MajalahKebaya.com, Jakarta – Dedikasi dan passion tinggi di bidang Aesthetic Dermatology mendorong semangat dan motivasi kuat dalam diri dr. Ayu Widyaningrum, M.M, Master of AAAM, Master of IBAMS atau akrab disapa dr. Widya untuk terus mengedukasi masyarakat dengan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki. Ia ingin masyarakat, khususnya perempuan menjadi cerdas, bijak, dan cermat, sekaligus bisa menularkan pengetahuan yang dibagikannya, kepada orang lain, mulai dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat luas. Berkat dedikasi dan spirit inilah dr. Widya mendapat penghargaan sebagai Perempuan Pemberdaya Perempuan, ‘Woman Empower Woman Award 2024, dari Majalah Kebaya Indonesia dan Majalah Inspiratif bekerja sama dengan Kemenparekraf pada Agustus yang lalu.
Komitmen dr. Widya dibuktikan dengan mengikuti rangkaian pendidikan hingga mancanegara, di antaranya pendidikan Aesthetic Dermatology di Korea, Diploma dan Master di Singapura, mengikuti Anatomy Class di Paris Workshop and Event, terus berlanjut ke Jerman, Milan dan Swiss serta beberapa kota dan negara seperti Abu Dhabi dan Dubai, Arab Saudi, Korea, Jepang, Hongkong, Taiwan, hingga Kartagena AS dan Kamboja.

Evoto
Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki mendorong dr. Widya terus menyemangati diri untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Menurut dr. Widya, Mengedukasi masyarakat terhadap treatment wellness sebenarnya adalah hal yang mudah dengan benar-benar memberitahukan secara keilmuan manfaat dari treatment yang diberikan pada pasien secara optimal, sehingga dapat memberikan dampak positif pada pasien.
“Hal ini juga kita berikan untuk mengurangi tindakan yang mempunyai komplikasi atau efek samping yang nantinya akan berbahaya pada pasien. Seperti penggunaan filler atau simulator kolagen yang mempunyai dampak migrasi kemudian ada resiko nekrosis dan blindness pada pasien. Jadi saya tidak menggunakan lagi tindakan yang memang mempunyai komplikasi berbahaya pada pasien.”
Dr. Widya juga mengembangkan beberapa treatment wellness di antaranya Luxury Booster untuk pengobatan melasma, whitening; The Executive Stemcell dan Fat Transfer Filler. Untuk The Executive Stemcell dan Fat Transfer Filler, ia menggunakan autologus dari tubuh pasien yang berasal dari blood dan fat pada pasien. Fat Transfer Filler merupakan lemak pasien yang diproses untuk menggantikan pemakaian filler. Dr. Widya merasa bahwa penggunaan fat filler ini lebih optimal dan dapat menekan tingkat efek samping yang ditimbulkan oleh filler.
“The Executive Stemcell merupakan treatment yang menggunakan autologus blood atau darah pasien dengan teknologi khusus. Kita ambil grow factor protein dan stemcell yang ada dalam darah pasien kemudian menyuntikkannya untuk terapi anti-aging, awet muda, melasma, whitening, pengencangan pada kulit pasien yang diinjeksikan secara full face pada wajah pasien.”
Treatment The Executive Stemcell dan Fat Transfer Filler merupakan teknologi terbaru yang langsung dibawa dari Jerman. Tabung dan regemnya, ditambahkan dr. Widya, juga didatangkan dari negara tersebut untuk memisahkan grow factor protein dan stemcell dari darah pasien. Sedangkan Fat Transfer Filler menggunakan tabung yang terakhir diambilnya dari Vietnam.

Evoto
“Jadi memang beberapa alat ini berbeda dan untuk tujuannya mendapatkan pure fat dan stemcell yang bagus, sehingga manfaatnya juga tercapai untuk anti aging, whitening, melasma dan penggunaan fat transfer yang optimal untuk menggantikan filler dan simulator kolagen.”
Menariknya sebelum meluncurkan treatment tersebut, dr. Widya sudah melakukan uji coba terhadap dirinya sendiri dan orang terdekat yang memang memiliki masalah terkait. Uji coba biasanya dilakukan satu bulan atau 30 hari untuk mengetahui rasa, dampak, hasil dan efeknya setelah penyuntikan. Uji coba yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada pembengkakan dan seberapa persen produk tersebut dapat menghilangkan masalah kulit seperti melasma, acne atau bopeng.
Prioritas Pada Kebutuhan Pasien. Untuk treatment wellness, dr. Widya lebih mengoptimalkan perawatan yang dilakukan dengan diagnosa dan kesembuhan pada pasien. Misalnya pasien yang datang dengan kasus melasma, maka akan dioptimalkan bagaimana faktor melasma itu terjadi sehingga dapat memaksimalkan perawatan yang dilakukan pada pasien. Pastinya beberapa treatment wellness yang dikembangkan merupakan treatment yang manfaatnya lebih fokus pada penyebab, cara menanggulangi dan tingkat komplikasi yang terjadi pada pasien.
“Sementara jika ada pasien yang mengidap diabetes dan autoimun kita harus melihat apakah penyakit tersebut terkontrol atau tidak. Setelah terkontrol baru kita melakukan tindakan face contouring seperti rekonstruksi pada wajah yaitu botox dan stemcell. Saya jarang menggunakan filler. Sebagai penggantinya saya menggunakan fat transfer pada pasien.”
Perkembangan dunia estetik di Indonesia menurut dr. Widya cukup luar biasa pesat. Kini, para ibu dan remajanya sudah mulai melirik dermatologi estetik, untuk memperbaiki skin barrier, kulit, juga contouring wajah dan the body contour yaitu slimming, whitening dan bagaimana tetap awet muda tanpa mengesampingkan kesehatan. Kemajuan teknologi sekarang, ditegaskan dr. Widya, memang ada yang berdampak buruk dan ada yang membantu dalam pengobatan kulit pasien. Jadi sebaiknya harus terus menerus mempelajari karena setiap alat itu pasti mempunyai efek samping dan bagaimana cara mengatasinya yaitu dengan skin care yang tepat untuk pasien.
Sementara demi memberikan informasi yang tepat atau edukasi kepada masyarakat terkait treatment non BPOM, dr. Widya berusaha menyampaikan pengetahuan tanpa menjatuhkan suatu produk. “Saya menjunjung tinggi martabat sebagai seorang dokter. Seorang dokter tidak boleh menjatuhkan martabat atau menjelekkan suatu produk atau dokter/sejawat lain. Jadi menurut saya kita pelan-pelan dan berhati-hati serta bijaksana dalam mengedukasi pasien yang menggunakan treatment non BPOM.”

Terbuka untuk Semua Pasien. Saat mendirikan Widya Aesthetic Clinic pada November 2015 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dr. Widya menyadari bahwa dunia bisnis kecantikan terus berkembang. Karena itu, ia berusaha memiliki inovasi yang baru dan berbeda dari yang lain sehingga akan menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi customer. Widya Aesthetic ini memiliki perbedaan dengan klinik lain. Banyak tercipta inovasi-inovasi baru yang dibutuhkan pasien.
“Kami berusaha untuk mengobati, menanggulangi, bisa dibilang terkadang Widya Aesthetic menjadi opini terakhir, harapan terakhir orang bisa sembuh dari permasalahan kulitnya. Kalau saya lihat pasien bisa saja mencoba produk A produk B yang bisa menjadi masalah bagi kulit pasien, dan Widya Aesthetic adalah harapan untuk menyembuhkan mereka. Itulah kenapa Widya Aesthetic meskipun di masa pandemi, Alhamdulillah masih menjadi pilihan untuk menyembuhkan kesehatan kulit.”
Demi memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, dr. Widya mengusung konsep homey untuk kliniknya. Pasien yang datang akan merasa nyaman ketika berada di dalam kamar sendiri. Sejak awal membuka klinik, dr. Widya tidak pernah melihat pasien itu siapa, anak siapa, pekerjaannya apa, tapi dari kalangan mana pun semuanya dirangkul. Ia menerapkan kesetaraan tingkat sosial dengan harapan untuk merangkul semua kalangan.
Kebahagiaan terbesar bagi dr. Widya adalah ketika bisa membuat kulit pasien menjadi lebih baik dan membentuk muka pasien menjadi kelihatan lebih muda dari usianya. Menariknya dr. Widya juga tidak hanya fokus pada profit, ia menerapkan kebijakan tertentu untuk pasien-pasien yang kurang mampu secara finansial, sambil tetap memberikan edukasi dan pencerahan atas permasalahan yang dialami setiap pasien.
“Harapan saya semua kalangan pasien yang mengidap penyakit seperti Diabetes, Autoimun dan pasien post cancer bisa melakukan perawatan secara optimal dan aman, mempunyai efek samping yang rendah dengan bahan yang digunakan berasal dari tubuh pasien itu sendiri.”
