Profil

Mery Hasan, Lestarikan dan Promosi Makanan Tradisional Khas Indonesia hingga Mancanegara

MajalahKebaya.com, Jakarta – Keanekaragaman kuliner tradisional Indonesia mulai dari kudapan atau snack, kue-kue rumahan, hingga masakan khas daerah, merupakan kekayaan budaya yang patut menjadi identitas bangsa yang membanggakan. Namun sangat disayangkan, rasa yang sangat akrab di lidah semasa kecil itu kini mulai susah dicari karena makanan tradisional sudah semakin langka tergerus banyaknya makanan-makanan modern. Kerinduan untuk bisa menikmati makanan tradisional semasa kanak-kanak itulah  yang mendorong wanita cantik bernama  Mery Sagita atau lebih dikenal dengan nama Mery Hasan, terjun di bisnis kuliner makanan khas Indonesia dengan brand Hitam Maniz Cake House by Mery Hasan.

Sebelumnya Mery menggeluti usaha event organizer (EO), yang kini sudah berjalan tiga tahunan dan terus berkembang. Diakui oleh Mery Hasan, menjalankan usaha event organizer tentu bukanlah hal yang bisa dilakukan seorang diri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai mitra, terutama vendor penyedia makanan yang menjadi elemen penting dalam kesuksesan setiap acara.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, sekaligus melihat potensi besar di bidang kuliner, pada tanggal 24 April 2024 lahirlah Hitam Maniz—sebuah brand yang berfokus pada penyediaan jajanan tradisional khas Indonesia. Nama Hitam Maniz dipilih karena mudah diingat dan mengandung filosofi mendalam tentang perjuangan, proses, dan hasil manis yang pantas dirayakan.

Tidak hanya menyajikan jajanan tradisional dan aneka snack, Hitam Maniz juga menyediakan menu makanan berat seperti prasmanan, nasi kotak, dan berbagai masakan rumahan dengan citarasa otentik khas nusantara. Semua diolah dengan penuh cinta, menggunakan resep-resep asli yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Nah, di situlah saya melihat potensi yang sangat menjanjikan. Saya yakin Hitam Maniz bisa tumbuh dan berkembang menjadi brand kuliner yang kuat,” ujar Mery Hasan, wanita kelahiran Palembang, 18 Mei ini. Ia menambahkan bahwa Hitam Maniz membawa visi besar: menjaga dan melestarikan jajanan tradisional sebagai bagian penting dari identitas budaya bangsa—agar tidak hilang ditelan arus modernisasi dan jajanan kekinian.

Dengan semangat tersebut, Mery, istri dari Adriansyah yang merupakan pengusaha di bidang suku cadang alat berat, optimis bahwa Hitam Maniz tidak hanya menjadi pilihan kuliner yang lezat, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian warisan kuliner Indonesia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Mery Hasan pun gencar mempromosikan kue-kue tradisional buatannya ke kalangan anak muda, serta para pecinta kuliner yang memiliki kerinduan serupa akan citarasa masa kecil. Ia menyasar mereka yang masih menyimpan memori manis tentang kue-kue yang dulu biasa disuguhkan oleh ibu atau nenek di rumah, dengan resep sederhana namun penuh kehangatan.

Hitam Maniz kini tengah menjajaki pasar internasional. Mery dan timnya sedang menjajaki kerja sama ekspor dengan mitra dari Singapura dan Malaysia. “Kami akan mengekspor kue-kue tradisional ini dalam bentuk frozen, agar tetap aman dan awet sampai tujuan,” ungkapnya. Langkah ini diambil karena keprihatinan akan banyaknya klaim budaya asing terhadap makanan dan tradisi Indonesia. “Saya bertekad mengangkat kue-kue tradisional ini sebagai warisan asli bangsa kita. Ini milik budaya kita sendiri,” tegas Mery Hasan.

Tekad bulatnya dalam menekuni bisnis ini pun dilandasi alasan yang sangat pribadi. Tinggal di kota besar, Mery merasakan terbatasnya pilihan jajanan tradisional dengan rasa yang benar-benar otentik—rasa yang mengingatkannya pada masa kecil. “Terkadang, kita pasti punya kerinduan untuk menikmati jajanan yang dulu disuguhkan oleh ibu atau nenek kita. Rasanya sederhana, tapi selalu berhasil membuat hati kita bahagia,” kenangnya.

Berbekal hobi memasak dan gemar jajan, Mery pun mulai bereksperimen di dapur kecilnya. Ia mencoba membuat kembali kue-kue tradisional dengan resep yang sama seperti dulu, dan Alhamdulillah ternyata, respons pasar sangat positif. “Dari situ, saya semakin yakin bahwa usaha ini bukan hanya tentang bisnis, tapi juga tentang menjaga kenangan, rasa, dan identitas.”

Agar bisa bersaing di era modern, Mery juga terus berinovasi dalam segi penampilan dan pengemasan jajanan tradisionalnya. Sentuhan kekinian diberikan agar tampil lebih menarik untuk menjangkau semua pasar, tanpa mengubah keaslian rasa. Bagi Mery Hasan, Hitam Maniz adalah lebih dari sekadar usaha—ia adalah wujud cinta pada budaya, keluarga, dan masa lalu yang ingin terus ia hidupkan dalam setiap gigitan.

Dukungan Pemerintah

Dukungan dari Pemerintah Kota Batam, khususnya melalui Dinas UMKM, sangat dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha. Hal ini diungkapkan oleh Mery, salah satu pelaku UMKM yang tengah mengembangkan brand kuliner Hitam Maniz.

“Saya sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Dinas UMKM Kota Batam. Baru-baru ini, Dinas UMKM Kota Batam mengadakan program Inkubasi Makanan Olahan yang menghadirkan narasumber-narasumber inspiratif, yang tidak hanya berpengalaman tetapi juga merupakan pelaku usaha sukses di Indonesia,” ungkapnya.

Tak berhenti sampai di situ, Dinas UMKM Kota Batam juga mengambil langkah konkret dalam membuka peluang pasar internasional. Mereka menghadirkan calon pembeli (buyer) potensial dari Singapura dan Malaysia, yang memberikan kesempatan langsung bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya, menjalin relasi, bahkan melakukan transaksi secara langsung di tempat.

“Ini merupakan langkah luar biasa yang sangat membantu kami,” ujar Mery. “Kehadiran para buyer internasional ini tidak hanya membuka jalan bagi produk-produk lokal untuk dikenal di luar negeri, tetapi juga sangat relevan dengan posisi strategis Batam yang begitu dekat dengan negara tetangga.”

Lebih menggembirakan lagi, beberapa buyer yang hadir memiliki perusahaan shipping atau logistik sendiri, sehingga dapat memangkas waktu pengiriman dan mempercepat proses ekspor produk UMKM. Pengalaman mereka dalam distribusi lintas negara juga menjadi nilai tambah tersendiri, karena mereka sudah memahami berbagai tantangan dan solusi logistik secara praktis.

Alhamdulillah, ini menjadi angin segar bagi kami para pelaku UMKM yang ingin go global. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan kolaborasi bersama buyer berpengalaman, kami semakin optimis bahwa produk-produk UMKM Batam bisa bersaing dan berjaya di pasar internasional,” tutup Mery.

Kunci Sukses dalam Bisnis

Kesuksesan yang diraih Mery Hasan dalam dunia event organizer dan bisnis kuliner bukan semata-mata hasil dari kerja keras dan kecermatannya dalam membaca peluang. Lebih dari itu, Mery memegang teguh prinsip hidup yang kuat: tidak perlu malu atau gengsi untuk terus berusaha, bekerja, dan berkarya selama kita tahu tujuan dari usaha yang dijalani.

Bagi Mery, perjalanan bisnisnya tidak bisa dilepaskan dari peran besar orang-orang tercinta di sekelilingnya. Sosok sang ibunda, Ibu Sudarti, menjadi sumber inspirasi utama dalam kehidupan dan kariernya. “Beliau adalah contoh nyata ketulusan, keteguhan hati, dan kasih sayang yang tidak pernah habis,” ungkap Mery dengan haru.

Tak kalah penting, dukungan penuh dari sang suami, Ardiansyah, menjadi penyemangat yang tak pernah padam. “Beliaulah yang selalu berada di belakang saya, menjadi penguat di saat lelah, dan motivator utama saat saya hampir menyerah,” tambahnya.

Didukung pula oleh latar belakang pendidikan yang relevan, Mery merupakan lulusan Business Management dari Temasek Polytechnic, Singapore, dan Business Law dari Murdoch University Australia (kampus Singapura). Kombinasi antara pengetahuan akademis, semangat berwirausaha, serta dukungan keluarga membuatnya mampu mengelola bisnis dengan visi yang jelas dan strategi yang matang.

Salah satu nilai utama yang dijunjung tinggi Mery dalam menjalankan bisnis adalah pelayanan prima. Ia percaya bahwa bisnis yang sukses bukan hanya soal produk atau jasa, tapi juga bagaimana menjalin hubungan yang hangat dan personal dengan pelanggan. “Kami selalu berusaha memberikan solusi terbaik untuk setiap kebutuhan klien, menjadikan mereka bukan sekadar pelanggan, tapi juga kerabat dan sahabat. Saat mereka merasa puas dan dihargai, mereka akan kembali dengan kepercayaan yang lebih besar,” ujarnya.

Kini, jasa event organizer milik Mery telah dipercaya oleh klien-klien tetap, bahkan hingga ke luar Batam. Klien-klien tersebut tidak ragu mempercayakan berbagai momen penting mereka untuk ditangani oleh tim Mery, karena mereka tahu pelayanan dan kualitasnya tak pernah main-main.

Sementara itu, di lini kuliner, Hitam Maniz hadir dengan keunikan tersendiri. “Yang membedakan Hitam Maniz dengan yang lain adalah komitmen kami untuk mempertahankan rasa dan keaslian jajanan tradisional, persis seperti dulu. Hanya saja kami berikan sentuhan inovasi dari sisi tampilan, agar lebih menarik dan kekinian, namun tetap dengan harga yang terjangkau,” jelas wanita yang dikenal ramah dan penuh semangat ini.

Di tengah kesibukannya, Mery tetap meluangkan waktu untuk menikmati hidup bersama keluarga. Travelling menjadi cara terbaiknya mengisi “me-time”, selain menjadi Master of Ceremony dan narasumber di berbagai seminar maupun pelatihan. Sosoknya mencerminkan wanita modern yang tak hanya sukses di dunia usaha, tapi juga mampu menjaga keseimbangan antara karier, keluarga, dan kontribusi sosial.

Kini, Mery Hasan bukan hanya menjadi contoh nyata perempuan yang sukses dan mandiri, tetapi juga simbol dari semangat untuk terus berkarya, menjaga warisan budaya, dan menjalin hubungan baik dengan semua yang ditemuinya dalam perjalanan usahanya.

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top