MajalahKebaya.com, Jakarta – “Hidup ini harus dilandasi dengan sikap positif, pikiran tenang dan senyum tanpa henti. Kita tidak bisa mengontrol setiap kondisi sesuai keinginan kita, namun kita bisa mengontrol diri menghadapi segala tantangan dan naik turun momentum dalam hidup ini. Pilihan yang diambil dalam hidup kita, harus disyukuri dan diperjuangkan dengan mind-set positif pula”
Aura positif terlihat jelas, begitu perempuan enerjik ini masuk ke dalam sebuah ruangan. Senyuman hangatnya menghantarkan ketenangan dan suasana persahabatan terasa kental. Sakurayuki telah berkarier di bidang hukum selama lebih dari 29 tahun dan paham sekali tentang tuntutan kerja yang ia harus terima. Ia pun memiliki kiat mengenai hal itu, “Hidup ini harus dilandasi dengan sikap positif, pikiran tenang dan senyum tanpa henti. Kita tidak bisa mengontrol setiap kondisi sesuai keinginan kita, namun kita bisa mengontrol diri menghadapi segala tantangan dan naik turun momentum dalam hidup ini. Pilihan yang diambil dalam hidup kita, harus disyukuri dan diperjuangkan dengan mind-set positif pula.”
Rekam jejak Sakurayuki sebagai lawyer terbilang mumpuni. Perempuan cantik yang pernah bercita-cita menjadi dokter ini sudah berkarier di bidang hukum sejak tahun 1996. Yuki sempat kuliah di Fakultas Teknik Elektro Universitas Trisakti pada tahun 1990 selama beberapa semester sebelum akhirnya ia memilih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan meninggalkan Fakultas Elektronya.
Lulus kuliah Fakultas Hukum, Yuki memulai karier bekerja di law firm Soemadipradja & Taher pada tahun 1996. Kemudian pindah ke Wiriadinata & Widyawan (WW) yang sekarang telah menjadi dua fima hukum yang berbeda, Widyawan & Partners (W&P) dan Wiriadinata & Saleh (WS). Pada tahun 2000, Yuki bergabung dengan Hiswara Bunjamin & Tandjung (HBT) in association with Herbert Smith Freehills. “Tak terasa hingga saat ini, hampir 25 tahun saya berkarier di HBT, dari posisi Junior Associate hingga akhirnya meraih posisi sebagai Partner,” ungkap Yuki dengan penuh sukacita.
Dinamika dunia hukum membuatnya nyaman dan cocok bekerja sebagai corporate lawyer yang sesuai dengan karakternya selalu giat mencari pengalaman dan ilmu baru. Yuki tertarik mendalami hukum di sektor TMT (Teknologi, Media dan Telekomunikasi) dan persaingan usaha karena tak dapat dipungkiri, perlindungan hukum dalam persaingan dunia usaha digital di zaman teknologi tinggi ini telah menambah kesigapan dan kesiapannya agar selalu paham dan melek teknologi dan melek hukum.

Lebih lanjut, penyebaran komunikasi melalui digitalisasi dan percepatan perubahan hukum harus bisa mengikuti kemajuan zaman. Yuki pun harus menjaga investasi klien di Indonesia, contohnya yang telah masuk dalam sektor telekomunikasi, teknologi dan media serta memberikan bantuan hukum dari sisi persaingan usaha.
Yuki meyakini bahwa pelayanan terbaik untuk klien dapat dicapai dengan memastikan upaya membangun tim yang solid menjadi kesepakatan bersama antar anggota tim. “Saya memiliki pengalaman kerja menahun yang dijalani penuh tanggung jawab, dan saya menikmati perjalanan membangun tim yang solid sehingga saling mendukung dalam segala situasi serta saling menguatkan antar sesama rekan kerja. Peran keluarga memberikan dukungan penuh pun menjadi kunci keberhasilan bisa bekerja tuntas.”
Bagi Yuki, kantor dan keluarga seharusnya memiliki bobot yang sama dalam hierarki prioritas hidup, mengingat ujung-ujungnya apa yang kita dapat dari kantor akan diperuntukkan bagi keluarga. Yuki bersyukur HBT; Hiswara Bunjamin & Tandjung, termasuk firma hukum yang ramah terhadap perempuan. Para perempuan di HBT diberikan waktu enam bulan untuk cuti maternity leave dengan bergaji penuh. Sedangkan untuk para pria yang istrinya melahirkan juga berhak mendapatkan cuti paternity leave selama tiga minggu, tanpa dipotong gaji. HBT juga menyediakan ruang untuk ibu menyusui dan stok pembalut gratis di toilet kantor. “Saya juga sangat menghargai program Diversity & Inclusion (D&l) di HBT yang membuat HBT sebagai kantor ramah perempuan yang baru diakui oleh Chambers sebagai Asia Pacific Diversity & Inclusion Law Firm of the Year 2024,” ucapnya bangga.
Yuki menyadari, di tengah persaingan kerja yang ketat dengan kaum pria di bidang hukum sebagai lawyer, ia menilai lawyer perempuan tak kalah tangguh. Namun diakuinya, perjalanan karier lawyer perempuan terkadang lebih berliku. Contoh, ketika menikah dan mempunyai anak, banyak lawyer perempuan yang mencari karier lebih fleksibel sambil mengurus anak dan keluarga, bahkan ada yang berhenti bekerja untuk fokus kepada anak dan keluarga. Sementara, lawyer pria mayoritas tidak perlu dihadapkan pada isu-isu perempuan seperti itu sehingga bisa lebih fokus meniti karier untuk mencapai posisi puncak.
