MajalahKebaya.com, Jakarta – Hobi Ayu Aida yang suka berdagang menjadi jalan terang baginya meraih sukses sebagai pengusaha produk kesehatan dan kecantikan dengan brand Bilaadi. Lulusan D1 Perawat ini terinspirasi dari kedua orang tuanya yang memiliki usaha sendiri. Sejak kecil kedua orang tuanya mengajarkan cara berdagang yang baik.
“Waktu lulus SMA saya ditawari orang tua apakah mau jadi perawat. Meskipun terpaksa akhirnya saya kuliah D1 Perawat. Tapi saya lebih senang belajar berdagang kecil-kecilan. Pada akhirnya saya menemukan pola bisnis yang ternyata tidak perlu modal besar,” kenang wanita cantik yang akrab disapa Ayu ini.
Ayu pernah berbisnis sebagai penyalur tenaga kerja ke luar negeri di tahun 2004 dengan modal cukup besar, namun usahanya ini hanya bertahan 4 tahun. “Tahun 2008 saya terpaksa tutup karena menurut saya ini jalannya tidak benar. Di bisnis tersebut mau tidak mau saya memberangkatkan perempuan-perempuan tanpa muhrim. Nah itu yang membuat saya memutuskan untuk tutup karena prinsipnya bertentangan dengan agama yang saya anut,” jelas wanita kelahiran Jember, 5 April ini.
Berikutnya, Ayu mencoba berbagai bisnis mulai dari bisnis umroh haji, bisnis aksesori, kafe, hingga mencoba berbisnis dengan memasarkan produk orang lain. “Bisnis ini nol risiko dan tanpa modal, apalagi pada waktu itu modal yang saya keluarkan sudah cukup banyak untuk beberapa bisnis yang saya jalankan sebelumnya,” tambahnya.
Tahun 2016 Ayu berbisnis menjualkan produk orang lain. Kebetulan ia memiliki pengalaman berbisnis dengan orang luar negeri. Saat itu Ayu membangun jaringan mitra untuk menjual produk dan ia menjadi leader-nya.
Kompetisi bisnis sempat dialami Ayu namun ia tak patah semangat untuk terus mengembangkan jaringan usaha. “Saat itu saya mengembangkan jaringan usaha selama 5 tahun dengan meyakinkan konsumen dan saya membina banyak mitra di berbagai daerah. Namun setelah saya menikah di tahun 2021, pemilik produk yang saya pasarkan itu tiba-tiba memutuskan bisnis secara sepihak dengan saya dan semua jaringan mitra saya yang sudah saya bangun selama 5 tahun diambil olehnya. Mungkin karena suami saya juga punya produk minyak zaitun Palestine, padahal kan produknya berbeda,” tegasnya.
Tekanan dalam bisnis dialami Ayu saat diputuskan secara sepihak oleh rekan bisnisnya itu di tahun 2022. Ayu merasa stuck karena tidak lagi punya penghasilan. “Stok senilai Rp7 miliar tidak di-buyback, pihak yang memutuskan bisnis secara sepihak bilang kepada mitra-mitra akan buyback, tapi itu pun tidak di-buyback. Uang PO dan RO saya sebesar Rp 3 miliar yang sudah masuk baru dicicil hampir setengahnya dan sisanya belum dikembalikan, malah saya dikriminalisasi,” kenangnya.
Saat mengalami tekanan bisnis, Ayu yakin bahwa Allah Maha Adil. Ia berprinsip bagaimana kita berjuang bukan untuk sukses di dunia tapi juga akhirat. Ia pun kembali bangkit dan berhasil me-manage usahanya kembali hingga kini memiliki 3 cabang di beberapa wilayah.
“Saya selalu berpikir positif pada Allah, rezeki itu semua Allah yang mengatur dan saya kembali mulai dari nol di tahun 2022. Saya meyakini ketika jalan kita benar, ketika jalan lurus, tenang saja Allah akan menolong kita dengan keberlimpahan rezeki yang berkah. Alhamdulillah sejak 2022 saya membangun bisnis bersama suami dan membuat beberapa produk, selain minyak zaitun juga ada propolis dan baru-baru ini saya launching produk skincare ada 5 item jadi 1 paket,” papar Istri dari Oday Al Akhras asal Palestina, lulusan Islamic University of Gaza jurusan Ekonomi & Syariah.
Dalam berbisnis banyak hal yang dipelajari Ayu hingga membuat dirinya menjadi sosok pengusaha UMKM tangguh dan survive menghadapi berbagai tantangan. Hikmah dari cobaan dalam bisnis yang dirasakan Ayu adalah ia tidak lagi menjualkan produk orang lain, tetapi sudah menjadi owner produknya sendiri. Ia pun kerap memberikan mentor kepada para mitra untuk bisa sukses dunia dan akhirat.
“Alhamdulillah sekarang saya bisa berkarya dan juga menulis buku yang Alhamdulillah best seller di Gramedia, buku pertama saya berjudul Selembut Kapas Sekeras Baja,” ungkapnya bangga.
Produk minyak zaitun dan propolis bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan ribuan testimoni diungkapkan konsumen yang merasakan manfaatnya. “Produk ini sudah membantu kesehatan banyak orang dan turut meningkatkan perekonomian keluarga dari para mitra saya,” ujarnya.
Dalam membangun jaringan mitra, Ayu menerapkan sistem muamalah syariah, tidak menggunakan sistem multilevel marketing (MLM) dan jelas cara-cara penjualannya yang tidak melanggar muamalah syariah. “Jadi penjualan produknya langsung diawasi Bang Oday sendiri dan kalau kita ragu bisa bertanya dengan syekh atau guru kita yang ada di Palestina,” terangnya.
Saat ini mitra bisnis Ayu sudah tersebar di seluruh Indonesia. “Alhamdulillah rezekinya itu berkah. Kalau berkah itu kan cukup,” ujarnya.
Berjihad Harta Bantu Palestina
- Bangun Masjid dan Rumah Tinggal di Gaza

Kecintaan pada Palestina mendorong Ayu berjihad harta bagi perjuangan Palestina. “Saya lagi fokus karena cinta dengan Palestina lalu Allah kasih rezeki yang berkah. Doa saya waktu itu ingin berjihad harta. Kebetulan saya hanya punya satu anak dan sudah merasakan financial freedom karena tidak punya utang dan Alhamdulillah aset juga cukup banyak. Nah di situlah didatangkan suami pada saya, tapi Allah juga memberikan ujian bagi saya dalam menjalankan bisnis. Alhamdulillah ketika saya menikah dengan Bang Oday bisa membangunkan rumah keluarga di Gaza. Saat ini keluarga suami saya tinggal di Gaza, hanya suami saya saja yang tinggal di Indonesia,” terangnya.
Ayu pun menceritakan kondisi keluarganya yang berada di Palestina. Suaminya yang merupakan warga Gaza dan keluarganya saat ini sedang mengungsi. Ayu sendiri pernah tinggal di Gaza dan saat baru menikah langsung membangunkan rumah keluarganya dan membangun masjid di Gaza. Di masjid itu merupakan markas Tahfidz Quran, ada sekitar 130 anak dan 13 guru yang disantuni setiap bulan. “Santunan yang saya berikan menggunakan uang pribadi saya sendiri, dan membuka banyak pintu rezeki yang terus mengalir tidak habis-habis,” jelasnya.
Pada Maret 2023 Ayu pernah pergi ke Gaza untuk melihat rumah yang dibangunnya dan bertemu dengan keluarganya, bisa melihat anak-anak Tahfidz Quran dan masjid yang sudah dibangunnya. “Ketika saya balik ke Indonesia bulan Oktober 2023 mulai terjadi perang dan hancur semuanya, saat itu saya menangis. Tapi berkat karunia Allah, sampai sekarang itu masjid dan rumah saya menjadi satu- satunya masjid yang selamat dan satu- satunya rumah di sekitar yang selamat. Mudah- mudahan sampai akhir karena sekarang kondisinya keluarga saya mengungsi,” paparnya.
Di tengah kondisi sulit di Palestina, bisnis yang dijalankan Ayu bersama suami tetap survive. Penjualan produk terus berjalan dan Ayu selalu mengatakan kepada mitranya bahwa rezeki berkah itu harus diperhatikan cara meraihnya, agar tenang dan cukup.
Saat waktu luang dan ingin melepas kejenuhan, Ayu lebih senang berada di rumah mendengarkan lantunan murottal. Ia juga senang pergi ke mall untuk refreshing. “Saya juga biasanya pergi ke luar negeri setiap tahun bisa umroh dua kali. Nah tahun ini masih 1 kali umroh,” ujarnya tersenyum.
Sehari-hari Ayu berkomunikasi dengan suaminya menggunakan Bahasa Indonesia. “Kita bersatu karena Indonesia, suami kan ke sini dulu selama setahun. Jadi ada yayasan dari Malaysia menugaskan suami saya ke Indonesia menjadi Imam Sholat Tarawih. Dia seorang Tahfidz 30 juz Al-Quran dan suaranya bagus,” kenangnya.
Pertemuan Ayu dengan suaminya tak lepas dari kecintaan Ayu terhadap Palestina. Bahkan Ayu pernah berpesan pada almarhum Syekh Ali Jaber kalau ada anak Palestina ingin dirangkulnya. Asisten alm. Syekh Ali Jaber kemudian mengenalkan Ayu dengan seorang anak Palestina yang sedang berada di Indonesia dan meminta Ayu membantu anak tersebut. Ayu kemudian mengundang anak itu ke kantornya di tahun 2020.
“Waktu saya mengundang Oday Akhras di kantor saya Jakarta, saya sedang meeting bersama mitra membahas bagaimana cara sukses dunia akhirat. Setelah mengenal Oday Akhras, asisten Alm. Syekh Ali Jaber mengarahkan donasi yang biasa saya serahkan untuk Palestina kemudian diminta selanjutnya melalui Oday Akhras, tidak dipotong apapun dan langsung diterima oleh warga Gaza. Saya rutin menyumbang untuk Palestina dan setelah 7 bulan Bang Oday mengajak saya untuk menikah,” kenangnya.
Awalnya Ayu tidak berniat menikah lagi dan ingin fokus membesarkan anak semata wayangnya, apalagi selisih usianya dengan Oday sekitar 15 tahun. “Tapi karena fokus saya membantu banyak orang juga, waktu itu Bang Oday bilang nama Bunda dikenal orang Palestina. Sebelumnya saya berdoa pada Allah semoga diberikan suami yang sholeh kalau Allah masih memberikan jodoh pada saya. Ajakan Bang Oday untuk menikah saya tolak beberapa kali karena saya kan tidak niat menikah lagi. Tapi saya ingat dengan doa saya yang langsung dikabulkan Allah. Saat itulah saya berpikir bahwa mati, rezeki, jodoh ada di tangan Allah. Lalu saya bilang ke Bang Oday, kamu masih anak-anak tapi dia bilang tidak apa-apa Bunda, seperti Siti Khadijah dan Nabi Muhammad. Nah dari sana hati saya seperti diketuk untuk menerimanya. Kisah ini sudah saya tulis di buku pertama dan kedua,” jelas Ayu yang suka membuat materi untuk mentor mitra

Berbagai Keunggulan Produk Bilaadi
Produk Bilaadi sebagai sumber masukan bisnis untuk manfaat berbagi dan membantu Palestina. Bilaadi merupakan Bisnis Berkah, Produk Premium, Berdampak Nyata untuk Kesehatan & Palestina.
Banyak keunggulan produk Bilaadi, antara lain Bilaadi Minyak Zaitun Palestina merupakan Extra Virgin Cold Pressed – First Press Quality yang diproses langsung dari zaitun Palestina pilihan dengan metode cold pressed pemerasan pertama. Produk ini berkualitas Extra Virgin dengan tingkat keasaman sangat rendah, menjaga keaslian rasa dan manfaat terapeutiknya. Kaya akan antioksidan alami, vitamin E, dan asam lemak baik untuk jantung, pencernaan, dan kecantikan kulit. Produk ini terhubung langsung dengan petani Palestina, setiap tetesnya membawa nilai keberkahan dan kontribusi nyata untuk Gaza. Tidak sekadar produk, tapi jihad ekonomi yang menyehatkan tubuh dan menolong saudara seiman.
Berikutnya Bilaadi Premium Propolis kualitas dunia dari Brazil & China tanpa kandungan alkohol yang diproduksi dari propolis terbaik dunia, yaitu Brazil & China – dua negara penghasil propolis berkualitas tertinggi berdasarkan riset global. Selain bebas alkohol dan bahan tambahan berbahaya juga aman dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil, dan menyusui. Diproses menggunakan nanoteknologi sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh dan bebas beswax. Produk ini sangat bermanfaat sebagai antivirus alami, meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan sariawan, batuk, dan gangguan pencernaan. Sudah banyak testimoni kesembuhan, dikemas dengan nilai keberkahan dan trust dari ribuan konsumen setia.
Produk lainnya adalah Bilaadi Skin Care Series yang merupakan perpaduan emas, zaitun Palestina dan Niacinamide. Produk ini terinspirasi dari perawatan kecantikan legendaris seperti Cleopatra yang menggunakan emas dalam rutinitasnya. Kandungannya antara lain Gold, Palestinian Olive Oil, dan Niacinamide untuk mencerahkan, melembapkan, dan memperkuat skin barrier. Produk ini aman untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif, ibu hamil, dan remaja, tanpa bahan berbahaya – bebas merkuri, hydroquinone, dan steroid. Lebih dari sekadar skincare, ini adalah produk berkualitas tinggi yang membawa nilai ibadah dan keberkahan bagi yang memakainya.
Kenapa Harus Bilaadi? Karena merupakan produk premium asli, bukan private label asal-asalan. Produk Bilaadi dikurasi langsung oleh tim yang berpengalaman dan amanah. Sistem syariahnya murni karena bisnis diawasi langsung oleh Oday Al Akhras dari Gaza, lulusan Islamic University of Gaza jurusan Ekonomi & Syariah, dan dibimbing guru-guru terpercaya dari Palestina.
Setiap pembelian produk Bilaadi otomatis konsumen berkontribusi untuk Program Sosial Gaza, termasuk Rumah Tahfidz Aida Jannah yang membina 130 anak Gaza dan 13 guru Qur’an. Bilaadi bukan sekadar jualan, tapi jalan menuju kesehatan, keberkahan, dan jihad ekonomi yang bermakna. Temukan produk dan semangatnya. Bersama Bilaadi, Sehatnya Dapat – Pahalanya Ikut Mengalir.
