MajalahKebaya.com, Jakarta – Pencapaian Irma Susanti membawa karya batik tulis di kancah internasional tak lepas dari passion untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Kiprah wanita cantik kelahiran Pati, 17 Februari, sebagai desainer wastra mulai dirintis setelah ia memutuskan resign dari kariernya di perusahaan otomotif.
“Kebetulan ibu saya penjahit dan waktu kecil saya sudah suka membuat pakaian untuk boneka dari sisa-sisa kain batik. Tapi awal karier saya justru di bank, sebagai Funding Officer PT BNI Syariah pada 2011- 2013,” tutur lulusan S1 jurusan Antropologi dan Sosiologi di Universitas Negeri Semarang tahun 2007 ini.
Irma kemudian pindah berkarier di perusahaan dealer resmi Toyota, PT Nasmoco Pemuda Semarang sebagai Marketing Senior Counter pada 2013-2016. Di sana ia banyak mendapat pengalaman di dunia otomotif. Saat itu Irma sembari kuliah S2 Strategi Bisnis, Magister Manajemen Universitas Diponegoro dan lulus pada Juni 2016.
“Saat kuliah S2, saya ikut bergabung dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) membantu pengrajin-pengrajin di desa untuk memasarkan hasil karyanya yang dibuat secara handmade,” kenang Irma yang juga pernah berkarier sebagai Konsultan Keuangan PT Milenium Penata Future (2010- 2011).
Irma sempat belajar fashion design di Nanyang Academy of Fine Arts, Singapore tapi tidak sampai lulus. Ia kemudian kembali ke Semarang untuk melanjutkan S2 di MM Undip. Setelah lulus, Irma memutuskan banting setir dari karier profesional menjadi entrepreneur dengan membangun usaha batik tulis di bawah PT Identix Pratama Indonesia, tahun 2017. “Identix merupakan singkatan dari Irma Design Batix, dan berasal juga dari kata identik yang memiliki makna punya ciri khas,” ujarnya.
Irma memilih batik tulis karena dalam satu kali pembuatan tidak bisa diulang kembali. Ini merupakan kelebihan karakter batik tulis dibandingkan batik cap. Sebagai fashion designer, kini busana batik tulis kreasi Irma mampu menembus pasar global, mulai dari Asia hingga Eropa. Busana batik tulis karya Irma mampu menarik perhatian pecinta fashion dunia. Bahkan kreasi busana batiknya mengharumkan nama Indonesia di ajang Paris Fashion Week, yang mendorong permintaan karya busana batik dari konsumen luar negeri. Selain Paris Fashion Week, ia kerap mengikuti event fashion skala internasional salah satunya di New York.
Irma juga membuat seragam kantor swasta maupun BUMN berbahan batik tulis. Busana batik tulis kreasinya diminati banyak kalangan karena menggunakan bahan premium batik tulis dengan model kekinian dan desain berkarakter dengan motif yang berbeda di setiap karya. “Klien saya antara lain pejabat-pejabat Mahkamah Agung, karena produk kebaya yang saya buat handmade dan custom, one design in the world, tidak ada yang sama,” jelasnya.

Sebagai pengusaha di bisnis fashion, Irma berharap industri tekstil kembali bangkit dengan dukungan kebijakan pemerintah termasuk bagi kalangan UMKM. “Nah, target saya di tahun ini ingin membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Masih banyak orang yang membutuhkan lapangan pekerjaan, siapa lagi kalau bukan kita, pengusaha-pengusaha yang menyiapkan lapangan pekerjaannya. Dampak dari pandemi banyak orang terkena PHK. Kebetulan saya sebagai Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng yang membina pelaku UMKM di Jawa Tengah,” jelasnya.
Kembangkan Potensi Alam Indonesia
Irma juga merintis usaha di bidang wisata dengan mendirikan PT Identix Wisata Indonesia di tahun 2022. “Sebenarnya saling berkaitan ya, sama-sama di bidang budaya. Pengunjung wisata baik luar negeri maupun dalam negeri banyak yang berminat dengan produk batik yang dibuat PT Identix Pratama Indonesia,” terangnya.
“Saya ingin menghidupkan wisata-wisata di daerah-daerah terpencil seperti Kepulauan Karimunjawa di Jawa Tengah, di daerah Bintan. Saya ingin kembangkan halal travel, seperti halnya halal food. Jadi kami kolaborasi dengan Dubai dan Uni Emirat Arab (UEA),” tambah Irma.
Tak hanya sukses mengembangkan bisnis fashion batik tulis dan bisnis di bidang wisata, Irma juga mengembangkan bisnis kopi di bawah payung PT Identix Kopi Nusantara. Perusahaannya juga berkolaborasi dengan petani kopi di berbagai daerah di Indonesia. Produk kopi PT Identix Kopi Nusantara juga sudah menembus pasar ekspor. Bahkan saat ini PT Identix Kopi Nusantara memiliki cabang di Korea Selatan dengan membuka toko distributor kopi Nusantara. “Kita sudah ekspor kopi dan punya storage di luar negeri. Saya juga berikan pelatihan kepada fresh graduate,” ujar Irma yang pernah maju sebagai Caleg DPR RI di tahun 2023.
Kini telah lebih dari satu dekade Irma berkiprah di dunia kewirausahaan dan manajemen strategis. Saat ini ia memiliki 4 perusahaan dan 1 yayasan. Irma pun memimpin sejumlah perusahaan lintas sektor, mencakup fashion, kuliner, pariwisata, serta energi dan sumber daya alam.
Pemberdayaan UMKM
Irma pun aktif berperan dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM, serta dipercaya menjabat di berbagai organisasi bisnis dan asosiasi industri di tingkat daerah dan nasional. Beberapa di antaranya adalah Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) sebagai Ketua Umum APJI Kota Semarang, Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo )– Jawa Tengah, di BPD HIPMI Jateng sebagai Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan UMKM Jawa Tengah, dan menjadi anggota KADIN Kota Semarang Kompartemen UMKM Kadin Kota Semarang.
“Saya berharap turut berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sesuatu yang besar bisa dimulai dari hal yang kecil, contoh dari habit kita. Salah satunya kita mengikuti misi dagang yang saling melengkapi market di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur. Ketika Jawa Tengah butuh produk dari Jawa Timur bisa melakukan transaksi dagang. Pengusaha-pengusaha juga bisa berkolaborasi dengan UMKM,” jelas Komisaris PT Identix Energi Nusantara (2025), Ketua Yayasan Identix Bakti Nusantara (2025), Komisaris PT Identix Kopi Nusantara (2025), Komisaris PT Mulia Anugerah Bersahaja (2022) ini.
Kreatif dan Kunci Sukses
Bagi Irma, kunci sukses yang diraihnya berpegang pada prinsip mulailah dari sekarang. Jangan menunda dan terus bisa menjadi ‘matahari’ bagi lingkungan sekitar. “Sebaik-baik umat itu yang bermanfaat bagi orang lain dan satu hal lagi di yayasan yang saya rintis yaitu Yayasan Indentix Bakti Nusantara merupakan bentuk CSR dari perusahaan yang saya dirikan. Di yayasan ini kami memenuhi kebutuhan dan pendidikan bagi anak-anak tidak mampu,” ujar Irma.
Irma menyadari bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa dan attitude (sikap) sangat krusial bagi ketahanan bangsa. Ketahanan sebuah negara juga dipengaruhi budaya bangsa. “Kalau budaya kita kuat, mau diserang seperti apapun, dengan teknologi apapun, kita pasti bertahan. Tapi kalau budaya kita sudah diracuni oleh budaya-budaya luar dan tidak percaya diri dengan budaya kita sendiri, itu yang akan merusak moral bangsa. Nah, ini juga merupakan filosofi batik yang memiliki kekuatan budaya. Kesabaran, ketekunan, keyakinan itu pasti akan menghasilkan keindahan dan rasa ketulusan yang memancar dari dalam,” jelas Irma.
Ide kreatif Irma menghadirkan kreasi busana batik tulis yang nyaman dipakai, tidak terlalu formal serta bisa dipakai di berbagai acara muncul saat ia melihat kesibukan masyarakat di kota Jakarta. “Banyak aktivitas yang dilakukan, seperti meeting, kongkow dan aktivitas lain. Dari sana terpikir ide saya membuat baju batik tulis yang bisa dikenakan untuk acara kasual, bisa buat kongkow, bisa buat meeting. Saya ingin mengubah mindset batik yang dulu hanya untuk acara resmi, kini bisa dipakai di berbagai kegiatan. Jadi banyak generasi milenial yang berminat, termasuk market luar seperti Eropa atau Jepang. Saya memasukkan batik ke dalam dunia fashion sehingga bisa diterima seluruh kalangan di semua jenjang usia,” paparnya.
Dengan latar belakang pendidikan di bidang Sosiologi dan Antropologi serta Magister Manajemen, Irma memiliki pemahaman komprehensif mengenai perilaku sosial dan strategi bisnis. Ia mempelajari budaya dan karakter kuat negara yang akan menjadi tujuan pasar ekspor. “Selain belajar adat istiadat dan budayanya, kita juga menyesuaikan dengan iklimnya. Setelah itu baru kita bisa masuk ke market-market internasional dan ke seluruh nusantara,” tambahnya.

Penghargaan dan Reputasi
Berbagai penghargaan pernah diraih Irma antara lain Entrepreneur Executive of The Year FPPB-Forum Peduli Prestasi Bangsa pada 2021, Woman Preserving Innovative Batik Award Anugerah Jawa Pos Radar Semarang tahun 2019, Top Service Excellent Pariwisata Award tahun 2019, Creative Woman Jawa Pos Radar Semarang pada 2018 dan Indonesian Woman of The Year PFFB-Forum Peduli Prestasi Bangsa pada 2018.
Irma memegang prinsip hidup mengalir seperti air yang berjalan secara alami. “Zodiak saya Aquarius ya, jadi menghadapi hidup itu mengalir seperti angin atau air. Saya suka alam dan hobi saya adventure seperti mendaki gunung, arung jeram dan lainnya. Kalau mau mencari inspirasi saya keliling di beberapa negara, misalnya berangkat ke Kanada atau ke Timur Tengah,” ungkap ibu satu putra yang saat ini berusia 14 tahun ini.
Jaga Life Balance
Meskipun sibuk mengelola 4 perusahaan dan satu yayasan, Irma masih menyempatkan waktu untuk ngopi bareng rekan-rekannya sesama pelaku UMKM. Ia juga lebih suka traveling ke luar negeri untuk mengembangkan bisnis.
Sebagai single parent, Irma berusaha memberikan inspirasi kepada para perempuan untuk bisa mandiri. “Kita hanya berharap pada Allah, Tuhan semesta alam ini yang menciptakan kita. Kemandirian ini juga telah membuat saya memiliki mental yang tangguh dan survive dalam menghadapi tantangan termasuk di saat pandemi sampai sekarang,” tegas Irma bijak.
Di bulan Ramadhan ini, Irma lebih banyak menerima order produk batik tulis. Tak hanya pakaian, tapi juga ada sarung batik, mukena batik dan sajadah travel batik. “Rencana saya akan launching hijab batik . Kalau sarung batiknya sudah launching tahun lalu. Saya juga ingin lebih banyak aktif dalam kegiatan sosial di bulan Ramadhan ini,” jelas Irma.
Di bulan suci ini Irma juga mengadakan pelatihan bersama kalangan Perguruan Tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Udayana, Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia yang mengadakan riset batik untuk lingkungan hijau. Misalnya pewarna batik menggunakan daun kelor dengan warna yang dihasilkan hijau alami sehingga tidak mencemari lingkungan, pewarna batik dari kayu secang, pohon mahoni untuk warna merah. EK
