Profil

Titi Khoiriah, SE, MM, MBA, Unity in Diversity adalah Kekayaan, Kecantikan, Sekaligus Tantangan Menuju Indonesia Emas

MajalahKebaya.com, Jakarta – Presiden Direktur Holding Company, PT Tigalapan Investama Group, Titi Khoiriah, SE, MM, MBA, optimis dan antusias Indonesia Emas tahun 2045 akan terwujud, dengan tekad yang kuat, kerja keras, integritas dan komitmen yang tinggi dari semua elemen masyarakat. Apalagi bangsa ini memiliki potensi kekayaan, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, yang luar biasa. Dan, salah satu kekayaan yang akan menjadi energi positif membangun negeri adalah semangat persatuan dan kebangsaan dalam keberagaman.

“Persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman (unity in diversity) sebetulnya adalah ciri khas Indonesia yang menjadi tolak ukur, bahwa dengan keberagaman latar belakang, ras, suku, agama, bahasa dan culture (budaya) justru itu menjadi satu kekhasan Indonesia. Dengan adanya keberagaman justru itu menjadi tantangan untuk persatuan, tantangan untuk Indonesia melakukan inovasi. Keberagaman adalah kekayaan Indonesia, semakin bersuku-suku, berbangsa-bangsa, itu adalah ciri khas Indonesia sebagai negara kepulauan, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya melihatnya, itu justru menjadi kecantikan bagi Indonesia, dan kita patut bangga menjadi warga Negara Indonesia dengan keberagaman latarbelakang tersebut,” jelas wanita cantik, smart, dan ramah kelahiran Tangerang, 2 Maret ini.

Cita-cita dan tekad yang besar mencapai Indonesia Emas di Tahun 2045, 100 tahun Indonesia merdeka, menurut Titi, menjadi tantangan dan peluang yang harus dicapai. “Ini adalah peluang kita, dengan kondisi Indonesia yang beragam banyak budaya, memiliki banyak kekuatan, Pemerintah, masyarakat, semua bersatu padu untuk menuju Indonesia yang maju, yang kuat, yang mandiri. Karena sebetulnya dengan persatuan, kerukunan, gotong royong, dan keramah-tamaan justru akan menjadikan Indonesia Negara yang kuat.”

Karena itu, Titi menegaskan, tidak perlu adanya konflik horizontal antar-suku bangsa, antar-sesama rakyat Indonesia karena perbedaan. Tidak perlu saling memprovokasi. “Kalau Indonesia bersatu, semua ikut memberikan kontribusi dengan potensi, skill, kreativitas, dan inovasinya masing-masing, dengan persatuan dalam keberagaman tersebut, Indonesia akan menjadi Negara yang maju dan sukses, serta target Indonesia menjadi Macan Asia akan terwujud.”

Bagi Titi, Indonesia Emas berarti sejalan dengan cita-cita Indonesia menjadi negara dengan pandapatan per kapita yang setara dengan negara maju, sehingga dapat keluar dari Middle Income Trap (MIT). Indonesia Emas 2045 dengan visi ‘Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan’, merupakan cita-cita dan tekad bangsa yang harus dicapai.

“Indonesia Emas memiliki visi dan misi ingin mengangkat derajat bangsa Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera pada 2045. Karena Indonesia memiliki empat pilar utama, yaitu sumber daya manusia unggul, demokrasi yang matang, pemerintahan yang baik, dan keadilan sosial. Kemiskinan berkurang, keadilan seluruh rakyat Indonesia sesuai nilai-nilai Pancasila, dari Sabang sampai Merauke rakyat merasakan kebermanfaatan adanya Program Pemerintah, seperti semua merasakan bensin sama murahnya, akses informasi yang sama, pembangunan yang merata, karena infrastruktur di Indonesia memang perlu ditingkatkan kembali terutama di daerah-daerah luar Pulau Jawa.”

Berharap Pemimpin Baru Membawa Perubahan Signifikan

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama sebagai seorang profesional dan pengusaha, Titi berharap ke depan Indonesia menjadi Negara yang lebih produktif, program-program Pemerintah saat ini perlu ditingkatkan terus-menerus dan perlu sumbangsih dari anak bangsa. Karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa potensial, yang mungkin menjadi incaran dari berbagai Negara luar. Selain itu Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak sehingga targetnya Indonesia jangan hanya menjadi Negara konsumen, jangan hanya menjadi Negara yang menjadi target pasar para produsen dari luar negeri.

“Jadi mulai saat ini kita yang memulai membangun sendiri Negara ini, selain hilirisasi juga kita perlu industrialisasi, selain juga menggalakkan ekonomi kreatif, juga memajukan potensi-potensi di Indonesia baik dari sumber daya alam, potensi pariwisata, juga potensi membangun industriu-industri. Karena selama ini mungkin UMKM sudah berkembang maju tetapi secara industri kita belum maju, artinya perlu ditingkatkan di kemudian hari,” ungkap Titi.

Harapan mencapai Indonesia yang maju, diungkapkan Titi, yang juga merupakan Anggota Badan Ekonomi Syari’ah Kadin Indonesia, dalam sebuah wawancara dengan media, setelah acara ‘Dialog Capres Bersama Kadin: Menuju Indonesia Emas 2045’ beberapa waktu sebelum Pilpres, di Jakarta Teater. Ia berharap memiliki pemimpin baru yang mampu memberikan perubahan signifikan, terutama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil, makmur, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia. Titi yakin dengan pemimpin baru, kita dapat melihat perubahan positif yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Pemimpin yang baru harus mampu membangun dan memajukan investasi dengan strategi-strategi yang tidak hanya inovatif tapi juga berkelanjutan. Sebagai pemangku kepentingan ekonomi, kami berharap pemimpin baru dapat menjadi pendorong utama dalam menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bisnis dan investasi, sehingga Indonesia benar-benar menjadi Negara Emas pada tahun 2045.”

Khusus untuk anak muda, Titi berpesan agar terus bersemangat, maju dan melakukan berbagai inovasi. “Karena inovasi itu penting sekali, bagaimana kita mampu bersaing secara global, mampu mandiri berpijak pada kaki sendiri, menjadi pribadi yang financial independent. Intinya mari terus kita berkarya, terus setiap hari semangat bagaimana kita bermanfaat untuk sesama. Kalo saya punya prinsip khoirunnas anfauhum binnas,- sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama.”

Kunci Raih Kesuksesan

Semua orang memiliki peluang dan kemampuan untuk meraih kesuksesan, meskipun tidak mudah. Selain kerja keras ada beberapa faktor penentu dan pendukung lain yang juga sangat penting untuk menggapai kesuksesan, di antaranya harus memiliki kompetensi, skill, integritas, jiwa pantang menyerah dan networking yang luas. Semua orang terutama generasi muda saat ini, menurut Titi, dapat berpeluang untuk menjadi sukses jika mempunyai niat, tekad, kemauan kuat dan fokus pada keunggulan yang kompetitif.

Titi membuktikan dirinya bisa meraih puncak prestasi sebagai Presiden Direktur PT Tigalapan Investama Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi pada Water Treatment Plan Industry (sistem penyediaan air minum) dan di sektor konstruksi, karena sebagai seorang professional, di mana pun ia mendapatkan tugas dan amanah, ia harus selalu melaksanakan pekerjaan dengan prinsip kerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas. Menurutnya, komitmen untuk menjadi excellent, kompetensi dan intergritas mutlak diperlukan karena sangat memengaruhi keberhasilan seseorang dalam meniti karier, profesi, maupun bisnis seseorang.

Di bawah kepemimpinannya PT Tigalapan Investama Group kini berkembang dan maju cukup pesat. Menurut Titi, perkembangan yang signifikan ini tentu sangat berkaitan dengan filosofi nama perusahaan. Tigalapan mengandung makna: angka 3 mencerminkan 3 amal Jariyah yang tak terputus pahalanya; lapan seperti angka 8 yang mencerminkan infinity and sustainability, terus menerus berkelanjutan.

“TIGA seperti pada hadits Rasulullah SAW: إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ yang artinya: ‘Apabila anak Adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya’. Intinya untuk kebaikan dan memberi manfaat kepada sesama untuk turut berkontribusi dalam pembangunan menuju Indonesia Maju,” jelas Titi.

Mengemban tugas sebagai pemimpin, Titi berpedoman pada visinya: “Creating sustainability growth through value, professional team, Good Corporate Governance & Innovation”. Visi yang melandasinya untuk terus melakukan pengembangan kompetensi, profesionalitas dan integritas pada perusahaan yang dipimpinnya, sehingga perusahaan maju dan berkembang. “Pemimpin adalah sumber inspirasi dan pengarah aksi yang mampu memimpin, me-manage, menjadi teladan, memberikan solusi dan mampu bekerja sama dengan karyawan-karyawan yang dipimpin dan para stakeholder, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkuaIitas.”

Jaga Keseimbangan Antara Karier, Usaha, dan Keluarga

Setelah lulus kuliah Program Pendidikan D3 Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 2006, Titi mulai berkarier, mulai sebagai Analyst Economy di salah satu perusahaan sekuritas. Kemudian ia menjadi Equity Sales di PT Mandiri Sekuritas, anak usaha Bank Mandiri selama kurang lebih 10 tahun. Dalam kurun waktu tersebut ia menyelesaikan Pendidikan S1 Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2009 dan Magister Management (MM) di Universitas Indonesia pada Juli 2014. Pada tahun 2015, ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universite Pierre Mendes France di Perancis.

Sejak April 2018 hingga Maret 2021, Titi mendapat amanah sebagai Komisaris Independen Bank Banten. Ia sangat bersyukur karena telah diberikan kesempatan guna mengabdikan diri dengan dedikasi tinggi untuk turut mengembangkan Bank BPD kebanggaan masyarakat Provinsi Banten, sekaligus sebagai tanah kelahirannya. Setelah itu, Titi yang juga menempuh Pendidikan S3 Program Doktor Ilmu Keuangan dan Perbankan di Universitas Indonesia, dipercaya memimpin Holding Company ternama dengan posisi sebagai Presiden Direktur PT Tigalapan Investama Group, yang membawahi beberapa anak perusahaan di Indonesia.

Di dunia perbankan, Titi dipercaya menjadi Dewan Kehormatan Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPD SI) periode Tahun 2020 s/d 2023 dan menjadi Bendahara Asosiasi Komisaris Bank BPD se-Pulau Jawa dan Kalimantan (FKDK BPD SI Wilayah Tengah Indonesia). Ia juga mempunyai misi collaboration for nation yang bekerja sama dengan beberapa badan usaha di Indonesia untuk turut serta membangun dan mengembangkan sarana dan prasana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Saat ini, Titi juga merupakan Anggota Kadin Indonesia Bidang Badan Ekonomi Syariah, Dewan Pembina BPP  Hipmi Womenpreneur (Badan Otonom pada HIPMI Pusat), Aktif menjadi narasumber ekonomi, keuangan dan womenpreneur di berbagai acara di antaranya menjadi narasumber pada Market Outlook 2024 yang diselenggarakan oleh Bank Syariah Indonesia, dan Dewan Pembina LP Ma’arif Nadhlatul Ulama Provinsi Banten.

Dukungan Keluarga. Titi bertekad akan terus mengembangkan karier, prestasi dan karya, dengan menerapkan nilai-nilai good corporate governance dan kepemimpinan yang berkarakter. Ia bersyukur mendapat dukungan penuh dari keluarga, terutama suami tercinta, Moh Reza Pahlevi, SE, MH, dan anak-anak kebanggaannya: Faiza Alia Khalisa Pahlevi, Rafardhan Gani Virendra Pahlevi, dan Razzan Alfarizi Gaida Pahlevi.

“Dengan berkah dan rahmat dari Allah SWT dan motto hidup Victory Loves Preparation, saya bertekad ingin menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat dan membina tim yang kredibel, kompeten dan berdaya saing. Salah satu tips saya dalam memimpin perusahaan adalah kompetensi dalam melakukan organizing, actuating dan controlling yang optimal terhadap tugas dan wewenang yang diemban dan pengembangan human capital untuk meningkatkan financial performance perusahaan. Sebagai seorang professional dan CEO, saya harus mampu untuk me manage waktu dan menyeimbangkan peran antara karier, usaha, dan keluarga sehingga semua dapat berjalan harmonis. Alhamdulillah saya mendapat dukungan yang besar dari suami tercinta, kedua orang tua dan keluarga besar dengan support system yang bagus, sehingga cita-cita saya untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara dapat terlaksana,” tutur Titi yang hobi running, bersepeda, dan bermain tenis ini dengan bahagia.

Selalu Bersyukur. Tidak ada jalan yang mulus tanpa rintangan. Begitu pun dalam perjalanan meniti karier maupun usaha. Namun bagi Titi, seberapa pun masalah atau rintangan, ia selalu berprinsip untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Ia menghadapi setiap tantangan dengan prinsip 3S yaitu Sabar, Syukur dan Shalat, serta dibawa happy. Dan, ketika penat atau suntuk menghampiri, Titi cukup menyalurkan hobinya yaitu driving, traveling dan berolahraga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top