Profil

Lina Goh Shimizu, Chief Executive Officer PT Nagisa Bali: Pertahankan Kualitas dan Pelayanan di Bisnis Property Management

MajalahKebaya.com, Jakarta – Lina Goh Shimizu, perempuan cantik kelahiran Medan, 14 April, yang merupakan Chief Executive Officer PT Nagisa Bali, mulai memantapkan hati untuk terjun menjadi seorang pengusaha sejak dua puluh tahun lalu. Awalnya ia fokus ke property management saat belum banyak usaha serupa yang berkembang di Bali. Pada saat itu hanya ada satu perusahaan yang sudah ada dan perusahaan Lina, sapaan akrabnya, yang menjadi pionir bisnis tersebut terutama dalam market Jepang yang sedang naik daun. Berawal dari market Jepang, ia didukung market lain dari Australia, Asia dan tahun-tahun terakhir di pasar domestik.

Perjalanan karier yang dilalui tidaklah mudah. Lina perlu melakukan edukasi dari kampus-kampus dan masyarakat luas. Lina juga harus melakukan perjalanan traveling ke Jepang sembari melakukan edukasi agar orang-orang bisa membeli property di Bali.

“Jadi investor membeli asset dan mereka memiliki pendapatan mereka menjadi passive income. Hal seperti itu adalah hal yang baru di Bali. Banyak perusahaan yang belum fokus, sehingga harus lebih mengedukasi. Akhirnya berjalan waktu, kami berkembang dari satu divisi ke divisi yang lain.”

Dua puluh tahun menikmati pengalaman berbisnis dengan tantangan dan rintangan yang ada berhasil membuat Lina mengembangkan kerajaan bisnisnya. Selain property management, ia memiliki beberapa lini bisnis yang menjanjikan. Untuk di Bali, ia fokus di villa dengan produk dan pelayanan yang unik. Ia memberikan pelayanan seperti hotel untuk check in dan konsumen hanya membawa diri saja. Diungkapkan Lina, bisnis villa management seperti yang dilakukannya masih asing di Indonesia. Namun di negara seperti Eropa, Thailand dan lain-lain, bisnis ini sudah sangat awam. Selain di bisnis ini, Lina mengembangkan sayap di bisnis lain yaitu maintenance dan renovasi yang sejalan dengan bisnis property-nya.

“Di villa kalau ada kerusakan pasti harus kita tangani secara cepat. Kita lihat ada property management yang belum paket sama maintenance dan renovation. Sedangkan kita sangat menjaga kualitas, jadi sekalian kami menambahkan divisi ini. Sehingga jika ada kerusakan cepat ditangani dan tidak memakan biaya yang mahal.”

Tak hanya itu, Lina berhasil melihat peluang bisnis baik yang menjanjikan di masa pandemi. Belum lama ini ia baru mendirikan bisnis kuliner dan yoga studio dengan nama Café Michiko dan Souji Studio Bali. Lokasi bisnisnya menjadi tempat berkumpul para klien yang bisa menikmati makanan Jepang dan Indonesia.

Selain itu, ia meluncurkan NBM Store, aplikasi online shop yang menggandeng UMKM di Bali. Lina melihat bahwa pengusaha UMKM di Bali mengalami kesulitan dalam memasarkan produk di tengah krisis perekonimian di masa pandemi. Akhirnya Lina berinisiatif membantu untuk membuat aplikasi dan mengumpulkan serta memperkenalkan ke pasar. Aplikasi tersebut bisa diunduh melalui AppStore dan PlayStore. Ia juga mengalokasikan 5% pendapatan dari penjualan online shop untuk membantu masyarakat yang dilaksanakan setiap bulan.

Lina yang mencintai olahraga badminton, muathai, yoga, traveling, camping dan hiking ini, merasa sangat cocok dengan budaya dan lingkungan di Bali. Ia merupakan pendatang dari Jakarta, menikah dengan orang Jepang dan tinggal di Bali selama 20 tahun. Situasi ini yang menjadikan motivasi Lina untuk membentuk kerja sama dan dikembangkan bersama tim kerja yang tidak hentinya memberikan ide. Hal tersebut membuat Lina semakin terdorong untuk maju dan berkembang bersama-sama demi sesuatu yang lebih baik.

Strategi dan Target. Lina berupaya menjaga kualitas brand dan kesatuan tim kerja agar tetap bersemangat. Ia berusaha enjoy selama bekerja dan menganggap tim sebagai keluarga. Prospek bisnis ke depan, menurut Lina pastinya akan terasa lebih berat. Namun ia optimis karena apa yang ditawarkan memang dibutuhkan untuk market.

Lina percaya untuk mengembangkan suatu bisnis membutuhkan tim management yang kokoh. Rencana ke depan, ia akan membuat terobosan baru dengan meluncurkan aplikasi tentang travel. Aplikasi tersebut akan diluncurkan dalam dua bulan dengan nama Trip and Travel. Sementara untuk tetap bertahan di masa pandemi, Lina berusaha fokus kepada target dan kualitas. Caranya dengan meningkatkan kreativitas dalam penjualan dan menarik hati para customer.

“Aplikasi tersebut merupakan kumpulan dari villa dan akomodasi di Bali yang standardnya middle to up. Dengan berkembangnya zaman, kita juga membuat strategi seperti di online, Youtube dan Tiktok yang difokuskan untuk kemajuan bisnis. Kita juga berusaha untuk menjaga kualitas karena itu nomor satu. Selain semua villa kita terapkan produk dan kualitas, kita juga banyak dibantu selebriti dari Jakarta atau Australia seperti Bp. Parto dan Bu Dina, Kang Sule, Bang Judika, Mario Ginanjar, Mike Ethan, Ari Wibowo, Jonathan Christie, Sophia Latjuba dan banyak lagi”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

10 − two =

To Top