Profil

Yohanna Gewang, Perempuan Kuat dan Mandiri Tak Pernah Lelah Berbagi Kebaikan

MajalahKebaya.com, Jakarta – Kemandirian perempuan di segala bidang kehidupan menjadi peluang yang bermanfaat untuk diaplikasikan secara positif. Bukan hanya memberikan kontribusi positif yang diwujudkan dalam karya, namun perempuan dapat lebih mandiri dalam segi keuangan dan karier.

Yohanna Gewang, pemilik Alaya Spa & Wellness menambahkan, perempuan memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk menjaga diri dan kestabilan rumah tangga. Perempuan mampu berdiri di atas kaki sendiri dan mengelola diri dengan baik. Setelah perempuan mampu mengelola dan mempertahankan manajemen diri, maka kemampuan lain seperti finansial akan menyusul dengan baik. Selanjutnya figur perempuan dianggap multitasking yang pastinya membutuhkan ketahanan jiwa dan mental.

“Kelebihan perempuan itu bisa multitasking. Perempuan yang berkarier sebelum bekerja pasti menyiapkan urusan anak dan suami. Pulang kerja menyiapkan segala hal dan membutuhkan kesiapan jiwa raga. Misalnya saja pulang kerja di kereta harus sempit-sempitan dan sampai rumah harus mencuci, beres-beres dan mendampingi anak. Ini membuat saya salut dan menganggap perempuan itu luar biasa. Tanpa diskriminasi ke lelaki, perempua itu lebih tough dalam menjalani hidup.”

Yohanna menegaskan, untuk bertumbuh sebagai perempuan yang mandiri dan tangguh dibutuhkan ketekunan, kedisiplinan dan kesanggupan hati ketika ia memutuskan untuk menjalankan suatu pilihan. Namun bukan berarti ia bergerak tanpa kendala yang harus dihadapi. Seringkali ia bertemu dengan stigma perempuan cantik belum tentu memiliki kecerdasan. Perempuan hanya dilihat melalui paras wajahnya saja. Padahal banyak perempuan yang memiliki kecerdasan tanpa melihat cantik atau tidaknya paras yang dimiliki. Padahal definisi kecantikan seorang perempuan bukan hanya dinilai dari parasnya saja, tetapi bagaimana perempuan mampu memberikan nilai-nilai positif bagi kehidupannya dan orang lain.

Tekun Berbisnis dan Buktikan Hasilnya. Wanita cantik kelahiran Jakarta, 27 Maret ini, berhasil menerapkan prinsip kemandirian sebagai seorang perempuan untuk menggapai kesuksesan. Keuletan yang dibangun sejak menamatkan pendidikan Sarjana membuatnya mampu meraih beberapa pencapaian dalam karier. Yohanna bersyukur berada di lingkungan kerja yang tidak membeda-bedakan status kepegawaian, sehingga ia merasa benar-benar menjadi karyawan meskipun berstatus mahasiswa magang. Di sana ia banyak belajar dan mendapatkan keterampilan yang menguatkan bidang pekerjaannya. Ketika itu, ia PKL di Hotel Ibis bagian Sales Marketing Department bersama teman-teman selama tiga bulan.

Yohanna bersyukur berada di lingkungan yang tidak membeda-bedakan anak training dan pekerja tetap. Berkat kualitas kerja Yohanna yang total membuat General Manager hotel meliriknya dengan tawaran pekerjaan sebagai Sales Executive. Yohanna tidak menolak dan ia memutuskan untuk kuliah sembari bekerja. Tahun demi tahun dijalankan dengan keuletan dan setiap tanggung jawab yang diberikan kepadanya selalu diselesaikan dengan hasil yang memuaskan, hingga akhirnya ia mendapat promosi jabatan sebagai Sales Manager dan mempunyai dua orang karyawan.

“Pada usia 24 tahun, saya sudah pindah ke Regional Sales Manager. Dua tahun kemudian saya pindah sebagai Director of Sales. Saya pindah-pindah dan bersyukur dapat memberikan efek baik untuk perusahaan. Dari perusahaan yang omsetnya minus menjadi plus. Di usia 30 tahun, saya menikah dan masih tetap gigih mengejar karier. Kadang sampai jam 2 malam dan mulai kerja lagi di jam 7 pagi. Pada saat saya hamil, saya memutuskan untuk stop berkarier dan fokus memasuki fase rumah tangga.”

Dalam perjalanannya, Yohanna bertemu dengan teman yang bekerja di spa dan sedang mencari seorang General Manager. Akhirnya ia mengambil kesempatan tersebut ketika anak pertamanya berusia enam bulan.

“Saya coba mengembangkan spa ini sampai akhirnya berhasil mengalami peningkatan dan saya tawarkan ke teman-teman yang bekerja di hotel. Saya hanya bekerja selama dua bulan karena baby sitter pulang. Tapi tidak lama setelah itu, tiba-tiba saya ditelepon oleh pihak hotel dan ditawari untuk mengelola spa hotelnya. Akhirnya saya terima dan mengawali di Surabaya sampai berkembang sekitar 170 hotel di seluruh Indonesia.”

Kesempatan yang diperoleh untuk menemukan peluang dalam mengembangkan bisnis kecantikan di bidang spa disyukuri melalui komitmen dan kerja keras. Yohanna berjuang seorang diri dan membuktikan bahwa di dalam genggaman tangannya, bisnis berkembang begitu pesat di bawah bendera Alaya Spa & Wellness. Semua yang dicapai tentu saja berkat keuletan, kerja keras, kepercayaan, delegasi, organisasi, standardisasi produk, tingkat kontrol, dan tim yang kompeten. Saat ini, Yohanna terus mengembangkan brand baru yang bernama Anataya. Konsep yang akan diusung lebih mengutamakan local wisdom dan menyebar di seluruh Indonesia.

“Misalkan di Bandung, ada treatment asli Bandung dan menggunakan batik Bandung, di Cirebon juga begitu. Intinya mengangkat potensi daerah dan yang dibedakan adalah tambahan treatment karena setiap kota akan ada treatment masing-masing. Untuk tempatnya terpisah dan akan ada dua spa. Anataya untuk bintang 4+ dan 5. Untuk di hotel yang sudah ada Alaya tidak akan ada Anataya.”

Bisnis dikembangkan Yohanna dengan inovasi dan mengusung teknologi digital. Ia membangun sistem terintegrasi dari 170 outlet yang dimiliki dengan memfasilitasi sistem manajemen terpusat. Selain itu, Yohanna menekankan terapis yang tergabung bersamanya harus memiliki keterampilan lain seperti mengerti cara membuat laporan di laptop, bagaimana melakukan analisa profit dan strategi marketing.

“Menurut saya pendidikan ini penting. SMP atau SMA bisa jadi therapist, tapi tidak menutup kemungkinan jika memang attitude yang baik dan bisa dibimbing, maka akan didampingi dan diberikan pelatihan. Tujuannya bagaimana kemampuan mereka yang tadinya minimum sekarang bisa menjadi profesional. Buat saya itu amazing untuk memperhatikan perkembangan mereka. Mereka bisa menganalisis lalu membuat strategi, itu asset buat saya, buat perusahaan dan juga buat mereka sendiri.”

Komitmen Yohanna dalam mengembangkan bisnis, juga dilandasi niat dan keinginan yang kuat untuk memberikan banyak manfaat bagi orang lain, terutama kaum perempuan. Ia ingin memberdayakan kaum perempuan, woman support woman, dengan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, membekali mereka dengan skill yang mumpuni sehingga bisa diandalkan dalam menopang ekonomi keluarganya. Bagi Yohanna, perempuan harus berdaya, harus mandiri, dan harus sejahtera. Dan, berkat keuletan serta kegigihannya dalam mengembangkan bisnis, dan kepedulian yang tinggi pada pemberdayaan perempuan, ia pernah mendapat penghargaan sebagai The Inspiration Woman of The Year.

Target dan Rencana. Yohanna memiliki target dan rencana untuk terus mengembangkan bisnisnya. Meskipun beberapa kali ia ditawari untuk terjun ke dunia politik dan menjadi Caleg, namun Yohanna memilih fokus untuk meningkatkan performa bisnis dan mendampingi karyawannya agar memiliki value yang berarti untuk kehidupan mereka masing-masing. Tidak hanya itu, Yohanna juga aktif melakukan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk rasa syukur di antaranya membangun pesantren di Pandeglang, Banten.

“Sebenarnya sudah ada empat pesantren, tapi itu berkelompok dan patungan. Sekarang sedang buat sendiri pesantren untuk santri tahfidz dengan tanah yang diwakafkan untuk dibangun. Ada satu donatur yang memberi dana sekian dan mangkrak. Kebetulan saya buka grup donatur dan bertanya ke koordinatornya, akhirnya saya berpikir untuk menyelesaikan proyek yang mangkrak itu dan diresmikan di hari ulang tahun saya.”

Siska Novia

Sosok Pemimpin yang Menyayangi Karyawannya

Pengalaman berpindah-pindah outlet sebagai Terapis membuat Siska Novia, Corporate Operation Manager Alaya Spa & Wellness bertemu dengan Yohanna Gewang pada 2015. Ketika itu, Yohanna melakukan visit dan Siska diangkat menjadi Leader. Dari sana ia banyak bekomunikasi dengan Yohanna, mendapat pendampingan penuh mengenai manajemen hingga ia diangkat menjadi Supervisor.

“Saya banyak diberikan kemudahan oleh Ibu karena melihat potensi yang saya miliki. Diberikan kemudahan dan didampingi. Waktu saya menikah, saya memutuskan untuk menjadi Terapis dan ngobrol sama Ibu akhirnya saya bersedia jadi Supervisor. Jadi saya tinggalkan Terapis-nya, naik ke Supervisor, Area Manager, Operational Manager sampai menjadi Corporate Operational Manager.”

Siska bersyukur mendapat banyak ilmu tentang bagaimana menjadi Leader, mengurus tim, mendapatkan ilmu kepemimpinan, ilmu pemasaran, ilmu penghitungan dan berbagai pengalaman lain yang menantang. Namun tidak dipungkiri ia juga pernah mengalami jatuh bangun, tetapi Siska bersama Yohanna mampu melewatinya. Bagi Siska, Yohanna merupakan sosok pemimpin yang menyayangi karyawannya dan bersedia mentransfer ilmu pengetahuan dengan penuh kesabaran.

“Ibu yang sabar memberikan training, yang memberikan segalanya. Sampai sekarang saya bisa bertemu dan dealing sama orang-orang besar itu diajarkan oleh Ibu. Ibu adalah seorang pemimpin yang tidak pelit dengan ilmu dan ingin melihat staffnya sukses untuk sama-sama berlari menjalankan bisnis.”

Miming Wijiyatmi

Pemimpin yang Selalu Menemukan Potensi Seseorang dari Sisi Lain

  • Memberi Kesempatan Karyawan Memperbaiki Diri dan Bangkit Lagi

Yohana Gewang, bagi Miming Wijiyatmi, Corporate Operation Manager Alaya Spa & Wellness merupakan sosok pemimpin yang berhasil memberikan pembelajaran mengenai kehidupan. Selain sebagai pemimpin, Yohanna seperti ibu yang tidak pernah lelah mendampingi anaknya ketika terjatuh. Miming merasakan ketika bekerja di tempat lain pastinya ia pernah melakukan kesalahan dan tidak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki. Berbeda dengan Yohanna yang selalu berhasil menemukan potensi seseorang dari sisi lain dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Ibu selalu mengatakan kalau jatuh ya belajar berdiri sendiri. Ketika belajar berdiri, beliau selalu mendukung untuk bangun dan memperbaiki. Dari sana saya juga belajar bahwa ada hal-hal yang harus diperbaiki supaya menjadi lebih baik. Saya juga banyak belajar mengenai kesabaran yang mengikuti usaha kita.”

Pertemuan Miming dan Yohana berawal di 2008. Ketika itu, Yohanna berkeinginan untuk membangun bisnis spa. Di tahun 2016, Miming bergabung bersama Yohanna dan langsung mendapatkan ilmu tentang manajemen. Perjalanan yang dihadapi tidak selalu mulus. Banyak tantangan atau masalah yang harus diselesaikan dengan bijaksana. Sebagai Corporate Operation Manager, Miming memiliki tanggung jawab untuk memimpin, bertanggung jawab kepada partner, mentraining dan memberikan kesempatan kepada staffnya untuk berkembang. Miming bersyukur dalam perjalanannya, ia dapat melewati dan memperbaiki bersama tim. Ketangguhan dan kerja keras yang dibangun bersama tim merupakan hasil dari bimbingan Yohanna selama ia menapaki kariernya.

“Ibu selalu memberikan kesempatan untuk saya mendapatkan ilmu baru. Ketika saya bertemu banyak orang di tempat lain, saya juga menemukan karakter dan relasi baru yang menjadi bagian dari proses belajar saya.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top