Cover Story

Fitri Dwi Rahmawati, S.E., Perempuan Harus Memiliki Semangat untuk Terus Bertumbuh dan Berkembang

MajalahKebaya.com, Jakarta – Perempuan jangan terjebak dan terkungkung dalam stereotip hanya sebagai ibu rumah tangga yang secara kodrati terikat pada tugas-tugas multiperan domestik. Perempuan harus menampilkan eksistensi dirinya, menggali dan mengembangkan semua potensi yang ada, bertumbuh dan berkembang untuk kemandirian finansial, kesejahteraan dan kebahagiaan bagi keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian, perempuan akan bisa berpartisipasi dan berkontribusi secara nyata dalam pembangunan bangsa, bermanfaat bagi sesama. Demikian siungkapkan wanita cantik, Fitri Dwi Rahmawati, seorang ASN di Kementerian Keuangan (Direktorat Jenderal Pajak), yang juga dikenal sebagai MC Profesional dan owner coffee shop dengan brand Spezial Kopi di Yograkarta.

Fitri mengakui perempuan di Indonesia saat ini memiliki kontribusi dan peran penting dalam berbagai bidang. Terbukti dengansemakin  banyaknya pengusaha sector UMKM dan sektor informal. “Mereka berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Selain itu banyak perempuan Indonesia yang terjun di Parlemen dan Lembaga Politik, sebagai pendidik baik itu Guru maupun Dosen di Perguruan Tinggi yang berkontribusi mencerdaskan generasi penerus bangsa, pelestari lingkungan, budaya dan lainnya,” ujar wanita kelahiran Yogyakarta, 17 Juni, lulusan S1 Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Di sisi lain, lanjut Fitri, masih banyak persoalan yang dialami perempuan saat ini, seperti keterbatasan akses terhadap pendidikan, modal usaha, dan layanan kesehatan; Kesenjangan gender masih terlihat dalam berbagai sektor, termasuk dalam pengambilan keputusan dan akses terhadap sumber daya. Juga hambatan dan tantangan yang dihadapi perempuan untuk mengembangkan diri seperti stereotip gender dan diskriminasi masih menjadi hambatan dalam akses pekerjaan yang lebih baik dan partisipasi dalam pembangunan; Norma-norma tradisional (budaya patriarki) yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin utama dapat menghambat kemajuan perempuan dan membatasi partisipasi mereka dalam berbagai sektor; Kekerasan dalam rumah tangga dan bentuk kekerasan lainnya menjadi masalah serius yang berdampak pada perempuan untuk berkembang.

Terlepas dari semua persoalan tersebut, Fitri merasa bangga dan salut bagi perempuan Indonesia yang memiliki multiperan baik menjadi seorang ibu, namun juga sebagai manajer dalam keluarga sekaligus pendukung perekonomian keluarga. Hal tersebut menandakan bahwa perempuan tidak hanya memikirkan dirinya sendiri namun juga orang lain, demi terciptanya generasi penerus bangsa yang terdidik, berperilaku baik sehingga bisa mencapai keluarga yang sejahtera dan bahagia. Jika hal tersebut tercapai, besar harapannya bisa mendukung Indonesia Emas 2045.

“Sebagai perempuan harus memiliki semangat untuk terus bertumbuh dan berkembang dengan cara yang positif. Karena dari apa yang dilakukan itu tidak hanya berkontribusi untuk diri sendiri namun juga bermanfaat bagi orang sekitarsehingga bisa turut berkontribusi untuk negeri ini,” tegas Fitri.

Perjalanan Karier

Awal perjalanan karier Fitri sebagai ASN di Kementerian Keuangan (Direktorat Jenderal Pajak) dimulai pada tahun 2015. Ia pernah bertugas di kota Surabaya selama 7,5 tahun dan pada tahun 2023 berpindah tugas di kota Jogja yaitu kota asalnya.

“Selama bertugas di kota Surabaya, saya sering diminta untuk memandu acara kantor. Karena saya adalah tipe orang yang selalu ingin bertumbuh dan berkembang, serta ingin memanfaatkan kesempatan yang ada, saya memutuskan untuk mengikuti kelas MC yang awalnya saya ikuti untuk menyibukkan diri hingga pada akhirnya menjadi side job sebagai Professional MC hingga saat ini,” ujar pehobi olahraga ini.

Fitri menyadari potensi dalam dirinya masih banyak yang harus dikembangkan, sehingga pada tahun 2020 ia membuka usaha di bidang F&B yaitu coffee shop di kota Jogja. Namun, pada akhir 2021 ia harus menutupnya sementara karena saat itu ia bertugas di Surabaya sehingga tidak maksimal dalam mengelola usaha. 

“Kemudian pada bulan Agustus 2023, saat pindah ke kota Jogja, saya memantapkan niat untuk membuka kembali usaha yang sudah saya rintis. Dan akhirnya pada 22 Februari 2025 usaha coffee shop saya yang bernama Spezial Kopi buka kembali dengan mengusung konsep baru.” 

Prestasi, Tantangan, dan Kunci Sukses

Ketekunan dan konsistensi Fitri dalam meniti karier dan bisnis membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam karier ia pernah mendapat penghargaan sebagai Pelaksana Terbaik I Ekstensifikasi di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Jawa Timur I pada tahun 2016. Ia juga dikenal sebagai MC professional yang sudah menjadi personal branding pada dirinya. Dalam bidang usaha, Spezial Kopi pernah menjadi salah satu tenant produk minuman kopi yang hadir dalam event lari terbesar di kota Jogja yaitu Mandiri Jogja Marathon 2025.

Semua pencapaian itu diakui Fitri bukan tanpa kendala atau tantangan yang harus dilaluinya. Sebagai ibu bekerja ia harus pandai membagi waktu antara karier, mengurus anak dengan posisi LDM (long distance marriage) dengan suami, serta mengelola usaha merupakan tantangan yang besar baginya. Fitri dituntut harus memiliki fisik yang prima agar mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan maksimal.

Dalam menjalankan usaha, Fitri dituntut untuk terus aktif membangun relasi, berinovasi dan berkolaborasi serta mengikuti trend terkini. Saat ini pun ia aktif di organisasi ASKI (Asosiasi Kopi Indonesia) DIY-JATENG agar lebih terhubung dengan sesama pengusaha yang bergerak pada bidang kopi baik dari hulu hingga hilir. Fitri selalu memacu diri untuk melakukan inovasi produk, dengan membuat minuman kopi dalam kemasa botol yang bisa dibawa ke mana saja dan kapan saja bisa dikonsumsi.

“Karena konsep dari coffee shop yang saya jalankan ini concern terhadap anak muda yang gemar berolahraga dan beraktivitas positif lainnya, maka saya menjalankan kolaborasi dengan beberapa kampus dan komunitas olahraga di kota Jogja. Beberapa contoh kolaborasi yang saya lakukan adalah menjadi sponsorship pada kegiatan kampus, mengadakan event lari bersama komunitas lari seperti komunitas Lari Jogja serta membuka tenant pada event lari di kota Jogja,” tutur Fitri bangga.

Menjalankan semua itu tentu tidak mudah. Fitri memiliki kiat sukses yang dijadikannya pedoman dan kekuatan dalam perjalanan hidupnya, yaitu menetapkan tujuan, dukungan keluarga,dan doa. “Dalam menjalani hidup ini saya menetapkan tujuan agar aktivitas yang dilakukan mendukung tercapainya tujuan tersebut. Dengan adanya tujuan, menjadikan diri saya lebih bersemangat. Selain itu, saya merasa beruntung memiliki pasangan dan keluarga yang mendukung apapun yang saya lakukan, baik itu pekerjaan maupun usaha. Izin dari suami dan restu dari orang tua terutama Ibu memudahkan langkah saya meraih mimpi dan kesuksesan dalam hidup. Dan, tentunya tidak lupa untuk selalu berdoa kepada Allah SWT.”

Selain itu, diakui Fitri, semangatnya terpacu untuk sukses baik dalam karier maupun usaha, karena sangat terinspirasi oleh sosol Vivi Mar’i Zubedi, Founder fashion brand Vivi Zubedi dan merupakan istri dari Wali Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. “Dalam menjalankan tugas sebagai Ketua TP PKK Kota Banjarbaru yang memiliki bekal seorang womanpreneur, beliau aktif menggerakkan Dekranasda dan mempromosikan produk UMKM daerah setempat, hingga terjun langsung dalam memberikan pelatihan yang tujuannya untuk pemberdayaan perempuan di Kota Banjarbaru,” ungkap Fitri.

Me Time dan Manajemen Keluarga

Menjadi seorang ibu bekerja, seorang MC dan womanpreneur dengan berbagai agenda dan kegiatan menuntut Fitri memiliki tubuh yang sehat, bugar, cantik dan awet muda. Karena itu, me time bagi Fitri sangat penting. Selain itu, me time merupakan bentuk penghargaan diri dan ungkapan terima kasih kepada Allah SWT agar terus dapat menjadi manusia yang bermanfaat.

“Saya selalu meluangkan waktu me time dengan cara olahraga yang saya senangi yaitu Zumba maupun Pilates. Untuk merawat kesehatan kulit wajah, saya rutin melakukan perawatan di klinik kecantikan. Juga saya selalu luangkan waktu untuk hangout bersama sahabat terdekat, dan bagi saya itu menjadi waktu healing karena bisa saling berbagi cerita dan memotivasi satu sama lain,” ujar istri dari Brian Dwi Saputro, seorang Manager di PT Bank Mandiri, Tbk, serta ibunda dari Brianna Cyra Azkadina (Primary Global Islamic School 3 Jogja) ini.

Dengan berbagai peran yang dijalaninya, Fitri terbiasa mencatat kegiatan yang akan dilakukan dalam sebuah buku agenda agar bisa menjadi pengingat. Selain itu ia juga memiliki support system dalam keluarga yang membantu dalam mengasuh anak sehingga ia bisa aktif beraktivitas di luar rumah terutama bekerja dan menjalankan usaha tanpa melupakan tugas utama sebagai seorang ibu dan istri.

Harapan dan Rencana ke Depan

Fitri sangat percaya bahwa setiap harapan adalah doa. Sebagai wanita karier tentunya ia ingin mendapatkan promosi ke jabatan yang lebih baik. Begitu juga dalam bisnis, ia berharap usaha coffee shop yang dijalankannya bisa semakin berkembang, semakin dikenal banyak orang dan menjadi salah satu produk kopi iconic di kota Jogja.

Ke depan, Fitri berencana akan melanjutkan studi S2 pada Program Studi Manajemen di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. “Melanjutkan studi namun tetap bisa menemani tumbuh kembang anak dan mendukung karier suami, karena prinsip hidup saya adalah memiliki keluarga yang bertumbuh dan berkembang bersama,” bijak Fitri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top