Profil

Sri Meilina S.H, UMKM Perempuan yang Inovatif dan Kreatif Dapat Diandalkan Hadapi Krisis

MajalahKebaya.com, Jakarta – Situasi dunia yang sedang dilanda krisis ekonomi global saat ini, tidak terkecuali Indonesia, memaksa setiap negara mengambil langkah-langkah jitu agar bisa tetap survive. Salah satu strategi unggulan Pemerintah adalah memperkuat UMKM, karena memang sudah terbukti pada setiap krisis yang dialami Indonesia, UMKM menjadi penopang dan ‘penyelamat’ ekonomi bangsa. Hal itu sangat diamini oleh Sri Meilina S.H. Namun menurutnya, UMKM yang inovatif dan kreatif lah yang dapat sangat diandalkan hadapi krisis. Seperti brand Lady’s Tenun Klasik miliknya, Lina terus berkarya menghadirkan koleksi fashion dengan berbagai inovasi dan kreativitas dalam mempersembahkan karya-karya terbaik yang kekinian tapi tetap mempertahankan unsur budaya kain-kain tradisional.

Sebagai pemilik Lady’s Tenun Klasik, Lina percaya bahwa UMKM kita memiliki potensi besar untuk bertahan dan tumbuh di tengah krisis ekonomi global. Kunci utama adalah dengan meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran dan penjualan, kreatif dan inovatif, serta membangun jaringan bisnis yang kuat.

Dengan keunggulan dan kelebihan Lady’s Tenun Klasik yaitu menggunakan kain tradisional Indonesia yang berkualitas tinggi dan unik, produk-produk dirancang dengan memperhatikan detail dan kualitas, sehingga pelanggan akan merasa puas dan nyaman, Lina yakin usahanya akan terus berkembang pesat. Ditambah lagi, sebagai kunci dan kiat sukses yang dipedomaninya selama ini, Lina selalu berusaha memahami kebutuhan pelanggan, terus meningkatkan kualitas produk, dan membangun jaringan bisnis yang luas dan kuat. Ia juga percaya bahwa kekayaan budaya Indonesia adalah aset yang sangat berharga dalam mengembangkan industri fashion.

Sedangkan persaingan di dunia fashion dihadapi Lina dengan bijak. Ia percaya bahwa persaingan dalam dunia kerja dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan produk. “Saya selalu berusaha untuk memahami kebutuhan pelanggan, selalu jaga kualitas produk, dan perluas jaringan bisnis yang kuat. Dengan demikian, saya dapat meningkatkan keunggulan kompetitif Lady’s Tenun Klasik dan mempertahankan posisi kami di pasar,” ujar perempuan cantik kelahiran 19 Mei ini.

Lebih lanjut Lina menegaskan bahwa partisipasi dan peran perempuan bisa sangat diperhitungkan membantu meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam bisnis serta memperkuat hubungan antara pelaku UMKM dengan Pemerintah dan masyarakat. Perempuan dapat berperan sebagai pengusaha, investor atau tenaga kerja dalam UMKM. Apalagi, kini Pemerintah berkomitmen kuat untuk membantu dan memperkuat UMKM, baik dari segi pendampingan, pembinaan, pemberdayaan, mentoring, hingga teknologi, pemasaran, dan akses permodalan.

Konsisten Angkat Wastra dan Budaya Lokal

Dalam perjalanan usahanya, perempuan yang meraih penghargaan kategori Successful Women In Professional Award di tahun 2022, selalu menghadirkan berbagai inovasi dan kreativitas dalam mempersembahkan karya terbaiknya, sehingga mampu bertahan di dunia fashion. Ia meyakini prinsip tersebut dengan keteguhan hati dan kini ia berhasil menghadirkan karya yang memberikan sentuhan baru, tetapi tetap mempertahankan ciri khas tradisional. Ini menjadi hasil terbaik dari proses perjalanannya sebagai seorang desainer ketika berkomitmen untuk terjun di bidang fashion yang berbasis budaya lokal.

“Saya memulai Lady’s Tenun Klasik pada tahun 2004 dengan visi untuk mempromosikan kain tradisional Indonesia dan mengembangkan industri fashion yang berbasis pada kekayaan budaya kita. Seiring waktu, Lady’s Tenun Klasik telah berkembang menjadi merek fashion yang dikenal  di Indonesia dan dunia internasional,” tuturnya.

Lina memberikan sentuhan baru pada setiap karya atau desain yang dibuat, tetapi konsisten mempertahankan ciri khasnya berupa penggunaan kain tradisional, dan saat ini ia fokus mengangkat kain Kawai Kanduk dan Kain Kayu Aro dari Kabupaten OKU Selatan.

Kain Kawai Kanduk yang menjadi wastra khas dan penguatan identitas OKU Selatan, keberadaannya kini hampir punah. Karena itu PKK dan Dekranasda berkolaborasi untuk mengangkat kembali Kain Kawai Kanduk ke tingkat lokal dan nasional. Kain Kawai Kanduk memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional, karena OKU Selatan satu-satunya kabupaten di Sumatra Selatan yang memiliki kain yang diproses dengan menyulam benang emas pada bahan dasar.

 “Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada  Ketua Dekranasda Sumsel, Ibu Hj. Febrita Lustia Herman Deru atau Ibu Febry Deru, yang telah memberikan support dan dukungan kepada UMKM sehinga UMKM Sumsel semakin maju dan berkembang, apalagi di saat wabah Covid melanda..,beliau selalu memberikan bantuan dan support  kepada UMKM sehingga sangat membantu perekonomian,” ungkap Lina.

Lina juga memperkenalkan jumputan songket sejak tahun 2010, dan ada koleksi kain songket yang diprada. Beragam penggunaan kain tradisional yang dihadirkannya menjadi inspirasi desainer lain yang bermain di ranah kain tradisional.

Sarjana Hukum yang hobi memasak ini, menyadari bahwa kunci setiap rancangan terletak pada bahan berkualitas. Ia pun menggunakan kain sutera untuk menambah kesan eksklusif. Bahan berkualitas seperti Sutra ATBM (yang ditenun satu-satu), Sutra Thaisilk yang dirangkai benang lembar demi lembar bukan bahan langsung jadi, sehingga bahan-bahan tersebut terlihat detail, apik dan halus, dan ini biasanya diminati oleh pembeli dari kalangan menengah ke atas. 

Direktur PT. Assaari Romuzun, perusahaan yang bergerak di bidang bahan bakar minyak ini, bersyukur memiliki pengrajin sendiri di antaranya pengrajin jumputan dan pengrajin kain blongsong. Kedua pengrajin ini berkontribusi memberikan rancangan terbaik yang diminati pasar.

Ke depan, Lina akan terus mengembangkan Lady’s Tenun Klasik menjadi merek fashion memiliki ciri khas agar lebih dikenal di Indonesia dan internasional. Ia juga ingin membangun komunitas yang kuat di sekitar brand Lady’s Tenun Klasik. Selain itu, Lina akan terus memperluas kesempatan kerja, memperbaiki keterampilan dan kapasitas tenaga kerja dengan pelatihan untuk perempuan. Kerja sama dengan para pengrajin juga terus ditingkatkannya. “Saya sangat terinspirasi oleh para pengrajin tenun yang telah membantu saya dalam menciptakan produk-produk yang unik dan berkualitas. Saya juga terinspirasi oleh para pengusaha sukses yang telah membangun merek fashion yang kuat dan berpengaruh di Indonesia,” ujar Lina yang sangat mencintai dan mengoleksi kebaya dan kain wastra Indonesia yang indah dan unik, yang ia pakai dalam acara-acara resmi dan sebagai inspirasi untuk desain produk Lady’s Tenun Klasik.

Di tengah kesibukannya, Ibunda dari Lady Aurellia Pramesti ini, tetap meluangkan waktu untuk me time. “Saya suka menghabiskan waktu luang saya dengan membaca buku tentang fashion, sejarah, dan budaya. Saya juga suka berjalan-jalan di tempat-tempat yang indah dan menginspirasi untuk mencari ide-ide baru.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top