Profil

Lanny Devista, Sukses Diukur dari Seberapa Besar Manfaat bagi Orang Lain

MajalahKebaya.com, Jakarta – Perjalanan panjang dan berliku untuk mencari dan menemukan passion sesuai panggilan hati dalam berkarya penuh dedikasi, telah dilalui Lanny Devista sejak ia duduk di bangku perkuliahan. Kini ia sampai pada level kenyamanan dan kebahagiaan menjalankan bisnis bidang kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi banyak orang.

Jauh sebelumnya, Lanny telah menjalankan beberapa jenis usaha. Namun seiring waktu dan perkembangan kehidupan pribadi, arah bisnisnya pun mulai bergeser. Ia mulai menekuni bidang usaha yang lebih dekat dengan hatinya, yaitu dunia kesehatan. Tidak semata-mata karena prospeknya menjanjikan, tapi karena Lanny memandang itu sebagai jalan kembali untuk melayani masyarakat. Ia percaya bahwa sebuah bisnis yang baik tidak hanya tentang menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus berdampak. Menjadi bagian dari solusi atas persoalan kesehatan masyarakat adalah sesuatu yang istimewa baginya.

Bersama suami tercinta, dr. Aulia Rahman Ardan, BMedSci, Lanny merintis usaha bidang pelayanan kesehatan yang menjangkau aspek fisik maupun mental, yaitu Klinik Pratama Malino Citra Medika. “Kami menyadari bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan yang ramah, manusiawi, dan terjangkau masih menjadi kebutuhan besar di masyarakat. Maka kami mencoba menghadirkan layanan yang bukan hanya berkualitas, tetapi juga memanusiakan manusia, menjadi tempat yang memberi rasa nyaman, didengar, dan didampingi,” ucap wanita cantik kelahiran Jakarta, 19 Juni ini.

Meskipun lebih mengedepankan aspek kemanusiaan, namun bagi Lanny bisnis tentu harus tetap dikelola secara profesional dan berkelanjutan. “Orientasi kami lebih dari sekadar profit. Kami ingin menciptakan sistem yang sehat secara finansial namun tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis diukur bukan hanya dari angka di laporan keuangan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa kami hadirkan untuk orang lain.”

Dari Refleksi Diri Menuju Pebisnis Tangguh

Perjalanan Lanny dalam dunia bisnis bermula pada tahun 2021, saat ia masih duduk di semester tujuh perkuliahan S1. Meski berasal dari keluarga yang berkecukupan, tidak membuat dirinya bersantai atau terlena. Justru sebaliknya, ia merasa terdorong untuk menciptakan sesuatu dari hasil jerih payah sendiri.

Kedua orang tua menjadi inspirasi terbesar dalam hidup Lanny, mereka menunjukkan bahwa ketekunan dan kerja keras dapat membuka jalan menuju pendidikan dan masa depan yang lebih baik. “Di usia 21 tahun, saya sedang berada di persimpangan penting dalam hidup: menyelesaikan kuliah dan memikirkan arah hidup selanjutnya. Dalam momen refleksi tersebut, saya banyak berdiskusi dengan dua sahabat saya yang juga tengah mencari pijakan masa depan. Salah satu perbincangan via telepon menjadi titik awal dari sebuah langkah besar. Kami bertiga yang sama-sama belum memutuskan arah setelah lulus memutuskan untuk memulai usaha bersama yang bernama PT Parade Tri Aksata dengan berjualan kayu gaharu yang kami usahakan untuk dijual ke negara-negara yang ada di Timur Tengah. Pada saat itu juga, tren ekspor komoditas dari Indonesia sedang naik daun dan menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak muda yang ingin merintis bisnis dari nol,” kisah Sarjana S1 Manajemen dari Universitas Trisakti, dan sekarang sedang menempuh pendidikan MBA di UGM (S2) ini.

Sebagaimana diketahui, kayu gaharu merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Gaharu berasal dari pohon Aquilaria yang menghasilkan resin aromatik khas saat terinfeksi jamur alami. Resin ini sangat diminati di Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa karena digunakan dalam pembuatan parfum, dupa, dan produk spiritual berkualitas tinggi. Dengan potensi pasar yang luas dan eksklusif, Lanny dan dua sahabatnya melihatnya bukan hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai simbol dari kekayaan alam Indonesia yang bisa dibawa ke panggung dunia.

“Memulai bisnis ini bukanlah hal yang mudah. Kami harus mempelajari proses ekspor, menjalin relasi dengan petani lokal, dan memahami seluk-beluk perdagangan internasional. Namun di sanalah saya merasakan pertumbuhan pribadi dan profesional yang luar biasa, sebuah perjalanan dari hanya sekadar ide menjadi langkah nyata dalam membangun karier di dunia bisnis. Perjalanan saya pada bisnis komoditas menjadi berkembang ke komoditas lainnya sehingga melahirkan perusahaan baru yang bernama PT Daritanah Trimuda Nusantara,” ujar Lanny dengan semangat.

Jatuh bangun dalam bisnis-bisnis  tersebut telah mengasah jiwa entrepreneurship Lanny menjadi pengusaha tangguh dan mumpuni. Kini ia menemukan dirinya jauh lebih berarti dalam bisnis kesehatan bersama suami, karena bisa memberikan manfaat yang besar bagi banyak orang.

Kiat dan Kunci Sukses dalam Bisnis

Pengalaman dan perjalanan merintis usaha telah memberikan pelajaran berharga bagi Lanny. Banyak nilai penting yang didapat dan dipedomaninya sebagai kunci dan kiat sukses dalam berbisnis. Antara lain, Lanny memulai bisnis dari keberanian, bukan kesempurnaan. Tidak menunggu semua hal sempurna dulu untuk mulai berbisnis. Baginya, keberanian untuk memulai jauh lebih penting daripada menunggu waktu yang “tepat” yang mungkin tidak pernah datang.

Lanny juga selalu berusaha menemukan makna di balik bisnis yang dijalankan. Keuntungan memang penting, bisnis harus tetap sehat secara finansial, namun lebih dari itu, ia ingin bisnis punya dampak. Itu sebabnya ia beralih ke dunia kesehatan: karena di situlah Lanny merasa bisa benar-benar kembali ke masyarakat dan membantu mereka hidup lebih sehat, baik secara fisik maupun mental.

Kekuatan kolaborasi​ sangat penting dalam berbisbis. Lanny saya selalu percaya bahwa kekuatan kolektif lebih besar dari kekuatan individu. Ia menikmati proses membangun sesuatu bersama orang-orang yang ia percaya dan hormati. Juga terbuka terhadap perubahan dan siap menyesuaikan diri. Pergeseran bisnisnya ke bidang kesehatan bukan karena ragu, tapi karena ia belajar untuk mendengarkan, baik mendengarkan kebutuhan masyarakat maupun suara hatinya sendiri. Dunia terus berubah, dan ia percaya bisnis yang baik harus bisa tumbuh bersama perubahan itu.

Lanny menjunjung tinggi integritas dan kepercayaan, karena itu ia selalu berusaha membangun bisnis di atas landasan kejujuran, keterbukaan, dan pelayanan yang tulus. Baginya, kepercayaan orang lain adalah aset paling berharga, dan itu hanya bisa didapat jika ia menjaga nilai-nilai yang ditanamkannya dalam setiap langkah. Termasuk nilai-nilai kekeluargaan yang selalu dibawanya dalam bisnis.

“Saya terinspirasi dari kedua orang tua saya. Mereka menunjukkan bahwa kerja keras, dedikasi, dan niat baik bisa membuka jalan ke banyak hal dalam hidup. Nilai-nilai ini saya bawa dalam bisnis saya, karena saya percaya bisnis bukan cuma soal produk atau jasa, tapi juga soal karakter,” tegas wanita yang hobi membaca dan travelling ini.

Kunci sukses yang tak kalah penting, Lanny menganggap bisnis sebagai ladang ibadah dan amanah​. Bisnis bidang kesehatan adalah tanggung jawab. Ini tentang melayani manusia, mendengarkan mereka, dan membantu mereka mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Bagi Lanny, ketika niatnya lurus dan pelayanannya tulus, insya Allah keberkahan dan keberhasilan akan ikut menyertai.

Dari Hati untuk Masyarakat

Keunggulan klinik yang dijalankan Lanny tergambar pada nilai-nilai yang ia terapkan, antara lain: Mengutamakan Pelayanan yang Manusiawi dan Personal​. “Bagi saya, setiap orang berhak untuk merasa didengar dan diperlakukan dengan hormat, bukan sekadar sebagai ‘pasien’ atau ‘klien’. Usaha saya dibangun dengan semangat untuk menghadirkan pelayanan yang bukan hanya profesional, tetapi juga hangat, ramah, dan memanusiakan manusia. Inilah yang membedakan kami dari layanan sejenis.”

Menggabungkan Layanan Kesehatan Fisik dan Mental Secara Holistik​. Kesehatan bukan hanya soal tubuh, tapi juga pikiran. Lanny dan suami menghadirkan layanan yang memerhatikan kedua aspek ini secara seimbang. Pasien tidak hanya diberi obat, tapi juga diberi perhatian.

Berlandaskan Niat Melayani, Bukan Semata Meraih Profit. Tujuan bisnis bukan sekadar keuntungan dalam angka, tapi kontribusi nyata kepada masyarakat. Lanny ingin menghadirkan layanan yang bisa diakses, yang solutif, dan yang punya arti. Ia percaya, ketika bekerja dengan hati, hasil baik akan mengikuti.

Didukung oleh Kolaborasi yang Kuat dan Profesional​. Lanny bersama suami dan tim saling melengkapi, baik dari sisi medis, operasional, maupun manajerial. Kolaborasi menjadi kekuatan utama, karena masing-masing membawa nilai, ilmu, dan kepedulian yang sama untuk melayani lebih baik.

Adaptif dan Terbuka Terhadap Inovasi. Adaptasi sangat penting dalam bisnis. Di tengah dunia yang terus berubah, Lanny selalu terbuka terhadap cara-cara baru, teknologi baru, dan pendekatan baru yang bisa meningkatkan kualitas pelayanan. Selama tetap sesuai nilai, ia siap berinovasi.

Berbasis Empati, Dijalankan dengan Integritas​. Setiap langkah usaha, Lanny niatkan sebagai bentuk empati kepada sesama. Tapi empati saja tidak cukup, harus disertai integritas, transparansi, dan tanggung jawab. Karena baginya, kepercayaan masyarakat adalah pondasi yang tidak bisa ditawar.

Solusi Hadapi Krisis Global

Sebagai pelaku usaha UMKM, Lanny pun merasakan langsung bagaimana tantangan ekonomi global berdampak pada dinamika pasar, rantai pasok, hingga daya beli masyarakat. Namun di balik tantangan tersebut, ia melihat bahwa UMKM kita memiliki kelebihan besar: fleksibilitas, keberanian untuk beradaptasi, dan kedekatan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kekuatan utama UMKM terletak pada kecepatan mengambil keputusan, kreativitas dalam menyiasati keterbatasan, dan ketulusan dalam melayani.

UMKM yang mampu bertahan dan bahkan tumbuh dalam situasi sulit, lanjut Lanny, biasanya adalah mereka yang peka terhadap perubahan perilaku pasar, cepat berinovasi dalam produk dan pelayanan, sadar pentingnya digitalisasi dan efisiensi operasional, dan yang paling penting, menjadikan nilai-nilai sosial sebagai fondasi usaha, bukan sekadar mengejar keuntungan. Ia melihat krisis ini adalah momen penting untuk kembali memperkuat kolaborasi, baik antar pelaku UMKM, dengan pemerintah, maupun dengan lembaga pendukung lain. Kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan UMKM tentu harus dibarengi dengan akses pendampingan, pembiayaan yang adil, serta upaya literasi digital dan keuangan yang nyata. Banyak pelaku UMKM yang memiliki semangat besar tapi belum memiliki sistem atau sumber daya yang memadai, di sinilah peran negara dan komunitas menjadi krusial.

Lanny percaya, bila kita membangun UMKM dengan semangat kolaboratif, berbasis nilai, dan berpihak pada solusi nyata untuk masyarakat, maka kita bukan hanya siap menghadapi krisis, tapi juga akan menjadi bagian dari kekuatan besar yang menjaga ketahanan ekonomi bangsa.

Bersaing Tanpa Kehilangan Arah dan Jati Diri

Persaingan bagi Lanny bukan sesuatu yang harus ditakuti, tapi juga bukan sesuatu yang harus dikejar mati-matian. Persaingan sebagai bagian alami dari proses tumbuh. Yang paling penting adalah bagaimana ia bersaing tanpa kehilangan arah dan jati diri. “Saya tidak pernah merasa perlu menjadi yang paling hebat, paling cepat, atau paling menonjol. Saya lebih memilih untuk fokus menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri. Saya percaya bahwa rezeki dan kesempatan sudah diatur, dan tugas saya adalah bekerja dengan sepenuh hati, menjaga integritas, dan terus belajar.”

Dalam menghadapi persaingan, Lanny tidak menjadikan orang lain sebagai tolok ukur mutlak. Ia belajar menghargai prosesnya sendiri, langkah demi langkah. Kadang memang terasa lambat, tapi sangat menyadari ia sedang membangun sesuatu yang kokoh, bukan sekadar cepat, tapi juga tahan uji. “Saya juga selalu berusaha berpikir kolaboratif, bukan kompetitif. Saya percaya bahwa di dunia kerja, kita bisa saling mengangkat, bukan menjatuhkan. Justru lewat kerja sama, kita bisa memperluas dampak dan saling melengkapi. Prinsip ini juga saya bawa dalam usaha yang saya jalani, baik saat membangun tim, bekerja dengan pasangan, maupun bermitra dengan pelaku usaha lainnya.”

Selain itu, Lanny selalu berusaha menjaga nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian di tengah kompetisi. Dunia kerja bisa jadi keras, tapi ia percaya bahwa karakter yang baik akan selalu menemukan jalannya. Dan dalam jangka panjang, karakter itu yang akan membedakan kita. “Jadi, ketika ditanya bagaimana saya menghadapi persaingan?​ Saya tidak berlari untuk menyalip orang lain. Saya berjalan mantap di jalur saya sendiri, sambil terus belajar, memperbaiki diri, dan memastikan setiap langkah saya tidak hanya membawa saya lebih dekat pada tujuan, tetapi juga tetap sesuai dengan nilai-nilai yang saya pegang.”

Ingin Mewujudkan Usaha yang Berdampak dan Berkelanjutan

Ke depan, ada beberapa hal yang ingin diwujudkan Lanny secara nyata. Antara lain, membangun ekosistem pelayanan kesehatan yang holistik dan terintegrasi, bukan hanya menangani penyakit, tetapi juga mendorong pencegahan, edukasi, dan kesehatan mental. “Klinik yang kami rintis saat ini adalah langkah awal, tapi visi jangka panjang saya adalah menjadikannya bagian dari ekosistem layanan yang luas: dari layanan primer, edukasi kesehatan keluarga, hingga digitalisasi sistem pelayanan untuk menjangkau lebih banyak orang.”

Lanny juga ingin mengembangkan usaha sosial yang berkelanjutan​. Ia ingin membuktikan bahwa bisnis yang berpihak pada masyarakat tetap bisa menguntungkan tanpa harus mengorbankan nilai. Lanny tertarik untuk mengembangkan model bisnis yang berkonsep social enterprise, di mana keberhasilan usaha diukur dari seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada masyarakat sekitar, terutama dalam akses kesehatan yang adil dan layak.

Mendorong pemberdayaan UMKM lokal di sektor kesehatan​ juga bagian dari rencana yang akan diwujudkan Lanny. Ia ingin mengajak lebih banyak UMKM lokal terlibat dalam ekosistem usahanya, terutama dalam penyediaan produk lokal kesehatan, alat terapi rumahan, atau jasa pendukung lain. Dengan begitu, usaha Lanny bukan hanya bertumbuh sendiri, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sekitar.

Lanny juga bertekad untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi digital​. Ia percaya bahwa edukasi adalah kunci perubahan jangka panjang. Ke depan ia ingin membangun platform digital yang bisa menjadi sarana edukasi kesehatan yang praktis, mudah diakses, dan disampaikan dengan bahasa yang ringan. Ini bisa berbentuk media sosial, konten video, webinar, hingga aplikasi berbasis komunitas.

Selain itu, Lanny terus akan mengembangkan diri dan tim yang tangguh​. Ia ingin terus belajar, memperkuat kapasitas diri dalam kepemimpinan, manajemen, dan teknologi. Lanny juga ingin membentuk tim yang solid, orang-orang yang punya semangat yang sama, visi yang sama, dan hati yang sama dalam melayani. Karena ia percaya, usaha sebesar apa pun tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa orang-orang yang berjalan bersama. Bagi Lanny, masa depan yang ingin ia bangun adalah masa depan yang berpihak. Berpihak pada keberlanjutan, pada manusia, dan pada nilai-nilai hidup yang ia yakini.

Sosok Inspiratif

Lanny banyak belajar dari banyak tokoh yang memotivasi dan menginspirasinya dalam menjalankan bisnis dan hidup. Satu sosok perempuan yang selalu ia kagumi, bukan hanya karena kepiawaiannya berbicara, tetapi karena konsistensinya dalam berdiri di sisi yang benar, yaitu Najwa Shihab. Bagi Lanny, Najwa bukan hanya jurnalis, tapi simbol keberanian dalam menyuarakan kebenaran, meski harus berjalan melawan arus. Gaya komunikasinya yang tegas namun tetap elegan, menjadi pengingat bahwa seorang perempuan bisa bersuara dengan tajam tanpa kehilangan sisi kelembutannya. Ia tidak berteriak, tapi setiap kata-katanya menggema. Ia tidak memaksa, tapi kehadirannya menggerakkan.

“Yang paling menginspirasi saya adalah bagaimana ia menggunakan platformnya sebagai sarana edukasi dan perubahan sosial. Ia membuktikan bahwa pekerjaan dan panggilan hati bisa berjalan bersamaan. Itulah nilai yang juga saya pegang dalam usaha saya, bahwa bisnis bukan semata alat mencari keuntungan, tapi juga bisa menjadi ruang untuk melayani dan memberi manfaat. Perempuan pemimpin yang tetap membawa nilai-nilai keadilan, kepedulian, dan pendidikan. Ia menunjukkan bahwa menjadi perempuan bukanlah penghalang untuk tampil di garis depan, justru bisa menjadi kekuatan untuk merawat arah perubahan. Ia mengajarkan saya, secara tidak langsung, bahwa selama yang kita perjuangkan adalah kebenaran dan kebaikan, maka kita tidak pernah berjalan sendirian. Inspirasi saya, untuk menjadikan setiap langkah bukan hanya tentang ‘apa yang saya capai’, tapi juga tentang ‘apa yang bisa saya bagi’.”

Me Time yang Menenangkan dan Membahagiakan

Bagi Lanny, me time memiliki makna yang lebih sederhana dan tenang. Ia menghabiskan waktu untuk diri sendiri, dengan santai di rumah sambil menonton film. Menyelimuti diri dengan selimut, menikmati alur cerita yang menghibur atau menginspirasi, itulah momen sederhana yang ia nikmati saat ingin rehat sejenak dari rutinitas. Tanpa hiruk-pikuk, tanpa perlu pergi jauh, hanya dirinya, layar, dan suasana tenang di rumah.

“Tapi sejujurnya, saya jarang benar-benar menghabiskan waktu hanya untuk diri sendiri. Bukan karena tidak butuh, tapi karena saya merasa lebih bahagia saat bersama orang-orang terdekat. Saya lebih suka family time, bermain, berbincang, atau sekadar duduk bersama suami, keluarga, atau sahabat dekat. Momen-momen itulah yang paling memberi energi dan rasa cukup dalam hidup saya. Bagi saya, kebahagiaan tidak selalu datang dari kesendirian. Justru dalam kedekatan dan keintiman dengan orang-orang yang saya cintai, saya merasa paling menjadi diri sendiri,” ujar ibunda dari Muhammad Arlan Kenzie Yusuf (1 tahun), yang saat ini juga aktif dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI JAYA).

Mencintai dan Koleksi Kain Wastra

Lanny sangat menyukai kebaya dan kain wastra. Baginya, keduanya bukan sekadar pakaian, tapi simbol keindahan, identitas, dan warisan budaya yang begitu saya hormati. Ia gemar memakainya di berbagai kesempatan, baik formal maupun santai, karena selalu ada rasa bangga dan hangat setiap kali mengenakannya.

“Saya juga senang mengoleksi kebaya dan kain wastra, meskipun tetap dalam batas yang wajar dan sesuai kebutuhan. Saya percaya bahwa mengoleksi bukan tentang jumlah, tapi tentang rasa menghargai dan merawat nilai yang terkandung di dalam setiap helai kain,” ujar Lanny.

Kecintaan itu mungkin tumbuh secara alami karena lanny lahir dan dibesarkan di lingkungan yang kental dengan adat. Sejak kecil, ia terbiasa melihat perempuan-perempuan di sekitarnya memakai kebaya dan wastra dalam berbagai ritual dan perayaan. Dari sanalah Lanny belajar bahwa setiap motif, setiap lipatan, selalu punya cerita dan ia merasa terhormat bisa menjadi bagian dari cerita itu. “Bagi saya, kebaya dan wastra bukan hanya busana, tapi juga jembatan antara masa lalu dan masa kini. Memakainya adalah cara saya menghargai leluhur, dan merayakan jati diri sebagai perempuan Indonesia.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top