Cover Story

Susi Sulistiani, SE. M.M, Peluang dan Tantangan Perempuan dalam Berkarya dan Mengembangkan Potensi Diri

MajalahKebaya.com, Jakarta – Partisipasi dan kontribusi perempuan dalam pembangunan nasional, lewat karya dan kiprahnya di berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara baik sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, hingga politik, semakin meningkat dewasa ini. Namun, bagi Susi Sulistiani, SE. M.M, Sales Manager YES Logistics Indonesia, peran perempuan dalam pembangunan nasional masih menghadapi berbagai persoalan dan tantangan. Beberapa persoalan utama meliputi diskriminasi gender, ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya, beban ganda pekerjaan rumah tangga dan karier, serta kurangnya representasi dalam kepemimpinan.

Lebih jauh Susi menerangkan, perempuan seringkali menghadapi diskriminasi dan ketidaksetaraan dalam hal kesempatan kerja, promosi, dan pengupahan. Mereka mungkin mendapatkan gaji lebih rendah untuk pekerjaan yang sama dengan laki-laki, atau sulit mendapatkan posisi kepemimpinan. Begitu pula dengan beban ganda dan norma sosial yang dikaitkan dengan tanggung jawab perempuan dalam rumah tangga. Perempuan seringkali dibebani dengan tanggung jawab domestik yang lebih besar, termasuk pengasuhan anak dan pekerjaan rumah tangga. Hal ini dapat membatasi waktu dan energi perempuan untuk fokus pada karier atau pendidikan.

Ketika perempuan mengekspresikan dan mengaktualisasi diri, lanjut Susi, perempuan sering dihadapkan pada masalah keamanan dan kenyamanan karena masih terjadi kekerasan berbasis gender. Perempuan rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan fisik, seksual, dan psikologis. Kekerasan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental perempuan, tetapi juga menghambat perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Perempuan seringkali merasa tidak aman dalam ruang publik, terutama pada malam hari. Hal ini dapat  membatasi mobilitas dan akses perempuan terhadap berbagai kesempatan.

Dalam hal representasi dan kepemimpinan, perempuan masih kurang terwakili dalam posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor, termasuk politik, bisnis, dan pemerintahan. Demikian juga di pendidikan dan kesehatan, meskipun akses pendidikan untuk perempuan semakin meningkat, kesenjangan masih terjadi di daerah tertentu dan pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Persoalan yang tak kalah penting, menurut Susi, adalah masalah kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi perempuan, termasuk akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, seringkali menjadi perhatian. Masalah seperti kehamilan yang tidak diinginkan, tingginya angka kematian ibu, dan akses terbatas pada kontrasepsi dapat menghambat kemajuan perempuan. 

Dukungan Nyata kepada Perempuan

Menyadari masih banyak persoalan yang dihadapi perempuan, Susi menegaskan bahwa perempuan sendiri harus membekali diri dengan berbagai ilmu dan pengetahuan agar semakin mumpuni dan siap menghadapi apa pun kendala dan tantangan di masa kini. Antara lain meningkatkan kesadaran diri dengan mengikuti berbagai pelatihan atau seminar tentang hak-hak perempuan, kesehatan reproduksi, dan isu-isu gender; Memanfaatkan pendidikan formal dan non-formal untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, termasuk keterampilan teknis dan kewirausahaan; Menciptakan kemandirian ekonomi dengan mencari peluang kerja atau memulai usaha sendiri untuk mencapai kemandirian finansial.

Selain itu, perempuan harus berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sosial, politik, dan ekonomi di lingkungan sekitar; Membangun jaringan dengan perempuan lain untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman; Menolak stereotip gender yang membatasi potensi diri; dan Berani mengekspresikan diri dalam berbagai bidang, serta terus kembangkan minat dan bakat yang dimiliki.

Sedangkan dukungan yang diharapkan dari masyarakat, Susi berharap Pemerintah dan elemen-elemen penting masyarakat selalu memberikan edukasi tentang kesetaraan gender dan hak-hak perempuan kepada masyarakat luas; Menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi perempuan baik di rumah, tempat kerja, maupun ruang public; Memberikan dukungan moril dan materiil kepada perempuan yang membutuhkan, terutama ibu tunggal atau perempuan yang mengalami kekerasan; Melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan di berbagai tingkatan, baik di lingkungan keluarga, komunitas, maupun pemerintahan; Berusaha menghilangkan stereotip gender yang menghambat potensi perempuan; dan Menghargai perbedaan pendapat dan perspektif perempuan. 

Tantangan Perempuan di Era Digital

Menurut Susi, perempuan memiliki peran ganda yang kompleks, namun sangat penting, yaitu sebagai ibu yang mendidik anak, istri yang mengelola keluarga, dan perempuan bekerja yang berkontribusi pada perekonomian keluarga. Ketiga peran ini saling berkaitan dan saling mendukung. Perempuan harus mampu menyeimbangkan peran-peran ini dengan baik untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera. 

Susi mengakui, perempuan Indonesia saat ini menunjukkan kemajuan signifikan, namun masih dihadapkan pada berbagai tantangan dalam mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045. Secara umum, tegasnya, perempuan Indonesia telah menunjukkan peningkatan dalam akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja, namun kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan masih perlu ditingkatkan.

Ketika perempuan terjun dalam dunia usaha, maka ia harus memahami langkah-langkah dalam pengembangan usaha. Mulai dari menentukan tujuan pengembangan usaha, melakukan riset mendalam, mengumpulkan ide untuk inovasi, menentukan target pasar, memproduksi produk inovatif, melakukan tes produk, mempelajari kompetitor, menentukan harga bersaing, mengoptimalkan penjualan digital, melakukan pemasaran, mencari SDM berkualitas, berorientasi pada kepuasan pelanggan, hingga melakukan evaluasi berkala.

Tantangan dan kendala selanjutnya yang harus dihadapi, mulai dari masalah permodalan, persaingan yang ketat, hingga perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi. Selain itu, pengelolaan keuangan, manajemen sumber daya manusia, dan adaptasi terhadap regulasi bisnis juga menjadi tantangan yang sering muncul. 

Menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Susi meyakinkan bahwa perempuan tidak berjalan sendirian. Ia sangat mendukung itikad baik dan keberpihakan Pemerintah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat, termasuk perempuan lewat berbagai kebijakan ekonomi, desentralisasi, pembangunan infrastruktur, program pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan sektor pertanian. “Saya sangat berharap di masa depan saya dapat menjadi orang yang sukses dan gemar membantu orang lain yang membutuhkan bantuan, dan bisa memberikan pengaruh positif bagi banyak orang,” tekad Susi.

Pacu Diri Raih Kesuksesan dalam Karier

Sebagai perempuan bekerja dan seorang single parent, Susi selalu menetapkan target dan menanamkan tekad kuat dalam diri untuk mencapai kesuksesan semenjak ia mulai merintis karier di dunia logistic. Setelah lusus kuliah S1, ia bekerja di sebuah perusahaan shipping line, yaitu PT APL (American President Lines) Indonesia cabang Bandung, dengan posisi awal sebagai Customer Support. Sementara itu, agar semakin tangguh dan melapangkan jalan menuju kesuksesan ia melanjutkan study ke jenjang S2, Magister Managment Business/Managerial Economics, Universitas Padjajaran Bandung.

Setelah dari PT APL Indonesia, wanita cantik kelahiran Cianjur, 27 Desember ini pindah kerja di PT Has logistics Bandung sebagai Sales Executive, dan tidak lama kemudian ia harus pindah kerja dari Bandung mengikuti anaknya, Rakha Anugerah Pratama (S1), yang mendapat pekerjaan di Astra Autopart Jakarta. Susi mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan logistic, perusahaan ekspor impor untuk urusan-urusan forwarding, yaitu JCL Logistics yang ada di daerah TB Simatupang, Gedung Oleos, sebagai Field Sales Executive. Namun, tidak sampai setahun di perusahaan forwarding, ia mendapat tawaran dari GM (General Manager) YES Logistics Indonesia, dan dipercaya menjabat sebagai Sales Manager PT YES Indonesia yang berkantor di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, member group  YANGMING Shipping Group yang berkantor pusat di Taiwan. Setelah 5 tahun bekerja di perusahaan YES Logistics Indonesia, anaknya mendapat panggilan kerja dari PT Caterpillar di Singapore. Dan, kini sudah lebih dari 8 tahun Susi terus mengembangkan portensi diri bersama YES Logistics Indonesia.

Jaga Keseimbangan Hidup

Menjaga keseimbangan antara karier, urusan pribadi, keluarga, dan kehidupan sosial disadari Susi sangat penting agar tetap tercipta harmoni dalam hidup. Kunci utama menurutnya adalah disiplin dan konsisten mengatur waktu. 

“Bagi saya maintain waktu saja, misal kerja full pulang jam 7 malam, setelah itu olahraga, dan saya pasti luangkan hari Sabtu ketemu teman-teman, ngopi-ngopi atau di sela jam istirahat saya sempatkan diri. Tapi di hari biasa itu saya harus olahraga, dari jam 7-8 pagi ambil kelas yoga atau pilates, sampai hari jumat full weekday. Sabtu khusus me time saya dengan teman, meskipun ada saja customer yang minta ketemu di weekend tapi saya tetap atur waktu supaya ada me time atau hangout dengan teman,” ujar Susi bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top