MajalahKebaya.com, Jakarta – Harapan sederhana yang tersimpan bersama ketulusan hati untuk menjadikan Indonesia terbebas dari efek samping obat yang memperburuk kesehatan mendorong dr. Dita Sumantri, atau akrab disapa Dok Dit mencanangkan prinsip “Hidup Sehat Tanpa Obat”.
Komitmen ini yang mendorong Dok Dit meningkatkan keterampilannya di bidang akupunktur dan menjadi Dokter Ahli Akupunktur Medik. Berhasil membangun Doctor Of Acupuncture, klinik yang sudah berjalan selama kurang lebih tujuh tahun ini menawarkan keistimewaan tindakan akupunktur program hamil, anti aging, slimming, nyeri punggung dan imun. Dok Dit menjelaskan, untuk pasien dengan program hamil, dibutuhkan dua minggu menjelang penanaman sel telur dan harus dilakukan dua kali tindakan akupunktur secara rutin. Sementara untuk pasien anti aging, cukup dilakukan tindakan satu kali seminggu.

Lewat program paripurna yang ditawarkan, membuat wanita cantik kelahiran Surabaya ini berhasil membangun kliniknya hingga dikenal luas masyarakat. Awalnya Dok Dit hanya membangun klinik dengan satu tempat tidur, dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat klinik pun berkembang cukup pesat hingga kini memiliki ruko sendiri.
“Tindakan akupunktur awalnya tidak banyak yang mengetahui. Namun sekarang sudah banyak yang mengenal. Kendalanya masih banyak pasien yang belum memahami tindakan akupunktur itu tidak mungkin langsung sembuh. Seperti halnya minum obat sehari tiga kali, akupunktur cukup seminggu ada yang satu kali ada yang dua kali tergantung kondisi. Minimum di pertemuan ketiga atau keempat baru merasakan khasiatnya.”

Target dan Rencana. Dok Dit yang memilih me time dengan berumroh bersama keluarga memiliki target dan rencana agar masyarakat semakin mengenal dan merasakan manfaat yang diperoleh dari akupunktur. Tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga kebugaran tubuh. “Dengan akupunktur, pasien mendapatkan kembali kebugaran tubuh, kesegaran kulit yang memancarkan aura awet muda tanpa perlu menggunakan bahan-bahan kimia atau treatment yang berisiko.”
Kesuksesan Berawal dari Keluarga. Istri dari Riko, seorang wirausahawan, serta ibunda dari Cinta (Kelas 5) serta Alfatih (TK) ini, bersyukur memiliki keluarga yang mendukung penuh kariernya. Salah satu kunci kesuksesan Dok Dit, yang disakannya adalah doa dari Sang Nenek di Jawa dan Almarhumah Ibunda tercinta.
“Almarhumah Ibu yang mendukung dan menjadi salah satu kesuksesan untuk saya. Ibu mengajarkan ibadah tepat waktu, kejujuran dan kerja tim yang baik.”

Optimis Terhadap Pemerintah Indonesia. Berkait kondisi kesehatan masyarakat, menurut Dok Dit, harus terus ditingkatkan. Sesuai program Presiden untuk makan siang gratis merupakan program yang sangat baik untuk gizi penerus generasi muda ke depan. Lebih baik lagi diberikan tindakan akupunktur atau acupressure untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak.
Mengingat tindakan akupunktur dan jarum yang digunakan tidaklah mahal, harapan Dok Dit semoga ke depan Indonesia dapat memproduksi jarum sendiri untuk kebutuhan akupunktur. Pembimbing Umroh Travel Hijrah Alfatih ini juga sangat optimis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang tegas, Indonesia pasti akan maju dalam bidang kesehatan.
“Jadi pasien tidak harus ke negeri seberang. Operasi dan biaya tindakan lebih terjangkau. Semoga perizinan klinik akupunktur dan herbal lainnya lebih dipermudah, sehingga lebih banyak dokter umum yang belajar herbal dan akupunktur.”
Dok Dit percaya dan yakin sistem di Indonesia akan semakin baik dan diatur oleh Pemerintah. Harapannya masyarakat dapat mengikuti aturan dari Pemerintah. “Hal ini juga dicontohkan di agama saya sebagai muslim, di mana setiap muslim yang baik akan mengikuti aturan Pemerintah.”
