Profil

Siti Rizky Amalia, S.E., M.M., Ak., CA, Bantu Pemerintah Perkuat dan Dorong Eksistensi UMKM

MajalahKebaya.com, Jakarta – Tak bisa dipungkiri, peran dan kontribusi UMKM telah terbukti sangat signifikan menopang perekonomian ketika bangsa ini mengalami beberapa kali krisis ekonomi. Pun saat ini, dalam menghadapi krisis global yang sedang melanda hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Pemerintah fokus memperkuat UMKM sebagai strategi dan solusi bijak keluar dari krisis. Siti Rizky Amalia  SE., M.M Ak.CA, seorang sociopreneur tangguh, Anggota DPRD Kalimantan Timur Periode 2019-2024, pemilik PT Borneo Sukses Mandiri yang bergerak di bidang Labour Supply / Outsourcing, sangat mendukung langkah Pemerintah tersebut. Bahkan, secara pribadi perempuan aktivis sosial ini sudah jauh sebelumnya telah berkecimpung dalam pendampingan, pemberdayaan, dan membantu UMKM Kalimantan Timur agar bisa lebih maju dan sejahtera.

Namun, dengan melihat dan mengalami secara langsung kondisi di tengah masyarakat, Amel sapaan akrabnya, menemukan banyak kendala dan tantangan UMKM yang harus dibenahi. Mulai dari persoalan akses permodalan, produksi – berkaitan dengan mutu produk, kreativitas, inovasi, dan daya saing, hingga akses pasar terutama di era kemajuan teknologi yang pesat saat ini. Berbagai cara sudah dilakukan Amel, dan akan terus dilakukannya, untuk membantu UMKM. Seperti membeli produk-produk UMKM lalu mempromosikan di luar daerah, memberi bantuan dana, hingga pendampingan dan pemberdayaan.

“Cara saya untuk meningkatkan produk UMKM dengan membelinya, lalu saya bagikan kepada teman-teman di luar daerah  sebagai promosi. Atau selalu membeli produk-produk UMKM seperti produk olahan ikan asin dari penjualnya untuk dikonsumsi sendiri. Karena bagi pengusaha UMKM, berapapun nilai penjualan yang didapatkan adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Terkadang saya pun suka memberi bantuan langsung tunai untuk menambah modal mereka. Berapapun nilai bantuan yang diberikan sudah menjadi kebahagiaan bagi pengusaha UMKM. Karena prinsip saya adalah berbagi itu indah,” ungkap wanita cantik kelahiran Samarinda, 7 Juli 1990 ini.

Lebih jauh, Amel berniat, kalau memiliki rezeki lebih, untuk membuat platform khusus, yaitu aplikasi bagi pengusaha UMKM yang ada di daerahnya. Baginya ini adalah salah satu cara membantu Pemerintah juga untuk mendorong eksistensi UMKM. Ide dan mimpi besarnya ini, berawal saat kuliah S2 Magister Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, ia membuat makalah tentang platform bisnis bertajuk MAOS, yaitu sebuah aplikasi digital yang menjadi wadah bagi masyarakat pelaku UMKM untuk menjual produk mereka. Dan yang membuat istimewa aplikasi ini mempunyai fitur FUND yang menjadi basis penggalangan dana bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebuah aplikasi digital berkonsep bisnis sosial, tidak hanya memajukan bisnisnya tapi juga mengemban misi sosial.

Selain itu, Amel terus mencari bantuan dana usaha untuk pengusaha UMKM tanpa harus melalui utang riba. Ia sangat terinspirasi sosok Kang Dedi Mulyadi yang membantu masyarakat tanpa pamrih langsung tunai. “Terkadang saya sedih kalau masyarakat harus diberi beban membuat proposal untuk meminta bantuan,” lirihnya.

Setelah selesai mengemban tugas sebagai Anggota Dewan, kini Amel lebih giat dalam organisasi dan mengajak masyarakat untuk terus aktif berpartisipasi dan tidak apatis terhadap pemerintahan. Dukungan dan bantuan kepada masyarakat kecil, terutama UMKM terus dilakukannya, tanpa kenal lelah dan tanpa pamrih.

“Dan jujur saja, saya tidak memiliki motif apa pun, karena semua yang saya lakukan hanyalah naluri alami yang berasal dari hati dan jiwa saya sendiri. Mohon doanya ya saya diberikan rezeki yang berkelimpahan sehingga bisa lebih banyak membantu masyarakat atau orang yang tidak mampu secara finansial dan membuat mereka menjadi lebih sejahtera;” doa dan harap Amel.

Ke depan, yang ingin diwujudkan Amel adalah mempromosikan produk UMKM daerah Kalimantan Timur lewat Bidang Pariwisata serta mengenal lebih dekat lagi Kebudayaan yang ada di Kalimantan Timur, termasuk daerah asalnya, Kabupaten Kutai Timur. “Kutai Timur merupakan satu kabupaten di Kalimantan Timur yang penuh potensi baik itu dari pariwisata, seni budaya, maupun sektor ekonomi. Apalagi saat ini dengan adanya IKN, Kalimantan Timur ikut tersorot, bahkan telah menjadi daerah penggerak utama di wilayah timur Indonesia. Saya ingin sekali Kalimantan Timur lebih dikenal, terutama Kutai Timur yang memiliki pariwisata lengkap dari pegunungan, pantai, hingga pulau, kami punya potensi batubara untuk ekonomi, dan untuk kuliner kami punya amplang, gula merah, ikan, serta masih banyak lagi,” tutur Amel yang hobi travelling, belajar, bernyanyi, dan meditasi ini dengan semangat.

Karier dan Panggilan Hati

Panggilan hati dan passion untuk memberdayakan masyarakat serta memajukan tanah kelahiran, memotivasi Amel untuk aktif berkecimpung dalam berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan. Jiwanya yang selalu tergugah melihat kondisi masyarakat mengantarnya menjadi seorang aktivis sosial, pegiat pendidikan, dan pebisnis sukses. Agar kontribusi dan perannya lebih luas menjangkau sendi-sendi kehidupan masyarakat, ia pun mendedikasikan diri sebagai Anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2019-2024.

Sejak muda, Amel sudah terjun ke dunia organisasi dan seni. Pada usia belia, ia tercatat sebagai Anggota Teater Yupa di Universitas Mulawarman, Anggota PKBI Kalimantan Timur, dan Bendahara Forum Remaja Kalimantan Timur. Ia juga menjadi Anggota Bidang II HIPMI Kalimantan Timur. Melihat reputasi dan kesungguhan Rizky dalam kegiatan-kegiatan komunitas maupun organisasi, ia kemudian dipercayakan memimpin berbagai organisasi. Antara lain, menjadi Ketua PRSI Kutai Timur, Ketua Wanita Syarikat Islam, dan Ketua Dewan Kesenian Kutai Timur.

Dengan berbagai jabatan yang pernah maupun sedang diembannya, Amel merupakan sosok perempuan asli Kalimantan Timur yang konsisten memajukan tanah kelahirannya. Keseharian seorang Siti Rizky Amalia tak lepas dari perannya sebagai ibu sekaligus leader di berbagai organisasi, perusahaan, maupun yayasan pendidikan.

Passion saya sebenarnya adalah menjadi aktivis sosial dan pebisnis. Saya bahkan pernah menulis kalimat ‘I hate politics’, tapi ternyata Tuhan memberikan saya anugerah sekaligus tantangan dengan menjadi Anggota Dewan. Saya mempelajari politik, dan semakin saya belajar tentang politik, saya semakin menyukainya. Bagi saya, yang jahat adalah oknum, bukan Ilmu Politik. Jika ingin belajar tentang strategi, trik, dan kunci, masuklah ke dunia politik,” ungkapnya.

Darah sebagai politisi ternyata memang mengalir deras di tubuh Amel dari kedua orang tuanya, yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus tokoh politik. Ayahnya, H. Ir. Ismunandar, M. T. adalah Bupati Kutai Timur periode 2016-2021. Sedangkan Sang Ibu, Hj. Encek Unguria Riarinda Firgasih, S.H., M. AP adalah Ketua DPRD Kutai Timur periode 2019-2020.

Meskipun tidak dipaksa untuk meneruskan tradisi politik, kedua orang tua Amel memang mendorong dan memberi dukungan pada putri sulung mereka. Dari dua bersaudara, hanya Amel yang terjun ke dunia politik sementara adiknya memilih untuk menekuni profesi sebagai arsitek.

Pegiat Pendidikan

Ibunda dari Siti Sherania Rosezaviera (15 thn) dan Siti Aulia Rose Qamela (12 thn) ini, juga dikenal sebagai pegiat pendidikan. Ia mendirikan sekolah PAUD Yayasan Prima Adinda, dan kini telah menjadi lembaga pendidikan usia dini yang holistik dan terintegrasi dengan Posyandu. Tak hanya PAUD, Yayasan Prima Adinda juga memiliki kelas untuk usia 3 tahun dan daycare dengan fasilitas sekolah terlengkap.

Yayasan Prima Adinda mengusung konsep sosial dan pemberdayaan masyarakat. Sekolah ini memiliki cabang untuk anak-anak tidak mampu dan memberlakukan subsidi silang untuk pembayaran SPP. Tujuannya tentulah agar anak-anak di Kutai Timur bisa memperoleh pendidikan yang layak sejak usia dini.

Kunci Sukses

Kesuksesan yang ditoreh Amel, baik dalam bisnis, sosial, maupun politik, tidak lepas dari prinsip yang selalu dipedomani, sekaligus sebagai kunci suksesnya. Yaitu, Kesabaran, Bekerja dengan hati dan profesional, Komunikasi yang terpenting, saling terbuka dan mau menerima saran dari mana pun.

Memang diakui Amel, ketika memulai bisnis pada tahun 2012, PT Borneo Sukses Mandiri berdiri, awalnya tidaklah mudah. Mulai dari hanya menerima beberapa karyawan, seiring waktu menjadi ratusan karyawan hingga saat ini,  dan sudah berkontrak dengan 3 perusahaan bonafit. Sebuah pencapaian yang luar biasa.

Amel tidak menampik persaingan di bisnis ini cukup ketat. Namun, ia mempunyai cara tersendiri dalam menghadapi persaingan, yaitu menutup telinga, lebih sabar, selalu menggali potensi diri dan berusaha percaya diri atas kemampuan sendiri. Insya Allah rezeki sudah ada yang atur, dan hasil tak pernah mengkhianati usaha.

“PT Borneo Sukses Mandiri bergerak dibidang Labour Supply / Outsourcing. Perusahaan kita lebih pada pemberdayaan sumber daya manusia dimana yang dikelola adalah manajemennya mulai dari penggajian gaji karyawan dan sebagainya,” jelas Amel yang selalu mengisi me time-nya dengan merenung, meditasi, serta memikirkan apa yang harus ia lakukan yang bisa menjadi bermanfaat untuk orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top