Profil

Nana Dhirza, Perempuan Mampu Menjadi Pemimpin Tangguh dan Memberi Manfaat bagi Banyak Orang

MajalahKebaya.com, Jakarta – Stigma perempuan lemah dan isu gender, bagi Nana Dhirza, sudah tidak relevan lagi di era yang sudah maju saat ini. Persoalan utama bagi perempuan adalah kemauan dan tekad yang kuat dari dalam diri untuk menggali dan mengoptimalkan semua potensi yang dimilki, tidak terjebak hanya dalam urusan domestik rumah tangga. Karena perempuan sangat mampu untuk setara, bahkan melampaui kaum pria, dalam berbagai bidang kehidupan. Perempuan memiliki talenta multitasking, ulet, tangguh, bertanggung jawab, penuh dedikasi dan empati, sehingga sangat mumpuni menjadi pemimpin yang bijak dan berkarakter.

Sebagai seorang perempuan, Nana membuktikan diri mampu dan sangat bisa diandalkan dalam bidang pekerjaan yang digeluti. Perempuan, menurutnya, justru lebih tahan banting dan tidak mudah menyerah, sehingga akan semakin berdaya dan sukses. Nana juga selalu berusaha untuk mencintai apa pun pilihan karier dan bisnis yang menjadi passion-nya. Prinsip ini yang membuat seorang perempuan tidak akan merasakan beban jika harus berhadapan dengan situasi sulit. Berani mencoba, tidak mendengarkan kata-kata orang yang mengecilkan hati, berdoa, berusaha dan ikhlas dengan menyerahkan setiap permasalahan kepada Sang Pencipta. Hal-hal itu pulalah yang membuat dirinya menjadi nyaman dan tangguh dalam memperjuangkan tugas dan tanggung jawab.

“Nilai-nilai yang saya terapkan baik kepada karyawan maupun anak-anak saya, selain bekerja keras penuh tanggung jawab, juga menekankan pentingnya berdoa, tetap bersemangat dan tidak lupa selalu menjaga kesehatan. Kiat-kiat inilah yang saya pedomani dan jalankan dalam menggapai kesuksesan, baik dalam karier, bisnis, dan keluarga. Saya selalu ingat pesan dari Bapak Ir. H. Mohammad Firdaus, MM, beliau adalah salah satu inspirator saya yang tidak bosan selalu memberikan support, yang saya rangkum dalam prinsip 5 AS: Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas, Kualitas dan Selamat (dalam arti selamat adalah pekerjaan tuntas tapi tidak terjerat dengan problem kasus hukum ). Juga doa dan sedekah untuk terus berbagi karena di dalam rezeki kita ada rezeki orang lain. Terima kasih Abang, ilmu yang Abang berikan menjadi salah satu landasan kesuksesan Nana dalam meniti karier.”

Semangat berkarya, produktif, suka tantangan, dan kreatif menemukan berbagai peluang bisnis, adalah karakter yang sangat kuat melekat dalam diri Nana. Wanita cantik dan energik kelahiran Makassar 17 Juli ini, merupakan satu dari sedikit perempuan tangguh yang menggeluti bisnis konstruksi yang banyak didominasi kaum pria, yaitu pembangunan jalan, jembatan, drainase, rumah, gedung perkantoran, sekolah dan lain-lain. Ia juga merambah usaha jasa pengadaan seperti laptop, komputer, seragam instansi beserta kelengkapannya, hingga sembako.

Di tahun 2024 ini, Nana mulai berekspansi ke bisnis property sebagai Developer Rumah Subsidi dan Komersial, serta perusahaan yang bergerak di bidang PJTKI. Dan, bidang seni tetap dijalaninya, namun lebih banyak untuk tujuan-tujuan sosial sehingga ia banyak terlibat dalam aktivitas bersama komunitas seni.

Ulet di Bidang yang Didominasi Kaum Pria. Karier sebagai kontraktor bukan hal mudah. Perempuan yang bergelut di bidang ini dapat dikatakan sangat langka. Namun bagi Nana, seberat apa pun profesi jika ditekuni dengan keyakinan dan tanggung jawab, maka tidak akan terasa berat atau menjadi beban. Karena itu, tanpa ragu sedikit pun ia berani mengambil keputusan memasuki wilayah pekerjaan yang selama ini didominasi kaum pria.

Nana mengawali pekerjaan sebagai kontraktor pada tahun 1992 di Papua. Ia memulai dengan menerima proyek-proyek ringan dan membangun pengalaman dari nol. Pada tahun 2000 ia hijrah ke Jakarta dengan konsisten di bidang konstruksi dan lebih berani untuk melebarkan sayap bisnis.

“Pekerjan ini sudah mulai dari awal di Papua dan berkembang ke beberapa daerah di wilayah Indonesia. Terakhir kita semakin memperkuat lagi di daerah Indonesia Timur. Saya sampaikan bahwa pekerjaan di bidang apa pun jika kita tekuni dan cintai pekerjaan kita, maka pasti tidak akan ada beban dan nyaman-nyaman saja. Meskipun di dunia kaum pria, tapi saya suka dan menjalankan dengan sungguh-sungguh.”

Nana merasa cukup puas dan bangga karena hampir semua target proyek pembangunan di tahun 2023 yang lalu, sudah terselesaikan dengan baik sesuai rencana. “Tahun 2023 Alhamdulillah beberapa pekerjaan kami sudah pada rampung, terlebih untuk proyek-proyek Pemerintah karena akhir tahun itu adalah Tutup Anggaran sehingga pelaksanaannya harus selesai di akhir tahun. Bahkan target penyelesaian semua proyek rampung lebih awal, kecuali untuk Bantuan Pembangunan Rumah Tahan Gempa yang di Cianjur masih sementara berjalan karena Program Bantuan Bencana dari Pemerintah.”

Proyek yang dijalankan Nana sejak tahun 2021 sampai sekarang di bidang konstruksi antara lain membangun dan merenovasi kantor Telkom di beberapa daerah, kantor Bank, Puskesmas, Kantor Desa, Drainase, Jalan dan Perumahan khusus.

Pada tahun 2019 Nana membangun rumah-rumah tahan gempa di Lombok. Ada ribuan penerima manfaat dengan karakter yang berbeda-beda, tetapi ia dapat menyesuaikan diri dari kultur dan tantangan yang ada. Kemudian berkembang merambah ke NTT dan daerah lain. Dan, saat ini, PT. Nana Dhirza Mandiri Pratama (DHIRZA GROUP) sedang membangun Rumah Tahan Gempa di Cianjur bersinergi dengan rekan-rekan dari TNI.

“Pembangunan Rumah Tahan Gempa di Cianjur sementara masih berjalan. Sekarang ini kami juga melaksanakan kegiatan yang bentuknya perhatian dan bantuan kepada saudara-saudara kita yang memang sangat membutuhkan. Beberapa waktu lalu sudah sempat dilaksanakan Bedah Rumah dari teman-teman TNI dan tim. Untuk program Bedah Rumah ini ke depannya akan menjadi Program Prioritas.”

Hadapi Tantangan dengan Kesabaran dan Kelembutan. Diakui Nana, tantangan yang dihadapi kontraktor sangat banyak dan beragam, apalagi dirinya seorang perempuan. Namun semua itu tidak membuat Nana mudah menyerah. Justru ia menjadikan setiap tantangan dan kendala, sebagai proses pembelajaran dalam pengelolaan emosi dan manajemen diri. Nana selalu menghadapi semua persoalan dengan kesabaran, kelembutan, dan sukacita.

“Mungkin karena saya memang suka tantangan. Kalau masalah pasti ada, namanya juga manusia pasti ada masalah dan berbeda-beda. Saya berusaha enjoy dalam segala situasi. Contoh kalau kita membangun 100 unit rumah tahan gempa berarti kita harus menghadapi kurang lebih 150 karakter, 100 karakter pemilik rumah dan 50 karakter berbagai elemen dari Pemerintah Daerah, RT/RW, Desa, LSM, Babinsa dan lain-lain. Untuk itu saya selalu berusaha untuk turun langsung dan merangkul pihak-pihak yang terkait.”

Perbanyak Amal, Sedekah, dan Kegiatan Sosial. Setelah sekian lama sudah mengecap asam garam kehidupan, pengalaman jatuh bangun dalam meniti karier dan usaha, kini Nana lebih fokus untuk membangun diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang. Ia tidak semata mencari keuntungan untuk kepuasan dan kesuksesan diri sendiri, tetapi seringkali mengaitkan bisnis-bisnisnya dengan kegiatan sosial.

Nana semakin memperbanyak amal, sedekah, dan kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan, untuk membantu saudara-saudara yang memang sangat membutuhkan. Ia akan merasa sangat terenyuh melihat kesusahan orang lain yang kurang beruntung, dan itu menjadi pemicu dirinya untuk terus bersemangat dan berusaha semaksimal mungkin agar bisa berbagi.

“Saya sudah niatkan seperti itu. Apalagi usia-usia segini semakin berpikir apa yang dicari lagi. Ketika kita banyak memberikan sesuatu tanpa pamrih membagi rezeki kita, Allah pasti akan menggantikannya lebih besar. Allah tidak melihat dari besarnya, tapi Allah melihat dari ketulusan dan akan mengganti lebih besar daripada yang kita berikan. Saya juga yakin Pemerintah memiliki misi dan visi yang sama untuk melakukan hal seperti itu.”

Nana berharap, di hari-hari mendatang dalam hidupnya, ia akan menjadi pribadi yang lebih bahagia dengan memperbanyak bersyukur, meningkatkan ibadah, dan berpikir positif. Ia bertekad harus bisa menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, ia akan terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan di berbagai bidang, terutama bidang yang ditekuninya selama ini. Nana berharap tahun ini akan penuh dengan pencapaian dan prestasi sehingga kebahagiaan bisa dirasakan oleh banyak orang.

Kegiatan sosial kemanusiaan juga dilakukan Nana lewat bidang seni. Berawal dari kedekatannya dengan teman-teman seniman. “Waktu itu saya satukan dunia kontraktor dengan dunia seni, walaupun sangat berbeda. Di bidang seni, kita dituntut untuk lebih kalem sementara di kontraktor dunianya keras. Tapi Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Dunia seni ini awalnya hanya karena sebatas peduli kepada teman-teman pekerja seni yang sedang sakit, karena interaksi dengan teman-teman akhirnya terjun ke sana hingga saat ini.”

Keterlibatan Nana dalam bidang seni lebih ke sosial, misalnya membantu rekan-rekan pekerja seni yang sedang sakit. Ini pula yang akhirnya membawa Nana terlibat dalam beberapa komunitas di TVRI, seperti pada acara Memory Melody, sampai-sampai ia ditawarkan ikut nyanyi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top