MajalahKebaya.com, Jakarta – Panggilan hati dan passion yang tertanam sangat kuat dalam diri untuk berbagi dan membantu orang lain, menjadi fondasi dan energi yang luar biasa bagi wanita cantik Rizky putri Santosa atau akrab disapa OmaQ dalam menjalani kehidupan, baik sebagai ibu dan istri dalam keluarga, relawan sosial yang selalu sigap siap membantu, maupun sebagai pengusaha. Kesederhanaan atau hidup sederhana, bukan lantaran tidak punya atau pelit, tapi adalah pilihan dan prinsip hidup yang selalu dipedomani seluruh keluarga OmaQ sebagai ungkapan rasa syukur dan menghargai setiap karunia yang diberikan Tuhan.
Mengabdi Negara Lewat Edukasi Bisnis dan Kegiatan Sosial Kemanusiaan
Meskipun sibuk menjalankan dan mengembangkan bisnis, OmaQ tidak pernah kehabisan energi dan semangat untuk melakukan kegiatan sosial kemanusiaan. Ia memiliki bisnis sebagai supplier sembako yang memasok ke beberapa tempat, terutama di lingkup Angkatan Darat, dan bisnis snack dengan brand OmaQ Vegetable dan OmaQ Snack yang baru-baru ini produk-produknya dibawa ke Belanda pada akhir Mei sampai awal Juni 2025. Bisnis-bisnis yang dijalankan OmaQ ini selalu digandeng oleh Bank BNI, Korem, dan Kodim setempat.
Pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan OmaQ dalam dunia bisnis, terutama UMKM, terbilang mumpuni, bukan saja terlihat dari bisnis-bisnisnya yang kian berkembang bagus, tapi juga ia sering diundang sebagai narasumber untuk tema-tema yang berkaitan dengan usaha. Semisal, sebagai narasumber untuk sharing pengetahuan, langkah-langkah dan pilihan bisnis yang tepat, serta kiat-kiat bagaimana memulai usaha kepada para aparat yang hendak purna tugas.
“Saya memberikan pengetahuan tentang UMKM, sehingga kalau sudah pensiun mereka tidak hanya nganggur di rumah, tapi ada kegiatan yang bisa menambah income.. dan itu adalah bentuk pengabdian saya bagi negara,” ucap lulusan Sarjana Hukum, kelahiran Surakarta, 28 Maret ini.
Indahnya Berbagi. Bagi OmaQ, berbagi atau menolong orang itu tidak harus menunggu menjadi kaya dulu. Apa yang bisa diberikan untuk membantu orang lain, sekecil apapun, itu sangat berarti bagi yang membutuhkan.
“Saya tidak pernah mengajak orang untuk berbuat baik atau berbagi, cuma saya mencontohkan indahnya berbagi, sehingga kadang kalau diajak orang untuk melakukan kegiatan berbagi belum tentu saya mau. Kalau kita menunggu kaya kapan kita bisa kalau masih haus terus akan kekayaan, kalau hidup kita sederhana juga kita bisa berbagi, misalnya kan ada satu piring nasi saya kasihkan setengahnya terus setengahnya lagi buat saya kan bisa, itu makna saya berbagi itu indah. Kalau saya mendengar bencana tidak harus menunggu dikomando atau grasa-grusu kesana kemari, tapi langsung saja action, saya mengumpulkan teman-teman, bahkan saya pribadi sudah langsung membantu apa yang saya bisa berikan,” ucap OmaQ bijak.

Aktif di Berbagai Komunitas dan Organisasi Kemanusiaan. Wanita asli Solo Jawa Tegah, yang lama tinggal di Singapura dari tahun 90-an hingga pasca-Covid 19 dan kini menetap di Tawangmanu ini, terbilang aktif di beberapa komunitas dan organisasi. OmaQ termasuk relawan Rotary Club Internasional, Koordinator Relawan Tawangmangu Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis, bergabung dalam komunitas relawan Realita, dan karena ayahnya purnawirawan TNI Angkatan Darat ia aktif sebagai Pengurus Bagian Logistik SAR PD FKPPI, serta Bendahara Bidang Kewanitaan sekaligus Pembina atau Penasehat khususnya Bidang Pembangunan di semua desa dalam organisasi kemasyarakatan Formades.
Sebagai perempuan yang mencintai budaya bangsa, OmaQ ikut melestarikan wastra dan kebaya dengan bergabung dalam kelompok Pecinta Kebaya Solo (PKS). “Saya suka kebaya, berkebaya itu betul-betul mencerminkan kita perempuan timur, perempuan Indonesia… apalagi kalau kita menghadiri hajatan pernikahan atau acara resmi, dengan berkebaya kita akan terlihat beda, anggun, dan cantik mencerminkan perempuan Indonesia yang sangat beda kalau kita mengenakan dress atau lainnya,” bangga OmaQ.
Koordinator Program Makan Bergizi Gratis. Kesibukan OmaQ sebagai Koordinator Program Makan Gizi Gratis Pemerintahan Prabowo terbilang sangat tinggi. Mulai dari mengurus dapur, hingga mencari relawan dan mitra yang betul-betul ikhlas dan mengejar keberkahan.
“Kebetulan kita sama-sama tegak lurusnya kan Angkatan Darat, tapi ibaratnya di sini saya membatu program Pak Parabowo supaya berjalan bagaimanapun caranya. Jadi mitra yang betul-betul ikhlas, karena terkadang dana belum cair sementara peralatan dapur harus segera dibeli, itu pun harus sesuai SOP BGN (Badan Gizi Nasional). Kepada mitra, tim, relawan saya selaku Koodinator menerangkan layout, mekanisme, dan aturan mainnya seperti apa…jadi bisa dibayangkan sibuknya. Tapi karena basic saya selalu suka dengan hal-hal yang berkaitan sosial kemanusiaan, tentu sangat paham dan sungguh-sungguh menjalankannya. Jadi kalau ada hal-hal yang tidak sesuai dalam pelaksanaan, misalnya kadar gizi tidak sesuai standar yang seharusnya atau tidak sesuai jatahnya, saya akan gertak. Atau pun kalau ada sesuatu yang tidak berkenan saya yang berteriak duluan..tentu agar program yang baik ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, atau tepat sasaran,” tegas OmaQ.
Memang Program Makan Bergizi Gratis ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, tapi menurut OmaQ, mungkin bagi yang kontra tidak tahu caranya. “Kadang ada orang kaya yang memiliki lahan dan uang yang banyak, tapi tidak tau caranya masuk ke BGN bagaimana, ada yang tidak mempunyai baik lahan maupun uang, juga tidak tau caranya..jada macam-macam,” ujarnya.
Terlepas dari itu, OmaQ memang sangat suka menjadi relawan, karena baginya hidup harus bermanfaat. “Bagi saya tabur tuai itu berlaku ya… apa yang kita tabur pasti akan kita tuai, kebaikan yang kita tabur insya allah kebaikan juga yang akan kita tuai. Kalau kita puas dan enjoy mengerjakan sesuatu maka semuanya akan berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada hambatan, kita sanggup menjalaninya. Kalau mencari suatu kebaikan seperti program Bapak Prabowo ini, harus saya kembangkan, harus saya kasih tau ke orang-orang bahwa program ini baik, dan ini harus tersasar benar sampai ke masyarakat manapun. Ketika melihat masyarakat bahagia karena terbantu, apalagi mendapat mitra yang sejalan penuh keikhlasan, rasanya hati ini senang sekali tidak ada capeknya,” ucap OmaQ dengan semangat.
Didik Anak Hidup Sederhana, Disiplin, Mandiri, dan Suka Menolong
Pendidikan akademik dan pendidikan karakter merupakan dua pilar utama yang harus seimbang dan kuat untuk menjamin masa depan anak yang sukses dan unggul. Keyakinan inilah yang mendasari pola asuh OmaQ dan suami dalam mendidik anak-anak mereka. Dalam bingkai kesederhanaan, kedisiplinan, kemandirian, dan welas asih, OmaQ yakin anak-anaknya akan menjadi generasi bangsa yang mumpuni dan berdaya saing, serta peduli pada sesama.
Atmosfer pendidikan dalam keluarga OmaQ sangat kental terasa. Bagaimana tidak, sang suami Dwi Harjanto S.Pd., adalah seorang Kepala Sekolah di Tawangmangu, ditambah kesibukan OmaQ dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan, menggugah spirit anak-anak untuk memacu diri berprestasi di bangku sekolah dan menumbuhkan rakter pribadi yang humanis dalam diri.
“Kami tanamkan kepada anak-anak betapa pentingnya pendidikan. Anak saya begitu selesai S1 langsung lanjut ke jenjang S2, atas kemauan sendiri tanpa kami paksa. Kebiasaan kami di rumah menggunakan Bahasa Inggris karena menurut saya itu penting sekali, tapi saya tekankan anak-anak jangan sampai lupa Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jawa. Makanya anak saya semuanya pintar berbahasa Inggris. Ahamdulillah nilai-nilai mereka di sekolah sangat sempurna, sampai guru-gurunya bingung. Padahal anak-anak saya tidak kasih HP, sehingga kadang-kadang kalau pulang sekolah lebih cepat dari biasanya, mereka pinjam HP guru untuk memberi kabar ke saya… itu bagi saya tidak masalah dan saya tidak perlu malu..meskipun orang-orang menganggap saya tidak punya, biarkan saja,” ungkap OmaQ.
Bukan hanya tidak diberikan gadget, OmaQ juga membiasakan anak-anaknya menggunakan angkutan umum. “Dari dulu saya tidak pernah membelikan anak-anak kendaraan sampai SMA, mereka tidak boleh naik motor sendiri, jadi harus diantar-jemput atau naik kendaraan umum tapi tidak boleh sendiri, karena kalau terjadi sesuatu kepada anak itu kesalahan pada saya. Anak saya yang perempuan, saya ajari dua hari sudah bisa nyetir mobil matic sendiri, memang pertama-tama ditabrakin… tapi tidak apa-apa yang penting dia selamat.. itu prinsip saya. Saya mengajarka anak-anak disiplin, memiliki niat baik, tekun dan fokus belajar, di dalam kelas harus betul-betul nyimak dan mendengarkan guru, boleh berdebat tapi bahasa harus jelas, benar, dan santun,” ucap ibunda dari Ady Fajar Satria (Operational Manager Container Terminal SBU PT. Persero Batam), Deby Gity Carreza (Air Dept Supervisor Unikargo Indonesia Timur), Lutfi Bayu Abadi (Sekarang NS -Nasional Service – di Singapura), Azalea Luneta Dicendria (SMP Kls 9), dan Valienta Quency Concita (SD Kls 3) ini.
OmaQ yang hobi memasak dan berkebun, sangat menekankan kesederhanaan dan welas asih agar kelak anak-anaknya menjadi pribadi yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. Kesederhanaan juga sebagai jaminan keluarga tetap bahagia dan sehat. “Saya itu hidupnya sederhana sekali karena memang saya suka sederhana. Bagi saya keluarga harus terjamin kebahagiaannya. Cara saya membahagiakan keluarga, antara lain dalam hal makanan. Setiap pagi saya masak dan siapkan bekal untuk suami dan anak. Saya tidak mau mereka membeli makanan di luar, karena bagi saya hidup sehat itu sesedarhana mungkin saya bikin sendiri. Saya masak tidak pakai penyedap rasa seperti micin, sayur-sayuran wajib ada, ayam potong pun saya bersihkan dan rebus terlebih dahulu baru diolah sesuai keinginan,” tutur OmaQ yang selalu tampil bugar dan sehat karena menerapkan pola tidak makan nasi, mengutamakan konsumsi buah, sayuran, dan air putih yang banyak, pantang minum obat, rajin olaraga fitness di rumah, dan jalan kaki.

Begitupun dalam hal kepedulian kepada sesama. OmaQ mendidik anak-anaknya untuk selalu ringan tangan membantu orang lain, baik di rumah maupun di kehidupan sosial masyarakat lebih luas. Sebagai misal, anak-anak mau kalau disuruh mengerjakan ini itu yang berkaitan dengan kegiatan kepedulian sosial ibunya.
“Di rumah kan saya selalu sediakan beberapa peralatan seperti kursi roda yang memang khusus untuk sesewaktu bisa dipakai siapapun yang membutuhkan. Misalkan ada yang kecelakaan jika dia membutuhkan saya kasih gratis kursi rodanya, kalau sudah selesai digunakan boleh dikembalikan nanti agar orang lain bisa gunakan juga. Juga selama saya di Tawangmangu saya berkecimpung sebagai relawan kemanusiaan, punya team medis sendiri yang siap membantu, seperti memberikan pelayanan kesehatan laser gratis. Nah…anak-anak saya selalu siap membantu kalau disuruh ini itu, misalnya, mengantarkan kursi roda ke orang yang sedang membutuhkan. Saya berharap dan selalu berdoa di saat anak saya jauh dari saya, jauh dari jangkauan saya, tolong jika ia mengalami kesulitan biarkan orang lain membantu,” doa dan harap OmaQ.
Kemandirian Finansial. Jiwa juang, disiplin, dan kemandirian selalu ditanamkan OmaQ kepada anak-anak, meneruskan didikan dan nilai-nilai hidup yang didapatnya dari Ayah tercinta yang merupakan seorang TNI Angkatan Darat. Sebagai orang tua, OmaQ merasa bangga melihat anak-anaknya sukses dan berprestasi. “Alhamdulillah sekali pun saya tidak mengeluarkan satu sen pun di saat anak-anak saya kuliah S1 dan S2, mereka sudah bisa membiayai sendiri. Mereka mengambil kuliah malam dan paginya kerja. Kuliah sambil kerja sama sekali tidak mempengaruhi prestasi akademik mereka. Bahkan semua meraih lulusan dengan predikat cumlaude,” bangga OmaQ.
Anak-anak pun selalu diajarkan OmaQ agar tidak ngoyo mencari uang, jangan sampai mendewakan uang. “Saya menerapkan ke anak kalau uang itu bukan susah dicari tapi sangat mudah dicari, apalagi kalau kita sudah tau caranya insya allah rezeki itu akan datang, tidak perlu kita mencari, tapi jalanilah dengan jalan yang lurus jangan belok belok, kalau dalam hati kamu sudah prinsipnya baik, niatnya baik, insya allah ada kemudahan,” yakin OmaQ.
Prinsip dan Kiat Sukses
Kesuksesan bagi OmaQ ketika anak-anaknya bahagia, anak-anak bisa meraih apa yang dicita-citakan. “Terutama sukses bagi saya itu bukan hanya pekerjaan, kesehatan juga suatu kesuksesan karena itu sangat penting, kalau kamu sehat kamu bisa kerja, kalau tidak sehat kan tidak bisa kerja. Untuk mencapai kesuksesan, tidak usah muluk-muluk menjalani hidup, kalau A ya A saja, tidak harus kelihatan mewah di depan orang, bagi saya itu tidak penting. Selain itu, dalam hubungan sosial, saya tidak mau mengganggu orang lain, bukan karena egois… kalau kamu mau ganggu saya silakan tapi saya tidak mau berurusan dengan kamu.. itu prinsip saya, kalau kamu menganggap saya musuh silakan tapi saya tidak mengganggap siapapun musuh saya,” ungkap OmaQ yang selalu menjaga bukan saja kesehatan fisik tapi juga kesehatan mentalnya.
