MajalahKebaya.com, Jakarta –
Profesi sebagai pengacara di sebuah kantor hukum ternama tak membuat Yolanda Hutapea gentar menghadapi tantangan pekerjaan dan risiko yang menyertainya. Bahkan ia menjadikannya sebuah energi untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan dan terutama memberikan pelayanan paripurna bagi para klien, baik dari dalam maupun luar negeri. Di lingkup pekerjaan yang didominasi kaum pria dan masih sedikit jumlah perempuan ini tidak mengherankan akan terjadi kompetisi. Bagi Yolanda kompetisi justru bagus karena membuka kesempatan baginya untuk mengoptimalkan kemampuan diri sendiri dan juga pihak-pihak lain. “Terpenting dalam berkompetisi, terutama di dunia kerja, fairness harus terjaga, integritas dikedepankan, dan menjalin adab berkomunikasi yang terbuka,” tegasnya ramah.
Dalam profesinya, ia pun diharuskan bekerja melewati jam kerja normal, bahkan di hari libur pun jika situasi mengharuskan maka ia siap menuntaskan sebuah kasus tanpa keluhan. Di hari libur Yolanda menebus kelelahan dan kurangnya waktu istirahat di saat bekerja dengan melakukan perawatan diri dan berlibur karena menyadari pekerjaannya ini tinggi tingkat stressnya. Di saat itulah ia memanfaatkan waktu liburan dan menikmati suasana yang santai. Perawatan wajah dan tubuh bagi Yolanda sangat diperlukan karena ia bekerja dalam long hours dan menemui berbagai macam klien. Sebagai perempuan ia ingin menghargai apa yang telah Tuhan berikan kepadanya dan juga supaya klien, teman atau siapa pun yang bertemu dengannya juga senang melihatnya.
“Merawat wajah dan tubuh itu adalah cara saya menunjukkan saya lagi senang dan saya menghargai anugerah dari Tuhan. Perawatan itu adalah bentuk penghargaan buat diri saya sendiri. Saya terlihat cerah, terlihat segar, mood saya pun terangkat dan aura saya makin bersinar. Sebagai seorang pengacara, saya harus bisa meyakinkan klien saya, tidak hanya kapabilitas saya di bidang hukum tapi juga berpenampilan baik yang diperlihatkan melalui sinar wajah cerah, berbusana rapi dan sikap tubuh yang siap menangani situasi apa pun,” papar wanita cantik ini.

Yolanda bisa dibilang merupakan salah satu sahabat dan pencinta setia koleksi Narasi Wastra. Ia menyukai koleksi Narasi Wastra karena bisa mempromosikan dan memberikan dignity baru bagi wastra itu sendiri, dan jadi exposure baru untuk batik. “Adanya Gerakan Batik tidak melulu harus dijadikan sarung atau kain kebaya. Narasi Wastra menurut saya bisa membuka mata the younger generation, bahwa batik timeless dan reach out ke mereka untuk ikut bergabung dalam gerakan ini dengan gaya mereka sendiri,” terangnya.
Ia pun memperlihatkan hasil rancangan dari seseorang yang bukan fashion designer sambil mengatakan bahwa cara Narasi Wastra untuk membuat kain batik menjadi sebuah rok atau outter modern tetap menjaga marwah batik yang elegan, abadi dan disesuaikan untuk semua ukuran badan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan Yolanda masih akan melanjutkan pekerjaannya. Ia pun menyampaikan hal yang sangat ia syukuri, yakni giving back to others. “Saya percaya saya diberkati agar saya bisa berikan berkat kepada orang lain. Saya selalu terlibat dalam berbagai bakti sosial. Saya berusaha agar saya selalu give more to others because I have been blessed with a good life. Pilihan saya dalam give back to others adalah dengan memberdayakan perempuan, membantu kehidupan anak-anak yang terlantar dan animal welfare,” terangnya bijak.

Yolanda telah terbiasa berada di lingkungan perempuan yang mendukung pemberdayaan perempuan, mulai saat ia masuk ke sekolah khusus perempuan yang menjunjungi tinggi persaudaraan dan ia menilai perempuan itu sangat powerful. Sayangnya masih banyak perempuan yang seringkali belum memaksimalkan kemampuannya untuk empower themselves to the fullest potential. Ia ingin membantu mereka. Yolanda juga melihat anak-anak terlantar harus dibantu dan diangkat semangat hidupnya agar kelak bisa jadi individu yang kuat dan mandiri. Yolanda juga memiliki kecintaan terhadap hewan terlebih memiliki kucing, anjing sebagai peliharaan, karena baginya hewan adalah makhluk ciptaan Tuhan dan ia pun harus pula berbagi kasih kepada animal welfare.
