Cover Story

Dyah Ayu Lestari S. Ab, Cerdas dan Bijak Hadapi Tantangan di Era Digital

MajalahKebaya.com, Jakarta – Kemajuan teknologi di era digital yang begitu masif dan cepat saat ini, bukan saja menciptakan berbagai peluang dan keuntungan di berbagai aspek kehidupan, tetapi juga tantangan-tantangan yang ditimbulkannya sangat beragam dan tidak mudah. Dyah Ayu Lestari, S.AB, yang saat ini menjabat sebagai Manager Widya Aesthetic Clinic, mengakui memang tidak mudah beradaptasi dengan kemjauan teknologi, namun sebagai anak muda yang ingin terus berprestasi dalam karier, ini menjadi peluang untuk maju. Karena itu, tidak ada pilihan lain selain terus belajar dan beradaptasi agar bisa mengikuti setiap perkembangan, memanfaatkan teknologi untuk memudahkan pekerjaan serta melancarkan komunikasi dan koordinasi baik dengan karyawan, klien, mitra, atasan, maupun dengan keluarga.

“Jika saya kurang paham saya akan bertanya atau berdiskusi dengan para staff yang lebih paham, saya tidak malu untuk bertanya dan meminta tolong kepada mereka karena itu merupakan salah satu cara agar saya bisa dekat dengan mereka dan bisa belajar hal baru,” ujar wanita muda cantik yang akrab Dyah atau Dhea atau Gea ini.

Dalam keluarga, Gea melihat era digital ini memberikan banyak tantangan. Terutama berita-berita hoax yang berseliweran di internet, khususnya medsos. Juga gempuran produk-produk murah yang tidak dijamin kualitas dan keamanannya, khususnya produk kecantikan yang sangat membahayakan untuk jangka panjang. Yang bisa dilakukan Gea, tiada henti menjelaskan dan mengedukasi keluarga dekatnya agar tidak gampang percaya dan terpengaruh. “Misalnya, menjelaskan kepada Mama tentang bagaimana melihat berita itu benar atau tidak, karena orang tua dan keluarga kebanyakan sekarang terlalu gampang mempercayai berita-berita yang belum pasti kebenaranya. Tantangannya bagaimana kita menjelaskan tentang berita tersebut kepada orang tua dengan memberikan fakta yang benar,” jelas wanita yang suka traveling dan cafe shopping ini. 

Perjalanan Karier

Setelah lulus S1 Administrasi Bisnis, Gea serius meniti karier. Ia sempat mencoba beberapa pekerjaan, dimulai pada akhir kuliah 2017 ia diajak temannya untuk membantu usaha WO, sebagai crew. Setelah lulus kuliah Gea sempat menganggur dan membantu kakaknya dr. Ayu Widya, pemilik Widya Aesthetic Clinic. 

Saat Covid di tahun 2021 Gea memberanikan diri untuk bekerja sama dengan seorang teman membuat wedding decoration, dan tetap mengisi waktu luangnya dengan ikut menjadi crew WO dan EO, Di sela-sela waktu itu ia juga mengambil kelas baking di Surabaya, dan mengikuti berbagi macam kelas online untuk menambah skill dan mengasah passion-nya.

Sampai pada akhirnya Gea memutuskan untuk bekerja sama penuh dengan Sang Kakak, dr. Ayu sebagai partner kerja pada tahun 2023. “Sejak saat itu saya bekerja penuh di Klinik Widya Aesthetic dan fokus mengurus manajemen klinik. Selain manajemen, saya juga mengamati tren pasar, baik itu tren treatment terkini, treatment dan produk kecantikan apa saja yang sedang booming, maupun tren minat masyarakat seperti apa. Ini akan menjadi bahan masukan untuk dr. Ayu sehingga beliau bisa melakukan berbagai inovasi dan membuat strategi ke depannya,” ujar wanita kelahiran Kotabaru, 16 Juli 1995 ini dengan semangat.

Tugas utama Gea di Widya Aesthetic Clinic, memastikan klinik dapat berjalan dengan baik sesuai aturan dan ketentuan perusahaan, para pegawai dapat bekerja dengan baik dan lingkungan kerja menjadi lebih baik dan sehat. Ia juga membantu dr Ayu mengembangkan Widya Aesthetic menjadi salah satu klinik terbaik di Banjarmasin atau bahkan se-Kalimantan dan semoga se-Indonesia kelak.

Gea merasa, pencapaian kariernya saat ini merupakan sebuah kesuksesan dan prestasi. Ia bisa mencurahkan semua tenaga dan potensi diri untuk mengembangkan usaha bersama kakaknya. Ia malakukan tugas dan pekerjaannya dengan tulus, ikhlas, dan professional. 

“Saya dari dulu memegang prinsip semuanya sudah diatur oleh Sang Pencipta, jadi lakukan apa yang sedang kamu lakukan dengan ikhlas tulus dan hasilnya pasrahkan pada Sang Pencipta. Sebagai manusia saya hanya terus berusaha, kalau gagal harus bangkit lagi, saat capek boleh istirahat sejenak tapi harus bangkit lagi.. lakukan apapun yang bisa mengembangkan skill dan passion. Yang paling penting dari semuanya adalah menjaga akhlak dan sopan santun di mana pun berada kepada sesama manusia. Karena kata orang tua saya, percuma jadi orang kaya atau sukses tapi kalau tidak punya akhlak, tidak ada artinya,” ungkap Gea membagi kiat-kiat suksesnya dalam meniti karier sembari berharap ke depan kariernya bisa lebih baik lagi, bisa menghargai dan bekerja sama dengan baik dengan orang oarang di sekitarnya, serta kelak bisa mempunyai brand atau usaha sendiri.

Refreshing dan Me Time

Sebagai perempuan tentu kebutuhan me time sangat perlu, begitupun dengan Gea. Apalagi dengan bekerja 8 jam per hari di dalam sebuah ruangan setiap hari, tentunya ia butuh waktu untuk rehat sejenak. Waktu libur biasanya ia habiskan di rumah untuk sekadar hanyak istirahat, membaca buku, ataupun hanya menonton drama atau variety show. Kadang ia bertemu dan hangout dengan teman-teman saat weekend sekadar bercengkrama, yang membuatnya merasa bahagia.

“Atau saat memang sudah penat sekali saya akan memilih staycation ke tempat baru yang belum pernah saya kunjungi atau yang sudah pernah saya kunjungi. Untuk menjaga kebugaran tubuh saya biasanya melakukan olahraga pilates minimal satu kali seminggu dan kadang diselingi dengan tennis bersama teman,” ucapnya.

Hari Ibu Momen Terima Kasih dan Syukur

Hari ibu bagi Gea sangat penting karena sebagai anak, ia merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu yang telah menjadi wanita kuat, mulai sejak mengandung, melahirkan, merawat dan membesarkan, hingga mendidik dirinya hingga bisa sampai menjadi seperti saat ini. Betapa besar pengorbanan Ibu, bahkan rela mengubur mimpinya sendiri demi menjadi seorang istri dan ibu untuk keluarganya. 

Setiap momen kebersamaan dengan Sang Mama sangatlah berkesan bagi Gea. Mulai dari liburan bersama dan percakapan yang dibangun bersama Mama selalu memberikan arti tersendiri untuk hidup Gea. Bahkan perdebatan yang kadang muncul saat berbincang dengan Mama juga sangat berarti baginya. 

“Ada momen di mana waktu SMA saya peringkat 30 dari 35 anak.. itu membuat Mama kecewa, dan akhirnya saya tidak disapa oleh Mama selama 5 hari. Masih banyak kenakalan saya, tapi Mama cukup sabar menghadapi saya,” kenang Gea yang sangat terinspirasi oleh Nenek, Mama, dan kakaknya dr Ayu,  yang telah mengajarkan dirinya menjadi seorang wanita tangguh di saat badai menghantam, serta menjadi seorang wanita kuat dan dapat berdiri di atas kaki sendiri.

“Semoga Mama bahagia dengan apa yang Mama lakukan sekarang, lakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri Mama sendiri, maaf kalau saya belum bisa menjadi anak yang membanggakan, terima kasih karena selalu ada dan selalu mendukung setiap jalan yang saya pilih, sehat-sehat terus biar nanti bisa nonton konser K-Pop bareng lagi,” lirih Gea.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top