MajalahKebaya.com, Jakarta – Nama Hj. Encek Unguria Riarinda Firgasih, S.H., M.AP yang berasal dari Kalimantan Timur dikenal sebagai figure dan tokoh perempuan Kutai Timur, pegiat sosial kemasyarakatan, dan politisi tangguh. Ia berhasil duduk sebagai Anggota Dewan Daerah selama tiga periode. Berawal dari Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur pada 2009-2014, berlanjut menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur pada 2014-2019, hingga kemudian duduk sebagai Ketua DPRD Kutai Timur pada tahun 2019-2020.
Lepas dari jabatan di DPRD, ibu dari Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur Siti Rizky Amalia, SE., AK., CA. ini, tak lantas berdiam diri. Ia tetap membersamai rakyat, khususnya masyarakat di Kutai Timur.

“Saat ini saya lebih mengayomi Pendidikan baik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai Pembina Yayasan Prima Adinda di Kutai Timur Sangatta. Pembina Sekolah Dasar Islam (SDI) Assya’diah di Kecamatan Sangkulirang Kutai Timur. Dan mengayomi membina organisasi Kemasyarakatan dan Keagamaan Pembina Majelis Ta’lim Al Mar’atus Solehah dst…,” ujar Bunda Encek Firgasih.
Dukung UMKM dan Ekonomi Kreatif
Usia yang tak lagi muda nyatanya tidak menghalangi Bunda Encek Firgasih untuk memaksimalkan potensi diri dan mengeksplorasi kemampuan. Saat ini, ia sedang mempersiapkan bisnis kuliner yang memang terinspirasi dari hobi memasaknya. Ia juga telah memulai bisnis franchise Dawet Cah Ayu. Diakui Bunda Encek Unguria, kini ia memiliki banyak waktu untuk memasak dan merintis bisnis di bidang kuliner.
Jauh sebelum mewujudkan impian memiliki bisnis kuliner, Bunda Encek Firgasih sudah akrab dengan para pelaku UMKM di daerahnya. Ia kerap memberikan dukungan baik berupa motivasi, bantuan gerobak, hingga pinjaman pendanaan. Termasuk mendirikan dan mengelola koperasi serba usaha dan simpan pinjam bernama Edelweiss. Koperasi ini didirikan dengan tujuan membantu anggota koperasi mewujudkan impian mereka untuk membangun usaha. Bunda Encek juga pernah mengelola Koperasi Serba Usaha dan Simpan Pinjam, dengan tujuan membantu anggota mewujudkan impian mereka untuk membangun usaha.
“Saya sangat mendukung program ekonomi kreatif Indonesia, terutama bekerja sama dengan penjahit dan pembatik yang ada di Kutai Timur. Kadangkala saya juga mendesain sendiri batik Wakaroros dan memberikan hasil desain saya ke pembatik, lalu kain-kain Wakaroros yang sudah jadi itu dijual ke khalayak umum atau ke pegawai negeri sipil di Kabupaten Kutai Timur, sehingga menjadi ciri khas seragam untuk dikenakan di hari Kamis Batik. Hal itu saya lakukan ketika menjadi istri Bupati Kutai Timur tahun 2016-2020,” papar Bunda tentang kedekatannya dengan pelaku UMKM.
Tantangan Perempuan Indonesia
Bunda Encek Firgasih menilai UMKM yang dihasilkan setiap daerah siap bersaing di tingkat lokal, nasional, maupun global. Ketidaksiapan itu dikarenakan masih tidak adanya dukungan dari internal keluarga terutama dari suami. Inilah salah satu tantangan yang dihadapi Bunda Encek Firgasih sebagai tokoh perempuan yang tak lelah memotivasi perempuan untuk lebih mandiri secara finansial yaitu dengan membangun UMKM. Semangat memotivasi perempuan untuk lebih mandiri, mampu dan mau secara finansial yaitu membangun UMKM dan dikuatkan dengan pembinaan sehingga kreatifitasnya lebih berkualitas di pangsa pasar.

“Yang seharusnya dilakukan Pemerintah adalah menyediakan jalan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan modal usaha. Jangan pernah mempersulit hajat orang banyak. Saya sudah melihat bahwa masyarakat di Kutai Timur masuk kategori konsumtif, jadi sangat mudah bagi perempuan membangun UMKM karena pasarnya sudah ada,” ucap Bunda Encek.
Terkait pertumbuhan dan pengembangan UMKM, Bunda Encek Firgasih menegaskan bahwa setiap daerah di Indonesia harus mempunyai ikon hasil karya kerajinan khususnya yang berdampak positif terhadap perekonomian daerah tersebut. Dan sudah pasti, hal itu harus didukung penuh oleh Pemerintah Daerah, termasuk Dinas yang berkaitan dengan industri dan ekonomi kreatif.
Melihat tantangan tersebut, Bunda Encek Firgasih berharap bisa mewujudkan kembali adanya sekolah perempuan, sehingga para perempuan masa kini bisa diajarkan lagi berbagai keterampilan mulai dari menjahit, membatik, mendesain, mengolah makanan, dan memasak, serta mengasah keterampilan sesuai bakat dan minat agar peluang ekonomi kreatif terus berkembang di Kabupaten Kutai Timur. Terlebih lagi, masyarakat sudah didukung oleh teknologi maju, khususnya digitalisasi marketing yaitu UMKM 4.0. Dukungan pemerintah setempat sangat diperlukan menyediakan jalan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan modal usaha.
“Perempuan harus mau dan mampu. Kita harus siap Indonesia menjadi ikon di mata dunia karena beragam budaya yang kita miliki. Karena itulah yang harus dilakukan perempuan Indonesia menyambut Indonesia Emas 2045 adalah fokus memberdayakan diri agar bisa menjadi contoh di segala bidang dan memotivasi sesama perempuan maupun masyarakat pada umumnya untuk bisa sukses, dan sudah pasti harus melek teknologi,” pesan Bunda yang suka koleksi kain wastra ini.
Harapan untuk Pemerintahan Baru
Sebagai warga Kalimantan Timur, Bunda Encek merasa bangga dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di provinsinya. Menurutnya, Pemerintah Daerah dan segenap lapisan masyarakat merasa senang Kalimantan Timur akan lebih dikenal. Selama ini Kalimantan Timur masih asing bagi banyak warga Indonesia apalagi warga global.

Bunda Encek Unguria menanggapi dengan bijak pro kontra kepindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Banyaknya kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Timur diyakininya dapat menjadi penopang IKN. Untuk itulah ia berharap presiden terpilih Prabowo Subianto dapat mempercepat laju pembangunan di IKN.
“Saya berharap presiden terpilih lebih cepat melaksanakan program yang sudah dibuat dan langsung turun ke daerah, tentunya agar pembangunan merata. Kita doakan beliau sehat selalu dan diberikan berkah dalam menjalankan tugasnya, sehat selalu, berkah amanah menjalankan tugas kenegaraan,” imbau Bunda Encek Firgasih.
Kunci Sukses dan Rahasia Menjaga Stamina
Dengan segala kesibukannya, Bunda Encek Firgasih berbagi tips seputar upaya menjaga stamina di usia yang tak lagi muda. “Usia adalah sesuatu yang tak bisa dihindari. Sementara itu, stamina tidak lepas dari jiwa dan inner beauty, bagaimana menata jiwa kita, berpikir positif, mengembangkan talenta yang kita miliki, dan merasa selalu bahagia,” ujar Bunda Encek Unguria membagikan tips dalam menjaga stamina.
Bunda Encek Firgasih juga selalu berusaha mengonsumsi makanan sehat yang sederhana, tidak berlebihan, serta pastinya minum cukup air putih, buah, sayur, proteim yang cukup. “Dan jangan lupa olahraga. Pada usia di atas 60 tahun, kita dapat melakukan jalan kaki, renang dan yoga. Saya sudah lama menekuni yoga. Bangun tidur selesai sholat shubuh langsung yoga, sudah menjadi kebiasaan. Yoga bermanfaat untuk mengatur pernafasan, gerak tubuh menjadi ringan dan luwes,” katanya.
Selain sukses dalam karier, Bunda Encek juga merupakan figur seorang ibu yang sukses mendidik kedua putrinya sekaligus sukses menjalankan profesinya sebagai politisi yang peduli rakyat. “Kunci sukses selalu bersyukur atas nikmat Allah Sehat, dimana kita selalu berada, semangat dalam menjalanan kegiatan apapun, komunikasi, kepercayaan, kejujuran, ketulusan dan keikhlasan. Dan semua itu di awali dari dalam keluarga,” pungkas Bunda Encek yang mempunyai gelar Ratna Putri.
