Profil

Irina Rahmadiyanti Lestari, S.H., M.Kn, Pelayanan, Kualitas, serta Memberikan Solusi Kunci Sukses dalam Karier dan Bisnis

MajalahKebaya.com, Jakarta – Kesibukan sebagai notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) tak menghalangi langkah Irina Rahmadiyanti Lestari untuk mencoba beberapa peluang usaha.  Ina, sapaannya, juga mengembangkan usaha kuliner yang sudah dirintis sejak tiga tahun lalu. Usaha dengan brand Cinnamon Cafe n Eatery dijalankan bersama partnernya Monic. “Passion saya memang di bidang kuliner, jadi usaha ini sudah saya niatkan sejak dulu,” terang perempuan cantik kelahiran Banjarmasin, 12 April ini.

Dalam usaha kuliner, Ina sapaan akrabnya,  sangat mengutamakan kualitas dan pelayanan. Karena itu, ia selalu melakukan pengecekan berkala makanan yang dipesan konsumen, selalu update dengan menu-menu baru, menjaga kebersihan cafe serta membuat inovasi dalam pemasaran.

Setelah usaha kuliner berkembang bagus, tahun ini Ina mulai berekspansi dengan merintis usaha bidang property di bawah bendera PT. Griya Prima Teknik yang menawarkan penjualan rumah bersubsidi. Di bidang ini pun, ia sangat menekankan pelayanan yang terbaik kepada customer

Perempuan yang hobi memasak dan travelling ini selalu berusaha menyenangkan orang lain, terutama abahnya yang sangat mendukung ia merintis usaha property. “Ayah saya bekerja sebagai kontraktor. Saya juga kerap menghadapi beberapa developer yang menjadi pertimbangan bagi saya untuk banyak belajar dari mereka,” ujar Ina yang juga berencana akan melakukan ekspansi usaha kuliner dengan membuka cabang Cinnamon Cafe n Eatery di kota-kota lain. 

“Sebagai seorang Notaris, keramahan dan menyediakan solusi ketika ada case merupakan keharusan yang akan saya berikan kepada klien.  Sedangkan di bidang kuliner seperti cafe, kita sudah seharusnya selalu menjaga mutu, kebersihan, pelayanan terbaik, dan inovatif. Di bidang property, sebisanya desain yang kami yawarkan harus menarik agar bisa bersaing dengan kompetitor lain, kemudian pembangunannya juga tidak asal-asalan, karena terkait dengan tempat tinggal yang akan selamanya dihuni pembeli. Sebagaimana pesan abah (ayah)  saya, bahwa bukan keuntungan yang semata-mata dikejar dalam berusaha,” jelas Lulusan S2 Magister Kenotariatan Universitas Brawijaya Malang ini.

UMKM Solusi di Tengah Krisis Global

Di tengah krisis ekonomi global yang saat ini terjadi, Ina menilai salah satu strategi Pemerintah sebagai solusi adalah memperkuat UMKM. Siapa yang kuat dia akan bertahan. Mereka yang kuat adalah mereka yang memiliki banyak link pertemanan, jaringan pemasaran yang luas, dan cukup fleksibel, mereka yang mau belajar dari mana pun untuk memperkaya diri dengan ilmu dan informasi (tren) terkini. Dan, kehadiran Pemerintah sangat diharapkan, selain support materi (modal), pelatihan (pemberdayaan), juga pengawasan untuk memperkuat UMKM.

“Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang strategi nasional untuk membentuk 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, semoga dapat membantu pemerataan ekonomi,” harap ibu dari Kayla Annisa ini.

Sebagai seorang pengusaha UMKM, Ina sangat menyadari ketatnya persaingan saat ini. Namun baginya, selama ia konsisten menjaga kualitas, pelayanan, dan tidak henti berinovasi, persaingan tidak akan menjadi kendala. “Dalam menghadapi persaingan usaha, saya akan selalu berupaya untuk bekerja sebaik-baiknya, disiplin menerapkan nilai-nilai baik yang sudah saya canangkan dalam menjalankan karier dan usaha, serta tidak lupa berdoa sebanyak-banyaknya, memberi (berbagi) sebanyak-banyaknya dan menyerahkan kepada yang lebih berhak ( Allah SWT) seperti yang sering kita dengar rezeki sudah tertakar, bukan tertukar,” ujar Ina bijak.

Menyadari campur tangan Tuhan sangatlah besar dalam setiap perjalanan karier dan bisnisnya, Ina selalu mengingatkan dirinya tidak lupa menyisihkan sebagian keuntungan yang didapat untuk rutin berbagi dan bersedekah bagi mereka yang sangat membutuhkan. Nilai welas asih ini terinspirasi dari sosok ibunda tercintanya.

Bagi Ina, sosok ibunya yang sudah meninggal dunia sejak dirinya berumur 17 tahun sangat menginspirasi. “Selain sebagai dosen, beliau adalah istri dan ibu rumah tangga luar biasa. Sangat melayani suami, memasak sendiri makanan untuk suami dan anak, serta value yang luar biasa yang beliau tanamkan kepada kami terutama tentang berbagi,” kenang Ina. 

Giat Promosi Kebaya/Kain Wastra

Ina sangat mencintai kebaya atau kain wastra. Ia sering memakai kebaya beserta kain bawahannya, terutama pada momen-momen tertentu yang bersifat formal. Ina sangat bangga ketika sedang mengenakan kebaya, terlihat dari feed akun instagramnya ina_rahmadiyanti yang sudah sejak lama rutin mengunggah aktivitas-aktivitas dan pose diri mengenakan kebaya dan kain wastra dalam rangka ikut mempromosikan dan melestarikan kebaya, di saat teman-teman lain mengenakan gaun atau dress untuk ke pesta.

“Kalau bukan kita anak muda yang representing kepada khalayak, lalu harus berharap dengan siapa lagi?” ucap Ina yang menghabiskan waktu luangnya dengan rutin melakukan perawatan diri di salon, quality time bersama keluarga atau sahabat seperti liburan atau sekadar bertemu di cafe.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top