahir kekuatan, dan dari luka bisa tumbuh inspirasi,” ucapnya bijak.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini percaya bahwa kreativitas lahir dari keberanian. Berani mencoba hal baru, berani melawan arus, bahkan berani jatuh untuk kemudian bangkit lagi. Bagi Wida, Warriors Swimming Club adalah bukti nyata bagaimana mimpi bisa dihidupkan.

“Inovasi kami bukan hanya soal metode latihan, tetapi tentang membangun komunitas yang sehat: menjadikan olahraga sebagai gaya hidup, dan disiplin sebagai fondasi karakter,” tutur  perempuan yang hobi membaca buku, renang, traveling, dan menulis ini.

Medali atau penghargaan hanyalah simbol. Prestasi terbesar Wida adalah ketika melihat anak-anak Warriors berdiri percaya diri di podium, membawa pulang lebih dari sekadar piala. Mereka membawa pulang keberanian, kerja keras, dan keyakinan bahwa mereka mampu.

Ada satu pencapaian yang lebih mendalam ketika anaknya sendiri bisa melihat perjuangan dirinya, belajar dari keteguhannya dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat. “Itulah hadiah terbesar bahwa setiap langkah saya memberi teladan nyata tentang arti ketangguhan,” tandasnya.

Bagi Wida, menjadi single parent sekaligus wanita karier  adalah seni menyeimbangkan diri, bukan hanya seorang profesional, bukan hanya seorang ibu, tapi keduanya sekaligus dan keduanya menuntut hati yang utuh.

“Saya memilih untuk hadir sepenuhnya dalam setiap peran. Saat bekerja, saya memberikan yang terbaik untuk profesi dan komunitas saya. Saat bersama anak, saya menghadirkan cinta, waktu, dan perhatian tanpa kompromi. Saya percaya, kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas,” tuturnya tegas.

Support system dari keluarga dan sahabat juga menjadi fondasi penting. Perempuan tidak harus berjalan sendiri. Dengan saling mendukung, kita bisa melangkah lebih kokoh dan lebih jauh. “Ada cinta dari anak-anak, ada teman dekat, sahabat dan keluarga, serta team Warriors yang mendampingi langkah saya.” 

Sebagai ibu tunggal, Wida belajar untuk menjadi kuat terlebih dahulu sebelum bisa menguatkan anaknya. Membaca, menulis, berolahraga, dan traveling adalah caranya menjaga keseimbangan. Baginya merawat diri bukanlah kemewahan, melainkan tanggung jawab. “Di sanalah saya menemukan ruang untuk bernapas, merefleksi, dan kembali penuh energi untuk menghadapi hari berikutnya,” ujar Wida yang juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan komunitas olahraga.

Wida telah membuktikan betapa kerasnya perjuangan untuk bisa sampai di posisinya sekarang ini. Bagi Wida, sukses bukanlah tentang jabatan, kekayaan, atau pengakuan. Sukses adalah ketika kita mampu menjadi cahaya menyinari jalan orang lain, menguatkan mereka yang rapuh, dan meninggalkan jejak kebaikan yang akan terus hidup meski kita tiada.

Kunci Sukses dalam Hidup

Ada tiga kiat sukses Wida, yaitu pertama konsistensi. Kekuatan sejati bukan pada langkah besar, tetapi pada ketekunan melakukan hal kecil setiap hari. Kedua keberanian. Hidup tidak pernah mudah, tetapi kita selalu bisa memilih untuk berani bermimpi, berani mencoba, dan berani bangkit dari kegagalan. Ketiga, kerendahan hati. Sukses bukan soal seberapa tinggi kita berdiri, tetapi seberapa banyak kebaikan yang bisa kita tinggalkan di sepanjang jalan.

Inspirasi terbesar Wida adalah ibunya sendiri. Dari sosok Sang Ibu, Wida belajar bahwa seorang perempuan bisa menjadi pelindung, pejuang, sekaligus sumber kasih yang tiada habis. “Beliau mengajarkan saya bahwa cinta yang tulus dan kerja keras yang konsisten adalah doa yang bergerak dan tak pernah sia-sia,” jelasnya.

Ke depan, Wida ingin Warriors Swimming Club bukan hanya menjadi klub olahraga, tetapi rumah yang melahirkan generasi pemimpin masa depan atlet yang bukan hanya tangguh secara fisik, tetapi juga berintegritas dalam hidup.

“Bagi anak saya, saya ingin menjadi bukti nyata bahwa meski hidup tidak selalu sempurna, kita selalu bisa menciptakan masa depan yang lebih baik. Saya ingin ia tumbuh dengan keyakinan bahwa keberanian dan ketekunan akan selalu membawanya melewati setiap tantangan,” harapnya.

Peran Perempuan di Era Digital

Wida menilai era digital memberikan kekuatan baru bagi setiap perempuan untuk bersuara, berjejaring, dan berkarya tanpa batas. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita bisa?, tetapi apakah kita berani mengambil peluang itu, sambil tetap setia pada jati diri kita.

Era digital menghadirkan peluang yang luar biasa, tetapi juga tekanan yang tidak mudah. Informasi yang begitu deras, ekspektasi yang tinggi, dan tuntutan untuk selalu tampil sempurna adalah tantangan nyata.

Wida sering merasa dunia bergerak terlalu cepat. Namun ia percaya, bukan kecepatan yang membuat kita bertahan, melainkan arah yang jelas. Ia pun memilih untuk fokus pada nilai, bukan sekadar tren pada dampak jangka panjang, bukan sekadar sensasi sesaat.

Sebagai single parent, Wida belajar bahwa kekuatan perempuan tidak ditentukan oleh hadir atau tidaknya pasangan, tetapi oleh keberanian untuk terus melangkah meski tanpa pasangan. “Saya berdiri bukan hanya untuk diri saya, tetapi juga untuk anak saya, dan untuk generasi muda yang kelak akan membawa mimpi bangsa ini lebih jauh,” katanya bijak.

Wida pun ingin menjadi seorang perempuan sejati yang bukan hanya  berhasil mencapai puncak, tetapi mampu mengulurkan tangan dan mengangkat banyak orang untuk ikut naik bersamanya. “Itulah warisan yang ingin saya tinggalkan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top