MajalahKebaya.com, Jakarta – Menekuni usaha resto sejak menikah dan dikaruniai dua orang anak, bagi Anggraeni Widyandara Rusli atau akrab disapa Anggie, merupakan hal yang sangat membanggakan. ”Setidaknya bisa menyalurkan bakat bisnis saya membantu ekonomi keluarga dan belajar menjadi wanita mandiri,” ujar ibu dari Revalia (5 tahun) dan Richell (3 tahun) ini, bangga.
Wanita cantik kelahiran Pemalang, 13 Juli, yang suka dengan kegiatan outdoor seperti diving, hiking, traveling ini, menekuni dunia usaha tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Sejak menikah ia telah berkomitmen untuk tetap menomorsatukan kepentingan anak dan suami.
“Sebenarnya sejak sebelum menikah saya sudah aktif bekerja, pokoknya pekerja keraslah. Saat itu yang terpikir memang hanya untuk karier, tapi setelah menikah, saya tidak mau egois, tidak mungkin lagi saya memikirkan apa yang saya inginkan. Saya harus memikirkan kepentingan suami dan anak-anak, makanya saya sudah berjanji dengan diri sendiri, kalau kelak saya menikah dan sudah punya anak, barulah saya ingin menekuni bisnis lagi. Alhamdulillah, suami memberi modal untuk berusaha,” ungkap Anggie.
Usaha resto yang ditekuni Anggie berkembang cukup bagus dan banyak disukai konsumen karena menu-menu makanan yang dihadirkannya memang lebih mengutamakan citarasa. Anggie memilih bisnis kuliner karena menurutnya bisnis ini tak akan pernah mati, kebutuhan masyarakat akan makanan tidak akan berkurang. “Yang penting dalam menjalankan bisnis resto ini adalah menjaga citarasa. Kalau citarasanya tidak bisa diterima konsumen, usaha kita akan ditinggalkan,” tegas Anggie.

Yakin Usaha Akan Menjadi Besar
Diakui Anggie, bisnis yang ditekuninya memang belum besar tapi masih dalam skala kecil dan pada tahap merintis. Namun ia berharap dan bertekad, usaha ini kelak akan berhasil menjadi besar sehingga bisa membuka lapangan kerja, mengingat saat ini banyak orang kehilangan pekerjaan. Banyak usaha yang gulung tikar, banyak orang kehilangan mata pencaharian. Memikirkan semua itu, Anggie yang memiliki jiwa sosial tinggi, selalu merasa tersentuh dan memikirkan keadaan keluarga mereka. Ia pun selalu melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus tetap menjaga keseimbangan hidup.
Sebagai pelaku UMKM yang saat ini dihadapkan dengan krisis global, Anggie menunjukkan optimisme yang besar akan bisa dan siap menghadapi apa pun tantangan. “Pastinya kita harus bisa berinovasi baik produk maupun pelayanan, berusaha memahami segmentasi pasar dan kebutuhan konsumen, menerapkan strategi pemasaran yang efektif, dan mengelola keuangan yang baik, serta terus membangun dan perluas kemitraan atau jaringan,” jelas Anggie.
Hal lain yang juga sangat penting menghadapi krisis seperti ini, lanjut Anggie, adalah berusaha untuk selalu up-date baik informasi maupun tren terkini, terutama dalam bidang usaha kuliner. “Selanjutnya saya berusaha untuk memperbanyak dan memperluas link atau jaringan agar bisa bekerja sama atau sharing, dan yang terakhir adalah berdoa. Ini paling penting karena tanpa bimbingan dan tuntutan dari Allah, kita tidak bisa apa-apa,” ungkap Anggie.
Semua upaya tersebut, menurut Anggie, dalam rangka memperkuat UMKM agar ekonomi negara kita kuat. UMKM yang kuat bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja.
“UMKM berperan penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama di tingkat makro dan kecil. Juga merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara dan lapangan kerja. UMKM menjadi sumber utama penyerapan tenaga kerja dengan membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” optimis Anggi.
Jaga Keseimbangan Hidup dengan Banyak Aktivitas
Anggie adalah tipikal wanita pekerja yang selalu aktif. Tidak heran ia terlibat dalam banyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial, keluarga, hingga cinta alam dan budaya. Semua kegiatan yang dilakukan karena dorongan hatinya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain dan memberi arti dalam hidupnya.
Wanita energik ini, memiliki kiat hidup yakni tekun, disiplin, dan mandiri. Ia sangat menyukai kegiatan traveling, dan biasanya dilakukan bersama keluarga. Kegiatan ini sangat penting selain sebagai refreshing juga untuk meningkatkan kebersamaan dengan keluarga, terlebih anak-anak masih kecil sehingga mereka butuh hiburan. Traveling yang dilakukan selain jalan-jalan di dalam negeri juga ke luar negeri.
Selain itu, Anggie juga menyukai diving atau menyelam yang tujuannya untuk rekreasi, menikmati keindahan alam bawah laut. Menurut Anggie ini kegiatan yang sangat seru mengingat tak semua orang bisa menikmati alam bawah laut. Biasanya Anggie melakukannya bersama suami dan teman-teman yang sama-sama pencinta diving. Ia merasa pikirannya bisa segar kembali usai melakukan diving.
Kegiatan lainnya adalah hiking atau jalan kaki di alam terbuka yang dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Anggie suka sekali dengan kegiatan ini karena bisa menikmati alam bebas pegunungan, perbukitan atau hutan.
Sebagai wanita aktif, Anggie juga tak melupakan perhatian akan kebutuhan dirinya. Ia selalu berusaha mengisi me time dengan kegiatan menyenangkan seperti ke salon dan menjalani berbagai perawatan.

Perempuan Harus Cerdas dan Mandiri
Perjuangan RA Kartini agar perempuan Indonesia bisa maju dan sejahtera. Pendidikan adalah kata kunci. Perempuan harus berpendidikan, selalu memperkaya diri tanpa henti dengan ilmu dan pengetahuan dari sumber-sumber mana pun, formal maupun nonformal, agar bisa mandiri dan berdaya. Anggie sangat menyadari pentingnya perempuan memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas serta pandangan yang jauh ke depan. Ia pun selalu upgrade diri agar bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman yang sangat cepat dan dinamis saat ini. Anggie sangat mengidolakan Najwa Shihab karena kecerdasannya dan menginspirasi banyak wanita Indonesia.
Hobi traveling telah menanamkan rasa cinta alam dan budaya bangsa yang besar pada diri Anggie. Ia kagum dan bangga dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia. Meskipun saat ini ia belum terbiasa mengenakan kain wastra, seperti kebaya, namun ia mengaku sangat senang melihat para perempuan mengenakan kebaya, tampak anggun dan cantik. “Saya sangat suka melihat wanita berkebaya, tapi saya belum mengenakannya, semoga dengan adanya Majalah Kebaya Indonesia ini saya bisa banyak belajar tentang kebaya dan wastra Indonesia,” tegas Anggie mantap.
