MajalahKebaya.com, Jakarta – Semenjak sang suami, Juventus Prima Yoris Kago, S.H., dilantik pada Februari lalu, sebagai Bupati Kabupaten Sikka – Flores – NTT, Fista Sambuari Kago, S.H., atau akrab disapa Fista, berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Sikka, antara lain melalui penguatan sektor kerajinan atau craft. Sejalan dengan misi dan visi Bupati Juventus, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial demi terwujudnya masyarakat Sikka yang produktif, kreatif, unggul, dan mandiri.
Salah satu produk unggulan Kabupaten Sikka adalah kain tenun ikat tradisional khas Sikka yang tidak saja bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi sebagai warisan budaya nenek moyang. Sebagai Ketua TP-PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sikka, Fista bertekad terus menggali, mengangkat, dan mempromosikan kain tenun ikat Sikka agar semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, dan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di NTT.
Tenun Sikka adalah kain tenun ikat tradisional khas Sikka yang dibuat dengan cara ikat dan tenun menggunakan alat-alat tradisional, dan merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun temurun. Tenun Sikka memiliki motif yang beragam dan sarat makna, serta digunakan dalam berbagai upacara adat, sebagai pakaian adat, mahar, dan perlengkapan upacara adat, di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat selama berabad-abad. Tenun Sikka memiliki berbagai motif yang unik dan kaya makna, seperti motif Jarang Atabiang, Dala Mawarani, Korasang Manu Walu, Naga Lalang, dan Tulada. Setiap motif memiliki makna tersendiri, dan seringkali dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya.

Perkuat Eksistensi UMKM Sikka
Potensi kain tenun ikat Sikka beserta produk-produk turunannya seperti aksesoris, tas, dompet, dan aneka carft lainnya, menurut Fista, sangat besar untuk dijadikan produk unggulan dan andalan sebagai penopang ekonomi rakyat. Karena itu, Fista berkomitmen dan fokus memperkuat UMKM yang banyak melibatkan kaum perempuan ini.
Fista mendukung penuh langkah dan strategi Pemerintah Pusat memperkuat UMKM untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional, terutama sebagai solusi menghadapi krisi ekonomi global saat ini. Ia terus melestarikan tenun-tenun Kabupaten Sikka yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mengandung filosofi budaya yang mencerminkan jati diri masyarakat Sikka. Dalam rangka memperkuat eksistensi produk tenun ikat serta meningkatkan kesejahteraan pengrajin lokal, salah satu langkah konkret dan terintegrasi, yang dilakukan Fista bersama-sama tim PKK dan Dekranasda adalah mengikuti pameran tingkat nasional. Ini dapat menjadi wujud nyata keberpihakan Pemerintah untuk membuka akses pasar baru produk kain tenun ikat Sikka serta sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Fista sangat concern dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah, meningkatkan daya beli masyarakat dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor UMKM. Untuk itu, melalui Dekranasda, Fista juga telah memberikan akses pelatihan kepada masyarakat berupa Pelatihan Kecakapan Wirausaha Keterampilan Tenun Ikat Sikka yang diselenggarakan Dekranasda untuk meningkatkan eksistensi dan kesejahteraan UMKM di Kabupaten Sikka.
Karir dan Bisnis
Wanita cantik berusia 33 tahun yang saat ini sedang melanjutkan studi Magister Hukum di Universitas Indonesia ini, adalah seorang wanita karir yang berprofesi sebagai Pengacara selama kurang lebih 10 tahun. Sebelum menjadi pengacara profesional, Fista pernah menjadi Public Defender (Pembela Publik) di LBH (Lembaga Bantuan Hukum). Ia kemudian bergabung dengan kantor pengacara bonafit, Hotman Paris & Partners.
Selain sebagai pengacara, Fista juga memiliki bisnis yang didirikannya pada tahun 2023 dengan brand Nusantara Tenun, yang memperkenalkan wastra tenun NTT dalam berbagai produk fashion seperti pakaian, tas, dan aksesoris lainnya. Sebuah bisnis yang lahir dari kecintaan dan kebanggaan dirinya yang besar pada wastra khas NTT.
Ide bisnis bermula dari kebiasaan Fista, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika menghadiri event-event tertentu, yang selalu mengenakan pakaian dan menggunakan produk-produk yang bernuansa dan berciri khas tenun ikat Kabupaten Sikka, maupun tenun-tenun NTT lainnya. Ia memperkenalkan pakaian yang dikenakannya kepada siapapun yang ditemuinya. Ternyata banyak orang yang suka dan tertarik, kemudian mulai ikut mengenakan pakaian atau memakai produk-produk dan aksesoris seperti dirinya.
Kenyataan tersebut menjadi inspirasi bagi Fista untuk menjadikannya bisnis. Ia pun mulai memproduksi bermacam model pakaian turunan tenun dan dipasarkan. “Puji Tuhan pemasaran yang baik menjadi modal utama Nusantara Tenun sehingga terus berkembang dan maju. Saat ini Nusantara Tenun mulai dikenal di luar Provinsi Nusa Tenggara Timur, seperti Jakarta, Papua, dan Ambon,” bangga wanita kelahiran Tomohon, 7 September ini.

Tantangan dan Kiat Sukses
Kesuksesan, baik dalam keluarga, karir, maupun bisnis, disadari Fista bukan sesuatu yang mudah diraih. Harus ada prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang dipedomani dalam memperjuangkan kesuksesan itu. Kesuksesan yang nyata bagi Fista bila keluarga bahagia, bisa mengukir prestasi dan reputasi dalam karir, dan usaha terus berkembang dengan bagus, serta tidak lupa kehidupan sosial yang sehat dan positif. Untuk mencapai itu semua, ia memiliki kiat tersendiri, yaitu tekun, fokus, gigih, balance, dan berdedikasi.
Sebagai seorang pengacara dan pebisnis, Fista sangat gigih dan tekun dalam meraih apa yang sudah menjadi target, namun tetap menyeimbangkan semua aktivitas sehingga semuanya bisa berjalan sukses. Manajemen waktu yang baik adalah kata kunci untuk menentukan skala prioritas dalam hidup, meskipun ia harus bolak-balik Jakarta-Maumere, sembari fokus merampungkan study S2, mengurus keluarga, mendampingi suami, menjalankan tugas PKK dan Dekranasda, serta mengurus bisnis.
Semua itu, menurut Fista, memiliki tantangan tersendiri. Sebagai contoh, tantangan dan persaingan dalam dunia kerja dan bisnis. Ia melihat itu sebagai sesuatu yang wajar, karena sejak awal berkarir di Jakarta, Fista telah merasakan pahit manis dan asam garamnya dunia kerja. “Profesi pengacara adalah profesi yang mandiri dan independen, persaingan di dunia kerja adalah hal yang wajar. Siapa yang memiliki kemampuan yang mumpuni maka dialah yang bertahan,” tutur ibunda dari Pierpaolo Nusantara Kago (2 tahun) ini.
Kegigihan Fista dalam karir dan bisnis juga karena ia sangat terinspirasi oleh sosok Anne Avantie yang merupakan seorang perancang busana dan pelopor kebaya kontemporer Indonesia. Anne telah berhasil memperkenalkan Kebaya hasil karyanya di skala internasional. Seorang pebinsis handal yang menjadi kiblat Fista dalam merintis bisnisnya. Sama-sama seorang Wanita Katolik, Fista berharap bisa mengikuti jejak Anne Avantie dalam menjalani kehidupan baik sebagai seorang istri, ibu, dan pebisnis.
Ke depan, Fista yang selalu mengisi me time-nya dengan memanjakan hobi traveling, membaca, bernyanyi/main gitar dan olahraga ini, ingin melakukan ekspansi bisnis Nusantara Tenun ke tingkat nasional. Tentu juga dalam rangka memperkenalkan wastra tenun NTT hingga ke kancah Internasional.
